Selasa, 30 Juli 2013

First Fanfict #49

selamat membaca :)

Malam harinya di rumah Riris
Mama Riris : "Eh ada Dicky sama... aduh tante lupa nama kamu siapa?"
Ilham : "Ilham tante" :)
Mama Riris : " Yap, Ilham. Oiya kebetulan kita mau makan malem, sekalian aja yuk ikutan makan."
Dicky : "Iya tante, eh, Riris nya mana ya?"
Mama Riris : "Dia masih di kamar nya. Coba sebentar yaa. Radith, coba kamu panggilin kakak mu. Bilang ada Dicky sama Ilham. Sekalian kita mau makan malem"
Radith : "Iya maaam.." #males
Rifky : *menyela* "Biar aku aja deh mah"
Mama Riris : "Oh, yasudah. Ayo Dicky, Ilham duduk dulu sambil nunggu Riris."
DickyIlham : "Iya tante"
Lalu Rifky pun pergi ke kamar Riris. Di kamar Riris...
Rifky : "De, ayo makan malem. Ada Dicky sama Ilham tuh,"
Riris : "Mereka udah dateng? Yaudah ayo!" #pergi
Rifky : "Engga engga. Masa iya, kamu mau pake celana pendek sama kaos gitu doang? Ganti dulu sana!"
Riris : "Yaudahlah, cuma makan malem aja kan?"
Rifky : "Gak malu apa ada Dicky sama Ilham?"
Riris : "Udahlah, biarin"
Rifky : *mendorong Riris ke kamar* "Aku gak akan ngizinin kamu turun sebelum kamu pake baju yang lebih rapih. Sisirin juga tuh rambut kamu. Dan satu lagi, jangan pake jeans papa gasuka kalo kamu pake jeans pas makan malem, coba sekali-kali pake dress"
Riris : "Iyaaiyaa, aku tau ko-_- ada lagi? Lama-lama aku bisa gila! Kenapa engga kaka aja yang pake dress? :p *menutup pintu kamar*
Rifky : "Awas kamu yaa! Hahaha"
Rifky pun langsung ke ruang makan...
Papa Riris : "Loh, ky? Adikmu mana?"
Rifky : "Lagi ganti baju, tadi dia berantakan banget"
Papa Riris : "Ohh.."
Tak lama kemuadian Riris pun turun. Ia memakai dress hitam selutut dan rambutnya tersisir rapih...
Radith : "Wah, kaka tumben cantik banget!"
Riris : "Tumben -_-" *duduk*
Ilham : Ris... Lo cantik banget!
Mama Riris : "Ayo silahkan dimakan,"
Setelah makan, Riris pun memulai pembicaraan tentang hubungannya dengan Ilham...
Riris : "Sebenernya ada yang mau aku omongin mah, pah"
Papa Riris : "Ayo, katakan saja"
Riris : "Aku tau, papa sama mama pasti bakal kaget banget. Dan maaf sebelum nya aku bikin kalian kecewa"
Mama Riris : "Ada apa sayang?"
Riris : *melihat ke Dicky dan Ilham* "Sebenernya.... Aku gabisa nerima perjodahan ini. Karena...." *terpotong*
Papa Riris : #shock "Apa!?"
Mama Riris : "Kenapa? Tapi apa alasannya?"
Riris : "Dari awal aku emang engga setuju dengan perjodohan ini kan ma? Dan satu lagi aku udah punya pacar ma, pa!"
Radith : "Jadi kak Riris udah punya pacar!?"
Mama Riris : "Siapa pacar kamu?"
Riris : "Ilham"
Dicky : "Iya tante, maaf banget. Kita juga sebenernya gamau ngecewain, tapi yang namanya cinta itu gabisa di paksain,"
Papa Riris : "Jadi begitu yaa, jadi alasan kalian menolak perjodohan ini karena Riris sudah punya pacar?"
Riris : "Iya pa, selain itu Bila juga suka sama Dicky begitu pula sebaliknya. Jadi aku gamau ngekhianatin sahabat aku sendiri. Dan karena perjodohan ini, aku sama Bila berantem"
Mama Riris : "Ya ampun. Mama sama papa gatau kalo masalahnya sampai serumit ini. Kamu samape berantem sama Bila"
Riris : "Iya, makanya kami menolak perjodohan ini."
Rifky : "Ma.. pa.. tolong restuin hubungan Riris sama Ilham ya. Ini juga demi kebaikan semua orang. Jadi gada orang yang tersakiti lagi,"
Papa Riris : "Hm... Baiklah, papa akan rundingkan lagi dengan keluarganya Dicky. Papa setuju kalo itu memang bisa bikin kamu bahagia"
Mama Riris : "Iya, mama juga setuju"
Setelah makan malam selesai, Dicky dan Ilham pamit pulang. Riris pun mengantar mereka ke tempat parkir...
Riris : *senyam-senyum*
Dicky : "Lo kenapa ris?"
Riris : "Gapapa ko" :p
Ilham : *merangkul Riris* "Akhirnya selesai juga masalahnya"
Riris : "Eh, belum"
Dicky Ilham : "Belum?" *bertukar pandang*
Riris : "Iya, masa lupa sih? Kita kan belum kasih tau Bila kalau perjodohan di batalin. Aku mau ngelurusin semua nya dulu"
Dicky : "Oiyaya. Tapi gimana caranya? Dia ngehindar terus"
All : *berpikir*
Riris : "Gimana kalo lo....."
Dicky : "Ide bagus tuh"
Ilham : "Iya, ide bagus" *usap-usap kepala Riris*
Dicky : "Kalian mesra banget sih, jangan bikin gue jeles dong!" #pundung
Riris : "Tenang aja chy, nanti juga lo nyusul, hahaha"
Dicky : "Oiyayaa, wah jadi ga sabar nih gue hahaha"
Iham : "Eh, udah malem nih. Chy, balik yuk!" *liat jam*
Dicky : "Bener, udah malem! *liat jam* Ckck gue balik dulu yaa Ris" #pergi
Ilham : "Aku pulang dulu yah sayang, salam buat mama sama papa kamu" *cium kening Riris*
Riris : "Iya, hati-hati yaa, salam juga buat keluarga kamu *cium pipi Ilham* *kabur* :p byeeeeeeeeeeee"
Dicky : "Ris, ko gue engga? Hahaha"
Ilham : #teriak "Gaboleh!"

17 April siang... #viasms
Revan : "De, kaka lagi makan siang di Resto deket rumah sama pacar kaka. Dia mau ketemu sama kamu, bisa kesini sekarang ga? Please"
Enno : "Harus?"
Revan : "Iya, katanya dia mau bicara sama kamu. Gatau tentang apa, tapi katanya penting. Please... nanti kaka beliin gelang yang itu deeh"
Enno : "Ah telat aku udah beli gelangnya. Iya aku kesana bentar ya kak"
Revan : "Meja nomor 17 ya de"
Enno : "17? Iyaaa"
Enno pun mengganti pakaiannya dengan terusan selutut yang biasa ia pakai jika sedang berkumpul dengan BREM dan berangkat dengan supirnya. Ternyata tanpa Enno ketahui kakaknya tidak sedang berada di restauran tersebut melainkan sedang berada di kamarnya.
Sesampainya di restoran tersebut Enno pun mencari meja bernomor 17. Di meja itupun tidak ada kakaknya taupun pacar dari kak Revan, yang ada hanya...
Enno : "Kok ada elo? Harusnya disini ada kak Revan sama pacaranya"

apa rencana ilham dicky dan riris? terus kira kira di restoran itu ada siapa yaaa? wkwkw stay tune yah ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar