Minggu, 27 Januari 2013

First Fanfict #17

please enjoy..


Katrol Reza pun bergerak turun sampai bawah. Tak lama Reza pun berteriak.
Reza : #teriak "WOI!! Sekarang giliran elo!!"
Enno : #teriak "Gue? Okeh!!" *memakai peralatan dan meluncur*
Enno pun meluncur dengan lancarnya. Tak sampai 10 detik ia sudah sampai dibawah. Di tempat Reza berada.
Enno : "Ekhem, kok gue udah sampe bawah lagi ya? Kurang seru ah" #menyidir
Reza : "Maksud lo apa bilang kurang seru?"
Enno : "Loh? Emang kurang seru kok, kurang tinggi dan kurang jauuuh"
Reza : "Gue tau kok, elo nyindir gue kan?"
Enno : "Engga tuh, emang kenyataannya kurang seru. Coba aja lo tanyain temen temen lo"
Dicky : *datang menghampiri Reza* "Gimana za? Seru? Kalo kata gue sih kurang panjang hahaha"
Enno : "Tuh, temen lo aja bilang gitu. Itu tandanya elo emang penakut"
Dicky : "Yaah, lo gak tau no? Si Reza kan phobia tinggi hahaha"
Reza : *menginjak kaki Dicky*
Dicky : *refleks diam* "Eh, sorry.."
Enno : "Thans ya dick, lo mau ngebongkar rahasia dia" *senyum sinis*
Reza : "Ah berisik lo!!" #pundung *pergi*
Sudah hampir setengah jam outbound berlangsung. Kelompok satu sedang menuju pos lainnya. Begitu pula kelompok dua dan empat. Sementara itu kelompok tiga sedang beristirahat.
Rangga : "Eh gue mau ke tenda dulu ya" #pergi
Mytha : "Ikut dong" *berjalan mengikuti Rangga*
Lala : "Tin, Kuu temenin gue ke UKS yuk. Pegel nih kaki gue"
Tina : "Sorry la, gue sama Kykuu mau ke kamar mandi dulu. Bye..." #Pergi
Dimaz : "Mau gue temenin la?"
Lala : "Emmm gak usah makasih dim" :D #pergi
Di UKS...
Ilham : "Udah lo duduk dulu aja, gue mau ambil kasa sama obat merah"
Riris : "Gak usah gue bisa sendiri kok"
Ilham : "Udah lo duduk aja" *mengambil air kasa dan obat* "Mana tangan lo? Sini gue bersihin dulu"
Riris : *mengulurkan tangannya* "Aww.. pelan pelan"
Ilham : "Sorry sorry"
Riris : "Tumben lo baik"
Ilham : "Dari dasarnya gue baik, cuma yaa gitu deh. Eh tahan ya" *meneteskan obat merah*
Riris : "Aww!!" *mencengkram tangan Ilham*
Ilham : *membalut tangan Riris* "Selesai!"
Riris : "Udah? Masih sakit tau"
Ilham : "Nanti juga engga kok" *mengacak acak rambut Riris*
Riris : "Thanks" :)
Tiba tiba...
Lala : *masuk UKS* #shock "Ilham?!"
Ilham : "Lala? Kamu ngapain kesini?" *melepaskan Riris*
Riris : "Aww.."
Lala : "Ngapain? Harusnya aku yang nanya kamu ngapain sama cewe itu?"
Ilham : "Aku cuma ngobatin dia"
Riris : "SHIT!! Darahnya keluar lagi!"
Lala : "Udah, aku engga mau denger alasan kamu lagi" *menangis* #pergi

to be continued
thanks for reading and please comment :)

First Fanfict #16


please enjoy...

Back to group 1...
Riris : "Buktiin"
Bisma : "Oke, siapa takut" #pergi
Dina : "Elo Riris?"
Riris : "Iya kenapa?"
Dina : "Oooh engga kok, cuma ya elo emang cocok dibilang cewek nyolot"
Riris : "Cewek nyolot?"
Dina : "Iya, SM*SH manggil elo si cewe nyolot"
Riris : "Oooh jadi gue udah punya gelar ya? Hahahha" #pergi
Dina : "Gue belum selesai ngomong udah main pergi aja"
Sesampainya kelompok 1 di pos paint ball...
Bisma : "Karena anggota kelompok kita ada 6, jadi satu tim dua orang. Gue sama Dina"
Kevin : "Gue sama Litha"
Litha : "Iya, gue sama Kevin"
Bisma : "Sisanya kalian berdua"
Riris : "Mau gak mau" :(
Setelah siap dengan pakaiannya mereka pun berpencar dengan timnya. Ketika Ilham dan Riris bersembunyi di balik batu besar..
DORR!!! Sebuah peluru hampir saja mengenai Riris, untungnya ia sudah terlebih dahulu ditarik oleh Ilham. Namun ternyata Riris tidak selamat sepenuhnya dari peluru tembakan Kevin, ia malah luka tergores ujung batu yang lumayan tajam. Alhasil tangannya pun luka lumayan parah.
Riris : "Awww!!!"
Ilham : *menengok ke Riris* "Lo kenapa?" *melihat tangan Riris*
Riris : "Emmm gak apa apa sih, cuma luka segini mah"
Ilham : "Lo masih bilang gak apa apa? Itu lumayan parah ris! Ayo gue anter ke UKS"
Riris : "Gak usah.."
Tak lama seluruh anggota mendatangi Riris.
Bs Dn Kv Lt : "Ris lo gak apa apa?"
Riris : "Gak apa apa kok" *berbarengan dengan Ilham*
Ilham : "Dia luka" *berbarengan dengan Riris*
Riris : "Engga gue gak apa apa kok, lanjut main aja"
Litha : "Engga engga, lo harus ke UKS. Tangan lo berdarah gitu Riiis"
Bisma : "Kok elo bisa berdarah?"
Ilham : "Tadi ada peluru dari tim Kevin, terus gue narik dia. Eh tangannya malah kena ujung batu dan luka. Tapi dia gak mau ke UKS"
Riris : "Oke gue ke UKS" #pergi
Dina : "Mau gue anter ris?"
Riris : "Gak usah, gue bisa sendiri kok, makasih"
Ilham : "Gue anter!"
Riris : "Terserah lo deh, ngotot banget sih" *tetap berjalan*
Akhirnya yang lain pun melanjutkan perang mereka tanpa tim Ilham. Back to group 2...
Enno : "Ayo siapa duluan? Udah sampe pos flying fox nih"
Reza : "Ladies first"
Enno : "Oh iya gue lupa kita punya ketua, elo duluan za!"
Reza : "Kok gue?"
Callysta : "Pada gak mau main? Yaudah gue duluan ya" *memakai peralatan flying fox*
Enno : "Tuh kan kalian kalah sama cewe"
Dicky : "Engga kok, ayo raf!" *mendorong Rafael*
Rafael : "Eh apa apaan nih? Ketua duluan dong!" #toss
Dicky : #toss "Oh iya, ayo za!"
Reza : "Kok elo malah ngedukung? Belain gue dong"
Enno : "Gini aja kalau emang elo ngaku lo ganteng kaya yang kemaren lo bilang lo harus main pertama, kalau engga gue bakal bilang elo cantik"
All : "Hahahahhahahahaha"
Reza : "Oke gue pertama"
Seselesainya Reza memakai peralatan dan dipasang di flying fox tersebut, Reza hendak berbicara kembali namun Enno langsung mendorongnya dan menarik tali flying fox. Reza pun tergantung di tengah tengah jalur flying fox.
Reza : "WOY!! Ini kenapa?! WOOOOOOIII!!!"
All : "HAHAHAHA"
Reza : "Eh tinggi nih, lebih dari 10 meter!"
Enno : "Terus kenapa kalo tinggi? Lo takut? Hahaha"
Reza : "Gue gak takut tinggi, gue cuma takut kalo gue jatoh!! Lo mau disalahin kalo gue jatoh engga kan? Cepet beneriiin!!! Coba kalo elo yang disini emang elo gak takut?"
Morgan : "Ohya? Wow!"
All : "Hahahaha"
Tiba tiba katrol flying fox Reza bergerak dan berhenti kembali. Sontak Reza senang dan marah kembali.
Reza : "WAAA!!!" #mukapucat
Callysta : "Hahahaha, takut tuh!! Mukanya pucet hahaha"
Enno : "Ngaku aja deh lo kalo takut"
Katrol Reza pun bergerak turun sampai bawah. Tak lama Reza pun berteriak.
Reza : #teriak "WOI!! Sekarang giliran elo!!"
Enno : #teriak "Gue? Okeh!!" *memakai peralatan dan meluncur*

to be continued..
thanks for reading and please comment :)

First Fanfict #15

please enjoy..



Sementara itu di kelompok II...
Enno : "Call, boleh minta tolong gak?"
Callysta : "Kenapa no?"
Enno : "Please, jangan turutin apapun yang mereka suruh"
Callysta : "Duh makasih deh no. Gue engga mau dihukum sama mereka"
Enno : "Tenang aja kali, pasti gue belain kok"
Callysta : "Serius? Janji ya?"
Enno : "Iyaa"
Rafael : "Eh gak pake berisik bisa kali!"
Enno : "Lo siapa?"
Callysta : "Iya, lo siapa? Ngatur ngatur kita gitu aja"
Reza : "Gue?! Oh iya mulai sekarang gue adalah ketua kelompok disini! Jadi elo harus nurut sama gue!"
Callysta : "Sejak kapan lo jadi ketua disini? Gue gak setuju tuh"
Rafael : "Lo berisik juga ya! Diem aja deh lo, gue hukum juga lo!"
Enno : "Eh kalian gak bisa ngehukum Call gitu aja dong! Lagian bener kata Call, gue juga gak setuju kalo dia *menunjuk Reza* yang jadi ketuanya! Jadi tanpa persetejuan atau dukungan dari gue dan Call, dia gak punya hak atau wewenang buat jadi ketua disini!"
Reza : "Menurut gue dan hukum kalau yang setuju lebih dari setengahnya gue boleh jadi ketua"
Enno : "Gue gak jago hukum sih. Tapi jangan mentang mentang elo dan temen temen lo itu mendominasi kelompok bukan berarti bisa menguasai kelompok gitu aja dong! Dalam hukum rakyat biasa juga punya hak buat ngatur kelompok!"
Dicky : "Udah dong gak ada kerjaan lain apa selain berantem? Bosen gue liatnya"
Rafael : "Makanya lo jangan liatin aja, bantuin dong lawan si semut kecil ini"
Dicky : -_____________-
Morgan : "Udahlah kita main dulu, masalah ketua Reza aja. Ke flying fox yuk!"
All - Reza : "Yuk"
Reza : "Gue usul main petik buah yang isi harta karun itu" #phobiatinggi
Dicky : "Jangan mendingan kita main puzzle kaca pecah kan menantang main beling gitu" #phobiabuah
Rafael : "Kalo mau menantang main paint ball aja" #phobiakacapecah
Morgan : "Gue udah bilang mendingan main.." *terpotong*
Enno : "Lo semua kenapa sih? Ini gak mau itu gak mau? Atau ternyata elo semua takut sama...."
Reza : "Engga tuh gue gak takut! Oke lo bebas nentuin game yang akan kita mainin pertama!" #nantangin
Enno : "Gue cuma mau nyebutin yang tadi elo semua sebutin flying fox, tambang emas, puzzle kaca dan paint ball. So, ini gak bisa diganggu gugat ketua bilang terserah gue dan itu semua game permintaan elo semua"
All : "Hah?!"
Reza : "Oke kalo itu permintaan lo" *berjalan menuju pos flying fox*
Dicky : #berbisik "Lo yakin Za?"
Reza : "Mau gimana lagi? Tinggal berharap phobia kita engga kebongkar aja"
Rafael : "Lagian salah lo juga si!"
Reza : "Iya iya gue ngaku gue salah"
Kelompok II pun berjalan menuju pos flying fox dengan perasaan tersendiri. Sementara itu di kelompok IV...
Bila Midda : *duduk*
Eriska : "Lo berdua ngapain duduk disitu?"
Midda : "Suka suka kita dong mau duduk dimana"
Thella : "Udah ayo ikut kita ke flying fox"
Bila : "Loh kok ke flying fox? Tadi kita udah sepakat mau ke paralayang (?)"
Eriska : "Diem aja deh lo! Sebagai anak bawang harusnya elo nurut sama gue sebagai ketua!"
Midda : "Ketua? Gak bisa! Aku dukung Bila!"
Thella : "Gue dukung Eriska!"
Eriska : "Lo dukung siapa Dei?"
Dei : "Hah? Gue? Mmm.."
Midda : "Dei dukung Bila dooong"
Thella : "Please dukung Eriska nanti gue traktir makan deh"
Dei : "Mmmm gue dukung... Eriska aja deh"
Bila Midda : :(
Eriska Thella: "Yes!!"
Eriska : "Karena gue ketua kelompok jadi gue yang main duluan!"
Ternyata saking terburu burunya Eriska dalam menyelesaikan permainan ia pun terjatuh.
Eriska : *jatuh* "Aduh!"
Bl, Md : "Hahahahaha"
Thella : "Lo gak apa apa Ris?"
Eriska : "Duh sakit niih"
Bila : "Makanya kalo jadi orang jangan sok, hahahaha"
Eriska : "Diem aja deh lo!"
Thella : "Bentar ya ris, gue panggil DMP dulu"
Eriska : "Cepet ya thel. Eh lo bertiga jangan ketawain gue terus dong! Bantuin gue!"
Midda : "Maaf yaa kita mau main dulu. Wleeee"
Back to group 1...
Riris : "Buktiin"
Bisma : "Oke, siapa takut" #pergi
Dina : "Elo Riris?"
Riris : "Iya kenapa?"
Dina : "Oooh engga kok, cuma ya elo emang cocok dibilang cewek nyolot"
Riris : "Cewek nyolot?"
Dina : "Iya, SM*SH manggil elo si cewe nyolot"
Riris : "Oooh jadi gue udah punya gelar ya? Hahahha" #pergi
Dina : "Gue belum selesai ngomong udah main pergi aja"

to be continued
thanks for reading and please comment.. :)

First Fanfict #14

please enjoy..



Keesokan harinya di tenda BREM...
Bila : *beres beres*
Riris Enno : *tidur*
Reza : *masuk daerah BREM* "Woi! Bikinin bubur 14 porsi! Gak pake lama!"
Bila : "Tapi gua gak bisa masak"
Reza : "Itu sih derita lo. Intinya gimana caranya elo dan temen temen lo masak bubur buat sarapan kita!"
Ilham : "Loh mana si Riris sama si semut? Tumben engga protes"
Bila : "Tumben nyariin, masih pada tidur tuh. Suka sama Riris yaa wkwk"
Ilham : "Ihh gue gak suka sama dia ya! Gue cuma mastiin dia ngelaksanain perintah gue!" *menggedor gedor tenda rumah Riris*
Bila : "Itu tendanya digedor gedor"
Reza : "Eh ko jadi pada ngobrol gini? Ayo cepetan masaak!!!"
Setelah memerintahkan BREM untuk masak Reza dan Ilham pun kembali ke tanda mereka. Tak lama kemudian Riris dan Enno pun bangun. BREM pun membuat sebuah rencana.
Riris : "Eh sarapannya tuh bubur tau"
Enno : "Oh aku tau!! Gini aja nanti...." *membisikkannya kepada Bila dan Riris*
BRE pun menjalankan rencana mereka. Tidak sampai 10 menit rencana pun selesai. Waktunya untuk membagikan bubur bubur tersebut. Di kawasan SM*SH...
Enno : "Mumpung gue dan temen temen gue lagi baik jadi kita bakal membagikan bubur sesuai dengan nama yang tertera di mangkuk" *mengambil "bubur" di dapur*
Bila pun membagikan bubur buatan dapur asli kepada Tina, Thella, Lala, Dina, Eriska, Mytha dan Kykuu. Setelah itu Midda dan Bila pun kembali ke tendanya. Tak lama Riris dan Enno datang membawa "bubur" buatan mereka dan membagikannya kepada SM*SH secara beraturan. Ketika pacar pacar dari SM*SH menikmati bubur mereka, SM*SH malah terkejut dengan isi mangkuknya.
Rafael : "Wah bubur apaan nih?"
Ilham : "Iya, bubur apaan nih? Gak jelas"
Reza : "Ini mah sup dimasukin kedalam bubur!"
Rafael : "Wah gak bener! Harus dilabrak nih!"
Bisma : "Santai bro, ini salah kita juga yang maksain mereka buat masak bubur. Mereka kan udah bilang kalau mereka enggak bisa masak"
Dicky : "Bener tuh, akibatnya ke kita juga"
Rangga : "Terus sekarang gimana dong? Laper nih"
Morgan : "Udahlah minta lagi aja ke koki asli. Tunggu sebentar ya" *pergi*
Tepat pada pukul 8 pagi seluruh siswa akan mengikuti outbound. Midda yang sudah lumayan sehat pun mengikutinya. Berikut adalah kelompok Xperfect diambah 3 pacar SM*SH berdasarkan absen.
Kelompok I : Bisma, Litha, Kevin, Ilham, Dina dan Riris
Kelompok II : Callysta, Dicky, Morgan, Reza, Rafael dan Rena
Kelompok III : Clarynta, Dimaz, Kykuu, Mytha, Rangga, Tina
Kelompok IV : Deidra, Eriska, Midda, Bila, Thella
Riris : "Sekelompok sama Ilham lagi -_- mana tambah Bisma pula aaaah" :(
Midda : "Alhamdulillah deh aku sama Bila jadi Bila bisa bantuin aku jalan ^^"
Bila : Tapi kita sama cewenya si Dicky :("
Riris : "Sama cewenya Dicky doang apa susahnya siiih -.-"
Enno : "Udahlah, lawan kalian engga seberat lawan aku" x(
Bila Midda : "Emang kamu sama siapa no?"
Enno : "Callysta, Dicky, Reza, Morgan, Rafael"
Riris : "Makan tuh orang orang rese!"
Seluruh siswa pun pergi menuju lapangan berdasarkan kelompoknya masing masing. Tak lama kemudian outbound pun dimulai. Di kelompok I...
Litha : "Kayaknya kita harus nentuin ketua kelompoknya deh"
Kevin : "Bener tuh, gue setuju sama Litha"
Bisma : "Ya udahlah gue usul Dina"
Dina : "Kok aku? Kamu aja. Gue usul Bisma"
Bisma : "Gimana menurut kalian? Ada usul lain?"
Kevin : "Gue sama Litha dukung siapa aja"
Ilham : "Udah lo aja Bis, lo yang paling bisa bertanggung jawab dan tegas"
Bisma : "Oke"
Ilham : *berbicara kepada Riris* "Heh! Elo! Gimana menurut lo?"
Riris : "Gue? Terserah aja yang penting bisa memimpin kelompok dengan baik"
Ilham : "Maksud lo Bisma gak bisa?!"
Riris : "Gue gak bilang gitu kok"
Bisma : "Santai bro *menepuk pundak Ilham* Gue janji gue bakal jadi ketua yang baik"
Riris : "Buktiin"
Sementara itu di kelompok II...
Enno : "Call, boleh minta tolong gak?"
Callysta : "Kenapa no?"
Enno : "Please, jangan turutin apapun yang mereka suruh"
Callysta : "Duh makasih deh no. Gue engga mau dihukum sama mereka"
Enno : "Tenang aja kali, pasti gue belain kok"
Callysta : "Serius? Janji ya?"
Enno : "Iyaa"
Rafael : "Eh gak pake berisik bisa kali!"
Enno : "Lo siapa?"
Callysta : "Iya, lo siapa? Ngatur ngatur kita gitu aja"
Reza : "Gue?! Oh iya mulai sekarang gue adalah ketua kelompok disini! Jadi elo harus nurut sama gue!"



to be continued
thanks for reading and please comment :)

Jumat, 04 Januari 2013

First Fanfict #13

please enjoy


Sementara itu Midda masih pingsan ditengah hutan, mungkin karena kepalanya sedikit terbentur ketika jatuh tadi. Rafael yang sadar dan hanya mendapat luka lecet lecet di tangan dan kakinya segera menggoyang goyangkan Midda untuk menyadarkannya.
Rafael : "Mid? Mid bangun mid!! Woi!!!!" *menampar nampar pipi midda* "Mid lo jangan mati ntar gue yang disalahin. Woi hutan nih gelap lo jangan nyusahin dong sadar sadaaar!!!!"
Midda : *belum sadar*
Rafael : *melihat jam tangannya* "Duh udah jam segini lagi, udah deh gue bawa aja" -,- *menggendong midda dan kembali berjalan*
Akhirnya semua anak pun sudah berkumpul lapangan...
Bisma : "Cocoh mana?"
Reza : "Masih otw kali sama si kecil,"
Bisma : "Tapi ini udah kelewat lama. Dia kan udah tau jalannya."
Reza : "Oiyaya, mungkin sengaja jalannya lama biar bisa berduaan sama si kecil hahaha."
Tina : "Ihh, apaan sih lu tuh yah! Rafa tuh bukan cowo playboy!"
Reza : "Hahaha, gue kan cuma bercanda kali" :p
Ilham : "Yaudah, coba kita tanya sama temen-temennya si kecil. Siapa tau mereka tau dimana Rafael,"
Dicky : "Bener tuh!"
Lalu BRE pun datang mengampiri mereka...
Riris : "Rafael mana?"
Bisma : "Kita juga lagi nyari dia. Si kecil mana?"
Riris : "Midda? Gue juga lagi nyari dia. Siapa tau midda lagi sama Rafael.
Ilham : "Justru kita yang mau tanya ke kalian Rafa dimana, malah kalian yang nanya -,-"
Tina : "Terus sekarang gimana cara nyari Rafael?"
Rangga : "Yaudahlah tungguin aja, si Rafa tau jalan kan?"
Enno : "Tapi ini tuh udah malem dan mereka ditengah hutan. Kalo yang ilang Rafael doang gue mah gak masalah -.-"
Riris : "Kalau si Rafael yang ilang sih gue alhamdulillah" #eh
Tina : "Maksud lo apa?!?!"
Bisma : "Oke sekarang kita kan sama sama nyari temen kita yang bisa dibilang hilang ya kan? Sekarang kita punya 2 opsi, opsi pertama kita tunggu disini sampai mereka berdua datang atau kita masuk lagi ke hutan buat nyari mereka berdua. Siapa setuju opsi pertama?"
Lala, Tina, Thella, Kykuu, Mytha, Eriska, Dicky dan Reza mangacungkan tangannya. Sedangkan si opsi kedua Dina Bisma Morgan Rangga Ilham Enno Riris dan Bila mengangkat tangannya. Karena seri alhasil mereka dibagi dua tim, satu tim menunggu dan satu tim lagi menjelajah di hutan.
Namun ketika tim 2 baru saja meninggalkan perkemahan mereka melihat seorang lelaki yang sedang menggendong seorang gadis. Ketika mereka dekati ternyata itu adalah Rafael dan Midda.
BRE : "Midda!!!" *berlari mendekati Rafael dan Midda*
Bm Mg Rg Il : "Raf!!" *menghampiri Rafael dan Midda*
Enno : "Midda!! Raf lo apain Midda kok kakinya bisa luka kayak gini?"
Rangga : "Sssstt udah malem, jangan teriak teriak tanya pelan pelan aja kali"
Enno : -.- "Jadi kenapa midda bisa kayak gini?"
Bila : "Bener tuh lo apain Raf?"
Rafael : "Duuh kalian kepo deh (?). Sekarang kita bawa si Midda ke UKS dulu nanti baru gue jelasin"
B R E : -______-
Sesampainya di UKS Rafael langsung di interogasi oleh Bila Enno Riris.
Rafael : *membaringkan Midda di ranjang UKS* *duduk*
Riris : "Jadi kenapa Midda bisa luka luka dan pingsan?"
Rafael : "Tadi tuh gue sama dia dapet jalur yang dipinggir jurang. Gak sengaja gue ngedorong dia tapi pelan, cuma dianya lagi gak seimbang terus dia jatoh. Pertamanya gue megangin dia dari atas tapi gak tau kenapa tiba tiba dia jatoh padahal gue engga ngelepas pegangan gue yaudah gue terjun kebawah juga. Eh pas gue dibawah dia udah pingsan sama luka kayak gini"
Enno : "Berarti ini semua salah lo, siapa suruh ngedorong Midda pas disamping jurang" -.-
Rafael : "Oke gue ngaku gue salah, gue minta maaf sama kalian. Udah kan?"
Bila : "Yaudah lo semua pergi gih si Midda istirahat dulu. Lukanya udah dibalut pake kassa kok"
Dicky : "Terus siapa yang nungguin dia disini?"
Rafael Bila : "Gue" #berbarengan
All : :O
Rafael : "Udah gue aja ini semua kan salah gue. Kalian istirahat aja nanti kalau Midda udah sadar gue kasih tau kalian kok"
Enno : "Gue kurang percaya sama lo, mending kita aja. Lagian lo sksd amat sih baru juga ketemu sehari" -,-
Riris : "Yaudahlah no biarin aja, nanti kalau Midda kenapa kenapa lagi tinggal penggal aja wkwk"
Enno : "Yaudahlah terserah lo aja. Jaga baik baik temen gue!" *pergi*
Akhirnya tenda UKS pun kosong hanya ada Midda, Rafael dan beberapa siswa lainnya.
Keesokan harinya di tenda BREM...
Bila : *beres beres*
Riris Enno : *tidur*
Reza : *masuk daerah BREM* "Woi! Bikinin bubur 14 porsi! Gak pake lama!"

to be continued
thanks for reading, please comment :)

First Fanfict #12

please enjoy..


Sementara itu bagian hutan lainnya kelompok Midda dan Rafael.
Rafael : "Hati hati jalannya licin"
Midda : "Iya" -,- *memegang kakinya yang masih sakit karna sempat terjatuh*
Rafael : *memegang senter* "Di depan jalannya sempit pinggir jurang, lumayan dalem sih"
Midda : "Kamu tau jalan ini?"
Rafael : "Waktu OSIS survei lokasi gue ikut alesannya sih disuruh bokap padahal biar gue gak tersesat aja wkwk"
Midda : "Wah curang" -__-
Rafael : "Biarin :p lagian harusnya lo seneng jadi lo udah pasti gabakal tersesat. Udah buruan" *mendorong pelan midda*
Midda : "Eh!!"
Karena kaki Midda sedang tidak dalam kondisi baik midda pun terpeleset kedalam jurang. Sebenarnya jurang itu tidak berbatu malah jurang itu berdasaran rumput tebal, namun jurang itu mempunyai kedalaman sekitar 3,5 meter. Untungnya.... GREP!!
Rafael : *memegang tangan Midda*
Midda : #shock "Raf ini serius jurang?"
Rafael : "Kan gue udah bilang kalo ini jurang. Bukannya hati hati lo! Berat tau" -,-
Midda : "Yaudah kalo berat turunin aja katanya jurangnya gak dalem" #polos
Rafael : -____________________- *menyorot bawah jurang dengan senternya* "Tuh!! Dalem ga?!"
Midda : *melihat ke bawah* "Dalem -,-v"
Rafael : "Eh tapi serius nih berat gue gak bisa narik lo ke atas.  Lagian kalo lo gue turunin gue juga yang harus tanggung jawab" -.-
Midda : "Bentar" *melepas salah satu tangannya*
Rafael : "Eh eh lo ngapain?"
Midda : "Diem" *mengeluarkan hapenya dan menelepon bila*
Rafael : "Lo mau nelepon siapa? Gaada sinyal, ini tuh tengah hutan" -.-
Midda : "Terus mau gimana dong? Pegel nih"._.v
Rafael : "Lo mending cuma pegel, gue berat juga tau!!" *pegangannya sedikit melonggar*
Midda : "AAAAAAAA" *jatuh*
Rafael : "MID?!" *terjun*
Midda yang terjatuh pun pingsan sesampainya di bawah jurang sedangkan Rafael tidak. Di kelompok lain tepatnya kelompok Enno dan Reza...
Enno : *melihat ke samping* *melihat ke belakang* "Lo jalan? Lama banget sih!"
Reza : "Engga kok"
Enno : "Cepetan dong!"
Reza : *berjalan mendekati Enno*
10 menit kemudian...
Enno : *melihat ke samping* *melihat ke belakang*
Reza : *diam* *berdiri dibawah pohon*
Enno : *menahan ketawa* "Lo ngapain disitu? Takut? Hahahaha"
Reza : "Em.. Engga kok gue pegel aja" *cari alasan*
Enno : "Lo yakin? Kita baru jalan 15 menit, lagian kok elo kaya merinding gitu? Lo pasti takut hahahaha"
Reza : "Enggak tuh! Kata siapa?"
Enno : "Wahahaha ternyata main rappernya SM*SH yang jago dance dan jago kempo ini beneran takut gelap dan hantu, gue kira itu hoax. Hahahaha" *ngakak*
Reza : "Oke gue ngaku gue emang takut hantu dan takut gelap. Tapi tungguin dong!"
Enno : "Gue tungguin asal elo nurutin semua kata kata gue!" *senyum sinis*
Reza : "Engga bisa, kalo gitu gue mending nugguin temen gue kali!"
Enno : "Meskipun temen lo lama dan dateng setelah anak baru lain tau kalo elo takut sama gelap dan hantu? Silakan dengan senang hati hahaha"
Reza : "Puas lo ngetawain gue? Gue emang takut!" *memegang tengkuknya*
Enno : "Hahaha oke sekarang mau lo apa? Gue mau jalan nih"
Reza : "Lo temenin gue tapi pelan pelan"
Enno : "Iya ayo!" *menarik tangan Reza*
Reza : *melepaskan tangan Enno* "Gue udah ada yang punya tau!"
Enno : "Oh! Siapa juga yang mau sama orang penakutan kaya lo! Hahaha"
Reza : "Cewenya cantik, baik.." *terpotong*
Enno : "Gue udah tau kok! Si Thella kan? Gak peduli tuh!"
Reza : "Rese lo!" *mendorong Enno*
Enno : "Eits! Gue tinggal nih!"
Reza : "Please please jangan"
Enno : "Yaudah ayo cepet!"
Enno dan Reza pun melanjutkan perjalanan dengan perlahan. Di kelompok Riris dan Ilham...
Ilham : "Lo gak takut?"
Riris : "Takut, tapi biasa aja tuh" *memasang earphone*
15 menit kemudian...
Ilham : "Eh lo kok diem aja?"
Riris : *diam*
Ilham : "Sialan gue dikacangin. Woi!" *menepuk bahu Riris*
Riris : *kaget* "Jangan pegang bahu gue!" *melepas earphonenya*
Ilham : "Sorry sorry abis dari tadi gue ngomong elo diem aja"
Riris : "Gue lagi dengerin lagu" *hendak memasang earphone*
Ilham : *menahan tangan Riris* "Temenin gue ngobrol" *masih memegang tangan Riris*
Riris : *melepaskan tangan Ilham* "Hahaha bercanda lo!"
Ilham : "Bercanda gimana? Gue serius, gue gak betah kalo diem terus"
Riris : "Ooh tumben lo baik dan mau ngajak gue ngobrol"
Ilham : "Gue juga punya sisi baik kali. Oh iya gue perhatiin elo nempel terus sama ipod lo, elo suka dengerin lagu?"
Riris : "Yeah, suka banget"
Ilham : "Band favorite lo?"
Riris : "Lumayan banyak sih, tapi gue lagi suka sama Paramore, lo?"
Ilham : "Gue juga suka Paramore"
Riris : "Nih" *menawarkan satu earphonenya*
Ilham : "Thanks" *memakai earphone Riris*
Sementara itu Midda masih pingsan ditengah hutan, mungkin karena kepalanya sedikit terbentur ketika jatuh tadi. Rafael yang sadar dan hanya mendapat luka lecet lecet di tangan dan kakinya segera menggoyang goyangkan Midda untuk menyadarkannya.
Rafael : "Mid? Mid bangun mid!! Woi!!!!" *menampar nampar pipi midda* "Mid lo jangan mati ntar gue yang disalahin. Woi hutan nih gelap lo jangan nyusahin dong sadar sadaaar!!!!"


to be continued
thanks for reading, please comment :)

First Fanfict #11

please enjoy

Setelah selesai tampil SM*SH tidak langsung kembali ke tempat duduknya, mereka menghampiri siswa yang tidak memperhatikan mereka saat tampil yaitu BREM.
Reza : "Gue perhatiin dari tadi kalian engga ngeliat kita tampil"
Enno : "Terus? *berdiri* Gak suka? OH!"
Bila Midda : "Iya kenapa? Gak suka?" *berdiri*
Reza : "Iya kita jelas jelas gak suka!"
Enno : "Terus mau lo apa si? Siswa lain nonton kan? Ribet deh!"
Rafael : "Mau kita? Lo nanya mau kita? *senyum sinis* Lo semua jadi budak kita!"
Bila Midda : "HAH?!"
Enno : "Ooh gue udah nyangka kok elo bakal bilang kaya gitu"
Rafael : "Bagus deh kalo elo tau"
Ilham : "Tumben temen lo yang satu ini diem aja" *menghampiri Riris*
Bisma : "Yep, biasanya paling nyolot. Sama yang ini nih!" *menunjuk Enno*
Enno : "Apa lo?!"
Dicky : "Pusing gue ribut mulu"
Bila : "Temen temen lo tuh yang cari ribut!"
Ilham : *berjongkok di sebelah Riris* "Heh cewe nyolot! Tumben lo diem aja. Kenapa? Lo takut? Atau elo udah pasrah kita jadiin budak?"
Riris : *tidur* "Zzz.."
Ilham : "Wah gue di diemin. Heh cewe rese!" #teriak
Riris : *bangun* *buka mata* "Hah?" *buka earphone*
All : "Hahahahaha"
Riris : "Kenapa sih?" *bingung*
Ilham : "Sialan!" *berdiri*
Disty : #teriak #onthetoa (?) "Mari kita lanjutkan acara ini, ada yang berminat untuk tampil?"
SM*SH pun duduk kembali ketempatnya dan acara pun dilanjutkan kembali. Setelah kurang lebih satu setengah jam acara selesai dan akan dilanjutkan dengan...
Disty : "Mohon semuanya tenang malam ini kalian akan berjalan jalan memasuki hutan. Semua harus mengikuti rute yang sudah ditentukan karena kalian harus melewati 7 pos. Di masing masing pos kalian harus mengambil bendera. Satu kelompok 2 orang, sekarang saya akan membacakan kelompok kelompok tersebut."
Ternyata BREM satu kelompok dengan SM*SH!! Bila dengan Dicky, Midda dengan Rafael, Ilham dengan Riris dan Enno dengan Reza. Sementara itu Bisma dengan Dina dan Morgan dengan Rangga, 6 pacar SM*SH tidak mengikutinya karena tidak mau. Tentu saja kelompok itu tidak bisa diganggu gugat. BREM pun harus pasrah.
Riris : "Ah rese! Kenapa aku harus sama si Ilham lagi" X(
Enno : "Mending! Aku sama si Reza"
Midda : "Yaaah aku sama si cameuh. Ups!"
Bl, Rr, En : "Hahahahahaha"
Riris : "Kamu sama siapa bil? Dicky?"
Bila : *senyam senyum* "Hmmm"
Midda : "Cieeee"
Enno : "Kamu suka sama Dicky? Ckck"
Bila : *salting* "Engga kok enggaaa"
Riris : "Yakin?"
Bila : "Iya udah ah"
Ketua OSIS : "Ayo ayo silakan kumpul dengan kelompoknya! Acara akan segera dimulai!"
Semua murid pun berkumpul dengan kelompoknya masing masing. Tepat pukul 23.00 acara pun dimulai.
Di hutan bagian kelompok Bila dan Dicky...
Dicky : "Jadi nama lo Bila?"
Bila : "Iya"
Dicky : "Hmm.. Gue minta maaf ya atas kelakuan temen temen gue yang kayak gitu. Aslinya mereka baik kok"
Bila : "Kok elo yang minta maaf?"
Dicky : "Ini permulaan, kalo nunggu mereka yang minta maaf pasti lama banget"
Bila : "Hahahaha"
Dicky : "Oiyah elo sama temen temen lo udah sahabatan dari kecil?"
Bila : "Engga, kita baru temenan dari SMP. Kalo elo?"
Dicky : "Gue dan SM*SH udah dari kecil, cuma SM*SH baru kebentuk setengah tahun lalu"
Bila : "Kenal gara gara ortu?"
Dicky : "Iya juga sih, tapi dulunya gue engga deket sama mereka. Dulu pas TK gue punya sahabat dekeeet banget tapi sayangnya dia ngilang gitu aja. Jadi gue mulai nyari temen baru dan itu SM*SH"
Bila : "Lo pasti kangen sama temen TK lo itu"
Dicky : "Bangetlah, malah gue sempet ngayal gue nikah sama dia. Hahaha"
Bila : "Ngayal nikah? Hahaha... Gue doain deh semoga elo bisa secepatnya ketemu lagi sama temen TK lo itu"
Dicky : "Makasi"
Tiba tiba ada seekor belalang yang hinggap di tangan BIla. Bila yang phobia belalang refleks berhenti dan menjerit.
Bila : "WAA!!!" *ribet*
Dicky : "Kenapa?" *berhenti*
Bila : "Ini ada belalang"
Dicky : "Mana?" *belalang pindah ke pundak Bila*
Bila : "WAAA!!!" *refleks meluk Dicky*
Dicky : "Kenapa lagi?"
Bila : "Itu belalangnya pindah ke pundak aku" *belalangnya pergi*
Dicky : "Udah pergi kok"
Bila : "Beneran?" *masih memeluk Dicky*
Dicky : "Iya" *melepaskan pelukan Bila*
Bila : "Eh sorry sorry gue refleks" *salting*
Dicky : "Iya engga apa apa kok"
Sementara itu bagian hutan lainnya kelompok Midda dan Rafael.
Rafael : "Hati hati jalannya licin"
Midda : "Iya" -,- *memegang kakinya yang masih sakit karna sempat terjatuh*
Rafael : *memegang senter* "Di depan jalannya sempit pinggir jurang, lumayan dalem sih"
Midda : "Kamu tau jalan ini?"
Rafael : "Waktu OSIS survei lokasi gue ikut alesannya sih disuruh bokap padahal biar gue gak tersesat aja wkwk"
Midda : "Wah curang" -__-
Rafael : "Biarin :p lagian harusnya lo seneng jadi lo udah pasti gabakal tersesat. Udah buruan" *mendorong pelan midda*
Midda : "Eh!!"

to be continued
thanks for reading, please comment :)

First Fanfict #10

please enjoy..


Ilham : "Maksud lo apa?!" *bersiap memukul Riris*
Bisma : *menahan Ilham* "Santai bro" *menengok ke Riris* "Kalo lo mau jaket ini minta baik baik dong"
Riris : "Ngapain gue minta secara baik baik kalo kalian semua ga akan peduli. Lagian temen temen lo tuh yang ngambil secara paksa dari gue dan temen temen gue!"
Bisma : "Oke kita salah, gue minta maaf. Nih jaketnya" *menyerahkan jaket BREM*
Riris : "Thanks" *pergi*
Rafael : "Bis, kok elo malah balikin jaket mereka?"
Bisma : "Udara dingin bro! Kalo mereka kenapa kenapa kita juga yang disalahin. Udah ah gue laper makan yuk!" *bersin*
SM*SH dan pacar-pacarnya pun pergi mengambil makan malam. Sementara itu di tenda Enno...
Riris : *masuk tenda* "Nih jaket kalian" *menyerahkan jaket jaket tersebut*
Enno : "Dapet dari mana Ris?" *memakai jaketnya*
Midda : "Engga berantem kan?"
Riris : "Tadinya mau berantem tuh sama si Ilham tapi si Bisma langsung ngasihin. Udah ah laper, makan yuk!
Bila Midda : "Yuk!"
Enno : "Tunggguin atuuh pusing niih"
Mereka pun berjalan mengambil makan malam. Saat mereka berbaris mengambil makan malam mereka berpapasan dengan SM*SH. Suasana pun kembali menegangkan. Namun Bisma yang alergi dingin bersin secara tiba tiba, refleks BREM dan SM*SH pun tertawa.
All : "Hahahahaha"
Bisma : "Kayanya engga ada yang lucu deh!" *semua berhenti tertawa* *bersin*
All : "Hahahaha"" *tertawa lagi*
Bisma : "Ayo gan kita makan" *pundung* *pergi*
Reza : "Just kidding Biiis" *mengejar Bisma*
SM*SH pun pergi ke daerah mereka untuk makan malam. Ternyata disana sudah ada tujuh orang gadis yang menunggu mereka. Masing masing gadis sudah membawa teh atau kopi untuk SM*SH. Ketujuh gadis tersebut adalah Dina, Lala, Thella, Eriska, Mytha, Tina dan Kykuu.
Dina : "Nih aku udah bikinin kopi" *menyerahkan kopinya kepada Bisma*
Bisma : "Thanks ya Din" :)
Eriska : "Chyy temenin aku ke wastafel yang deket toilet dooong" *bangun* *menarik tangan Dicky*
Dicky : "Bro gue nemenin bebong gue dulu ya" *berdiri* *berjalan*
Ilham : "Ayo makaaan" *makan*
Di tempat lain Bila Midda Enno dan Riris sedang makan.
Enno : "Eh si Bisma itu alergi dingin bukan? Bersin tiba tiba ge, asaan dia engga kaya orang pilek"
Riris : "Ngapain juga tau, penting banget"
Midda : "Pantesan dia ngasih gitu aja jaket kita"
Bila : "Hayoo Enno suka yaaaaaa??"
Enno : "Bukan, cuma lawak aja dia ujug ujug bersin"
Bila : *melihat ke arah toilet* "Eh eh bukannya itu si Dicky?" *menunjuk Dicky*
Midda : "Ah cieeeeee Bila sukanya sama yang tablo tablo wkwk"
Enno Riris : "Ahahahahahahaha"
Bila : "Eh serius, itu teh Dicky bukan?"
Riris : "Iya itu Dickyy kenapa gitu?"
Bila : "Itu cewenya dong?" *menunjuk gadis di sebelah Dicky*
Midda : "Iya kali"
Enno : "Kalo itu cewenya, berarti kemaren Bila nabrak cewenya Dicky dong?"
Bl, Md, Rr : "Hah?!" *melihat ke Enno*
Enno : "Coba aja liatin"
Bila Midda dan Riris pun memperhatikan gadis yang Enno tunjuk.
Riris : "Ih iya.."
Bila : "Demi apaaaa?"
Enno : "Cieh Bilaaaaa"
Midda : "Ahem ahem ada yang jeles nih hahahaha"
Bila : "Apaan sih?!"
Riris : "Apa aja boyeh" :p
Tak lama kemudian seluruh murid pun kumpul di lapangan di depan panggung (?) utama.
Disty : "Gue Disty, gue itu.." *terpotong*
Siswa : "Udah tauuu!!!"
Disty : "Oke, -.- karena kalian udah tau siapa gue dan gue mau ngapain langsung aja kita sambut SM*SH !!!"
SM*SH pun maju dan tampil, malam ini mereka akan menyanyikan lagu I Heart You Acoustic. Ketika intro baru saja dimulai sontak seluruh siswa berteriak histeris kecuali Bila Midda Enno dan Riris yang sibuk dengan aktifitasnya masing masing. Riris tertidur dengan ipodnya dan Bila Midda Enno sibuk mengobrol tanpa memperhatikan SM*SH sedikitpun.
Setelah selesai tampil SM*SH tidak langsung kembali ke tempat duduknya, mereka menghampiri siswa yang tidak memperhatikan mereka saat tampil yaitu BREM.
Reza : "Gue perhatiin dari tadi kalian engga ngeliat kita tampil"
Enno : "Terus? *berdiri* Gak suka? OH!"
Bila Midda : "Iya kenapa? Gak suka?" *berdiri*
Reza : "Iya kita jelas jelas gak suka!"
Enno : "Terus mau lo apa si? Siswa lain nonton kan? Ribet deh!"
Rafael : "Mau kita? Lo nanya mau kita? *senyum sinis*

to be continued..
thanks for reading, please comment :)

First Fanfict #9

please enjoy..


Keesokkan harinya di rumah Riris..
Alarm : *lagu Never Shout Never*
Riris : "Zzz..." *tidur*
Alarm : *lagu Paramore*
Riris : *masih tidur*
Alarm : *lagu Alesana*
Riris : "Hhhoooaaaammmm" *matiin alarm* *liat jam* *jam 07.30* *telat* "Ha? Udah jam segini? Mampus gue telaaat!!!" *lari ke kamar mandi*
Tiba-tibaa handphone Riris berbunyi..
Riris : "Pake ada telpon lagi" -_- *ngambil hp* "Halo!?" #OnThePhone
Bila : "Halo ris, cepetan kita udah di depan nih"
Riris : "Masuk dulu aja" *matiin telpon* *masuk kamar mandi*
Di mobil Bila..
Bila : "Kata Riris masuk dulu aja.." *membuka pintu mobil*
Midda : "Yaudah kita masuk aja.." *keluar mobil*
Enno : "Hufeeet.." *keluar mobil*
Bila Enno Midda pun menunggu Riris di dalam rumahnya. Selesainya Riris bersiap, mereka berempat sudah terlambat masuk. Sehingga mereka berempat langsung menempuh perjalanan ke tempat perkemahan.
Sesampainya di perkemahan, mereka pun langsung mendirikan tenda di tempat strategis yaitu di depan dekat tenda OSIS, dekat dapur dan dekat panggung utama. Tak lama kemudian siswa baru lainnya pun berdatangan. Ketika seluruh siswa telah menyelesaikan tendanya ternyata ada beberapa orang yang belum menyelesaikan tendanya yaitu...
Rafael : "Nyusahin banget sih! Kalo tau gini gue bawa asisten gue deh buat bikin ginian" *frustasi*
Morgan : "Bener tuh" *frustasi*
Rangga : "Tolongin gue dooong berdiriin tendanya gimana? Kalo satu gue naikin ujung lainnya turun" *kesel*
Dicky : "Diem dong! Gue lagi konsentrasi nih! Mam please help me!"
Bisma : "Kalian bisa diem gak sih? Masang tenda doang ribet banget. Usaha! Jangan ngomong terus! Gue aja udah beres"
Rafa : "Nah elo kan udah beres? Kenapa elo enggak bantuin kita aja?"
Rangga : "Iya bis, bantu gue doong tinggal di naikin koook"
Bisma : "Sorry ya bro gue sibuk, minta tolong si Reza aja" *berjalan ke arah Dina*
Dicky : "Huh temen minta bantuan enggak dibantu, pacar ga minta kok dibantu siih" *enpi*
Morgan : "Hmm za bantu gue dong"
Reza : "Wah telat gan, gue keburu nerima misscall dari Thella. Daah" *berjalan menuju tempat Thella yang baru turun dari mobilnya*
Rafael : "Haaah semua aja sibuk sama cewenya. Ham bantu gue!"
Ilham : "Sorry coo kata Lala dia minta bawain barangnya kalo udah sampe sini. Jadi gue mau bantu dia dulu"
Rafael : *memberhentikan Ilham* "Terus gue gimana dong?"
Ilham : "Udah lo minta tolong ke empat cewe tengil itu aja" *pergi*
Dicky : "Rese!!"
Ilham pun berlari menuju tempat parkir yang tidak jauh dari pintu masuk. Disana sudah ada Reza, Lala, Thella, Eriska dan 3 gadis lainnya. Ia pun membantu Lala membawa barang barangnya. Mereka pun berjalan menuju tempat perkemahan. Namun sebelum sampai di tempatnya Ilham menghampiri tempat berkemah Bila Midda Enno dan RIris terlebih dahulu.
Di tempat Bila Midda Enno dan Riris...
Ilham : "Heh cewe tengil bantuin temen temen gue sana!"
Riris : "Siapa lo?! Gue gamau!!"
Enno : "Kenapa enggak lo aja yang pasangin? Elo kan temennya!"
Ilham : "Gue sibuk! Kalo elo gak mau juga! Gua gak segan segan buat nyiksa elo semua!" *pergi*
Enno : "Huh!"
Bila Midda Enno dan Riris pun membantu Dicky Rafael Rangga dan Morgan. Namun mereka diperintahkan kembali untuk membuat empat tenda lagi untuk pacar mereka. Tak hanya itu mereka berempat pun dimanfaatkan oleh SM*SH untuk melakukan ini dan itu.
Senja hari pun datang suhunya pun makin dingin, seluruh murid pun menggunakan jaket tebalnya. Namun tidak seperti Bila Midda Riris dan Enno yang dilarang oleh SM*SH untuk menggunakan jaket.
Rafael : "Ngapain lo semua pake jaket?"
Riris : "Lo sendiri ngapain?"
Rafael : "Loh? Malah balik nanya lagi. Jawab dulu pertanyaan gue! Lagian terserah gue dong mau ngapain."
Enno : " Sorry kita sibuk!" *pergi*
Reza : *mencegat BREM* "Eh mau kemana lo! Ada peraturan khusus buat lo semua!"
Enno : "Gue tau kok. Kita engga boleh nurutin apapun yang kalian suruh! Iya kan? Hahahaha"
Reza : "Gue belum selesai ngomong! Peraturannya kalian engga boleh pake jaket atau baju hangat atau apapun yang termasuk pakaian penghangat"
Bila Midda : "Ga bisa gitu dong! Ga adil tau!"
Rafael : "Terserah kita dong mau ngapain!"
Riris : "Terserah kita juga dong mau ngapain!"
Reza : "Ahh berisik lo! Udah siniin deh jaket jaket lo!" *merampas jaket BREM* *pergi*
Enno : "Semoga engga sakit deh"
Midda : "Kenapa gitu?"
Enno : "Belom makan nasi dari pagi"
Bila : "Makan atuh"
Enno : "Kalaupun  makan tetep aja kedinginan"
Riris : "Paling engga ga sakit kan? Lagian cuma kedinginan inii"
Enno : "Badan aku emang sensian kalau kedinginan, pasti gampang flu"
Midda : "Rusuh amat no"
Enno : "Lanjut deuh"
Hari pun semakin larut. Jam di tangan Riris pun menunjukan pukul delapan malam. Udara pun semakin dingin. Enno yang alergi dingin pun mulai pusing.
Bila : "No kamu engga apa apa?"
Enno : "Engga kenapa kenapa si, tapi gitu deuh"
Midda : "Kambuh no?"
Enno : "Kayanya mah"
Riris : "Yaudah kamu tiduran aja pake sleeping bed. Oiyah kalo ga salah di tas aku ada baju tebel, cari aja di tas aku. Kayanya mah kegedean di kamu tapi siapa tau bisa bikin agak anget gitu"
Enno : "Ntar deh aku cari, makasi yak"
Riris : "Mid Bil temenin Enno yak. Aku mau ke tempat cowo cowo rese itu"
Bila : "Mau ngapain ris? Udah dong jangan berantem terus"
Midda : "Iya riis jangan berantem terus doong"
Riris : "Siapa bilang mau berantem? Cuma mau ngambil jaket doang kok selau atuuuh"
Midda : "Mau ditemenin ga?"
Bila : "Aku udah bilaang kallian temenin Enno aja"
Midda : "Yakin ris? Satu lawan tujuh looo"
Riris : "Aku engga bilang mau berantem kan? Aku cuma ngambil jaket kita doaang. Udah yak" *berjalan*
SM*SH dan ketujuh pacarnya yang sedang mengobrol pun menyadari kedatangan Riris.
Ilham : "Mau ngapain lo kesini?"
Riris : "Gue mau ngambil jaket gue dan temen temen gue!"
Reza : "Maksut lo sampah ini? *menunjuk tumpukan jaket* kalian kan kuat. Ngapain kalian pake jaket?"
Riris : "Kita manusia biasa, punya perasaan! Engga kaya kalian!"
Ilham : "Maksud lo apa?!" *bersiap memukul Riris*

to be continued
thanks for reading.. please c

First Fanfict #8

please enjoy..


Bila pun berjalan menuju tempat pemesanan. Saat memesan pesanannya ia melihat tujuh orang lelaki sedang bersama enam orang gadis perempuan.
Bila : Itu smash?
Pelayan : "Mau pesan apa ya mbak?"
Bila : "Ooh eemm cappucino satu, chococino satu vanilla latte dua"
Pelayan : "Tunggu sebentar ya mbak" *membuat pesanan*
Bila : "Cepet ya mbak" *memperhatikan SM*SH*
Di sisi lain Enno sedang berjalan menuju toilet untuk cuci tangan. Tiba tiba....
Gadis : "Aduh!" *tertabrak Enno* *terjatuh*
Enno : "Sorry sorry" *membantu gadis tersebut bangun*
Gadis : "Ga usah nolongin gue!" *bangun* *pergi*
Enno : "Biasa aja mbaaaak" *cuci tangan* kayaknya gue kenal cewe itu .-.
Tak lama kemudian Enno pun kembali ke Basecamp-nya. Disana Riris sedang memainkan PSP-nya dan Midda sedang memainkan handphone-nya.
Enno : "Fuuuh untung tuh cewek satu gak marah marah aku tabrak (?)"
Midda : "Cewek yang mana?"
Enno : "Bentar bentar cewenya itu pake baju pink kalo ga salah"
Midda : "Banyaak"
Enno : "Oooh yang itu tuuh" *menunjuk gadis yang tadi ia tertabrak olehnya*
Riris : "Hah? Yang mana?"
Midda : "Yang itu tuuh" *menunjuk gadis yang tadi Enno tunjuk*
Tiba tiba Bila datang membawa pesanannya.
Bila : "Nih minumnya" *membagikan minum minum tersebut*
Midda : "Makasih biil"
Bila : *duduk* "Lagi ngapain si?"
Riris : "Ngeliatin cewek yang tadi Enno tabrak wkwk" *memasang earphone*
Bila : "Mana mana?"
Enno : "Tuuuh" *asal menunjuk*
Bila : *memperhatikan gadis tersebut*
Enno, Midda dan Riris pun kembali dengan aktifitasnya. Tidak seperti Bila yang masih memperhatikan gadis tersebut. Gadis tersebut pun berhenti di meja spesial bernomor tujuh yang ditempati oleh....
Bila : "SM*SH?! Dia ceweknya SM*SH nooo"
Enno Midda : "Hah?! Beneran bil?"
Bila : "Beneraan, tuh liat" *menunjuk meja nomor 7*
Midda : "Ris ada SM*SH ris!"
Riris : "Hah apaan?" #GaKedengeran *teriak*
Enno : *mencabut earphone Riris* "Itu ada SM*SH"
Riris : "Oooh" *hendak memasang earphone-nya kembali* *terkaget* "Hah?! Ada mereka?!" #teriak
Rz, Il, Rf : "Hoi! Diem bisa kali!"
All : *saling melihat* *terkejut* "Hah?! Elo?!" *berjalan* *bertemu di tengah cafe*
Bisma : "Ngapain lo semua disini?"
Enno : "Ini basecamp gue dan temen temen gue, lagian semua orang punya hak buat dateng kesini!"
Bisma : "Diem deh lo! Gue dan seluruh temen temen gue merasa terganggu dengan kehadiran kalian."
Enno : "Tapi kita mau disini!"
Rafael : "Lo semua pergi deh, kita lagi ga mau ribut"
Riris : "Kenapa enggak lo yang pergi?"
Ilham : "Oh ga bisa! Kita biasa ngumpul disini!"
Midda : "Kita juga!"
Mendengar adanya keributan seorang pelayan wanita datang melerai. Namun...
Pelayan : "Maaf mbak, mas tolong jangan ribut. Pelanggan lain terganggu, lebih baik di luar saja"
Ilham Riris : "Diem lo!"
Pelayan : "Maaf" *pergi*
Enno : "Tuh denger kan? Orang lain tuh terganggu sama kalian. Berarti kalian yang harus pergi!"
Ketika SM*SH dan Bila Midda Enno Riris hendak melanjutkan perdebatan tersebut terdengar suara handphone yang berasal dari saku...
Bisma : *mengangkat telepon* "Halo!"
Penelepon : "Halo bis, besok kalian harus manggung di acara camping kata ketua osis. Lo bisa ke tempat latihan sekarang kan? Kasih tau yang lain ya" *menutup telepon*

to be continued
thanks for rading.. please comment ^^

First Fanfict #7


please enjoy..


Setelah diperbolehkan ke kelas Bila Midda Enno dan Riris pun menuju kelasnya masing masing. Sesampainya mereka di kelas seluruh murid yang berada di kelas itu pun terkejut dengan apa yang dilihatnya.
All : "Elo?!"
Enno : "Gila ya, kalian lagi kalian lagi. Sial banget gue!"
Bisma : "Kita yang sial. Lagian ngapain juga kalian kesini? Ini tuh kelas spesial! Cuma buat orang orang tertentu doang!"
Enno : "Kita mau ngambil tas! Ini tuh kelas kita! Harusnya gue yang nanya ngapain elo semua disini?"
SM*SH : "Hah?! Ini kelas kita juga!"
Rr Md En : "Hah?!"
Dicky : "Iya kelas kita emang disini emang temen lo *menunjuk Bila* belom bilang?"
Rr Md En : "Bilaaaaa"
Bila : "Maaaaaf aku lupaa"
Bisma : *berdiri* *berjalan keluar kelas* "Misi! Gue mau protes!"
Riris : "Gue juga gak sudi sekelas sama kalian!"
Morgan : "Udahlah terima aja cuma setahun kok"
Ilham : "Cuma?! Bisa bisa gue pindah sekolah gara gara mereka"
Riris : "Kenapa gak pindah dari sekarang aja? Gue seneng kok kalo elo pindah"
Midda : "Iya gak usah balik lagi sekalian!"
Rafael : "Lo berempat!" "Liat pembalasan kita nanti!" *pergi*
Enno : "Lo pikir kita gak bisa bales?" :p
Bila Midda Enno dan Riris pun pulang. Berhubung kaki Bila yang masih sakit dan mereka memang sudah janji akan bermain ke rumah Bila, jadi mereka pulang menggunakan mobil Bila dan menuju rumah Bila.
Lima belas menit kemudian sampailah mereka di rumah Bila. Mereka pun langsung naik ke kamar Bila. Di kamar Bila...
Enno : "Bil numpang tidur yak, cape"
Midda : "Ih bangeeet"
Bila : "Aku biasa aja tuh"
Rr Md En : u,u
Midda : "Yaiyalah kamu kan dapet keringanan gara gara kaki kamu kaya gitu" *menunjuk kaki Bila*
Bila : "Haha iya doong. Ris, kamu ngapain sih? Dari tadi megangin punggung terus?"
Riris : "Sakit"
Bila : "Maag kamu kambuh ris?"
Enno : "Emangnya maag itu di punggung ya?" -,-
Bila : "Oiya ya hehe. Emang kenapa ris?"
Riris : "Dibanting"
Bl, Md, En : "Hah? Dibanting?!"
Riris : "Iyaa"
Bl, En, Md : "Sama siapa?"
Riris : "Ilham"
Bila : "Ilham siapa?"
Midda : "Personil SM*SH yang tadi ngehukum Riris. Iya kan ris?"
Riris : "Iyaa"
Midda : "Tau tuh beraninya sama cewe"
Enno : "Tapi kok kamu bisa dibanting gitu ris?"
Riris : "Pertamanya dorong dorongan terus dia ngebanting aku deh"
Bila : "Kamu berantem ris?"
Riris : "Engga ko cuma berkelahi"
Enno Midda : "Samaaa"
Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu dan ketika dibuka ternyata...
Bila : "Kenapa ma?"
Mama Bila : "Eeh ada temennya Bila, makan dulu yuk"
Rr, Md, En : "Iya tante nanti nyusul"
Mama Bila : "Bil kamu kok engga bilang kalo ada temen kamu?"
Bila : "Lupa ma, Udah yuk makan laper nih"
Seluruh penghuni kamar Bila pun turun ke lantai bawah untuk makan siang bersama. Sesampainya di ruang makan mereka pun makan dengan lahapnya. Setelah selesai makan mereka pun diantar pulang oleh Bila.
Di mobil Bila...
Enno : "Nanti malem main di Basecamp yuk"
Midda : "Buat kemping besok gimana?"
Riris : "Minta tolong asisten kamu bisa kalii"
Midda : "Oiyah wkwk"
Enno : "Jadi bisa kan?"
Bila : "Kalo boleh yak"
Enno : "Jam tujuh di Basecamp"
Malam harinya di Basecamp...
Midda : *baru dateng* "Enno sama Riris mana?"
Bila : "Gatau deh aku telpon dulu yak"
Bila : "Heh dimana?" #OnThePhone
Enno : "Selau atuuh bentar lagi nyampe kok tapi kayanya agak macet" *masih di rumah*
Bila : "Cepet yak"
Enno : "Iyaaa" *menutup telepon dari Bila*
Bila : *menghubungi Riris* *tidak diangkat*
Midda : "Apa katanya?"
Bila : "Enno bentar lagi nyampe macet katanya. Riris ga diangkat"
Midda : "Riris pasti bawa motor"
Bila : "Oiyah"
Sepuluh menit kemudian...
Riris : *baru dateng* "Gak telatkan?"
Midda : "Siapa?"
Riris : "Aku"
Bila : "Enggaa"
Midda : "Engga salah wkwk"
Riris : -,- "Enno mana?"
Bila : "Katanya mah bentar lagi. Eh kok telepon aku engga diangkat?"
Riris : "Tadi telepon? Lagi bawa motor" :D
Bila : "Pantesan" -,-
Dua puluh menit kemudian ada seseorang yang mendatangi Bila Midda dan Riris.
Bl, Md, Rr : "Woooo telaaaaaaaaat"
Enno : "Sori sorii tadi maceeet"
Midda : "Macet dimana?"
Enno : "I.. itu di perempatan"
Riris : "Perempatan mana? Aku gak kena macet tuh"
Enno : "Kamu kesini naik apa?"
Riris : "Motor"
Enno : "Ih atuh motor mah bisa nyelip nyeliiip"
Riris : "Iya siiih"
Bila : "Eh kalian mau pesen apa?"
Enno : "Cappucino aja deh"
Midda : "Chococino"
Riris : "Vanilla latte yak"
Bila : "Siip tungguin yak"
Bila pun berjalan menuju tempat pemesanan. Saat memesan pesanannya ia melihat tujuh orang lelaki sedang bersama enam orang gadis perempuan.
Bila : Itu smash?

to be continued..
thanks for reading, please comment ^^