Tiba tiba ada seseorang menghampiri mereka. Eriska : "Mmm gue denger denger katanya si Riris dijodohin ya?" Bl, Md, En : "Hah?! Demi apa?!" Eriska : "Loh? Kalian belum tahu? Riris dijodohin sama Dicky" Bl, Md, En : "Dicky?!" Eriska : "Come on.. gue kesini mau mengklarisifikasi itu tuh bener atau engga, kenapa kalian nanya balik?" Enno : "Sorry tapi Riris emang belom bilang tuh ke kita" Eriska : "Ouh ya udah gue cuma mau ngasih tau aja" *pergi* Bila : "Eh aku mau ke kamar mandi dulu ya" *pergi* *berlari* *menangis* Midda : "Bila mau kemana?" *mengejar Bila* Enno : "Duh gawat" *mencari Riris* Di taman sekolah... Riris : "Ham kamu mau nemenin aku buat jelasin ke orang tua aku kan?" Ilham : "Iyalah riiis" *mengacak ngacak rambut Riris* Riris : "Ihh apaan sih, berantakan tau-_-" *merapihkan rambutnya* Tiba tiba... Enno : *baru dateng* *terengah engah* "Riris kenapa gak cerita sama kita? Bila baru aja nangis, ups!" Riris : "Hah? Ooh itu ya? Duh, gini aku mau cerita sama kalian tapi belum pas aja waktunya. Terus sekarang Bila dimana?" Ilham : "Lo tau dari mana no?" Enno : "Gue tau dari Eriska, kenapa? Bila kayaknya mah ke kamar mandi" Riris : "Bentar ya no, ham!" *pergi* Ilham : "Riris!" *mengejar Riris* Enno : "Ikut!" *mengejar Riris* Sementara itu di kamar mandi... Bila : *menangis* Midda : *baru sampai* "Bila kenapa?" Bila : *menghapus air matanya* "Engga kok engga apa apa" *membasuh mukanya* Midda : "Yakin? Kamu engga jeles bil?" Bila : "Jeles? Jeles kenapa?" Midda : "Bil kamu suka kan sama Dicky?" Bila : "Mmm engga juga tuh" Midda : "Bohong" Bila : "Serius engga" Midda : "Bohong!" Bila : *menarik nafas* "Oke aku suka sama Dicky dan aku jeles. Tapi please jangan kasih tau siapa siapa" Riris : *baru sampai* "Bil aku mau minta maaf kalo kamu jeles, atau kamu kecewa atau kamu marah sama aku. Aku minta maaf" Ilham : *hendak masuk kamar mandi* *keluar lagi* *diam di luar* "Oi jangan di dalem juga dong! Gue gak bisa ikutan" Riris : "Udah kamu diem aja!" *teriak ke Ilham* *kembali ke Bila* "Bil please maafin aku, ini semua rencana orang tua aku dan Dicky.." *terpotong* Bila : "Udah ya ris aku cape" Midda : "Ris, kenapa kamu engga cerita sebelumnya? Kasihan Bila" Riris : "Mid aku juga engga suka kayak gini, dan baru minggu tanggal 10 kemaren aku tau! Aku juga engga setuju mid, bil" Midda : "Terus kenapa?" Enno : *baru sampai* "Oke aku ngerti apa masalahnya. Bila aku juga tau kalo kamu jeles makanya tolong maafin Riris dan kita semua jelasin ke orang tua Riris kalau Riris engga setuju sama perjodohan ini dan akhirnya perjodohan Riris bisa dibatalin Bil. Please demi kamu juga bil" Bila : *pergi* Midda : "Bila!" *menengok ke arah Bila* Ilham : #DiLuarRuangan *mencegat Bila* "Bil" Bila : *menghindari Ilham* *pergi* Midda : *pergi mengejar Bila* Riris : *keluar ruangan* *berbicara kepada Ilham* "Duh gimana dong? Kamu denger kan?" Enno : "Udahlah riis sekarang kamu urusin masalah ini sama orang tua kamu dulu aja, masalah Bila biarin dia sendirian dulu sebentar" Riris : "Tapi aku engga enak sama Bila" Ilham : "Yang gue takutin gimana ekspresi Bila kalau sampe berita ini ketahuan sama media" Riris : "Ham, aku boleh minta tolong gak? Tolong kumpulin orang orang di SMA ini yang tau tentang perjodohan aku sama Dicky. Aku mau bikin konferensi pers kecil kecilan" lham : "Yaudah aku nyari yang lain dulu ya" *pergi* Enno : "Bila Midda diajak?" Riris : "Bagusnya gimana no?" Enno : "Ko nanya balik? Ya kalo kata aku sih buat mereka nanti aja, pasti bila masih shock-lah denger berita ini" Riris : "Tapi kalo mereka tambah marah gimana?" Enno : "Gak tau juga sih, tapi nanti tinggal jelasin ajalah" Beberapa menit kemudian di basecamp SM*SH... Riris : "Sorry sebelumnya gue main pake basecamp elo semua. Gue cuma mau bilang tolong jangan sebarin berita ini ke siapapun dulu. Gue gak mau nambah masalah sama kalian. Please" Dicky : "Ya, gue setuju sama Riris. Kalau berita ini ada siswa lain yang tau, pasti disebar lebih jauh dan gue engga mau itu terjadi" Bisma : "Bener tuh. Lebih parahnya pasti SM*SHBLAST bakal ngejar ngejar Dicky terus. Kasian gue sama lo Dick" Enno : "Eh kasian Riris juga dong! Kalo SM*SHBLAST tau, kan Riris pasti kena efeknya juga. Nanti SM*SHBLAST pasti neror neror Riris terus!" Morgan : "Kalo kata gue, emang berita ini lebih baik engga disebar" Ilham : "Ini kan baru rencana, belum pasti. Kalo sampai ketahuan media dan ternyata itu bohong, pasti SM*SH dibilang cari sensasi dan lainnya. Gak mau dong SM*SH dibilang kayak gitu" Reza : "Tumben logika lo jalan" Ilham : *menonjok Reza* Reza : *hendak membalas Ilham* Rafael : "Udahlaah" *melerai Reza Ilham* "So? semua setuju kan kalo berita ini lebih baik engga tersebar dan engga akan menyebarkannya? Oke rapat hari ini beres!" Enno : "Setuju belum tentu janji engga akan nyebarin" Bisma : "Oke gue janji" #peace Ilham : #peace Rafael : "Gue janji" Morgan : "Janji" Reza : "Gue juga janji kok" Dina : "I promise" #peace Thella : "Mungkin gue janji" ini pasti bakalan seru Lala : "Liat nanti aja ya" mungkin gue bisa sebarin berita ini ke media massa. Jadi smashblast bisa ngamuk dan nyerang Riris. Eriska : "Gue gak janji" bakalan jadi gossip terhot nih Riris : "Oke gue harap elo semua bisa bekerja sama dengan gue tentang hal ini. Makasi" *pergi* Enno : *pergi* Keesokan harinya ternyata Eriska yang mengetahui Bila kecewa dengan Riris dan perjodohannya itu malah mendekati Bila dan "menghiburnya". Siang itu di taman sekolah... Eriska : "Hey Bil!" *duduk disebelah bila* Bila : "Mau ngapain lo kesini!?" Eriska : "Gue cuma mau bilang, gue turut berduka yaa atas kejadian kemaren. Lo pasti terpukul banget" Bila : "Lo juga seneng kan?" Eriska : "Seneng? Kenapa gue seneng? Gue turut sedih karena elo udah dikhianatin sama temen lo" Bila : "Elo seneng kan karena gue kaya gini" Eriska : "Gue kan kesini baik-baik. Gue mau ngehibur lo. Gue pengen jadi temen yang baik engga kaya si nyolot yang ngekhianatin kamu itu loh...." Bila : "Jangan ngehina sahabat gue kaya gitu!" Eriska : "Loh kok lo jadi marah sama gue? -_- Gue kasih saran yaa, kalo gue punya sahabat kaya gitu sih udah gue tinggalin. Dan gausa deh di bela-belain lagi. Yang namanya pengkhianat yah pengkhianat aja!" Bila : "..." Eriska : "Udah yah, gue pergi dulu~ byebyee bilaaa" *pergi* Di kantin.... Ilham : "Semalem kamu ga tidur?" Riris : "Tidur ko" Ilham : "Bohong! Mata kamu bengkak gitu" Riris : "Ya, aku ga tidur" Dicky : "Udahlah ris, gausa terlalu di pikirin juga. Nanti lo sakit malah" Riris : "Gimana engga kepikiran, gara gara masalah ini sahabat aku ilang dua" Dicky : "Yaudahlaah masih ada gue kan?" Riris : "Jangan samain mereka sama elo! Elo beda sama mereka!" Ilham : *menegur Dicky secara isyarat* Dicky : "Okee, terus mau lo apa sekarang?" Riris : "Gue gatau," *menutup muka* *nangis* Ilham : *mengusap-usap punggung Riris* "Udah-udah. Hm.. Gimana kalo lo minta maaf dan jelasin semuanya ke Bila?" Dicky : "Gue udah coba ham, gue telpon ga diangkat, gue sms ga di bales, setiap gue samperin pasti ngehindar. Gue bingung harus ngapain?" Ilham : "Ohh gitu yaaa, hmm..." kayaknya gue nanya ke Riris kenapa elo yang jawab -_- Riris : *menghapus air mata* "Ham, chy, nanti malem pokoknya kalian harus temenin gue jelasin semuanya ke orangtua gue!" Dicky : "Malem ini?" Riris : "Malem ini di rumah gue jam 7" Ilham Dicky : "Oke"
to be continued :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar