Sabtu, 27 April 2013

First Fanfict #27

spesial buat tanggal 27 kali ini, owner mau post part 27 jugaa ^^ selamat membaca..


Rifky : "Ma? Riris minta pulang hari ini" #OnThePhone
Mama Riris : "Mau pulang? Dia kan baru masuk"
Rifky : "Iya dia gak betah di RS"
Mama riris : "Ya udah nanti di rawat di rumah aja. Tolong urus ya Rif"
Rifky : "Siip mam nanti aku kasih tau" *menutup telepon*
Riris : "Gimana kak?"
Rifky : "Boleh, tapi engga sekolah dulu yak"
Riris : "Iya aku tauu"
Bila : "Jadi pulang ris?"
Riris : "Jadi dong"
Midda : "Eh pulang yuk udah sore nanti malem dateng lagi ko"
Enno : "Oiyah ayo ayoo. Ris pulang dulu yaaa, nanti malem kita anterin pulang kok wkwk"
Riris : "Iyaa makasih yaaa"
Radith : "Makasi udah jenguk kaka aku dan udah bikin rusuh"
Bila : "Apa kamu? Ris pulang yaa"
Riris : "Dadaaaaaaaaaaah"
Sepulangnya Bila Midda dan Enno, Riris langsung beristirahat dan tidur. Malam harinya...
Mama Riris : "Udah ga ada yang ketinggalan lagi kan?"
Riris : "Itu tas aku" *berdiri*
Rifky : "Udah de kamu diem aja, duduk"
Riris : *duduk*
Mama Riris : "De kamu yakin mau pulang hari ini?"
Riris : "Iyaa gapapa kok"
Radith : "Lemes gitu bilang engga apa apa"
Riris : "Hehee"
Rifky : "Udah beres, ayo pulang"
Keesokan harinya di SMA 5 Heroes tepatnya di kelas X perfect.
Ms. Dennisa : "Pagi semuaa"
Siswa : "Pagi miiiiiss"
Ms. Dennisa : "Saya mendapat kabar kalau kemarin Riris tidak masuk karena maag dan sempat dirawat di rumah sakit. Ada yang sudah menjenguk?"
Rombongan : "Saya miss" *mengangkat tangan*
Ms. Dennisa : "Oke, Enno dimana Riris dirawat?"
Enno : "Kemarin dirawat di Rumah Sakit Healthly, tapi sekarang Riris berada di rumahnya"
Ms. Dennisa : "Apa Riris sudah sembuh?"
Enno : "Belum miss"
Ms. Dennisa : "Bagi yang belum menjenguk Riris mungkin bisa ikut saya untuk menjenguk Riris sepulang sekolah nanti"
SM*SH : "Hah?! Jenguk Riris Miss?"
Ms. Dennisa : "Mengapa? Kalian keberatan?"
SM*SH : "Oh e.. engga ko miss"
Ms. Dennisa : "Oke saya tunggu sepulang sekolah di parkiran guru"
Saat istirahat tiba...
Dei : "Jadi Riris udah pulang?"
Enno : "Iya dia gabetah lama lama di RS"
Dei : "Emang dia mulai maag dari kapan?"
Enno : "Kayanya mah dari SMP"
Dei : "Oohh"
Di basecamp SM*SH...
Dina : "Eh pada mau jenguk si Riris ga?"
Rangga : "Gue sih mau, masalahnya ada yang tau rumahnya dimana ga?"
Ilham : "Ngapain jenguk si cewe rese itu?" *Rafael Reza Lala dan Eriska menggangguk* "Kita udah cukup sibuk"
Reza : "Iya betul banget. Lagian gue baru tau kalo cewe sekuat dia ternyata punya penyakit juga"
Rangga : "Iya, gue kira dia engga ada penyakit sama sekali ternyataaa"
Bisma : "Yaudahlah yang mau jenguk si cewe rese angkat tangan, nanti tinggal ikut sama Miss Dennisa"
Seluruh orang yang ada disitu pun angkat tangan kecuali Rafael Reza Ilham Lala dan Eriska.
Rangga : "Eh kalian engga ikut?"
Rafael : "Ngapain? Males ah"
Reza : "Masih banyak yang harus gue kerjain"
Morgan : "Engga berperikemanusiaan"
Rafael : "Maksud lo?!"
Akhirnya mereka  berlima pun ikut menjenguk Riris. Namun tanpa mereka duga ternyata Miss Dennisa sudah menjenguk Riris terlebih dahulu Tanpa mereka ketahui. Mereka pun membuat sebuah rencana.
Sepulang sekolah...
SM*SH : *mencegat Bila Midda dan Enno di depan gerbang sekolah*
Ilham : "Heh! Berhenti!!!"
Enno : "Mau ngapain lo?!"
Bisma : "Santai guys, kita cuma mau nanya dan minta tolong doang kok ke kalian"
Enno : "Apa?!" kayaknya kalian deh yang engga santai -,-
Bisma : "Lo semua mau ke rumah Riris?"
Enno : "Kalo iya kenapa?"
Bisma : "Kita ikut!"
Bila : "Kalian mau ikut jenguk Riris? Wah Riris pasti seneng banget dijenguk kalian haha"
Reza : "Jadi kalian mau anterian kita ga?!"
Midda : "Iya iya selow"
Di rumah Riris...
Mama Riris : "Eeeh ada Bila Midda sama Ennoo"
Enno : "Ririsnya ada tante?"
Mama Riris : "Ada di kamarnya, lagi tidur. Ayo sini tante antar"
All : *mengikuti Mama Riris*
Di kamar Riris...
Riris : *tidur* *terinfus* *lemas*
Mama Riris : "De, bangun de. Ada temen temen kamu nih"
Riris : "Hoaaamm.. Ada siapa?"
Mama Riris : "Ada Bila Midda Enno sama yang lain"
Riris : "Kan udah pada jenguk di RS"
Mama Riris : "Beda lagi"
Riris : "Oooh, Hah?! Yang lain? Ya udah suruh masuk aja"
All : *masuk*
Riris : "Kenalin ma, mama tau SM*SH kan? Nah ini mereka, yang ini Bisma *menunjuk Bisma* Rangga *menunujukkan Rangga* Reza *menunjuk Reza* Rafael *menunjuk Rafael* Morgan *menunjuk Morgan* Ilham *menunjuk Ilham* dan Dicky" *menunjuk Dicky*
SM*SH : "Siang tante" :D
Mama Riris : "Siang, wah kamu beruntung yaa bisa di jenguk sama SM*SH"
Riris : *memelankan suara* "Beruntung apaan" -_-
Mama Riris : *menengok ke arah Dicky* Gimana kabar kamu Dick?"
Dicky : *bingung* "Eh baik tante" :)
Mama Riris : "Ternyata kalian satu sekolah toh"
Riris : "Mama kok kenal dia?"
Mama Riris : "Wah kalian udah lupa ya?"
Dicky : "Lupa? Maksud tante?"
Mama Riris : "Kalian itu udah sahabatan dari kecil, dari TK. Masa lupa? Waktu itu tante pindah jadi kalian terpisah gini. Inget ga?"
Riris : "ICHYYYYYY" #heboh *tidak bisa bangun* #soksemangat
Dicky : "REEEEEEIIII" #heboh *mendatangi Riris* "Gimana kabar lo?"
Riris : "Lo gak liat gue kaya gini? Lo sendiri?"
Dicky : "Oiya iya gue baik baik aja doong"
Bila : Kalo gak salah waktu itu dicky pernah cerita, dia itu kangen banget sama temen TKnya yang udah kepisah lama. Jangan jangan yang Dicky maksud itu Riris?
Tanpa berpikir panjang Eriska pun mengakhiri hubungannya dengan Dicky sepulangnya dari rumah Riris.
2 hari kemudian Riris pun sembuh dan masuk kembali ke sekolahnya. Ternyata Ms. Dennisa mempunyai informasi yang sangat penting yaitu...
Ms. Dennisa : "Jadi minggu depan tepatnya hari senin seluruh murid kelas sepuluh SMA 5 Heroes akan mengadakan study tour ke Bunaken dan Pantai Raja Ampat selama 2 minggu. Miss harap kalian bisa mengikutinya dengan baik. Terima kasih dan sekian" *pergi*
Setelah mendengar pengumuman dari Miss Dennisa seluruh siswa pun mempersiapkan bawaannya. Riris yang ingin memasak di Bunaken nanti sedang membeli bahan bahan spesial.
Ternyata di toko kue itu sangat sepi, hanya ada dia dan satu pengunjung lainnya, tentunya dengan pegawai toko. Keluar dari toko tersebut ia melihat seorang lelaki yang ia kenal sedang terduduk lemas. Riris pun menghampiriya.
Riris : "Hoi!" *menepuk pundak lelaki tersebut*
Lelaki Riris : "Elo?" #shock
Riris : "Lo ngapain disini? Kok muka lo pucet gitu?"
Ilham : "Ris please tolong gue..." *jatuh tetapi ditahan Riris*
Riris : "Eh eh ham jangan pingsan disini. Aduh gue gak bisa gendong elo"
Ilham : *pingsan*

wayoloooh Ilham pingsan kenapaaa? dan gimana kawbar mereka nanti saat study tour? tetep di blog ini yah ^^

Kamis, 25 April 2013

Story Reza and You ^^ #1

   Pulang sekolah *(YN) pov*
   sore ini gue baru aja selesai susulan ulangan MTK, dan sekarang gue mau pulang. gue lagi asyik ngobrol sama temen gue sambil jalan keluar gedung menuju parkiran mobil karna supir gue udah nunggu. tiba tiba.. "BRUAK!!" seketika pandangan gue jadi hitam semua dan gue gak sadar apapun lagi. satu yang gue harap, semoga gue gak mati (?).
   *end of (YN) pov* *Reza pov*
mati gue! gue nabrak anak orang. langsung aja gak pake lama gue langsung berusaha bua ngebangunin orang itu. kalo gasalah sih namanya (YN).
   "WOI!! Eh (YN)!! WOI Lu gak apa apa kan?!" tadi gue emang gak sengaja nabrak dia yang lagi nyebrang bareng temennya, Rita. gue yang salah karna seharusnya di lingkungan sekolah kecepatan motor gue gak lebih dari 40km/jam dan tadi gue 50km/jam -_-v. sekarang gue panik, temennya (YN) juga panik, tapi owner biasa aja, dia tau ceritanya (?) abaikan.
   "Eh, bawa ke rumah sakit dong!! tapi gue gak bawa mobil, ada mobil (YN) di parkiran ._." kata temen (YN), Rita.
   "Yaudah pake mobil (YN) aja, gue yang nyetir deh" jawab gue gak pake mikir.
   "(YN) pake supir kok, lu gak perlu nyetir lagi. Tapi lu gendong dia yah, gue gak kuat ._." ucapan Rita tadi bikin gue lega, karna gue belum begitu lancar bawa mobil.
   akhirnya gue gendong (YN) ala ala putri kerajaan -.- kalo dari tampak luar (?) (YN) sih gak kenapa napa cuma ada luka lecet di tangan sama mungkin luka kecil di kepalanya. (Itu bukan gak kenapa napa!!!! -____- okesip owner lebay -.-).
   sampe di mobil (YN) kita langsung ngebut ke rumah sakit karna ternyata pas di cari sumber luka di kepalanya ukurannya sekitar 2 cm *itu besar*. gue sebagai pelaku merasa bersalah. gue juga baru inget kalo motor gue ditaro di tempat tadi gitu aja tanpa gue pindahin lagi ke parkiran, pasti nanti satpam sekolah marah marah -_-.
kembali ke cerita sekarang kita udah di RS dan supir (YN) tetep di parkiran, sehingga gue harus gendong (YN) lagi dari mobil sampe masuk RS. lagian gak mungkin juga gue nyuruh supir (YN) buat gendong (YN) -_-.
   *end of Reza pov* *Rita pov*
   gue bener bener panik!! baru kali ini gue liat (YN) pingsan apalagi sampe kaya gini. setelah (YN) masuk ke UGD rasa panik gue berubah jadi bingung. karena ortu (YN) lagi di luar negri semua, kakaknya juga sama. (YN) sendirian di Indo cuma bersama pembantu, supir dan lain lain. akhirnya gue mikir siapa yang bakal nemenin (YN) di rumah sakit malem ini.
malem ini gue harus pergi bareng mama papa ke Bandung sampe hari minggu karna ada acara keluarga. gak mungkin gue paksa ortu atau kakak (YN) buat balik ke indo malem ini juga. otak gue yang udah dipake buat ngerjain MTK tadi udah gak bisa kerja maksimal u.u
   "Rit, lu gak nelpon keluarga (YN)?" tanya Reza yang bikin gue tambah bingung.
   "Semua keluarganya ada di luar katanya mereka baru berangkat tadi pagi ke LA"
   "Terus siapa yang jagain (YN) malem ini? Gak mungkinkan kalo dia ditinggal?" plis kali ini Reza bener bener bikin gue frustasi x_x
   "Itu dia yang lagi gue pikirin. Malem ini gue harus otw Bandung buat acara keluarga. JAdi gue gak mungkin jagain (YN)" u.u
   "Yaudah berarti mau gak mau harus gue yang jaga. Karna gue yang udah bikin dia kaya gini -_-" agak lega juga sih dengernya, jadi gue gak usah mikir jauh jaruh lagi. cuma gue sama Reza gak begitu deket, cuma tau nama kelas muka selesai ._.v. tapi gue akan sok nolak duluu wkwkw.
   "Jangan deh.. gak enak gue, harusnya gue yang jaga"
   "Udahlaah lu pasti gak akan bisa jagain (YN) kan? Gue lagi gak sibuk ngapa ngapain kok, gue aja yang jaga (YN)" entah kenapa gue pengen ada di posisi (YN) sekarang wkwk. lumayan bro dijagain cowo ganteng ^^.
   "Yakin lu gak lagi gak ada urusan apapun? Soalnya daripada nanti lu pergi pergi terus mending gue nyuruh orang sekalian buat jagain (YN)" kenapa kalimat ini harus keluar dari mulut gue? -_-
   "Lu mau nyuruh siapa? Udah deh mumpung gue gak minta imbalan ke lu, mumpung gue ikhlas, mumpung gue mau tanggung jawab nih" -__-
   "Yaudah gue titip (YN) sama lu. Inget dia lagi sakit jangan di apa apain! Gue mau pulang sekarang, belum sempet packing soalnya. Duluan" kesannya gue judes banget ya disini? mungkin efek bulanan tiap cewe (?).
   "Iyaaa gue pasti jagain (YN) dengan amat sanget baik -.-"
   *end of Rita pov* *Reza pov*
   bawel banget tuh cewe satu. emang gue ada tampang playboy atau tampang kriminal apa -_- Untung dia langsung pulang kalo engga udah gue bikin rujak kali -.-.
   udah 1 jam gue nunggu (YN) keluar dari UGD tapi belum keluar juga. dokter aau susternya juga lagi. ngapain coba mereka di dalem lama banget -_- tapi gue jadi khawatir sama (YN) jangan jangan parah banget kondisi dia. god.. help me.. semoga gue gak dimasukkin penjara sama (YN) atau si cewe bawel, amiin. sambil nunggu akhirnya gue solat maghrib dan cari makan, semoga sampai di ruang UGD nanti dokternya udah selesai wkwk.
   selesai semua aktifitas yang tadi gue rencanakan tibalah gue di ruang UGD. tapi ternyata ruangan udah kosong melompong, cuma ada peralatan peralatan RS doang. dokter, suster dan (YN) ilang!!! gue sih langsung nanya aja ke suster yang jaga, katanya udah dipindahin ke ruangan lain. yaudah gue ke ruangannya aja -.- gataunya (YN) lagi tidur -_- pas gue tanya dokternya katanya...
   "Gadis ini tidak memiliki luka yang cukup serius hanya saja ia mengalami kebutaan di mata kirinya. kebutaan ini dapat diobati dengan donor mata. jika ada donor mata yang cocok maka ia akan dapat melihat kembali"
   JGER!!!! perkataan dokter tadi bener bener cetar membahana padai halilintar x_x apa yang bakal gue bilang sama ortu (YN) apa yang bakal gue bilang sama Rita apa yang bakal gue bilang ke semua orang dan apa yang akan gue  bilang sama (YN)?
   dia masih SMA masih banyak yang harus dia tempuh buat kehidupan dia, kenapa dia harus ngalamin peristiwa kaya gini? rasanya gue pengen ngehukum diri sendiri atas kejadian ini..
gak lama setelah gue disamber petir, Rita nelepon ke hape (YN). x_x

   "Halo.." sapa Rita di sebrang sana
   "Halo Rit"
   "Kok lo yang angkat? (YN) masih belum sadar?"
   "......" apa yang harus gue jawaaaaab?!?!? owner bantu Reza mikir.. u.u *ini apaa?!?! -_-*
   "Eh (YN) gimana keadaannya? jawab doong!! dia gak kenapa napa kaaan?! ayolah plis jawab pertanyaan gue!!! gue ini sahabat diaaa!! za!! za!!" mulai deh bawelnya -_-
   "Sebelumnya gue mau minta maaf dulu karna gue dia jadi kaya gini.."
   "Eh lu jangan bikin gue panik dong!! Cepetan (YN) kenapa?!?! Lu kasih tau gue dulu dia kenapa nanti kita omongin lagi kelanjutannya"
   "Dia... mata kirinya buta Rit.."
   "HAH?!?! BUTA?!?! (YN) BUTA?!?!? ZA!!" gue ngajauhin hape (YN) dari kuping gue -.-
   "Iya Rit, sori banget. Gue gak bermaksud buat nabrak dia tadi. Bener deh gue minta maaf sebanyak banyaknya sama lu dan keluarganya (YN). Kata dokter dia bisa pulih lagi kalau ada donor mata yang cocok" disini gue merasa amat sangat bersalah banget sama (YN).
   "Kita omongin lagi nanti" dan Rita mutusin teleponnya. AAAAAAAAAA!!!! apa yang harus gue lakukaaan?!?! gue mencoba nenangin diri dengan tarik napas dan buang berkali kali (?). beberapa detik kemudian (YN) sadar.
   *end of Reza pov* *(YN) pov*
   "Rit... Rit... Ritaa..." sahut gue lemah. gue masih bisa buka mata gue, berat banget rasanya. tiba tiba gue langsung ngerasain sakit di kepala gue.
   "Aw! Rita... Rita lu dimanaa?" cuma Rita yang bisa gue panggil karena tadi gue lagi bareng Rita. perlahan gue ngerasa ada tangan yang nyentuh tangan gue (?). rasanya hangat.. menenangkan.. tapi gue masih gak tau itu tangan siapa.
   "Mmm.. (YN) lu jangan banyak gerak dulu yah, lu masih sakit" dia bukan Rita, itu suara cowo tapi bukan kaka gue atau ayah gue. dia siapaa? .____.
   "Lu siapa?! Mana Rita?!" gue mencoba ngumpulin keberanian.
   "Sori sebelumnya, gue Reza anak 10-1. Lu pasti kenal gue. Gue yang udah biikin lu kaya gini.. gue minta maaf sebesar besarnya yah.. :) " Reza.. dia temen SD gue yang ketemu lagi di SMA ini. dia anak yang bisa dibilang baik.
   "Rita mana za? btw gue boleh buka mata gue ga?"
   "Rita harus ke Bandung malem ini karna ada acara keluarga. lu boleh buka mata lu, tapi jangan kaget yah, gue bener bener minta maaf sama lu. sekarang lu buka mata lu pelan pelan" gue pun ngikutin omongan dia. gak lama gue berhasil membuka mata tapi..
   "Za, kok gue gak bisa ngeliat ke kiri yah?"
   "Soriii banget (YN) kata dokter mata kiri lu ngalamin... kebutaan"
   "Buta...? Gue buta za...?"
   "(YN) Sori banget banget banget. Gue gak bermaksud buat nabrak lu tadi sore dan gue sama sekali gak bermaksud buat lu kaya gini. Jujur deh kalopun mata gue cocok buat di donorin ke lu bakal gue lakuin, sebagai bentuk tanda maaf gue. Tapi sayang mata gue gak cocok di lu. Jangan sedih ya.. gue bakal nemenin lu kok disini."
   gue diambang galau. satu sisi gue marah sama Reza karna gue buta karna dia. tapi sisi lain gue merasa bahwa ini ujian yang dikasih sama Tuhan untuk gue, Reza cuma sebagai pelaku, buat pembuat. akhirnya gue cuma bisa bersabar, mencoba buat nerima apa yang terjadi pada hidup gue kali ini dan bersikap sok kuat u.u
   "Gak apa apa za, salah gue juga yang gak liat liat waktu nyebrang. lagian seenggaknya gue masih bisa liat meskipun kaya gini" :' sebenernya bisa dibilang gue hopeless. tapi perjuangan gue belum selesai ^^
   "Gue janji deh gue bakal nemenin lo terus selama lo masih sakit gini, janji :)v"
   "Lu gak perlu janji apa apa sama gue. gue gak begitu percaya sama cowo, sori"
   "Terserah lu, tapi gue bakal tetep ngelakuin apa yang gue bilang tadi. gue beliin nasi goreng nih buat lu, gue suapin yah? tangan lu pasti masih sakit"
   gue... speechless. seumur hidup gue baru ngerasain yang namanya ngefly. sebelumnya gue cuma bisa mencoba merasakan lewat novel novel yang gue baca atau film film yang gue tonton. akhirnya gue cuma bisa mengangguk perlahan.
   *end of (YN) pov* *Reza pov*
   gue yakin dia pasti ngerasa down banget. semua cewe cuma bisa sok tegar tapi gak bisa tegar beneran. semua cewe juga bisa sok kuat padahal mereka gak sekuat itu. semua cewe juga bisa sok jujur tapi sayang gue udah belajar dari pengalaman pengalaman gue sebelumnya.
   untung (YN) gak nolak gue suapin, kasian dia tangan masih sakit ditambah pengelihatan yang gak sempurna lagi. gue cuma bisa ngelakuin ini buat dia. sebenernya (YN) bukan siapa siapa gue tapi atass dasar rasa perikemanusiaan gue bakal selalu ada di samping dia.
   *end of Reza pov* *Author pov*
   tepat pukul 9 malam Rita menelepon (YN) dan kali ini (YN) sendiri yang mengangkat teleponnya.

to be cotinued :)

Rabu, 17 April 2013

First Fanfict #26


Rafael : "Bosen gue sama kalian" *pergi*
Enno : "Kalo bosen ngapain kesini?"
Bila : "Lanjut mid, info apaan?"
Midda : "Jadi sebenernyaaa" *lirik lirik kelas*
Bl, Rr, En : "Apaaaa?"
Midda : "Sebenernya dia itu engga bisa naik sepeda"
Bl Md Rr En : "Hahahahaha" *ketawa*
Midda : "Nanti sore aku mau ngeledekin lagi"
Bila : "Ngeledekin gimana?"
Midda : "Ih ngeledekiin aku naik sepeda di depan diaaa"
Enno : "Ko bisa?"
Midda : "Bisa laaah"
Bila : "Ih kan rumah kamu di Chocolate Residence"
Midda : "Ooh ituu, dia baru pindah rumah jadi di komplek aku. Deket ko cuma beda 5 rumah doang"
Riris : "Hayooo midda seneng yaaaaa"
Rr, En : "Cieeeeeeeeh"
Bila : "Pacarku memang dekat~ Lima rumah dari rumah~ loh?" .-.
Midda : "Engga kook maksut aku kan biar bisa ngeledekin diaaa" *salting*
Bl, En, Rr : "Mmmm??"
Midda : "Iyaaa udah ah udah mau bel tuh" *mengalihkan pembicaraan*
Sepulangnya Midda dari sekolah ia kembali melakukan aktifitas rutinnya. Ketika sore tiba ia pun bergegas mandi dan bersepeda santai keliling kompleksnya.
Ketika ia melewati sebuah rumah besar yang baru saja dibeli oleh keluarga Tanubrata ia pun sadar kalau itu adalah rumah Rafael. Ternyata Rafael sedang berlatih sepeda di halaman depannya.
Midda : "Eh kamu! Masih latihan sepeda ya? Hahahaha" *berlalu*
Rafael : *menengok* *mengejar Midda* "Heh! Emang kenapa kalo gue masih belajar? Daripada gue engga bisa sama sekali!" *kembali ke rumahnya*
Hari hari pun berlalu. Hampir setiap sore Midda selalu menghampiri rumah Rafael dan menghinanya. Namun kamis ini berbeda dengan sore sore lainnya, Rafael dengan sepedanya telah siap dari pukul 15.30.
Seperti biasa Midda pun melewati rumah Rafael. Ketika hendak menghinanya Rafael menghentikan sepeda Midda dan berlutut. Ia pun melakukan permohonan kepada Midda.
Rafael : "Mid gue mohon elo kan cewe yang paling baik diantara temen temen lo. Dan elo satu-satunya cewe yang rumahnya paling deket sama gue. Jadi pliiis gue mohon elo mau kan ngajarin gue sepeda?" -,-
Midda : "Hah? Ngajarin kamu sepeda? Kenapa enggak manggil guru privat aja? Hahaha"
Rafael : "Pliiis gue serius miid"
Midda : "Aku mau ngajari kamu sepeda asal kamu janji kalo kamu akan bersikap baik sama aku dan temen temen aku"
Rafael : "Mmmm.." *berpikir*
Midda : "Aah lama! Udah ya aku mau jalan jalan dulu" *hendak pergi*
Rafael : "Eeh tungguu.. Oke oke gue janji!"
Midda : "Oke sekarang kamu udah bisa ngapain?"
Midda pun mengajari Rafael dalam pertemuan rahasianya itu. Jadi tidak ada seorang pun yang tahu menahu tentang Rafael yang diajari sepeda oleh Midda maupun Midda yang sudah berbaikan dengan Rafael.
Sabtu sore seminggu setelah kejadian pingsan kemarin Bila pun kembali berjalan jalan dengan ibunya. Ketika ibunya sedang belanja, Bila izin pergi berjalan jalan sendiri. Bila pun pergi ke restoran mewah yang berada dekat tempat ibunya berbelanja.
Di restoran Bila melihat seorang cowo X Perfecct yang tak lain...
Bila : "Dicky.." *menyapa cowo tersebut*
Dicky : "Eris? *menengok* Eh elo?"
Bila : "Lagi ngapain? Sendirian aja?"
Dicky : "Engga gue gak ngapa ngapain kok. Udah ya gue mau pergi dulu. Nih" *menyerahkan sebuket bunga ke Bila* *pergi*
Bila : "Ini buat gue?" *bingung sendiri*
Di mobil, Dicky sedang kesal dengan Eriska yang tak kunjung datang ke tempat janjian mereka.
Dicky : Ris, gue harap elo mau maafin gue. Gue udah nyiapin bunga favorit lo, gue udah nyiapin tempat makan yang favorit buat lo. Tapi kenapa elo engga dateng? Gue cape nungguin elo ris, jadi jangan marah kalo bunga favorit lo gue kasih ke Bila. Gue sendiri engga mau Ris. Tapi daripada gue nuggu kelamaan dan yang dateng cuma Bila jadi gue kasih ke Bila aja. Gue harap lo ngerti dan engga salah paham tentang ini Ris.
Di minggu yang mendung ini Midda tetap mengajari Rafael sepeda karena Rafael hanya kurang sedikit saja dalam prakteknya. Pukul setengah lima sore hujan pun mulai datang dengan munculnya gerimis. Rafael pun refleks membanting sepedanya dan berlari masuk halamannya sambil menarik midda dengan cepat. Mereka pun berteduh di bawah pohon beringin Rafael yang cukup lebat.
Midda : "Duh baju aku basah. Eh sorry aku langsung masuk rumah kamu gitu aja hehee"
Rafael : "Engga apa apa kok"
Midda : *bersin bersin*
Rafael : "Lo kedinginan? Nih" *memakaikan jaketnya kepada Midda*
Midda : "Eh eh gausah gausah buat kamu aja, aku gak apa apa hahaaaa" *salting* *mengembalikan jaket Rafael*
Rafael : "Yaudah gue anterin lo ke rumah aja ya, ayo sini" *menarik Midda ke mobil nya Rafa* *menjalankan mobilnya*
Midda : "Rumah aku deket kali pake payung juga nyampe meu *bersin* meuni pake mobil ckckck" *menggetarkan gigi* *bersin bersin*
Rafael : "Kan dibilangin juga apa! Elo itu kedinginan"
Midda : "Iya iyaaa *bersin* hehe sorry sorry"
Rafael : "..."
Mobil : *masuk garasi Midda*
Midda : "Loh kenapa sampe masuk garasi?" -.-
Rafael : "Lo udh kedinginan gitu udh buru masuk"
Midda : "Iya deeeeh, eh sepeda aku.." *terpotong*
Rafael : "Nanti gue anterin"
Midda : "Siiip makasi yak!" *masuk rumah*
Rafael : *pergi*
Beberapa hari kemudian tak tahu kenapa riris sangat tidak mood makan, padahal sang papa tercinta yang memang seorang koki bintang 5 di tingkat internasional sudah membuatkan makanan favorit Riris. Kakak dan adiknya pun sudah mengajak Riris pergi ke seluruh restoran favoritnya, namun Riris tetap tidak memakan apapun. Ia hanya meminum jus saja.
Di suatu pagi Riris tidak beranjak dari tempat tidurnya. Jam diatas mejanya pun telah menunjukkan pukul delapan pagi. Ternyata penyakit riris kambuh yaitu maag.
Mama Riris : "Makanya kamu engga nurut sih! Jadi gini kan! Udah ke rumah sakit aja!"
Riris : "Engga mau ma, di rumah aja deeh"
Mama Riris : "Ga bisa! Kalo papa tau, mama yang repot. Udah Rifky kamu gendong adekmu masukkan ke mobil"
Rifky : "Iya ma" *menggendong Riris*
Riris : *melawan* "Apaan sih! Aku bisa jalan! Lepasiiin"
Rifky pun menggendong Riris dengan susah payah. Tak lama kemudian Riris pun masuk dalam mobil. Di mobil...
Mama Riris : *masuk mobil* "Ayo pak, ke rumah sakit sekarang!"
Supir : "Iya bu" *menjalankan mobilnya*
Sepuluh menit kemudian mereka pun sampai di Rumah Sakit. Riris pun langsung masuk ruangan IGD. Ternyata Riris mengalami maag yang lumayan parah. Ia pun dipindahkan ke ruangan rawat inap. Rifky yang berniat untuk sekolah pun izin dengan alasan Riris sakit. Mama Riris pun kembali bekerja setelah mengetahui bahwa Rifky yang akan menjaga Riris hari ini.
Rifky : "De, temen temen kamu udah tau belom?"
Riris : "Belom, tolong kasih tau atuh"
Rifky : "Mana hape kamu?"
Riris : "Nih" *menyerahkan handphone-nya*
Rifky : "Telepon yak"
Riris : "Terseraaah"
Rifky : "Sms aja deh"
Riris : -,-
Rifky pun memberitahu Bila Midda dan Enno. Sepulang sekolah Bila Midda dan Enno pun pergi menjenguk Riris. Ternyata mereka datang bersama...
Rombongan : "Ririiiiiiiss" *masuk ruangan* #rusuh
Riris : "Loh kok ada Callista, Litha, Kevin, Dimaz sama Dei?"
Litha : "Kenapa gitu? Kita kan mau jenguk kamu juga ris"
Riris : "Engga apa apa siih cuma tumben aja gituu"
Rombongan : "Ooooo"
Radith : "Keluar ahh..."
Rifky : "De kita diluar dulu yak"
Riris : "Iyaa"
Callysta : "Itu siapa Ris?"
Enno : "Itu kaka sama adenya"
Riris : "Heem.."
Dei : "Lo kenapa Ris?"
Riris : "Gue maag"
Rombongan : "Oooooo"
Setelah semuanya mengobrol dan puas nengok Riris (?) mereka pun pulang kecuali B E M.
Radith : "Loh? Ko kalian belum pulang?"
Bila : "Yehh emang kenapa? Suka-suka kita dong mau disini sampe kapan" :p
Radith : "Kalo ada kalian kak Riris bukannya sembuh tapi.. *memelankan suaranya* tambah parah sakitnya.."
Bila : "Ha?! Kamu bilang apa?"
Radith : "Engga aku engga bilang apa apa" :p
Rifky : "Hei ini rumah sakit jangan berisik"
Bila Radith : *diem*
Midda : "Nanti malem siapa yang jaga Ris?"
Enno : "Hayooo siapaaa?"
Riris : "Emang kalian mau jagain aku?"
Enno Midda : "Engga"
Riris : "Lagian nanti malem aku pulang kok"
All : "Pulang?!"
Rifky : "De kamu belum sembuh total"
Riris : "Aku engga mau di RS, di rumah aja bisa kali"
Bila : "Iya Ris kamu belom sembuh baru ge masuk tadi pagi"
Riris : "Ga mau! Pokonya aku pengen pulang!"
Rifky : "Oke nanti kaka bilangin ke mama"
Rifky : "Ma? Riris minta pulang hari ini" #OnThePhone
Mama Riris : "Mau pulang? Dia kan baru masuk"
Rifky : "Iya dia gak betah di RS"

Gimana ya jadinya, kira kira Riris boleh pulang atau engga? Terus gimana kelanjutan hubungan Rafael dan Midda yang ternyata diam diam ssering bertemu? Next part yaah, see yaa ^^

Minggu, 07 April 2013

First Fanfict #25


Eriska : "Kamu jahat!"
Dicky : "Ris, kaki Bila retak setelah kecelakaan kemarin. Dia pingsan pun gara-gara aku, jadi aku harus bertanggung jawab ris. Aku harap kamu ngerti"
Eriska : *menangis* *menampar Dicky* *pergi*
Dicky : "Ris, jangan marah! Aku ngelakuin ini bukan karena aku lebih milih dia dibandingkan kamu, tapi aku ngelakuin ini karena aku penyebab dia kecelakaan kemarin"
Eriska : *diem* "Kenapa kamu baru bilang sekarang?" *menangis*
Dicky : "A akuu..."
Eriska : "Kenapa? Kamu suka sama dia? Kamu jahat yah sama aku" *pergi*
Dicky : "Bukan itu ris.." *melas*
Riris pun kembali dengan mobil Bila dan supirnya. Bila yang tidak juga sadar setelah diciprati air minum oleh Enno dan Midda pun dimasukkan ke mobil untuk dibawa pulang.
Riris : "Ky, lo mau ikut ga?"
Dicky : "Mmm ga usah ris, semoga Bila cepet sembuh deh"
Riris : "Makasi" *menutup pintu mobil Bila*
Debat pun terjadi di dalam mobil Bila.
Midda : "Bawa ke rumah sakit aja"
Enno : "Ngapain? Pulangin aja sih ke rumahnya"
Riris : "Kalo dibawa ke rumahnya, mama Bila pasti marah"
Midda : "Makanya ke rumah sakit aja"
Enno : "Siapa yang mau jaga? Lagian kalo dibawa ke rumah sakit terus ortu Bila tau tambah ribet. Bawa pulang aja sii"
Riris : "Ribet deeeh kenapa gak.." *terpotong*
Bila : *sadar* "Kok aku ada di mobil?"
Md, En, Rr : "Bila?"
Midda : "Tadi kamu mendadak pingsan bil"
Bila : "Ooh" *inget kejadian sebelom pingsan* *pundung* "Udah pak ke rumah aja"
Supir : "Iya non"
Suatu minggu sore di komplek perumahan Midda. Sore ini Midda sedang berkeliling komplek menggunakan sepedanya. Ketika ia sampai di dekat taman ia melihat seorang pemuda berbadan besar sedang belajar menggunakan sepeda, dan ketika ia mendekatinya ia pun terkejut.
Midda : "Kamu? Kamu Rafael kan? Yang gak bisa naik sepeda itu? Hahahahahahahaha"
Rafael : *menengok ke arah Midda* "Elo? K.. Kok ada elo disini?"
Midda : "Rumah aku di dekat sini. Kamu lagi belajar sepeda?"
Rafael : "E.. engga kok gue cuma lagi ngecek ngecek sepeda gue aja"
Midda : "Wah udah bisa main sepeda dong? Lomba lagi yuk!" *hendak mengendarai sepedanya dengan kencang*
Rafael : *menahan sepeda Midda* "Tapi..."
Midda : *menghentikan sepedanya* "Tapi kenapa?"
Rafael : "Lo harus diem dan jangan kasih tau siapa siapa kalo gue sebenernya.."
Midda : "Sebenernya apa?"
Rafael : "Sebenernya gue.."
Midda : "Apaa?"
Rafael : "Sebenernya gue masih belom bisa main sepeda, jadi lo jangan ajak gue tanding dulu"
Midda : "Hahahahahahaha kamu masih belom bisa naik sepeda juga? Hahahahaha"
Rafael : "Gue udah bilang diem!" *membentak Midda*
Midda : *refleks diem* "Ya udah deh aku pergi dulu" *pergi*
Rafael : "Sana sana!" #ngusir
Midda : "Ya udah sii" *pergi*
Keesokan harinya Bila Midda Enno dan Riris sedang berbicara di kelasnya.
Midda : "Eh mau info baru ga?"
Bl, En, Rr : "Info apaan?"
Midda : "Info tentang si cameuh ituu"
Tiba tiba datang beberapa orang ke dalam kelas, diantaranya adalah...
Rafael : "Heh kecil! Kalo elo nyebarin fakta gue yang kemaren, terutama ke fans fans tercinta gue. Gue hukum lo!"
Riris : "Loh? Terserah dia dong mau ngapain? Mulut mulut dia, kalo mau dia sebarin ya dia sebarin. Udah pergi sana! Ganggu!"
Rafael : "Bosen gue sama kalian" *pergi*
Enno : "Kalo bosen ngapain kesini?"
Bila : "Lanjut mid, info apaan?"
Midda : "Jadi sebenernyaaa" *lirik lirik kelas*
Bl, Rr, En : "Apaaaa?"

kira kira apa info yang dibawa midda? stay di blog ini yaah, thanks for reading :)

Rabu, 03 April 2013

First Fanfict #24


Di dalam ada pembantu Enno yang sedang menaruh makanan di meja samping Enno.
Pembantu : "Eeh ada non Midda sama non Riris, duduk dulu non. Sebentar ya bibi buatkan minuman dulu." *mau pergi*
Riris : "Makasi bi. Enno teh kenapa?"
Pembantu : "Tadi pagi pusing, dari kemaren sore tidak mau makan. Sekarang agak demam"
Midda Riris : "Oooh panteees"
Pembantu : "Permisi non. Jangan di bangunin dulu ya baru minum obat" *keluar kamar Enno*
Midda : "Yah ga seru banget masa jalan jalannya ga jadi siih?"
Riris : "Jadiii, kalo emang Enno ga mau ikut tinggal aja"
Midda : "Siiiip"
Sepuluh menit kemudian pembantu Enno pun datang kembali ke kamar Enno membawa dua gelas ice lemon tea.
Pembantu : "Ini minumannya non" *menaruh minuman tersebut di meja*
Midda Riris : "Makasi bii"
Pembantu : "Sama sama non"
Midda : "Bi kira kira malem ini Enno bisa jalan jalan ga?"
Pembantu : "Wah bibi kurang tahu tapi biasanya bisa"
Midda : "Kalo gitu kita mau ke rumah Bila dulu bi, kalo Enno udah bangun bilangin aja jam tujuh malem di cafe biasa"
Pembantu : "Ada lagi non?"
Riris : "Bilangin jangan telat"
Pembantu : "Ada lagi?"
Midda : "Engga deh bi, makasih ya. Assalamualaikum" *keluar kamar Enno*
Pembantu : "Waalaikum salaam"
Riris dan Midda pun menuju tempat selanjutnya yaitu rumah Bila dimana mereka akan menjenguk Bila dan menemaninya berjalan jalan di suatu tempat.
Di kamar Bila..
Bila : *baca komik*
Midda : *mengetuk pintu kamar Bila* "Tok tok tooook Bilaaaa main yuuuk"
Bila : "Masuuuk"
Riris : "Assalamualaikum" *masuk ruangan*
Bila : "Waalaikum salam, cuma berdua? Enno mana? Ga ikut?"
Riris : "Penyakitnya kambuh"
Bila : "Penyakit? Emang Enno punya penyakit apa?"
Midda : "Males makan dapat menyebabkan pusing pusing bagi Rena Aulia Vadha" -,- *nada iklan rokok*
Bila : "Terus ga ikut jalan jalan?"
Midda : "Ikut, nanti dia nyusul"
Bila : "Oo yaudah. Terus kita ngapain sekarang?"
Riris : *mendengarkan musik*
Bila : "Eh mending ajarin aku pelajaran yang aku lewatin"
Midda : "Mana bukunya?"
Bila : "Nih" *Menyerahkan buku*
Setelah belajar, main dan makan sore, tibalah pukul 19.00. Di rumah Enno...
Enno : *menuruni tangga* *melihat mamanya sedang makan* "Mam izin jalan jalan ya" *mendatangi mama-nya*
Mama Enno : ""Emang udah sembuh?"
Enno : "Udah ko maam" *salam dengan mama-nya* " Boleh yaaa"
Mama Enno : "Iya boleh"
Enno pun bergegas berangkat menuju tempat janjian mereka. Di sisi lain Bila Midda dan Riris sedang bersiap. Kamar Bila..
Mama Bila : "Ade kamu pake kursi roda aja"
Bila : "Ga mau ma, kaya orang sakit. Ade pake tongkat ajaa"
Mama Bila : "Tapi kamu emang lagi sakit de"
Bila : "Ribet ma kalo pake kursi roda tuh. Yang gampang aja pake tongkat"
Mama Bila : "Nanti kamu jatoh kalo pake tongkat"
Tiba-tiba Riris dan Midda yang baru selesai bersiap datang ke kamar Bila..
Bila : "Ade pake tongkat aja, kalaupun jatoh kan bisa bangun lagi"
Mama Bila : "Bangun gimana? Udah kamu pake kursi roda aja"
Riris : "Gausah tante Bila pake tongkat aja, aman kok nanti kami tuntun"
Midda : "Iya tante, kasihan Bila kalau diliatin sama pengunjung lain"
Mama Bila : "Ya sudah lah tante percaya sama kalian, titip Bila ya" *keluar kamar Bila*
Riris Midda : "Iya tante" :D
Bila : "Makasi Middaaa Riririiiis" XD
Midda : "Iya biil"
Riris : "Lagian aku nge-belain kamu juga ada maksudnya bil wkwk"
Bila : "Apaan?"
Riris : "Aku gak mau kalo kita diliatin gara-gara bawa orang naik kursi roda wkwk pis bil piiiis" xDv
Midda : "Haha iya bener tuh"
Bila : "Hemm.. iya siih"
Midda : "Udah yuk ah udah jam 7 kurang dikit nih"
Bila : "Siiip bantuin atuh"
Riris : "Iya mbaak" *membantu Bila jalan*
Tujuhbelas menit kemudian Bila, Midda dan Riris pun sampai di cafe tempat mereka janjian dengan Enno. Mereka pun mencari Enno.
Midda : "Telat geura"
Bila : "Telat mulu"
Riris : "Enggak tuh malah dia duluan, tuh" *menunjuk Enno yang sedang setengah tertidur sambil mendengarkan lagu*
Midda Bila : "Oiyah wkwk" *menghampiri Enno*
Riris : "No?' *menepuk pundak Enno*
Enno : "Hah? *baru bangun* Sekarang malah kalian yang telat" -,-
Bila : "Ih tadi mama aku ribet bangeet" *duduk*
Enno : "Ooh yaudah terus sekarang mau ngapain?" *berdiri*
Midda : "Selau atuuh baru ge nyampe, mau minum dulu" *duduk*
Enno : "Yaudah cepet atuuh, bosen nih"
Riris : "Langsung ke tempat shopping-nya atuh"
Midda : "Yuk!" *berdiri*
Riris : "Tadi bilang mau minum dulu, begitu denger kata 'shopping langsung berdiri" -,-
Bila : "Hayu atuh"
Ketika mereka hendak keluar cafe tersebut Bila melihat sebuah seorang siswa SMA sedang mengecup kening pacarnya tak jauh dari mereka yang tak lain adalah...
Bila : "Dicky?!" *shock* *pingsan* *jatuh*
Rr, Md, En : "Bila?!" *berusaha menyadarkan Bila*
Lelaki yang Bila lihat itu pun berlari menghampirinya. Dan ternyata itu memang Dicky..
Dicky : "Bil? Bil? Lo gak apa apa bil?"
Eriska : *mengejar Dicky* "Chy? Kamu ngapain kesana?"
Dicky pun tidak mempedulikan teriakan Eriska, ia segera menggendong Bila dan membaringkannya di kursi taman yang tak jauh dari cafe tersebut. Midda Riris dan Enno pun mengikuti Dicky. Midda Riris dan Enno pun langsung sibuk dengan urusannya Midda berusaha menyadarkan Bila, Enno mencari minum untuk Bila (?) dan Riris memanggil supir Bila. Tak lama kemudian Eriska pun datang dengan muka kesal. Tiba-tiba...
Eriska : "Kamu jahat!"


apa yang akan terjadi selanjutnya? gimana hubungan Dicky dan Eriska? to be continued yaaah thanks for reading :)