Minggu, 14 Juli 2013

FIrst Fanfict #45

enjoy :)

Akhirnya Riris pun mengalah dan makan. Setelah mereka makan Papa Riris dan Papa Dicky memulai percakapannya..
Papa Dicky : "Jadi gimana nih soal perjodohan anak kita?"
Dicky : "Perjodohan siapa pa?"
Papa Riris : "Oiya, saya belum sempat memberitahukannya ke anak saya. Jadi gini loh ky *menepuk pundak Dicky* rencananya kami akan menjodohkan kamu dengan Riris."
Riris Dicky : *Riris tesedak* *Dicky kaget* "APA!!!???"
Rifky : "Minum dulu de.."
Riris : *minum* "Ekhm.. Maksud papa apa? Engga, papa Cuma bercanda kan?"
Dicky : "Iya, papa sama om cuma bercanda kan? Hahaha lucu bangeet" *maksa ketawa*
Para papa : "Kami serius"
Riris Dicky : "Apa!?" *bertatapan heran*
Mama Dicky : "Iyaa sayang, kalian kami jodohkan. Kalian kan sudah dekat dari kecil"
Riris : "Tapi mam..."
Mama Riris : "Iya, benar kata mama Dicky. Ini yang terbaik buat kalian berdua"
Dicky : "Ta... ta... tapi...."
Papa Riris : "Kalian bisa pikirin dulu ko"
Riris : *gebrak meja* "Tapi pa! Aku gak bisa!"
Papa Riris : "Kamu masih bisa..."
Riris : "Papa jangan maksain kehendak papa dong! Aku udah besar! Aku gamau di jodoh-jodohin! Papa egois!" *pergi* *nangis*
Papa Riris : "Ris.." *hendak mengejar tapi di tahan Rifky*
Rifky : "Biar aku aja pa.."
Radith : "Aku ikut"
Rifky : "Kamu tunggu disini aja de.."
Sesampainya di luar Riris duduk di bangku taman. Ia pun menangis sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Rifky : "De.." *duduk di sebelah Riris*
Riris : "Ngapain kakak kesini?!"
Rifky : "De.. kaka tau, ini karna Ilham kan?"
Riris : *meluk Rifky* "Ini juga karna Bila.."
Rifky : "Bila? Bila kenapa?"
Riris : "Dia suka sama Dicky. Aku gamau ngerusak persahabatan kita.."
Rifky : "Iya kaka ngerti ko.. *usap-usap kepala Riris* sekarang kamu jangan nangis lagi yah, kita omongin baik-baik sama keluarganya Dicky"
Lalu mereka pun masuk kembali ke restoran. Suasana disana menjadi dingin..
Dicky : "Lo gapapa ris?"
Riris : "Iya.." *duduk*
Papa Riris : "Sudah malam, lebih baik kita pulang"
Papa Dicky : "Iya, saya juga harus pulang. Besok ada yang harus di kerjakan lagi.."
Mereka pun pulang ke rumahnya masing-masing (?) Dalam perjalan pulang suasana di mobil keluarga Riris sepi. Begitu pula dengan mobil Dicky. Di rumah Riris..
Mama Riris : "De.. mama mau.." *dipotong*
Riris : "Mam, maaf aku cape. Aku mau tidur.." *pergi ke kamar*
Mama Riris : "De, please dengerin mama dulu. Mama tau pasti reaksi kamu kaya gini. Tapi ini semua demi kebaikan kamu sayang"
Riris : "Kebaikan apa ma? Aku ga ngerti deh, sekarang tuh bukan jamannya Siti Nurbaya lagi mam, perjodohan tuh udah bukan kebudayaan di abad 21 mam!"
Mama Riris : "Mama cuma...." *terpotong*
Riris : "Cuma apa ma? Udahlah, lagian aku kuliah aja belum baru masuk SMA malah, aku belum mau berkomitmen atau terikat dengan seseorang!" *pergi*
Di kamar Riris...
Radith : "Ka..." *masuk*
Riris : "Apa de?"
Radith : "Hmm.. kaka gapapa?"
Riris : "Kenapa? Kamu khawatir?"
Radith : "Hehehe.. iyaa.." *gengsi**garuk-garuk kepala*
Riris : "Hahahaha, aku gapapa ko" :)
Radith : "Ohahaha, okeokee aku ke kamar dulu yah"
Saat Radith menutup pintu, Riris langsung ganti baju dan tidur. Beberapa menit sebelum Riris tidur...
Dicky : "Halo ris?" #OnThePhone
Riris : "Hm..."
Dicky : "Lo gapapa?"
Riris : "Yeah..."
Dicky : "Soal perjodohan...." *terpotong*
Riris : "Udah Chy, gue gamau ngomongin itu lagi"
Dicky : "Tapi ris.. lo harus bilang ke orangtua lo kalo lo udah punya pacar. Lo sama Ilham kan baru kemaren jadian"
Riris : "Iya, gue tau. Secepatnya gue kasih tau kabar ini ke Ilham. Oke gada lagi yang mau diomongin kan? Gue cape, gue mau tidur"
Dicky : "Oke.." *terputus*
Semalaman Riris tidak bisa tidur. Akhirnya setelah jam dua ia menyerah dan tidur. Jam lima pagi ia sudah bangun lagi. Lalu dia bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Di sekolah...
Ilham : *mendatangi Riris* *menepuk pundak Riris*
Riris : "Waa!!" *menghindari Ilham* *diem*
Ilham : "Kok diem sih?"
Riris : "Maunya?"
Ilham : "Kamu kenapa sih?"
Riris : "Gapapa," *pergi ke kelas*
Ilham : "Ris.." *menarik tangan Riris*
Riris : "Udahlah.." *melepaskan pegangan tangan Ilham*
Lalu Riris pun pergi meninggalkan Ilham.
Dicky : "Woy! Pagi-pagi udah ngelamun," *nepuk pundak Ilham*
Ilham : "Suka-suka gue dong!" *badmood*
Dicky : "Santai bro" *liat Riris yg lagi jalan ke kelas* "Tuh cewe baru lo" *nunjuk Riris*
Ilham : "Iya gue tau, tadi gue udah ketemu. Tapi dia nya nyuekkin gue,"
Dicky : "Ohh... Ham gue mau ngomong sesuatu,"
Bel : *bunyi*
Ilham : "Ntar aja yah, udah bel. Ke kelas yuk"
Selama pelajaran matematika berlangsung Riris sama sekali tidak memperhatikan.
Ms. Dennisa : "Oke, Riris. Kamu bisa mengulangi apa yg tadi saya jelaskan?"
Riris : "Eh... Ehm... Maaf miss apa?"
Ms. Dennisa : "Saya minta kamu untuk mengulangi apa yg tadi sudah.." *terpotong*
Bel : *bunyi* *bel istirahat*
Ms. Dennisa : "Riris, mungkin lain kali kamu bisa menjelaskannya. Ada yg mau di tanyakan? Baik, saya sampai sini dulu pelajaran hari ini. Saya permisi.."
Sepeninggalnya Miss Dennisa BEM langsung menghampiri Riris.
Bila : "Ris, kamu kenapa sih? Gak biasanya kaya gini."
Riris : "Gapapa ko, aku mau ke kamar mandi dulu yah" *pergi*
Bila : "Ris.."
Sehabis dari kamar mandi saat Riris keluar ia di tarik oleh Ilham
Riris : "Ihh, Ilham apaan sih?! Lepasin!"
Ilham : "Aku bakal lepasin kalo kamu mau jelasin mood kamu kenapa hari ini?"
Riris : *diem*
Ilham : "Ris..?"
Riris : *nangis*
Ilham : "Ris? Maafin aku..."
Riris : *menggeleng* "Bukan kamu.. bukan kamuu.."
Ilham : "Terus kenapa? Kamu ada masalah? Cerita sama aku.."
Riris : "Jadi gini kamu tau kan kalo aku sama Dicky itu temen tk?"
Ilham : "Iya aku tau"
Riris : "Keluarga Dicky sama keluarga aku itu deket banget semenjak aku sakit waktu itu"
Ilham : "Terus?"
Riris : "Orang tua Dicky sama Orang tua aku mau ngejodohin aku sama Dicky" *diem*
Ilham

kira kira apa reaksi ilham? ^^ tetep di blog ini :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar