Rabu, 31 Juli 2013

First Fanfict #50

gak ngangka bakal sampe part 50 wkwk, enjoy..

Sesampainya di restoran tersebut Enno pun mencari meja bernomor 17. Di meja itupun tidak ada kakaknya taupun pacar dari kak Revan, yang ada hanya...
Enno : "Kok ada elo? Harusnya disini ada kak Revan sama pacaranya"
Reza : "Kak Revan? Siapa? Yaudah sih, elo belom makan siang kan? Makan dulu aja sini"
Enno : "Gue emang belom makan, udah ya gue mau cari meja lain"
Reza : *memegang tangan Enno* "Temenin gue disini. Please"
Enno : *melepas tangan Reza* "Elo kenapa si? Sekarang siang, gak akan ada hantu dan gak gelap. Ngapain lo minta temenin gue? Kenapa gak sama Thella?"
Reza : "Dia megatin gue" *menawarkan daftar menu*
Enno : "Oh iya gue lupa" *duduk* *memesan makanan* "Mmm kok elo bisa disini? Jangan jangan lo sama kakak gue lagi ngejailin gue lagi" *menelepon Revan*
Reza : "Eeeh engga ko engga, lagian gue gak kenal sama kakak lo"
Enno : #OnThePhoneWithRevan "Halo kak! Restonya yang mana si? Kok malah ada temen aku? Kaka dimana?"
Revan : "Hah ada temen kamu? Yaudah kamu makan dulu aja, kaka udah pulang lagi kamu kelamaan"
Enno : "Ngeselin!" *menutup telepon* *pesanan datang* *makan* "Kalo tau disini engga ada kaka gue dan adanya malah elo, ngapain gue pake baju beginian? Mending gue pake jeans sama kaos aja deh"
Reza : gak apa apa lo cocok kok pake gaun gitu
Beberapa menit kemudian Reza memanggil seorang pelayan dan membisikkan sesuatu. Tak lama pelayan itu pun kembali dengan membawa nampan saji berisikan sebuah box besar.
Reza : "No..."
Enno : *menengok ke arah Reza* "Apaan?" #cuek
Reza : "Katanya elo mau ikutan Olimpiade Matematika ya?"
Enno : "Kalo iya kenapa? Lo ikutan juga?" *tetap makan*
Reza : "Engga, gue ikut yang fisika. Ini gue cuma mau nawarin aja sebenernya gue dapet sejenis kisi kisi seleksi tingkat nasional. Tapi masih dalam bentuk harta karun gitu"
Enno : "Maksud lo?"
Reza : "Waktu itu gue gak sengaja ikut games hadiahnya ini" *memberi box tersebut*
Enno : "Isinya apa?" *menerima box tersebut*
Reza : "Gue gak tau, katanya kisi kisi tadi"
Enno : "Oooh" *hendak membuka box*
Reza : "Eeeh jangan dibuka disini, mending lo buka dirumah aja"
Enno : "Emang kenapa?"
Reza : "Mmm.. gitu deeeh"
Enno : "Gitu gimana?"
Reza : "Pokoknya lo bukanya jangan sekarang. Oh iya gue balik duluan ya" *pergi*
Enno : "Eh.. Ini boxnya gimana?" #bingung
Seselesainya makan Enno pulang membawa box tersebut. Ketika sudah sampai di rumah ia membuka box dan menemukan 9 coklat berbentuk huruf "A, I, U, E, O, R, T, H dan Y". Tak ayal Enno pun bingung. Tak lama Revan datang dan memberikan sesuatu padanya.
Revan : "Nih" *memberikan sebuah amplop + surat*
Enno : "Apaan?"
Revan : "Gatau tadi ada yang lewat terus bilang tolong kasih ke kamu. Yaudah" *pergi*
Berharap amplop tersebut tidak berisi macam macam, ternyata isi dari amplop tersebut hanya kertas bertuliskan..
@tekateki -> favorite (17)
by: ARM
Tanpa membuang buang waktu Enno pun membuka acc @tekateki tersebut dan melihat favorite ke 17..
go to your favorite place in your school
Hanya dalam waktu 5 menit beristirahat (?) di rumah, Enno sudah melesat kembali menuju SMA 5 Heroes tepatnya di cafe meja nomor 17. Rupanya sang pemberi harta karun masih ingin bermain dengannya. Di meja 17 cafe SMA 5 Heroes hanya ditemukan sebuah bunga mawar putih berkartu ucapan kecil. Didalam kartu pun tertulis sebuah pesan yang tak kalah menjengkelkan dari pesan sebelumnya.
you can go home now
but please open your math book at 2pm
by: ARM
Setelah kembali dari sekolah untuk mengambil setangkai mawar putih, Enno pun tertidur dan bangun tepat pada pukul 2 lewat 7 menit. Di dalam buku matematikanya terdapat sebuah kartu berbentuk love . Ketika dibuka...
congrats you won the gift!
please wait a minute
by: ARM
Enno : hadiah? mana? wah ini pasti kerjaan ka revan "Ka Revaaaaaan!!!! Kaka itu ARM bukaaaaan?" #teriak*berlari menuju kamar Revan* *menggedor gedor pintu kamar*
Revan : *membuka pintu* "Kenapa?"
Enno : *memperlihatkan coklat, bunga dan kartu love* "Ini dari kaka? Kaka itu ARM ya?"
Revan : "Itu dapet dari mana de? ARM siapa lagi? Engga tuh, ngapain coba kaka ngasih kamu begituan" *menutup pintu*
Enno : *menahan pintu kamar* "Iiih ka, serius niiih. Jangan jangan kaka nyembunyiin kertas kisi kisi seleksinya ya? Ngakuuuu!! Please kaa kan kalo aku menang ngebanggain keluarga jugaa" (?)
Revan : "Kisi kisi apa lagi? Udah ah, ganggu. Lagi tidur tau!" *menutup pintu* *tidur*
Enno : "Ka Revaaaaaaaaan!!!!!!" #kesal *kembali ke kamarnya*
Di kamar Enno...
Enno : *melihat ke arah tempat tidurnya* *terlihat sebuah boneka monyet coklat besar terpajang diatas tempat tidurnya* Boneka? Dari siapa? Jangan jangan si ARM itu lagi, jail banget si tu anak! *mengambil boneka tersebut*
Sayangnya boneka monyet itu memang dari ARM dan "Tak ada hadiah tanpa teka teki". Lagi lagi pada monyet itu pun diselipkan sebuah denah yang menunjukkan gazebo mini yang terdapat di rumah Enno.
Di gazebo tersebut terdapat sebuah puzzle acak. Setelah 20 menit berkutat dengan puzzle 64 pieces tersebut, Enno mendapat clue terbaru tentang harta karunnya. Yaitu...
please go to nearest park from your house
and search a thing that different by others
there is the next clue
by: ARM
Enno : next clue? jadi masih belom beres? kalo gue ketemu sama si ARM bakal gue gebukin orang itu. *menaiki sepedanya* *OTW menuju taman*
Di taman satu satunya benda yang terlihat berbeda hanyalah sebuah sepeda rongsok yang tertinggal di tempat itu. Ternyata benda yang dimaksud ARM bukan sepeda itu. Enno pun kembali berpikir. Ternyata ada sebuah balon love pink yang terselip diantara balon bulat berwarna merah lainnya. Dan ketika di perhatikan memang terdapat tulisan di balon tersebut.
Enno : "Pak, boleh beli balon yang love pink itu?"
Tkg balon : "Wah balonnya udah dipesen sama orang lain mbak"
Enno : "Please pak, saya butuh balon itu. Saya beli lebih mahal deh pak"
Tkg balon : "Engga bisa mbak, sudah dibooking. Kalau mbak mau saya jual 100.000"
Enno : "100.000? Yaudah nih" *memberikan selembar uang 100.000*
Tkg balon : "Terima kasih mbak, ini balonnya" *memberikan balon tersebut*
Enno : *melihat tulisan pada balon tersebut*
go to 'sweet pink store' and take the special gift
by: ARM
Enno : sweet pink store? itu kan tempat gue beli gelang ini. emang lagi ada acara sih. masa iya gue main ambil special gift gitu aja, pasti ada sesuatu nih
Benar firasat Enno, setelah sampai di 'sweet pink store' Enno tidak dapat mengambil special gift begiru saja. Ia harus menyelesaikan 8 surat pink yang berada di dalam toko. Amplop pertama.
#tebak huruf#
abjad ke (((17+10-21)/3)*6)0 = ?
Enno : 27 - 21= 6/3= 2*6= 120=1 1 -> A. A? Apaan nih?
Amplop kedua.
#geometri#
apa yang hilang dari rumus berikut ini?
Lp bola = 4 * π * .....2
Enno :  jari jari? r?
Amplop ketiga.
#fisika#
|Si| = |Hi|
|So|   |Ho|
rumus untuk mencari apakah itu?
Enno : rumus nyari apa? salah satu dari itu laaah. atau nyari M?
Amplop keempat.
=
Enno : sama dengan? maksudnya apaan si? gak ada amplop yang bener apa? gak jelas semua -_____-
Amplop kelima.
#tebak huruf#
abjad ke 18
Enno : lagi lagi gak jelas, huruf ke 18 itu R kan? terus?
Amplop keenam.
#fisika#
...... dibagi tiga ...... mekanik, ...... potensial dan ...... kinetik
...... mempunyai satuan joule
maka ...... adalah? (singkatan)
Enno : apa lagi, mekanik kinetik potensial? aku kan mau ikut yang mtk bukan fisikaaa. tapi kalo satuannya joule kayanya energi, E
Amplop ketujuh.
Z
Enno : -_-
Amplop kedelapan. (terakhir)
#geometri#
rumus ini berlaku pada setiap prisma
hanya saja x nya berubah setiap alasnya berbeda
rumusnya adalah V = x * t
maka x adalah?
Enno : x berubah setiap alas, berarti x itu luas alas -> area -> A?
Setelah menyelesaikan seluruh amplop tersebut, Enno memberikan hasilnya kepada pegawai toko dan mendapatkan special gift. Special gift itu pun ternyata berisi undangan dinner bersama seorang lelaki yang masih surprise. Enno yang sudah mulai error dan kesal hanya menerima undangan tersebut.
Undangan Special Dinner
hanya untuk kamu yang berhasil menyelesaikan 8 amplop teka teki
ditunggu di Restoran Pink Sweet meja nomor 7
jangan terlambat ya.. pukul 19.00
your secret admirer
Enno : masa iya, toko beginian tau kalo secret admirer kita itu siapa? Lagian belum tentu kita punya secret admirer kan? Kalo yang menang yang udah punya pacar gimana? Wah gak bener nih toko

bingung? gak apa apa, baca aja kelanjutannya oke? wkwk

Selasa, 30 Juli 2013

First Fanfict #49

selamat membaca :)

Malam harinya di rumah Riris
Mama Riris : "Eh ada Dicky sama... aduh tante lupa nama kamu siapa?"
Ilham : "Ilham tante" :)
Mama Riris : " Yap, Ilham. Oiya kebetulan kita mau makan malem, sekalian aja yuk ikutan makan."
Dicky : "Iya tante, eh, Riris nya mana ya?"
Mama Riris : "Dia masih di kamar nya. Coba sebentar yaa. Radith, coba kamu panggilin kakak mu. Bilang ada Dicky sama Ilham. Sekalian kita mau makan malem"
Radith : "Iya maaam.." #males
Rifky : *menyela* "Biar aku aja deh mah"
Mama Riris : "Oh, yasudah. Ayo Dicky, Ilham duduk dulu sambil nunggu Riris."
DickyIlham : "Iya tante"
Lalu Rifky pun pergi ke kamar Riris. Di kamar Riris...
Rifky : "De, ayo makan malem. Ada Dicky sama Ilham tuh,"
Riris : "Mereka udah dateng? Yaudah ayo!" #pergi
Rifky : "Engga engga. Masa iya, kamu mau pake celana pendek sama kaos gitu doang? Ganti dulu sana!"
Riris : "Yaudahlah, cuma makan malem aja kan?"
Rifky : "Gak malu apa ada Dicky sama Ilham?"
Riris : "Udahlah, biarin"
Rifky : *mendorong Riris ke kamar* "Aku gak akan ngizinin kamu turun sebelum kamu pake baju yang lebih rapih. Sisirin juga tuh rambut kamu. Dan satu lagi, jangan pake jeans papa gasuka kalo kamu pake jeans pas makan malem, coba sekali-kali pake dress"
Riris : "Iyaaiyaa, aku tau ko-_- ada lagi? Lama-lama aku bisa gila! Kenapa engga kaka aja yang pake dress? :p *menutup pintu kamar*
Rifky : "Awas kamu yaa! Hahaha"
Rifky pun langsung ke ruang makan...
Papa Riris : "Loh, ky? Adikmu mana?"
Rifky : "Lagi ganti baju, tadi dia berantakan banget"
Papa Riris : "Ohh.."
Tak lama kemuadian Riris pun turun. Ia memakai dress hitam selutut dan rambutnya tersisir rapih...
Radith : "Wah, kaka tumben cantik banget!"
Riris : "Tumben -_-" *duduk*
Ilham : Ris... Lo cantik banget!
Mama Riris : "Ayo silahkan dimakan,"
Setelah makan, Riris pun memulai pembicaraan tentang hubungannya dengan Ilham...
Riris : "Sebenernya ada yang mau aku omongin mah, pah"
Papa Riris : "Ayo, katakan saja"
Riris : "Aku tau, papa sama mama pasti bakal kaget banget. Dan maaf sebelum nya aku bikin kalian kecewa"
Mama Riris : "Ada apa sayang?"
Riris : *melihat ke Dicky dan Ilham* "Sebenernya.... Aku gabisa nerima perjodahan ini. Karena...." *terpotong*
Papa Riris : #shock "Apa!?"
Mama Riris : "Kenapa? Tapi apa alasannya?"
Riris : "Dari awal aku emang engga setuju dengan perjodohan ini kan ma? Dan satu lagi aku udah punya pacar ma, pa!"
Radith : "Jadi kak Riris udah punya pacar!?"
Mama Riris : "Siapa pacar kamu?"
Riris : "Ilham"
Dicky : "Iya tante, maaf banget. Kita juga sebenernya gamau ngecewain, tapi yang namanya cinta itu gabisa di paksain,"
Papa Riris : "Jadi begitu yaa, jadi alasan kalian menolak perjodohan ini karena Riris sudah punya pacar?"
Riris : "Iya pa, selain itu Bila juga suka sama Dicky begitu pula sebaliknya. Jadi aku gamau ngekhianatin sahabat aku sendiri. Dan karena perjodohan ini, aku sama Bila berantem"
Mama Riris : "Ya ampun. Mama sama papa gatau kalo masalahnya sampai serumit ini. Kamu samape berantem sama Bila"
Riris : "Iya, makanya kami menolak perjodohan ini."
Rifky : "Ma.. pa.. tolong restuin hubungan Riris sama Ilham ya. Ini juga demi kebaikan semua orang. Jadi gada orang yang tersakiti lagi,"
Papa Riris : "Hm... Baiklah, papa akan rundingkan lagi dengan keluarganya Dicky. Papa setuju kalo itu memang bisa bikin kamu bahagia"
Mama Riris : "Iya, mama juga setuju"
Setelah makan malam selesai, Dicky dan Ilham pamit pulang. Riris pun mengantar mereka ke tempat parkir...
Riris : *senyam-senyum*
Dicky : "Lo kenapa ris?"
Riris : "Gapapa ko" :p
Ilham : *merangkul Riris* "Akhirnya selesai juga masalahnya"
Riris : "Eh, belum"
Dicky Ilham : "Belum?" *bertukar pandang*
Riris : "Iya, masa lupa sih? Kita kan belum kasih tau Bila kalau perjodohan di batalin. Aku mau ngelurusin semua nya dulu"
Dicky : "Oiyaya. Tapi gimana caranya? Dia ngehindar terus"
All : *berpikir*
Riris : "Gimana kalo lo....."
Dicky : "Ide bagus tuh"
Ilham : "Iya, ide bagus" *usap-usap kepala Riris*
Dicky : "Kalian mesra banget sih, jangan bikin gue jeles dong!" #pundung
Riris : "Tenang aja chy, nanti juga lo nyusul, hahaha"
Dicky : "Oiyayaa, wah jadi ga sabar nih gue hahaha"
Iham : "Eh, udah malem nih. Chy, balik yuk!" *liat jam*
Dicky : "Bener, udah malem! *liat jam* Ckck gue balik dulu yaa Ris" #pergi
Ilham : "Aku pulang dulu yah sayang, salam buat mama sama papa kamu" *cium kening Riris*
Riris : "Iya, hati-hati yaa, salam juga buat keluarga kamu *cium pipi Ilham* *kabur* :p byeeeeeeeeeeee"
Dicky : "Ris, ko gue engga? Hahaha"
Ilham : #teriak "Gaboleh!"

17 April siang... #viasms
Revan : "De, kaka lagi makan siang di Resto deket rumah sama pacar kaka. Dia mau ketemu sama kamu, bisa kesini sekarang ga? Please"
Enno : "Harus?"
Revan : "Iya, katanya dia mau bicara sama kamu. Gatau tentang apa, tapi katanya penting. Please... nanti kaka beliin gelang yang itu deeh"
Enno : "Ah telat aku udah beli gelangnya. Iya aku kesana bentar ya kak"
Revan : "Meja nomor 17 ya de"
Enno : "17? Iyaaa"
Enno pun mengganti pakaiannya dengan terusan selutut yang biasa ia pakai jika sedang berkumpul dengan BREM dan berangkat dengan supirnya. Ternyata tanpa Enno ketahui kakaknya tidak sedang berada di restauran tersebut melainkan sedang berada di kamarnya.
Sesampainya di restoran tersebut Enno pun mencari meja bernomor 17. Di meja itupun tidak ada kakaknya taupun pacar dari kak Revan, yang ada hanya...
Enno : "Kok ada elo? Harusnya disini ada kak Revan sama pacaranya"

apa rencana ilham dicky dan riris? terus kira kira di restoran itu ada siapa yaaa? wkwkw stay tune yah ^^

Kamis, 25 Juli 2013

First Fanfict #48

maaf kalau kemarin kemarin gak jadi ngepost ._.v selamat membaca :)

 Tiba tiba ada seseorang menghampiri mereka. Eriska : "Mmm gue denger denger katanya si Riris dijodohin ya?" Bl, Md, En : "Hah?! Demi apa?!" Eriska : "Loh? Kalian belum tahu? Riris dijodohin sama Dicky" Bl, Md, En : "Dicky?!" Eriska : "Come on.. gue kesini mau mengklarisifikasi itu tuh bener atau engga, kenapa kalian nanya balik?" Enno : "Sorry tapi Riris emang belom bilang tuh ke kita" Eriska : "Ouh ya udah gue cuma mau ngasih tau aja" *pergi* Bila : "Eh aku mau ke kamar mandi dulu ya" *pergi* *berlari* *menangis* Midda : "Bila mau kemana?" *mengejar Bila* Enno : "Duh gawat" *mencari Riris* Di taman sekolah... Riris : "Ham kamu mau nemenin aku buat jelasin ke orang tua aku kan?" Ilham : "Iyalah riiis" *mengacak ngacak rambut Riris* Riris : "Ihh apaan sih, berantakan tau-_-" *merapihkan rambutnya* Tiba tiba... Enno : *baru dateng* *terengah engah* "Riris kenapa gak cerita sama kita? Bila baru aja nangis, ups!" Riris : "Hah? Ooh itu ya? Duh, gini aku mau cerita sama kalian tapi belum pas aja waktunya. Terus sekarang Bila dimana?" Ilham : "Lo tau dari mana no?" Enno : "Gue tau dari Eriska, kenapa? Bila kayaknya mah ke kamar mandi" Riris : "Bentar ya no, ham!" *pergi* Ilham : "Riris!" *mengejar Riris* Enno : "Ikut!" *mengejar Riris* Sementara itu di kamar mandi... Bila : *menangis* Midda : *baru sampai* "Bila kenapa?" Bila : *menghapus air matanya* "Engga kok engga apa apa" *membasuh mukanya* Midda : "Yakin? Kamu engga jeles bil?" Bila : "Jeles? Jeles kenapa?" Midda : "Bil kamu suka kan sama Dicky?" Bila : "Mmm engga juga tuh" Midda : "Bohong" Bila : "Serius engga" Midda : "Bohong!" Bila : *menarik nafas* "Oke aku suka sama Dicky dan aku jeles. Tapi please jangan kasih tau siapa siapa" Riris : *baru sampai* "Bil aku mau minta maaf kalo kamu jeles, atau kamu kecewa atau kamu marah sama aku. Aku minta maaf" Ilham : *hendak masuk kamar mandi* *keluar lagi* *diam di luar* "Oi jangan di dalem juga dong! Gue gak bisa ikutan" Riris : "Udah kamu diem aja!" *teriak ke Ilham* *kembali ke Bila* "Bil please maafin aku, ini semua rencana orang tua aku dan Dicky.." *terpotong* Bila : "Udah ya ris aku cape" Midda : "Ris, kenapa kamu engga cerita sebelumnya? Kasihan Bila" Riris : "Mid aku juga engga suka kayak gini, dan baru minggu tanggal 10 kemaren aku tau! Aku juga engga setuju mid, bil" Midda : "Terus kenapa?" Enno : *baru sampai* "Oke aku ngerti apa masalahnya. Bila aku juga tau kalo kamu jeles makanya tolong maafin Riris dan kita semua jelasin ke orang tua Riris kalau Riris engga setuju sama perjodohan ini dan akhirnya perjodohan Riris bisa dibatalin Bil. Please demi kamu juga bil" Bila : *pergi* Midda : "Bila!" *menengok ke arah Bila* Ilham : #DiLuarRuangan *mencegat Bila* "Bil" Bila : *menghindari Ilham* *pergi* Midda : *pergi mengejar Bila* Riris : *keluar ruangan* *berbicara kepada Ilham* "Duh gimana dong? Kamu denger kan?" Enno : "Udahlah riis sekarang kamu urusin masalah ini sama orang tua kamu dulu aja, masalah Bila biarin dia sendirian dulu sebentar" Riris : "Tapi aku engga enak sama Bila" Ilham : "Yang gue takutin gimana ekspresi Bila kalau sampe berita ini ketahuan sama media" Riris : "Ham, aku boleh minta tolong gak? Tolong kumpulin orang orang di SMA ini yang tau tentang perjodohan aku sama Dicky. Aku mau bikin konferensi pers kecil kecilan" lham : "Yaudah aku nyari yang lain dulu ya" *pergi* Enno : "Bila Midda diajak?" Riris : "Bagusnya gimana no?" Enno : "Ko nanya balik? Ya kalo kata aku sih buat mereka nanti aja, pasti bila masih shock-lah denger berita ini" Riris : "Tapi kalo mereka tambah marah gimana?" Enno : "Gak tau juga sih, tapi nanti tinggal jelasin ajalah" Beberapa menit kemudian di basecamp SM*SH... Riris : "Sorry sebelumnya gue main pake basecamp elo semua. Gue cuma mau bilang tolong jangan sebarin berita ini ke siapapun dulu. Gue gak mau nambah masalah sama kalian. Please" Dicky : "Ya, gue setuju sama Riris. Kalau berita ini ada siswa lain yang tau, pasti disebar lebih jauh dan gue engga mau itu terjadi" Bisma : "Bener tuh. Lebih parahnya pasti SM*SHBLAST bakal ngejar ngejar Dicky terus. Kasian gue sama lo Dick" Enno : "Eh kasian Riris juga dong! Kalo SM*SHBLAST tau, kan Riris pasti kena efeknya juga. Nanti SM*SHBLAST pasti neror neror Riris terus!" Morgan : "Kalo kata gue, emang berita ini lebih baik engga disebar" Ilham : "Ini kan baru rencana, belum pasti. Kalo sampai ketahuan media dan ternyata itu bohong, pasti SM*SH dibilang cari sensasi dan lainnya. Gak mau dong SM*SH dibilang kayak gitu" Reza : "Tumben logika lo jalan" Ilham : *menonjok Reza* Reza : *hendak membalas Ilham* Rafael : "Udahlaah" *melerai Reza Ilham* "So? semua setuju kan kalo berita ini lebih baik engga tersebar dan engga akan menyebarkannya? Oke rapat hari ini beres!" Enno : "Setuju belum tentu janji engga akan nyebarin" Bisma : "Oke gue janji" #peace Ilham : #peace Rafael : "Gue janji" Morgan : "Janji" Reza : "Gue juga janji kok" Dina : "I promise" #peace Thella : "Mungkin gue janji" ini pasti bakalan seru Lala : "Liat nanti aja ya" mungkin gue bisa sebarin berita ini ke media massa. Jadi smashblast bisa ngamuk dan nyerang Riris. Eriska : "Gue gak janji" bakalan jadi gossip terhot nih Riris : "Oke gue harap elo semua bisa bekerja sama dengan gue tentang hal ini. Makasi" *pergi* Enno : *pergi* Keesokan harinya ternyata Eriska yang mengetahui Bila kecewa dengan Riris dan perjodohannya itu malah mendekati Bila dan "menghiburnya". Siang itu di taman sekolah... Eriska : "Hey Bil!" *duduk disebelah bila* Bila : "Mau ngapain lo kesini!?" Eriska : "Gue cuma mau bilang, gue turut berduka yaa atas kejadian kemaren. Lo pasti terpukul banget" Bila : "Lo juga seneng kan?" Eriska : "Seneng? Kenapa gue seneng? Gue turut sedih karena elo udah dikhianatin sama temen lo" Bila : "Elo seneng kan karena gue kaya gini" Eriska : "Gue kan kesini baik-baik. Gue mau ngehibur lo. Gue pengen jadi temen yang baik engga kaya si nyolot yang ngekhianatin kamu itu loh...." Bila : "Jangan ngehina sahabat gue kaya gitu!" Eriska : "Loh kok lo jadi marah sama gue? -_- Gue kasih saran yaa, kalo gue punya sahabat kaya gitu sih udah gue tinggalin. Dan gausa deh di bela-belain lagi. Yang namanya pengkhianat yah pengkhianat aja!" Bila : "..." Eriska : "Udah yah, gue pergi dulu~ byebyee bilaaa" *pergi* Di kantin.... Ilham : "Semalem kamu ga tidur?" Riris : "Tidur ko" Ilham : "Bohong! Mata kamu bengkak gitu" Riris : "Ya, aku ga tidur" Dicky : "Udahlah ris, gausa terlalu di pikirin juga. Nanti lo sakit malah" Riris : "Gimana engga kepikiran, gara gara masalah ini sahabat aku ilang dua" Dicky : "Yaudahlaah masih ada gue kan?" Riris : "Jangan samain mereka sama elo! Elo beda sama mereka!" Ilham : *menegur Dicky secara isyarat* Dicky : "Okee, terus mau lo apa sekarang?" Riris : "Gue gatau," *menutup muka* *nangis* Ilham : *mengusap-usap punggung Riris* "Udah-udah. Hm.. Gimana kalo lo minta maaf dan jelasin semuanya ke Bila?" Dicky : "Gue udah coba ham, gue telpon ga diangkat, gue sms ga di bales, setiap gue samperin pasti ngehindar. Gue bingung harus ngapain?" Ilham : "Ohh gitu yaaa, hmm..." kayaknya gue nanya ke Riris kenapa elo yang jawab -_- Riris : *menghapus air mata* "Ham, chy, nanti malem pokoknya kalian harus temenin gue jelasin semuanya ke orangtua gue!" Dicky : "Malem ini?" Riris : "Malem ini di rumah gue jam 7" Ilham Dicky : "Oke"

to be continued :)

Rabu, 17 Juli 2013

First Fanfict #47

selamat membaca :)

Lima menit kemudian Midda pun sampai di tepi danau. Melihat sepeda Rafael yang sudah terparkir dengan rapi ia pun segera turun dari sepedanya dan menuju bangku taman. Di bangku taman Rafael sudah menunggu Midda dengan santai.
Rafael : "Kali ini gue yang menang"
Midda : "Iya deh yang menang mah beda" *cape*
Rafael : "Iya dong"
Midda : "Ayo cepetan kamu mau nyuruh aku ngapain?" *cape* *melihat ke bawah*
Rafael : "Gue mau *mengeluarkan barang yang tadi ia beli* elo ngizinin gue buat simpen lo didalem hati gue selamanya?"
Midda : "?"
Rafael : *berlutut di depan Midda* "Jujur gue mulai suka sama lo sejak elo berbaik hati ngajarin gue sepeda. Dan gue juga suka sama kepolosan elo. So, gue harap elo mau jadi cewe gue."
Midda : "Hah?!!" :O (?) *menengok ke Rafael* "Ini bunga buat aku? Kamu serius?"
Rafael : "Engkau gadisku sayangku selalu, kasihku padamu setulus hatiku, engkau gadisku pujaan hatiku, asmara kita semoga abadi" *menyanyikan lagu Gadisku*
Midda : *mengambil bunga tersebut* "Eenngggg Iya aku mau jadi pacar kamu raf" :)
Rafael : *memeluk Midda*
Midda : *memeluk Rafael*

Akhir akhir ini Ilham lebih memilih untuk menemani Riris dibandingkan berkumpul bersama SM*SH di basecamp mereka. SM*SH dan para gadisnya pun dibuat bingung oleh sikap Ilham. Akhirnya Thella pun mencari Ilham.
Ketika melewati taman sekolah secara tidak sengaja mendengar suara Riris dan Ilham. Tidak ingin mengacaukan suasana Thella pun menguping.
Ilham : "Kamu udah ngobrol sama mama kamu?"
Riris : "Belum"
Ilham : "Terus gimana masalah perjodohan kamu?"
Thella : *dibalik pohon* "Hah?! Perjodohan?" *suara kecil*
Riris : "Udahlah aku udah capek ngurusin itu"
Ilham : "Jadi kamu mau dijodohin sama si Dicky?"
Thella : *(masih) dibalik pohon* "What?! Si Riris dijodohin sama Dicky?!" *berlari* *kembali ke basecamp*
Riris : "Enggalah ham, aku engga suka sama Dicky aku cuma suka kamu. Lagian aku engga mau ngerusak persahabatan aku sama Bila"
Ilham : "Kalo gitu berarti kamu harus ngobrol sama mama kamu Ris"
Riris : "Yaa nanti aku usahain lah"
Di basecamp Thella baru saja sampai.
Thella : *masuk basecamp* "Ichyyyy!!! Elo dijodohin sama Riris?" *terengah engah*
All : "HAH?!?!" #shock
Bisma : "Lo serius chy? Kok engga pernah cerita?"
Rafael : "Chy harusnya elo bilang sama kita"
Eriska : "Ichyy kok kamu bisa dijodohin gini?"
Morgan : "Chy ayo cerita"
Dicky : "Oke gini"
All : *diem*
Dicky : "Jadi sebenernya gue sama Riris itu sahabatan pas TK, terus keluarga gue sama keluarga dia jadi deket gitu. Pas minggu gue baru tau kalo gue dijodohin sama ortu gue dan ortu Riris"
Eriska : "Oooh emm gue mau pergi bentar ya, ada urusan" *pergi*
Dicky : "Mau kemana ris?"
Sementara itu di kantin...
Bila : "Eh si Riris kenapa si? Ko kayaknya aneh banget"
Enno : "Gatau deh bil, aku ge bingung"
Midda : "Udahlaah mungkin dia lagi ada masalah"
Enno : "Kalo dia ada masalah harusnya kita datengin dong, dan biasanya dia cerita kok ke kita"
Bila : "Iya, beda"
Enno : "Oiyah mungkin gara gara lagi berbunga bunga"
Bila : "Berbunga bunga kenapa?"
Midda : "Kamu gak tau bil? Si Riris baru jadian sama Ilham"
Bila : "Hah?! Kapan?"
Midda : "Sabtu kemaren tanggal sembilan"
Bila : "Harusnya hari ini dia seneng dong"
Enno : "Udah deeeh mendingan tanya langsung aja"
Tiba tiba ada seseorang menghampiri mereka.
Eriska : "Mmm gue denger denger katanya si Riris dijodohin ya?"
Bl, Md, En : "Hah?! Demi apa?!"
Eriska : "Loh? Kalian belum tahu? Riris dijodohin sama Dicky"
Bl, Md, En : "Dicky?!"
Eriska : "Come on.. gue kesini mau mengklarisifikasi itu tuh bener atau engga, kenapa kalian nanya balik?"
Enno : "Sorry tapi Riris emang belom bilang tuh ke kita"
Eriska : "Ouh ya udah gue cuma mau ngasih tau aja" *pergi*
Bila : "Eh aku mau ke kamar mandi dulu ya" *pergi* *berlari* *menangis*

to be continued, thanks for reading :)

Senin, 15 Juli 2013

First Fanfict #46

enjoy :)

Sehabis dari kamar mandi saat Riris keluar ia di tarik oleh Ilham
Riris : "Ihh, Ilham apaan sih?! Lepasin!"
Ilham : "Aku bakal lepasin kalo kamu mau jelasin mood kamu kenapa hari ini?"
Riris : *diem*
Ilham : "Ris..?"
Riris : *nangis*
Ilham : "Ris? Maafin aku..."
Riris : *menggeleng* "Bukan kamu.. bukan kamuu.."
Ilham : "Terus kenapa? Kamu ada masalah? Cerita sama aku.."
Riris : "Jadi gini kamu tau kan kalo aku sama Dicky itu temen tk?"
Ilham : "Iya aku tau"
Riris : "Keluarga Dicky sama keluarga aku itu deket banget semenjak aku sakit waktu itu"
Ilham : "Terus?"
Riris : "Orang tua Dicky sama Orang tua aku mau ngejodohin aku sama Dicky" *diem*
Ilham : *speechless* "Kamu.."
Riris : *meluk Ilham* "Maafin aku.. aku gak bermaksud.."
Ilham : *usap-usap rambut Riris* "Iyaa, lagian itu bukan salah kamu"

Sorenya (11 april 2011) di komplek Chocolate Residence tetap ada dua pelajar SMA 5 Heroes yang sedang bermain sepeda. Namun sekarang Rafael sudah sangat lihai dalam mengendarai sepedanya. Karena itu sore ini Rafael punya rencana tersendiri.
Rafael : "Mid lomba sepeda yuk! Yang kalah harus nurutin apa kata yang menang"
Midda : "Iya deh yang udah bisa naik sepeda mah. Ayo sampe mana?"
Rafael : "Agak jauh ya lo tau danau yang deket taman itu kan?"
Midda : "Iya, kenapa?"
Rafael : "Kita lomba dulu-duluan sampe situ tapi lewat jalur yang beda"
Midda : "Beda gimana?"
Rafael : "Lo lewat kanan, gue lewat kiri. Oke?"
Midda : "Okeh!"
Rafael : "1.. 2... Mulai!!"
Midda dan Rafael pun berlomba menuju danau. Midda yang mengetahui kalau Rafael lebih lihai dalam mengendarai sepeda pun mengendarai lebih cepat dari biasanya. Sedangkan di tempat lain Rafael sengaja berhenti di depan suatu toko yang tak asing di komplek tersebut. Setelah membeli sesuatu dari toko tersebut ia kembali melaju dengan kecepatan tinggi untuk menyusul Midda.
Ternyata Midda harus mengubah jalurnya karena di jalur Midda terdapat jalanan yang sedang diperbaiki. Midda pun mencari jalur lain untuk dapat sampai ke danau.
Di tepi danau...
Rafael : *menghentikan sepedanya* "Fuuuh si Midda udah dateng belom ya? Semoga belom deh" *mencari Midda di sekitar danau*
Rafael : "Siiiiip rencana gue berhasil" *melanjutkan rencananya*
Lima menit kemudian Midda pun sampai di tepi danau. Melihat sepeda Rafael yang sudah terparkir dengan rapi ia pun segera turun dari sepedanya dan menuju bangku taman. Di bangku taman Rafael sudah menunggu Midda dengan santai.
Rafael : "Kali ini gue yang menang"
Midda : "Iya deh yang menang mah beda" *cape*
Rafael : "Iya dong"
Midda : "Ayo cepetan kamu mau nyuruh aku ngapain?" *cape* *melihat ke bawah*
Rafael : "Gue mau...

pendek dulu aja ya ._.v lusa dan lusa insya allah nge-post lagi ko ^^ thanks for reading :)

Minggu, 14 Juli 2013

FIrst Fanfict #45

enjoy :)

Akhirnya Riris pun mengalah dan makan. Setelah mereka makan Papa Riris dan Papa Dicky memulai percakapannya..
Papa Dicky : "Jadi gimana nih soal perjodohan anak kita?"
Dicky : "Perjodohan siapa pa?"
Papa Riris : "Oiya, saya belum sempat memberitahukannya ke anak saya. Jadi gini loh ky *menepuk pundak Dicky* rencananya kami akan menjodohkan kamu dengan Riris."
Riris Dicky : *Riris tesedak* *Dicky kaget* "APA!!!???"
Rifky : "Minum dulu de.."
Riris : *minum* "Ekhm.. Maksud papa apa? Engga, papa Cuma bercanda kan?"
Dicky : "Iya, papa sama om cuma bercanda kan? Hahaha lucu bangeet" *maksa ketawa*
Para papa : "Kami serius"
Riris Dicky : "Apa!?" *bertatapan heran*
Mama Dicky : "Iyaa sayang, kalian kami jodohkan. Kalian kan sudah dekat dari kecil"
Riris : "Tapi mam..."
Mama Riris : "Iya, benar kata mama Dicky. Ini yang terbaik buat kalian berdua"
Dicky : "Ta... ta... tapi...."
Papa Riris : "Kalian bisa pikirin dulu ko"
Riris : *gebrak meja* "Tapi pa! Aku gak bisa!"
Papa Riris : "Kamu masih bisa..."
Riris : "Papa jangan maksain kehendak papa dong! Aku udah besar! Aku gamau di jodoh-jodohin! Papa egois!" *pergi* *nangis*
Papa Riris : "Ris.." *hendak mengejar tapi di tahan Rifky*
Rifky : "Biar aku aja pa.."
Radith : "Aku ikut"
Rifky : "Kamu tunggu disini aja de.."
Sesampainya di luar Riris duduk di bangku taman. Ia pun menangis sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Rifky : "De.." *duduk di sebelah Riris*
Riris : "Ngapain kakak kesini?!"
Rifky : "De.. kaka tau, ini karna Ilham kan?"
Riris : *meluk Rifky* "Ini juga karna Bila.."
Rifky : "Bila? Bila kenapa?"
Riris : "Dia suka sama Dicky. Aku gamau ngerusak persahabatan kita.."
Rifky : "Iya kaka ngerti ko.. *usap-usap kepala Riris* sekarang kamu jangan nangis lagi yah, kita omongin baik-baik sama keluarganya Dicky"
Lalu mereka pun masuk kembali ke restoran. Suasana disana menjadi dingin..
Dicky : "Lo gapapa ris?"
Riris : "Iya.." *duduk*
Papa Riris : "Sudah malam, lebih baik kita pulang"
Papa Dicky : "Iya, saya juga harus pulang. Besok ada yang harus di kerjakan lagi.."
Mereka pun pulang ke rumahnya masing-masing (?) Dalam perjalan pulang suasana di mobil keluarga Riris sepi. Begitu pula dengan mobil Dicky. Di rumah Riris..
Mama Riris : "De.. mama mau.." *dipotong*
Riris : "Mam, maaf aku cape. Aku mau tidur.." *pergi ke kamar*
Mama Riris : "De, please dengerin mama dulu. Mama tau pasti reaksi kamu kaya gini. Tapi ini semua demi kebaikan kamu sayang"
Riris : "Kebaikan apa ma? Aku ga ngerti deh, sekarang tuh bukan jamannya Siti Nurbaya lagi mam, perjodohan tuh udah bukan kebudayaan di abad 21 mam!"
Mama Riris : "Mama cuma...." *terpotong*
Riris : "Cuma apa ma? Udahlah, lagian aku kuliah aja belum baru masuk SMA malah, aku belum mau berkomitmen atau terikat dengan seseorang!" *pergi*
Di kamar Riris...
Radith : "Ka..." *masuk*
Riris : "Apa de?"
Radith : "Hmm.. kaka gapapa?"
Riris : "Kenapa? Kamu khawatir?"
Radith : "Hehehe.. iyaa.." *gengsi**garuk-garuk kepala*
Riris : "Hahahaha, aku gapapa ko" :)
Radith : "Ohahaha, okeokee aku ke kamar dulu yah"
Saat Radith menutup pintu, Riris langsung ganti baju dan tidur. Beberapa menit sebelum Riris tidur...
Dicky : "Halo ris?" #OnThePhone
Riris : "Hm..."
Dicky : "Lo gapapa?"
Riris : "Yeah..."
Dicky : "Soal perjodohan...." *terpotong*
Riris : "Udah Chy, gue gamau ngomongin itu lagi"
Dicky : "Tapi ris.. lo harus bilang ke orangtua lo kalo lo udah punya pacar. Lo sama Ilham kan baru kemaren jadian"
Riris : "Iya, gue tau. Secepatnya gue kasih tau kabar ini ke Ilham. Oke gada lagi yang mau diomongin kan? Gue cape, gue mau tidur"
Dicky : "Oke.." *terputus*
Semalaman Riris tidak bisa tidur. Akhirnya setelah jam dua ia menyerah dan tidur. Jam lima pagi ia sudah bangun lagi. Lalu dia bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Di sekolah...
Ilham : *mendatangi Riris* *menepuk pundak Riris*
Riris : "Waa!!" *menghindari Ilham* *diem*
Ilham : "Kok diem sih?"
Riris : "Maunya?"
Ilham : "Kamu kenapa sih?"
Riris : "Gapapa," *pergi ke kelas*
Ilham : "Ris.." *menarik tangan Riris*
Riris : "Udahlah.." *melepaskan pegangan tangan Ilham*
Lalu Riris pun pergi meninggalkan Ilham.
Dicky : "Woy! Pagi-pagi udah ngelamun," *nepuk pundak Ilham*
Ilham : "Suka-suka gue dong!" *badmood*
Dicky : "Santai bro" *liat Riris yg lagi jalan ke kelas* "Tuh cewe baru lo" *nunjuk Riris*
Ilham : "Iya gue tau, tadi gue udah ketemu. Tapi dia nya nyuekkin gue,"
Dicky : "Ohh... Ham gue mau ngomong sesuatu,"
Bel : *bunyi*
Ilham : "Ntar aja yah, udah bel. Ke kelas yuk"
Selama pelajaran matematika berlangsung Riris sama sekali tidak memperhatikan.
Ms. Dennisa : "Oke, Riris. Kamu bisa mengulangi apa yg tadi saya jelaskan?"
Riris : "Eh... Ehm... Maaf miss apa?"
Ms. Dennisa : "Saya minta kamu untuk mengulangi apa yg tadi sudah.." *terpotong*
Bel : *bunyi* *bel istirahat*
Ms. Dennisa : "Riris, mungkin lain kali kamu bisa menjelaskannya. Ada yg mau di tanyakan? Baik, saya sampai sini dulu pelajaran hari ini. Saya permisi.."
Sepeninggalnya Miss Dennisa BEM langsung menghampiri Riris.
Bila : "Ris, kamu kenapa sih? Gak biasanya kaya gini."
Riris : "Gapapa ko, aku mau ke kamar mandi dulu yah" *pergi*
Bila : "Ris.."
Sehabis dari kamar mandi saat Riris keluar ia di tarik oleh Ilham
Riris : "Ihh, Ilham apaan sih?! Lepasin!"
Ilham : "Aku bakal lepasin kalo kamu mau jelasin mood kamu kenapa hari ini?"
Riris : *diem*
Ilham : "Ris..?"
Riris : *nangis*
Ilham : "Ris? Maafin aku..."
Riris : *menggeleng* "Bukan kamu.. bukan kamuu.."
Ilham : "Terus kenapa? Kamu ada masalah? Cerita sama aku.."
Riris : "Jadi gini kamu tau kan kalo aku sama Dicky itu temen tk?"
Ilham : "Iya aku tau"
Riris : "Keluarga Dicky sama keluarga aku itu deket banget semenjak aku sakit waktu itu"
Ilham : "Terus?"
Riris : "Orang tua Dicky sama Orang tua aku mau ngejodohin aku sama Dicky" *diem*
Ilham

kira kira apa reaksi ilham? ^^ tetep di blog ini :)

Kamis, 11 Juli 2013

First Fanfict #44

selamat membaca ^^

Dicky dan Riris pun keluar mobil. Karena mata Riris yang memang ditutup, Dicky pun mengarahkan Riris. Tak lama sampailah mereka berdua di depan seorang lelaki tadi. Riris pun duduk di kursi yang sudah disiapkan, sedangkan Dicky pergi menjauh.
Dicky : *pergi*
Riris : "Chy lo kemana?" *hendak membuka penutup matanya*
Lelaki : *membukakan penutup mata Riris*
Riris : *menghadap belakang* "Elo? Lo ngapain disini?"
Ilham : *senyam senyum* "Liat kesana deh" *duduk dan menunjuk ke langit* *bertepuk tangan*
Riris : "Apaan?" *melihat langit yang ditunjuk Ilham*
Tanpa Riris duga muncul banyak kembang api, diantaranya ada satu yang terbesar berbentuk love berwarna pink.
Riris : "Elo ngapain sih?" *kembali melihat ke depan, ke arah Ilham* *kaget*
Ilham : *memegang sebuah kotak yang berisi kalung*
Riris : "Lo ngapain?" *bingung*
Ilham : *menyanyikan ada cinta*
Riris : *mengerti dengan rencana Ilham*
Ilham : "Lo mau kan jadi pacar gue?"
Riris : "Hmm... Lo udah tau ko jawabannya"
Ilham : "Maksud lo? Jadi... gue di tolak...?"
Riris : "Gue ga bilang kaya gitu. Gue mau kok jadi pacar lo"
Ilham : "Serius?"
Riris : *mengangguk* :)
Ilham : "Makasih" :) *berjalan* *memakaikan kalungnya kepada Riris*
Riris : :)

Setelah kejadian Dicky datang ke rumah Riris pada malam minggu tersebut orang tua Riris menyangka kalau Riris dan Dicky berpacaran dan memang saling suka. Orang tua Riris pun mengabarkan tentang pengelihatannya (?) kepada orang tua dicky.
Keesokan paginya, tepat satu hari setelah Riris dan Ilham berpacaran Orang tua Riris dan Dicky mengadakan pertemuan. Tanpa persetujuan Riris dan Dicky orang tua mereka langsung menjodohkan mereka.
Malamnya papa Riris mengajak Riris dan keluarganya makan malam di sebuah restoran. Sesampainya di restoran yang dituju papa Riris langsung menghampiri meja yang sudah ditempati oleh keluarga lain yaitu keluarga...
Riris : "Dicky? Ngapain lo disini?"
Dicky : "Lo sendiri ngapain?"
Riris : "Gue mau makan malam sama..." *terpotong*
Papa Riris : "Gini gini, malem ini tuh kita makan bareng sama keluarganya Dicky"
Riris : "Ohh.." *duduk disebelah Rifky*
Rifky : "Kamu sih de, salah sangka mulu-_-"
Riris : "Yahahaha.."
Seorang pelayan pun menghampiri meja tersebut untuk mencatat pesanan mereka. Riris yang sedang tidak mood makan hanya memesan es krim.
Sekitar setengah jam kemudian pesanan pun datang. Es krim Riris pun direbut oleh adiknya, Radith...
Riris : "Radith! Balikin ga!"
Radith : "Kakak kan belum makan! Makan nasi aku sana!"
Riris : "Aku masih kenyang! Sini balikin!" *merebut eskrim dari tangan Radith*
Radith : "Aku kasih kalo kakak udah makan!" *merebut es krim dari tangan Riris*
Mama Riris : "Udah jangan berantem, malu dong udah pada gede"
Yang lain pun tertawa melihat tingkah Riris dan Radith.
Mama Riris : "Udah udah, nanti mama pesenin lagi deh"
Radith : "Jangan mam, kaka suruh makan dulu tuh!"
Riris : "Aku ga laper Radit!"
Papa Riris : "Maaf yah, mereka memang seperti itu," *bicara ke keluarga Dicky*
Papa Dicky : "Iya gak apa-apa, syndrome adik-kakak. Dicky juga seperti itu"
Dicky : "Papa apaan sih-_-"
Rifky : "Emang kamu udah makan de?"
Riris : "Udah." *ngambek eskrimnya dimakan Radith*
Rifky : "Kapan?"
Radith : *nyela* "Tadi siang kak!"
Riris : "Radith -_____-"
Rifky : "Hey! Mulai lagi yah ga makan, nanti kamu sakit lagi. Baru sembuh kamu"
Radith : "Dengerin tuh!"
Riris : "Berisik!!" *memelototi Radith*
Akhirnya Riris pun mengalah dan makan. Setelah mereka makan Papa Riris dan Papa Dicky memulai percakapannya..
Papa Dicky : "Jadi gimana nih soal perjodohan anak kita?"
Dicky : "Perjodohan siapa pa?"
Papa Riris : "Oiya, saya belum sempat memberitahukannya ke anak saya. Jadi gini loh ky *menepuk pundak Dicky* rencananya kami akan menjodohkan kamu dengan Riris."
Riris Dicky : *Riris tesedak* *Dicky kaget* "APA!!!???"

to be continued.. :)

Rabu, 10 Juli 2013

First Fanfict #43

hai ^^ ini lanjutan yang kemaren wkwk. meskipun udah damai tapii yaaa dilanjut ajaaa~~ Selamat membacaaa :)

Setelah kejadian itu, Riris semakin dekat dengan Ilham. Setiap ada Riris pasti ada Ilham. Lala yang baru putus dengan Ilham ternyata masih menyimpan rasa untuk Ilham. Ia pun cemburu dengan kedekatan mereka.
9 April pagi di koridor sekolah...
Ilham : "Dick, lo mau mau bantuin gue jadian sama cewe yang gue suka gak? Lo kenal kok"
Dicky : "Siapa? Bantuin gimana? Gue gak ngerti ah"
Ilham : "Please cuma elo yang bisa bantu gue, soalnya cewe ini deketnya sama lo"
Reza : "Eh Ham, lo baru putus kemaren udah main jadian lagi aja"
Bisma : "Udahlah biarin aja, palingan gak lama ntar putus lagi"
Ilham : "Heh kaya elo engga aja bis"
Bisma : "Hahaha"
Dicky : "Emang cewenya siapa?"
Bisma : "Iya siapa ham? Ko gak pernah cerita?"
Reza : "Kayaknya gue tau deh cewenya itu siapa"
Ilham : "Siapa coba? Ntar kalian juga tau, kalo gue kasih tau sekarang kalian pasti kaget"
Dicky : "Mmh gue tau nih, pasti gak jauh dari anak anak nyolot itu kan? Udah ah gue gak ikutan"
Bisma : "Maksud lo siii..." *terpotong*
Ilham : "Kalo tau diem aja deh"
Reza : "Ooh gue tau deh"
Ilham : "Makanya Dick please bantuin gue, ntar gue beliin yupi 18 bungkus besar deuh"
Dicky : "Serius? Oke gue terima"
Bisma Reza : -,-
Keeseokan harinya di kelas BREM sedang asyik mengobrol. Tiba-tiba Dicky menghampiri....
Dicky : "Heh! Ris, nanti malem gak melem mingguan kan? Temenin gue yuk?"
Bila : *jeles*
Riris : "Ha?! Kemana? Kenapa ga sama...." *terpotong*
Dicky : "Gue maunya sama lo!"
Bila : "Eh, aku ke kamar mandi dulu yak" *pergi*
Midda : "Oii bil, mau kemana? Tungguu!!" *nyusul*
Riris : "Ah, lo sih!" *ikut nyusul*
Dicky : "Ha?! Gue? Gue kenapa?" *bingung*
Enno : "Bila jeles" *nyusul*
Dicky : "Oiyayaa, bego gue!" *mukul kening*
Ilham : "Eh, jadinya gimanaa?" *menghampiri Dicky*
Dicky : "Tau ah, pusing gue ngurusin cewe. Gue malah di tinggal-_-" *pergi*
Ilham : "Heh, eh, mau kemana lo!?" *ngejar Dicky*
Di koridor sekolaaah....
Riris : "Woiiii bil! Mau kemanaaa?"
Bila : "Tau ahh!" *jalan terus*
Riris : "Cieh, jeles :p tenang aja bil, palingan aku cuma disuruh temenin maen psp"
Bila : "Beneran?"
Riris : "Iyaap, lagian Dicky kan bukan tipe aku banget-_- aku juga gakan suka sama dia, dia sahabat aku bil. Inget itu :D"
Enno : "Iya bil, percaya sama Riris. Dia ga akan suka sama Dicky. Bukan tipe Riris banget deh. Dia kan sukanya sama..."
Midda : "Sama Ilham yak? Uuuppss" *tutup mulut*
Riris : "Middaaaaaaa!!!!"
Bila : "Cieh Ririiiiiiiiss :p makin lama makin deket yah padahal dulu kalo ketemu berantem teruus"
Riris : "Apaan siiiihhhh-____-" cieh bila udah ga jeles :p"
Enno : "Dasar labil-_- ckckck"
Midda : "Udahkan, ga cemburu-cemburu lagi kann? :p"
Bila : "Emmm.... masih deh"
Enno : "Gajelas-___-"
Riris : "Eeeebuseeeeet-_-"
Bila : "Bohong aceeuuuk"
Malemnyaaa.....
Ilham : "Chy, malem ini pokoknya gaboleh berantakan. Semuanya harus berjalan lancar!"
Dicky : "Iyaa bawel, seorang Dicky Muhammad Prasetya tidak akan mengecewakan temannya yang sedang jatuh cinta"
Ilham : "Lebay lo! Sampe gagal semua stich lo gue buang!"
Dicky : "Weiitss peliharaan gue tuh!"
Ilham : "Udah sana berangkat!"
Dicky : "Iya mas -___-" *pergi*
Di rumah Riris...
Dicky : *menekan bel*
Satpam : *menghampiri Dicky* "Tuan Dicky, silakan masuk. Mencari siapa?" *membukakan gerbang*
Dicky : "Ririsnya ada pak?"
Satpam : "Oh ada mungkin sedang berada di kamarnya"
Dicky : "Terima kasih pak" *berjalan mamasuki pekarangan*
Sesampainya Dicky di depan pintu rumah Riris ia menelepon Riris untuk segera muncul keluar rumahnya.
Dicky : "Halo, Ris gue udah di depan rumah lo nih. jadi kan nemenin gue? Keluar dong"
Riris : "Duh gue masih sibuk, lo masuk dulu aja deh" *mematikan telepon*
Dicky : *mengetuk pintu rumah Riris*
Pembantu : *membukakan pintu* "Silakan masuk tuan Dicky.."
Dicky : *masuk rumah* "Oh iya terima kasih mbak" *duduk di sofa*
Pembantu : "Permisi.." *pergi*
Di ruang tengah rumah Riris...
Pembantu : *lewat*
Mama Riris : "Ada siapa mbak?"
Pembantu : "Ada temennya non Riris"
Mama Riris : "Siapa?"
Tiba tiba...
Dicky : *datang* "Malem tante.." :D
Mama Riris : "Oooh Dicky. Tumben malem-malem kerumah?
Dicky : "Oiya, maaf tante sebelumnya kalo ganggu. Riris nya ada tante?"
Mama Riris : "Engga apa apa kok. Tante malah seneng kalo kamu sering main kesini. Riris ada di kamarnya lagi tidur mungkin. Coba aja kamu cek ke kamarnya"
Dicky : "Aku cek yah tante, yaudadeh makasih yaa tante" :D
Mama Riris : "Iya sama-sama"
Lalu Dicky pun beranjak pergi meninggalkan mama Riris menuju ke lantai dua, kamar Riris. Disanaa..... (?)
Dicky : *mengetuk pintu* "Riiiis? Oiiii!!! Buka pintunya dong!!"
Riris : *baru mau tidur* "Siapaa? Ganggu banget sih!? Orang mau tidur!!"
Dicky : "Ini gue Dicky. Buka pintunya dong!"
Riris : "Buka aja sendiri, gak gue kunci"
Dicky : *masuk* "Heh! Ayo pergi, ganti baju. Kan lo udah janji"
Riris : "Ihh, siapa yang janji mau pergi sama lo?! Engga-engga! Gue gamau! Gue mau tidur!"
Dicky : "Ohh Riiiiiis ayolaaaahhh!! Please, ini permintaan dari sahabat kecilmu yang sudah lama menghilang, gue kan gapernah nyusahin lo!"
Riris : "Maksud lo? -_- kata siapa lo gapernah nyusahin gue? Bukan gapernah tapi belum, dan sekarang lo udah nyusahin gue!"
Dicky : "Hehehe, ayolah riiis, pleasee yayayaya mau gaaa?"
Riris : *singkat padat jelas* "ENGGAK!"
Dicky : "Ayolaaah bentar doang kok, pake jaket aja deuh. Biasanya juga malem minggu gini elo keluar kan sama temen temen lo? Pleasee... 10 menit aja koook"
Riris : "Bener yak, 10 menit doang? Udah keluar sana, gue mau ganti baju dulu bentar"
Dicky : "Dari tadi napa" -,- *keluar*
Riris hanya mengganti celana tidurnya dengan celana jins dan memakai jaket. Setelah menyisir rambutnya, Riris pun keluar dari kamarnya.
Dicky : *ngeliatin dari ujung bawah sampe atas*
Riris : "Ape lo liat-liat!?"
Dicky : *ngakak* Lo beneran mau pake baju kaya gini? Gila, lo bener-bener kaya jagger"
Riris : "Emang kenapa sih!? Lagian cuma mau keluar bentar doang kan"
Dicky : "Iyaiyaa-_-" duh ni anak salah kostum
Di halaman depan rumah Riris...
Dicky : "Masuk mobil sana!"
Riris : "Mau ngapain? Katanya cuma keluar"
Dicky : "Bukan luar disini!"
Riris : "Terus dimana? Nanti engga 10 menit dong? Kan janjinya cuma 10 menit"
Dicky : "Ah, berisik lo bawel! Udah cepetan masuk mobil!" *memaksa Riris masuk mobil*
Riris : "Dicky! Lepasin gue!"
Dicky : "Udah diem, berisik!"
Di dalem mobil....
Riris : "Mau kemana sih kita malem-malem gini!? Ngantuk tau!"
Dicky : "Sorry yah, rahasia kita mau kemana nya. Lo kalo ngantuk tidur dulu aja!"
Riris : "Chy, boleh ga gue masuk dulu ke rumah? Mau ambil ipod nihh. Yayayaya?"
Dicky : "Bilang aja lo mau kabur dari gue. Nih pake ipod gue aja *menyerahkan ipod nya ke Riris*
Riris : "Sialan!" -__-
Tak lama kemudian Riris pun tertidur saking mengantuknya dia. Dicky pun membawanya ke suatu tempat yang sepi. Namun ternyata disana ada seorang lelaki yang menunggunya. Di mobil Dicky...
Dicky : "Ris, bangun!"
Riris : "Hoaaaaam.." #tumben "Kenapa? Ini dimana?"
Dicky : "Udah lo nurut aja dulu sama gue. Nih tutup mata lo, gue punya surprise" *menyerahkan sebuah penutup mata*
Riris : "Gue pake tapi cepet beres yak! Udah malem nih!" *memakai penutup matanya*
Dicky : "Udah lo pake dulu aja"
Dicky dan Riris pun keluar mobil. Karena mata Riris yang memang ditutup, Dicky pun mengarahkan Riris. Tak lama sampailah mereka berdua di depan seorang lelaki tadi. Riris pun duduk di kursi yang sudah disiapkan, sedangkan Dicky pergi menjauh.
Dicky : *pergi*
Riris : "Chy lo kemana?" *hendak membuka penutup matanya*

riris ditinggaliiin wkwk. mumpung bulan puasa jadi dipanjangin deh spesial :p tetep stay di blog ini yah :)

Senin, 08 Juli 2013

First Fanfict #42

selamat membacaaa :)

Di dalam mobil Reza hanya dapat menutup mata dan berharap hantu hantu itu tidak datang lagi. Tak lama ia mendengar ketukan halus di jendela mobilnya. Dan ketika ia melihat ke jendela tersebut ia refleks teriak dan menutup matanya kembali. Namuuun...
Hantu : *membuka kain putih* "Happy Birthday to you.. Happy Birthday to you.. Happy Birthday Happy Birthday Happy Birthday Reza~~"
Reza : *melihat ke arah jendela kembali" :O -,- :) *membuka pintu*
Thella : "Selamat ulang tahun ya ca.." *membawa sebuah kue*
Reza : "Makasih ya thel" :) *mengecup kening Thella dan memeluknya*
SM*SH : *di balik semak semak* #berdeham "Cieeeeeeeh.."
Reza : *melihat ke balik semak semak* -_______-
SM*SH : *keluar dari semak semak* "Happy Birthday to you.. Happy Birthday to you.. Haaapppyy Biiirthday, Haappy Birthdaay, Happy Birthday Rezaaa~~" *mencolek krim kue dan memeperkannya pada muka Reza* *kabur*
Reza : "Baru gue mau bilang makasih -,-" *balas mengejar ms lainnya*
Thella : "Balik ke villa yuk ca"
Reza : "Sekarang Thel?"
Thella : " Sekarang ajalaah.. Kalo nanti keburu ada bayangan putih lagi lhoo wkwk"
Reza : "Kalo bayangan putihnya kamu siih eja seneng seneng aja, yuk kita pulang"
Sesampainya di villa ternyata rumah mereka gelap dan ketika lampunya dinyalakan jatuhlah 2kg tepung + 10 butir telur + 5 liter air di atas kepala Reza. Thella yang sudah diberi tahu sudah menyingkir terlebih dahulu dari daerah jebakan. Alhasil tubuh Reza diselimuti oleh tepung + telur + air.
Xperfect : "Happy Birthday!!!!"
Ternyata tanpa Reza ketahui seluruh siswa Xperfect sudah merencanakan pesta kejutan untuknya. Dimulai dari kejutan di Bunaken dan sekarang di villa. Di villa inilah para siswa Xperfect lainnya berkumpul. Setelah seluruh siswa meneriakkan Happy Birthday datanglah personel SM*SH lainnya membawa kue ulang tahun Reza.
Berlangsunglah acara tiup liiln dan potong kue sekarang saatnya colek colek krim. Seluruh siswa pun berlarian mencolekkan krim pada disiapapun orang yang berada didekatnya. Tak perlu waktu lama ruang tamu villa pun penuh dengan colekan krim dimana mana dan peralatan rumah yang berantakan. Tak ada kesedihan disana, yang tampak hanya keeriaan.
Ketika pukul 01.30 seluruh siswa kembali ke kamarnya masing masing. Sebelum itu masing masing dari mereka mengucapkan secara seorangan kepada Reza.
Bisma : "Wilujeng tepang taun nya bro! Langgeng lah sama si ratu bibir wkwk"
Reza : "Iya iya makasi makasii"
Dicky : "Happy birthday ya za, jangan jail mulu wkwk"
Reza : "Itu udah jadi sifat akut buat gue chy, gak bisa wkwk"
Ilham : "Happy birthday kak, sukses ya Olimpiadenya"
Reza : "Amiin makasi ya ham!"
|
Riris : "HBD ya za"
Midda : "Happy Birthday.."
Enno : "Met ultah, langgeng ya sama Thella"
Bila : "Happy birthday!!"
|
Thella : "Selamat Ulang Tahun ya ca, Wish you all the best!! Semoga semakin sukses, semakin baik, semakin sholeh"
Reza : "Amiiiiin makasi ya thel" {}
Keesokan paginya seluruh siswa mengerjakan makalahnya namun kebanyakan dari mereka sudah siap dikumpulkan hanya butuh revisi sedikit dan tanda tangan. Seperti kelompok I dan II yang sedang santai karena tinggal menunggu tanda tangan dari Wali Kelas. Namun kelompok III dan IV masih harus berkutat dengan gandgetnya karena mereka masih ada beberapa hal yang harus di revisi.
Kelompok III...
Kevin : *sibuk mengetik*
Callysta : *sibuk mengedit kata kata yang kurang pas*
Dicky : *sibuk dengan PSPnya*
Reza : *sibuk dengan iphone dan twitternya*
Enno : *tidur*
Kelompok IV...
Ilham : "Gan, lo yang edit EYD ya. Gue urusin data aja"
Morgan : "Gue kurang tau kalo EYD biasanya si mamang tuh"
Il & Mg : *menengok ke arah Bisma*
Bisma : *tidur*
Il & Mg : -,- "Mamaaaang banguuun!!! Odoth ilaaang!!!"
Bisma : #bangun "Odoth?! Odoth dimana?"
Ilham : "Ada tuh dirumah lo, ayo sekarang bantuin si Morgen ngedit EYD"
Bisma : -,-
Midda : *menyerahkan makalah yang harus diedit* "Nih ketik ya, udah aku edit cuma gak tau bener atau salahnya" *sibuk dengan galaxy tabnya*
Thella : *sibuk dengan iphonenya*
Tepat pada pukul 5 sore waktu papua seluruh siswa sudah selesai dengan makalahnya hanya tinggal di foto copy dan diserahkan pada Ms. Dennisa. Akhirnya Dimaz, Dei, Kevin dan morgan berangkat menuju tempat foto copy dan langsung menyerahkan makalah pada Ms. Dennisa di hotelnya.
Setelah makalah selesai dikumpulkan seluruh siswa termasuk Ms. Dennisa diajak untuk makan malam bersama di dekat Pantai Raja Ampat. Mereka semua ditraktir oleh Reza dalam rangka ulang tahunnya.
Meja pertama diisi oleh SM*SH + Dina + Thella dan Lala. Sedangkan meja kedua diisi oleh BREM + Dei Dimaz Kevin + Litha Callysta + Eriska. Pada makan malam kali ini Ms. Dennisa mempunyai suatu pengumuman.
Ms Dennisa : "Sebelumnya Miss mau mengucapkan Selamat Ulang Tahun dulu kepada Reza semoga bisa lebih sukses di sekolah maupun di luar sekolah. Miss juga mau ngingetin kalau 2 hari lagi kita akan kembali ke rumah masing masing. Besok rencananya kita semua akan dibawa keliling daerah sekitar sini. Dan hari terakhir kalian dipersilakan istirahat beres beres dan siangnya kita pulang. Ada pertanyaan?"
Dei : "Besok ditunggu jam berapa dimana miss?"
Ms Dennisa : "Besok ditunggu jam 8 teng di parkiran hotel guru. Ada lagi?"
Siswa : #hening
Ms Dennisa : "Kalau begitu silakan dilanjutkan lagi makan malamnya."
Keesokan harinya pukul 08.05 di tempat parkir Hotel Pesona seluruh siswa kelas X dan para guru telah berkumpul dan berada di dalam bis yang akan membawa mereka berkeliling hari ini.
Singkat cerita hari itu rombongan SMA 5 Heroes mendatangi tempat tempat tempat wisata. Keesokan paginya kebanyakan dari siswa X Perfect lebih memilih untuk istirahat di pagi hari. Tanpa ada kendala sore harinya rombongan SMA 5 Heroes sudah sampai di bandara Soeta.

thanks for reading ^^ mungkin ini udah the end kali yah? .-. apa masih mau dilanjut? wkwkw tunggu postingan berikutnya aja yoo :)

Rabu, 03 Juli 2013

First Fanfict #41

maaf baru ngepost lagi wkwkw. enjoy :)

Di dalam rumah tua Reza dan Enno mencari kalung Enno. Reza mencari di bagian luar dan Enno di dalam. Rupanya secara tidak sengaja ketika Reza mencari diantara semak belukar di sekitar rumah tua ia melihat sesuatu yang memantulkan cahaya terselip diantara semak semak tersebut. Ternyata itu adalah kalung perak berliontin love yang dicari oleh Enno. Dalam rangka jail Reza pun menyimpan kalung tersebut.
Reza : "No, udah nemu belom? Gue gak nemu apa apa nih. Cuma sampah doang" #berteriak *berpura pura mencari kalung*
Enno : "Yang bener lo, gue juga ga nemu nih. Udah 3 keliling gue muterin rumah ini" #berteriak
Reza : "Yaudah lo ikhlasin aja kalung itu. Belanjaan lo ketemu kan?"
Enno : "Belanjaan sih ketemu, cuma kalungnyaaaa!!!" *keluar rumah membawa belanjaanya*
Reza : "Udah ikhlasin aja" *berjalan menuju mobil*
Enno : :( *menahan tangis* *berjalan menuju mobil*
Di mobil...
Enno : #diam *menahan tangis*
Reza : gila kayaknya dia butuh banget kalung itu. gue jadi serba salah gini kan. kalo gue balikin sekarang gue bisa di abisin sama dia. tapi kalo enggak gue balikin kasian. haduuuuh..
Tiba tiba terdengar suara dering telepon yang berasal dari tas kecil Enno.
Enno : *mengangkat telepon* "Halo.." *suaranya terdengar seperti sedang menangis*
Midda : #otp "Halo no, udah nemu belum kalungnya?"
Enno : :'( *berusaha tidak terdengar sedang menangis* "Gak nemu coba, ngeselin banget emang itu penjahat" *berusaha terdengar ceria*
Midda : "Serius gak nemu? Yaudah aku tunggu di rumah yak, Callysta ngajak ke Raja Ampat sekarang. Mau main air, ikut ga?"
Enno : "Mmm liat nanti aja ya"
Midda : "Siip buruan yaa" *menutup telepon*
Enno : *menghela napas panjang*
Reza : "Lo gak apa apa?"
Enno : *menghapus sisa air mata* "Gak apa apa kok"
Reza : *menghentikan mobil* "Lo abis nangis?"
Enno : "Enggak tuh. Nih gak ada bekas nangis kan?" *memperlihatkan mukanya*
Reza : "Mata lo agak basah dan bengkak"
Enno : "Tadi malem gue kurang tidur jadi gue nguap" #bohong
Reza : "Kurang tidur gimana? Dari lo diculik lo baru bangun paginya kan?"
Enno : "Berarti gue kebanyakan tidur wkwk"
Reza : "Emang segitu berharganya kalung lo?"
Enno : "Mau gimana lagi? Gue cuma ketemu kakek gue sampe umur 4 tahun. Dan waktu kakek gue bener bener ditutup rapi sama kain kafan gue lagi mandi. Dan kakek gue udah baik banget sama gue. Gimana gue gak sedih coba?"
Reza : "Kalo emang lo bisa lega dengan nangis lo nangis aja"
Enno : "Gue gak bisa nangis sekarang, yang ada sampe di villa gue dibilang cengeng sama anak anak SM*SH. Oh iya lo SM*SH, gue lupa" -,-
Reza : "Santai aja kali. Lagian sebenernya kita baik baik kok. Kalo kita jahat ngapain juga kita ngelawan preman penculik lo. Lagian kalau selama ini kita dalam rangka jailin kalian gapapa kali wkwk"
Enno : "Jail? Parah lo! Sejail jailnya gue kayaknya gak segitunya deh"
Reza : "Berarti lo itu cewe baik. Bukan jahat"
Enno : "Sok tau lo. Lo kan belum tau gue sepenuhnya. Jadi lo belum tau sisi lain gue kayak gimana. Hahaha"
Reza : "Udah gak sedih nih kalungnya ilang?"
Enno : -,- "Lo jangan ingetin gue gitu. Gue bisa sedih lagi. Udah ayo cepet ke villa. Temen gue udah nungguin"
Reza : "Dasar labil" -,- *mengendarai mobil*
Enno : "Emang lo engga?" gue jago akting kali wkwk
Sesampainya Reza dan Enno di villa, Midda Bila Riris Callysta dan Litha sudah siap berada didalam mobil Callysta untuk menuju Pantai Raja Ampat. Enno pun memilih untuk keluar mobil Reza persis di gerbang villa.
Enno : "Call, aku engga ikut ya. Cape" *menenteng belanjaannya*
Midda : "Ih Enno ikut barang barang kamu udah aku siapin kok"
Enno : "Engga ah aku mau di villa aja"
Bila : "Nanti kamu diculik lagi loh sendirian"
Enno : "Kalian rusuh deh, tenang aja kali. Lagian aku di villa kan? Daripada aku ikut ke pantai tapi aku sendirian lagi itu lebih parah. Udah, aku mau istirahat. Daah have fun yaa" #pergi
Callysta : "Daaaah" *melambaikan tangan dan pergi*
Sesampainya Enno di kamar dia langsung menangis dan tak lama tertidur. Sorenya Enno keluar kamar dan berharap Midda sudah kembali dari pantai ternyata Midda dan yang lainnya masih berada di pantai sedang berfoto foto. Akhirnya Enno hanya ke dapur untuk membuat teh dan pergi ke halaman belakang.
Ternyata di halaman belakang ada Bisma dan Reza yang sedang latihan beat-box sekaligue nge-rap. Ketika Enno membuka pintu refleks 2 orang tadi menoleh kearah pintu.
Enno : *melihat Bisma Reza*
Reza Bisma : *melihat kearah pintu*
Enno : "Sorry sorry gue gak maksud buat ganggu kalian" *menutup kembali pintu* *berjalan kembali ke kamar*
Reza : "Gila makin bengkak aja tuh mata"
Bisma : "Mata siapa? Si Rena? Liatin ajaa~"
Reza : "Bukannya gitu, lo tau kan kalo kalung dia itu gak ketemu?"
Bisma : "Iya gue tau, kan elo yang bilang"
Reza : "Nah sebenernya..." *mengambil kalung dari saku* *memperlihatkannya pada Bisma*
Bisma : "Parah lo za! Balikin, kasian ntar ngadu sama emaknya hahaha"
Reza : "Tapi kalo gue kasih sekarang dianya masih sedih yang ada gue malah diabisin sama dia. Tapi lo mau nyimpen rahasia ini kan? Ayolah bis"
Bisma : "Iyaa, gue janji"
Reza : "Serius bis?"
Bisma : "Percaya atuh sama mamang"
Reza : "Iya mamang" -,-
Bisma : "Eh malem ini ada acara apa za? Temenin gue ke pantai yuk, pengen ngezombie disana"
Reza : "Malem ini bis? Duh, gue udah ada janji sama Thella mau nemenin dia"
Bisma : "Ayolah za, jarang jarang lo nemenin gue nge-zombie"
Reza : "Malem ini doang ya?"
Bisma : "Iyaa, masalah si Thella ntar gue yang bilang deh"
Reza : "Oke, gue temenin deh"
Tak lama setelah Bisma memberi tahu Thella jika Reza tidak bisa menemaninya karna hendak menemani Bisma ke Pantai Thella langsung memasang tampang bete dan mood yang buruk. Ia pun tambah kesal dengan perilaku Reza kepadanya. Alhasil Thella selalu marah marah kepada Reza hari itu.
Malamnya ketika hampir tengah malam Reza dan Bisma beranjak menuju Raja Ampat.
Reza : "Eh bis, yang lain pada kemana? Kok pada gak ikut? Gak lo ajak?"
Bisma : "Engga, gue cuma ngajak si Dicky doang. Tapi itu juga katanya dia mau nyusul aja"
Reza : "Yaudah, ayo!"
Bisma : u,u
Sesampainya di Raja Ampat ternyata sudah pukul 23.55 WIT. Tiba tiba Bisma menghilang meninggalkan Reza sendirian di Bunaken. Reza yang phobia hantu dan kawan kawannya langsung mencari Bisma ditengah ketakutannya. Dan ketika ia melihat sekelebat bayangan putih lewat dihadapannya ia refleks lari bersembunyi di mobil dan menutup matanya. Kebetulan mobil tersebut tidak dikunci oleh Bisma.
Di dalam mobil Reza hanya dapat menutup mata dan berharap hantu hantu itu tidak datang lagi. Tak lama ia mendengar ketukan halus di jendela mobilnya. Dan ketika ia melihat ke jendela tersebut ia refleks teriak dan menutup matanya kembali. Namuuun...

to be continued :)