Kamis, 11 Juli 2013

First Fanfict #44

selamat membaca ^^

Dicky dan Riris pun keluar mobil. Karena mata Riris yang memang ditutup, Dicky pun mengarahkan Riris. Tak lama sampailah mereka berdua di depan seorang lelaki tadi. Riris pun duduk di kursi yang sudah disiapkan, sedangkan Dicky pergi menjauh.
Dicky : *pergi*
Riris : "Chy lo kemana?" *hendak membuka penutup matanya*
Lelaki : *membukakan penutup mata Riris*
Riris : *menghadap belakang* "Elo? Lo ngapain disini?"
Ilham : *senyam senyum* "Liat kesana deh" *duduk dan menunjuk ke langit* *bertepuk tangan*
Riris : "Apaan?" *melihat langit yang ditunjuk Ilham*
Tanpa Riris duga muncul banyak kembang api, diantaranya ada satu yang terbesar berbentuk love berwarna pink.
Riris : "Elo ngapain sih?" *kembali melihat ke depan, ke arah Ilham* *kaget*
Ilham : *memegang sebuah kotak yang berisi kalung*
Riris : "Lo ngapain?" *bingung*
Ilham : *menyanyikan ada cinta*
Riris : *mengerti dengan rencana Ilham*
Ilham : "Lo mau kan jadi pacar gue?"
Riris : "Hmm... Lo udah tau ko jawabannya"
Ilham : "Maksud lo? Jadi... gue di tolak...?"
Riris : "Gue ga bilang kaya gitu. Gue mau kok jadi pacar lo"
Ilham : "Serius?"
Riris : *mengangguk* :)
Ilham : "Makasih" :) *berjalan* *memakaikan kalungnya kepada Riris*
Riris : :)

Setelah kejadian Dicky datang ke rumah Riris pada malam minggu tersebut orang tua Riris menyangka kalau Riris dan Dicky berpacaran dan memang saling suka. Orang tua Riris pun mengabarkan tentang pengelihatannya (?) kepada orang tua dicky.
Keesokan paginya, tepat satu hari setelah Riris dan Ilham berpacaran Orang tua Riris dan Dicky mengadakan pertemuan. Tanpa persetujuan Riris dan Dicky orang tua mereka langsung menjodohkan mereka.
Malamnya papa Riris mengajak Riris dan keluarganya makan malam di sebuah restoran. Sesampainya di restoran yang dituju papa Riris langsung menghampiri meja yang sudah ditempati oleh keluarga lain yaitu keluarga...
Riris : "Dicky? Ngapain lo disini?"
Dicky : "Lo sendiri ngapain?"
Riris : "Gue mau makan malam sama..." *terpotong*
Papa Riris : "Gini gini, malem ini tuh kita makan bareng sama keluarganya Dicky"
Riris : "Ohh.." *duduk disebelah Rifky*
Rifky : "Kamu sih de, salah sangka mulu-_-"
Riris : "Yahahaha.."
Seorang pelayan pun menghampiri meja tersebut untuk mencatat pesanan mereka. Riris yang sedang tidak mood makan hanya memesan es krim.
Sekitar setengah jam kemudian pesanan pun datang. Es krim Riris pun direbut oleh adiknya, Radith...
Riris : "Radith! Balikin ga!"
Radith : "Kakak kan belum makan! Makan nasi aku sana!"
Riris : "Aku masih kenyang! Sini balikin!" *merebut eskrim dari tangan Radith*
Radith : "Aku kasih kalo kakak udah makan!" *merebut es krim dari tangan Riris*
Mama Riris : "Udah jangan berantem, malu dong udah pada gede"
Yang lain pun tertawa melihat tingkah Riris dan Radith.
Mama Riris : "Udah udah, nanti mama pesenin lagi deh"
Radith : "Jangan mam, kaka suruh makan dulu tuh!"
Riris : "Aku ga laper Radit!"
Papa Riris : "Maaf yah, mereka memang seperti itu," *bicara ke keluarga Dicky*
Papa Dicky : "Iya gak apa-apa, syndrome adik-kakak. Dicky juga seperti itu"
Dicky : "Papa apaan sih-_-"
Rifky : "Emang kamu udah makan de?"
Riris : "Udah." *ngambek eskrimnya dimakan Radith*
Rifky : "Kapan?"
Radith : *nyela* "Tadi siang kak!"
Riris : "Radith -_____-"
Rifky : "Hey! Mulai lagi yah ga makan, nanti kamu sakit lagi. Baru sembuh kamu"
Radith : "Dengerin tuh!"
Riris : "Berisik!!" *memelototi Radith*
Akhirnya Riris pun mengalah dan makan. Setelah mereka makan Papa Riris dan Papa Dicky memulai percakapannya..
Papa Dicky : "Jadi gimana nih soal perjodohan anak kita?"
Dicky : "Perjodohan siapa pa?"
Papa Riris : "Oiya, saya belum sempat memberitahukannya ke anak saya. Jadi gini loh ky *menepuk pundak Dicky* rencananya kami akan menjodohkan kamu dengan Riris."
Riris Dicky : *Riris tesedak* *Dicky kaget* "APA!!!???"

to be continued.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar