Rabu, 24 Oktober 2012

First Fanfict #5

please enjoy...




Beralih ke gedung olahraga...
Riris : "Ngapain kita kesini?"
Ilham : "Gue mau ngasih pelajaran ke elo!"
Riris : "Pelajaran apa? Pelajaran orang sombong? Hahaha.." *duduk di bangku penonton*
Ilham : "Sialan lo! Siapa yang nyuruh duduk?!"
Riris : "Gak ada yang nyuruh. Gue yang mau"
Ilham : "Berdiri! Gue gak nyuruh lo duduk!"
Riris : "Gue udah bilang gak ada yang nyuruh gue duduk. Gue duduk atas kemauan diri gue sendiri!"
Ilham : "Aarggh.. Berdiri!"
Riris : "Siapa sih lo berani nyuruh nyuruh gue?!" *bangun dorong Ilham*
Ilham : "Ooh gituu" *balas mendorong*
Riris : "Beraninya sama perempuan!" *mendorong Ilham lebih keras*
Ilham : "Kenapa? Terserah gue dong" *mendorong Riris hingga terjatuh*
Riris : "Pengecut!" *bangun dan membersihkan roknya*
Ilham : "Ayoo dorong gue kalo bisaa" *mendekat ke arah Riris*
Riris : "Argggh!!"
Riris pun menabrakkan tubuhnya ke arah Ilham, Riris pun jatuh menimpa Ilham. Ilham pun refleks menyingkirkan tubuh Riris. Mereka pun kembali berdiri. Tak butuh waktu lama Riris pun kembali menyerang Ilham dengan memelintir tangannya...
Ilham : "Arggggh!!" *membalikan tangannya dan membanting Riris*
Tiba tiba pintu gedung pun terbuka dan masuklah seseorang..
Rangga : "Stop! Stop! Apa apaan nih?" *memasuki gedung* #telat
Riris : "Aww punggung gue!" *berusaha untuk bangun*
Rangga : "Sini gue bantu" *menjulurkan tangannya*
Riris : "Gue bisa sendiri!" *menangkis tangan Rangga*
Ilham : "Udah ngga, biarin aja cewe kayak gitu mah. Gak perlu dibantu" *memegang tangannya yang tadi di pelintir oleh Riris*
Rangga : "Kasian kali elo banting kayak gitu"
Ilham : "Kasian? Ngapain kasian sama dia? Lagian dia duluan ko yang dorong gue"
Rangga : "Itu doang sampe elo banting dia?"
Ilham : "Engga juga, tadi dia sempet melintir tangan gue"
Riris : *bangun* "Itu karena elo ngeselin udah dorong gue sampe jatoh"
Ilham : "Terus? Cuma gitu doang kan?"
Rangga : "Udah dong. Ayo cepet maafan!"
Ilham : "Dia yang harus minta maaf duluan, dia yang dorong gue pertama kali!"
Riris : "Pertama? Udah jelas jelas elo yang duluan ngelempar gue pake kacamata elo, banyak kok saksinya. Rese lo!"
Ilham : "Elo yang rese!"
Rangga : "Udah!! Minta maaf doang susah banget sih! Dewasa dong! Anak kecil aja marahan dikit langsung baikan, kalah kalian sama mereka!"
Ilham : "Sampai kapan pun gue gak bakal minta maaf sama lo!"
Riris : "Emang gue mau?"
Ilham pun pergi meninggalkan Rangga dan Riris.
Riris : "Ngeselin banget tuh cowok!"
Rangga : "Udah Ilham gak sepenuhnya jahat ko, mungkin dia lagi kesel aja jadi kebawa emosi. Gue keluar dulu ya" *keluar*
Riris : "Iya"
Rangga pun keluar dari gedung olahraga, tak lama kemudian Riris pun pergi menuju kelas. Pukul sembilan bel pun berbunyi dengan "merdunya". Seluruh murid SMA 5 Heroes pun bebas beristirahat, kecuali Enno  yang masih berurusan dengan Reza. (masih) Di ruangan koreografi...
Reza : "Oiya elo kan kalah, jadi harus gue hukum"
Enno : "Hah?! Lo belom puas juga?!"
Reza : "Iya, sampe kapan pun gue ga akan pernah puas nyiksa elo. Ayo ikut gue!" *menarik rambut Enno yang kebetulan dikuncir*
Enno : "Aww!!! Rambut gue!!" *memegang rambutnya dan mengikuti Reza*



to be continued.. thanks for reading ^^

Minggu, 14 Oktober 2012

First Fanfict #4


please enjoy..



Rafael : "Halo, Bis gawat nih gawat!" #OnThePhone
Bisma : "Halo, gawat kenapa raf?"
Rafael : "Cewe yang lo suruh gue hukum, malah nyiksa gue"
Bisma : "Nyiksa gimana? Emang lo sama cewe yang nyolot?"
Rafael : "Bukaan gue sama yang kecil, tapi engga nyolot ituu"
Bisma : "Oooh emang dia nyiksa gimana?"
Rafael : "Dia nantang gue naik sepeda"
Bisma : -_______________- "Terus? Masalah? Udah ya bro gue sibuk" *menutup telepon*
Rafael : "Bismaa!!!"
Rafael pun mengambil sepeda milik orang lain yang terparkir di dekatnya dan berjalan menuju tempat balapan. Disana Midda sudah siap dengan sepedanya...
Midda : "Oke lima lap sampai pohon yang itu. 1.. 2.. 3.." *menaiki sepedanya dan mulai mengendarainya*
Rafael : "Eh tungguin dong!" *berusaha menjalankan sepedanya*
Saat Rafael berusaha menyelesaikan track-nya, Midda sudah hampir mencapai finish. Tiba tiba sebuah 'kecelakaan' kecil terjadi...
Rafael : *jatuh dari sepeda* "Eh gue lagi tanding! Lo nurut dong sama gue!" *memarahi sepeda-nya*
Midda : "Sepeda dimarahin, wah ga waras wkwk"
Rafael : "Shit! Luka lagi"
Midda : "Duuh kasian banget anak mami luka. Cup cup... Hahahaha" *ketawa*
Rafael : "Diem lo! Gue gabakal kalah dari lo!" *bangun dan menaiki sepedanya*
Midda : "Oiyah kamu kan tinggal satu puteran lagi, eh salah deng belum satu puteran wkwk"
Rafael : *terjatuh kembali* "Duh!"
Midda : "Dah kamuu selamat kalah.. Wleee" *meletin lidah*
Sementara itu di ruang koreografi...
Reza : "Sekarang lo pilih, kita battle dance atau adu kempo?"
Enno : "Engga dua duanya"
Reza : "Kenapa? Lo gabisa? Lo gak berani?"
Enno : "Hmm.."
Reza : "Apa? Kalo lo gak mau pilih, biar gue yang pilih. Ayo kita adu kempo"
Enno : "Gak adil dong. Elo cowo gue cewe, Gak Bisa!"
Reza : "Kalo lo gak mau berarti kita battle dance"
Enno : "Oh itu gak bisa juga, elo udah jelas jelas boyband dan gue bukan apa apa, Gak bisa!"
Reza : "Kalo lo gak mau battle dance yaudah kita adu kempo"
Enno : "Elo maksa banget sih!"
Reza : "Kenapa kalo gue maksa? Gue kan anak dari.." *terpotong*
Enno : "Iya elo anak dari ibu dan bapa lo. Terus?"
Reza : "Argggh.. Maksud gue bukan ituu!"
Enno : "Iya gue tau maksud lo apa"
Reza : "Hahaha.. Jadi lo pilih yang mana?"
Enno : "Daripada badan gue ancur elo gebukin, gue lebih pilih battle dance deh" *pasrah*
Reza : "Oke"
Reza pun berjalan ke sudut ruangan untuk menyalakan musik. Terdengarlah lagu "Party Rock Anthem" dari LMFAO..
Reza : "Ayo elo duluan"
Enno : "Gue? Yang nawarin battle kan elo. Jadi elo dong yang duluan"
Reza : "Oiyah gue lupa, dimana mana si ganteng maut duluan"
Enno : "Hah?! Ganteng maut?! Hueks"
Reza pun memulai gerakan dance-nya dengan baik. Tak lama kemudian Reza pun memerintahkan Enno untuk memulai dance-nya..
Reza : "Ayo sekarang elo!"
Enno : "Gue?" *memulai gerakan dance-nya*
Reza : "Dance apaan tuh? Gak bisa gak ada gerakan dance kaya gitu! Maksa lo!"
Enno : *menghentikan dance-nya* "Gue udah bilang gue gak bisa dance. Elo yang maksa gue buat nge-dance!"
Reza : "Karena gerakan dance elo gak jelas jadi yang menangin battle dance ini gue!"
Enno : "Kok elo yang nentuin? Elo peserta bukan juri! Sekarang dari gue!"
Reza : "Oh sori gue gak bisa gue sibuk"
Enno : "Eh gak bisa gitu dong. Lo gak bisa pergi gitu aja!"
Reza : "Terus mau lo apa?"
Enno : "Mau gue? Kita lanjutin main tapi sekarang dari gue"
Reza : "Gak bisa. Judulnya tuh gue yang ngehukum elo bukan elo yang ngehukum gue!"
Enno : "Ganti judul dong!"
Reza : "Ah ribet lo! Udah sekarang elo gue hukum!"
Rafael : "Halo, Bis gawat nih gawat!" #OnThePhone
Bisma : "Halo, gawat kenapa raf?"
Rafael : "Cewe yang lo suruh gue hukum, malah nyiksa gue"
Bisma : "Nyiksa gimana? Emang lo sama cewe yang nyolot?"
Rafael : "Bukaan gue sama yang kecil, tapi engga nyolot ituu"
Bisma : "Oooh emang dia nyiksa gimana?"
Rafael : "Dia nantang gue naik sepeda"
Bisma : -_______________- "Terus? Masalah? Udah ya bro gue sibuk" *menutup telepon*
Rafael : "Bismaa!!!"
Rafael pun mengambil sepeda milik orang lain yang terparkir di dekatnya dan berjalan menuju tempat balapan. Disana Midda sudah siap dengan sepedanya...
Midda : "Oke lima lap sampai pohon yang itu. 1.. 2.. 3.." *menaiki sepedanya dan mulai mengendarainya*
Rafael : "Eh tungguin dong!" *berusaha menjalankan sepedanya*
Saat Rafael berusaha menyelesaikan track-nya, Midda sudah hampir mencapai finish. Tiba tiba sebuah 'kecelakaan' kecil terjadi...
Rafael : *jatuh dari sepeda* "Eh gue lagi tanding! Lo nurut dong sama gue!" *memarahi sepeda-nya*
Midda : "Sepeda dimarahin, wah ga waras wkwk"
Rafael : "Shit! Luka lagi"
Midda : "Duuh kasian banget anak mami luka. Cup cup... Hahahaha" *ketawa*
Rafael : "Diem lo! Gue gabakal kalah dari lo!" *bangun dan menaiki sepedanya*
Midda : "Oiyah kamu kan tinggal satu puteran lagi, eh salah deng belum satu puteran wkwk"
Rafael : *terjatuh kembali* "Duh!"
Midda : "Dah kamuu selamat kalah.. Wleee" *meletin lidah*
Sementara itu di ruang koreografi...
Reza : "Sekarang lo pilih, kita battle dance atau adu kempo?"
Enno : "Engga dua duanya"
Reza : "Kenapa? Lo gabisa? Lo gak berani?"
Enno : "Hmm.."
Reza : "Apa? Kalo lo gak mau pilih, biar gue yang pilih. Ayo kita adu kempo"
Enno : "Gak adil dong. Elo cowo gue cewe, Gak Bisa!"
Reza : "Kalo lo gak mau berarti kita battle dance"
Enno : "Oh itu gak bisa juga, elo udah jelas jelas boyband dan gue bukan apa apa, Gak bisa!"
Reza : "Kalo lo gak mau battle dance yaudah kita adu kempo"
Enno : "Elo maksa banget sih!"
Reza : "Kenapa kalo gue maksa? Gue kan anak dari.." *terpotong*
Enno : "Iya elo anak dari ibu dan bapa lo. Terus?"
Reza : "Argggh.. Maksud gue bukan ituu!"
Enno : "Iya gue tau maksud lo apa"
Reza : "Hahaha.. Jadi lo pilih yang mana?"
Enno : "Daripada badan gue ancur elo gebukin, gue lebih pilih battle dance deh" *pasrah*
Reza : "Oke"
Reza pun berjalan ke sudut ruangan untuk menyalakan musik. Terdengarlah lagu "Party Rock Anthem" dari LMFAO..
Reza : "Ayo elo duluan"
Enno : "Gue? Yang nawarin battle kan elo. Jadi elo dong yang duluan"
Reza : "Oiyah gue lupa, dimana mana si ganteng maut duluan"
Enno : "Hah?! Ganteng maut?! Hueks"
Reza pun memulai gerakan dance-nya dengan baik. Tak lama kemudian Reza pun memerintahkan Enno untuk memulai dance-nya..
Reza : "Ayo sekarang elo!"
Enno : "Gue?" *memulai gerakan dance-nya*
Reza : "Dance apaan tuh? Gak bisa gak ada gerakan dance kaya gitu! Maksa lo!"
Enno : *menghentikan dance-nya* "Gue udah bilang gue gak bisa dance. Elo yang maksa gue buat nge-dance!"
Reza : "Karena gerakan dance elo gak jelas jadi yang menangin battle dance ini gue!"
Enno : "Kok elo yang nentuin? Elo peserta bukan juri! Sekarang dari gue!"
Reza : "Oh sori gue gak bisa gue sibuk"
Enno : "Eh gak bisa gitu dong. Lo gak bisa pergi gitu aja!"
Reza : "Terus mau lo apa?"
Enno : "Mau gue? Kita lanjutin main tapi sekarang dari gue"
Reza : "Gak bisa. Judulnya tuh gue yang ngehukum elo bukan elo yang ngehukum gue!"
Enno : "Ganti judul dong!"
Reza : "Ah ribet lo! Udah sekarang elo gue hukum!"



to be continued... thanks for reading ^^

Jumat, 12 Oktober 2012

First fanfict #3




Dicky, Reza, Ilham dan Rafael pun menggiring Bila, Enno, Riris dan Midda ke tempat masing masing dengan cara yang kasar. Bila digiring ke arah kelas. Enno digiring ke tempat latihan koreografi. Midda digiring ke tempat parkir sekolah. Dan Riris digiring ke gedung olahraga.
Sementara itu di tangga...
Dicky : "Eh cepetan dong! Lama banget sih jalannya"
Bila : "Iya iyaa sabar atuh"
Saat Bila menyusul Dicky ia tersandung tangga dan terjatuh..
Bila : "Au au sakit euy" *memegang kakinya*
Dicky : *menoleh ke arah Bila*
Bila : "Sakit banget. Mungkin keseleo"
DIcky : "Sini gue bantu" *membopong BIla* "Mau gue anter ke UKS?"
Bila : "Engga, enggak usah. Gue cuma keseleo kok" *salting*
Dicky : "Yakin?"
Bila : "Iya, gue mau ke kelas aja" *melepaskan Dicky*
Dicky : "Mau gue anter?"
Bila : "Hmm... Gak usah gue bisa sendiri kok"
Dicky : "Oh yaudah gue kesana dulu ya" *berbalik*
Bila : "Oke"
Bila pun mencoba berjalan sendiri. Namun karena kakinya yang keseleo ia terjatuh.
Bila : "Aww!" *Dicky kembali*
DIcky : "Gue bilang juga apa. Sini gue bantu."
Mau tak mau Bila pun diantar oleh Dicky ke kelasnya. Sesampainya mereka ke kelas Dicky terkejut dengan apa yang dilihatnya...
Bila : "Makasih udah nganter gue ke kelas"
Dicky : "I.. ini kelas lo?"
Bila : "Iya ini kelas gue dan temen temen gue yang tiga tadi, kenapa?"
Dicky : "Kelas gue juga disini, Ini Xperfect kan?"
Bila : "Iya ini Xperfect. Elo disini? Berarti ada kemungkinan kalo temen temen lo yang nyebelin itu disini"
Dicky : "Iya ada kemungkinan kayak gitu. Dan sayangnya kemungkinan itu bener"
Bila : "Berarti kita bersebelas harus belajar bareng selama satu tahun?"
Dicky : "Iya. Kenapa?"
Bila : "Gue gak yakin kelas ini bakal damai"
Dicky : "Mungkin kok. Udah ya gue keluar dulu"
Sementara itu di tempat parkir sepeda...
Midda : "Kita mau ngapain disini?"
Rafael : "Kita? Lo aja kali gue enggak"
Midda : "Ko aku? Yang nyolot kan temen temen aku, aku mah cuma ikut ikutan aja"
Rafael : "Apa bedanya? Lagian lo temenan sama mereka kan?! Yaudah sekalian aja!!"
Midda : "Engga adil banget kali"
Rafael : "Udahlah, gausah banyak ngomong. Kalo lo banyak ngomong gue bakal tambah hukuman lo!"
Midda : *cemberut* *kicep* "Gimana kalo kita balap sepeda aja?"
Rafael : "Hah?! Balap sepeda?"
Midda : "Iya. Kenapa? Kamu gabisa?"
Rafael : "Ha?! Eh itu.. eemm.. gue bisa kok"
Midda : "Yaudah kalo bisa. Ambil sepeda kamu sana. Aku mau ambil sepeda aku dulu"
Rafael : "Iya baweel.."
Sementara Midda mengambil sepedanya, Rafael pergi ke arah parkiran mobil untuk menelepon seseorang yang ternyata...
Rafael : "Halo, Bis gawat nih gawat!" #OnThePhone
Bisma : "Halo, gawat kenapa raf?"



to be continued...

Minggu, 16 September 2012

First Fanfict #2


please enjoy the second part...



Keempat sahabat itu pun terusik dengan teriakan seorang gadis.
Disty : "Anak baru!! Baris depan gue! Sambil jongkok ya! Cepetan!!!"
Anak Baru : "Iya kaaaak"
Disty : "Bagus, gue sebagai Ketua Osis bakal membacakan peraturan sekolah. Harap Tenang!"
Disty : "Peraturan pertama harus dateng tepat waktu! Enggak boleh telat  sedetik pun! #OsisnyaLebeh . Peraturan kedua harus memakai pakaian yang sudah ditentukan! So, kalau lo disuruh pake seragam SMP pake tuh seragam! Jangan ngelanggar! Ketiga..."
Saat Ketua Osis membacakan peraturan sekolah SMA 5 Heroes seluruh anak baru pun bosan termasuk Bila Midda Enno dan Riris yang sedang bersembunyi di balik panggung OSIS.
Enno : "Masih jaman ya ada ceramah gratisan di SMA kaya gini" -,-
Bila : "Ceramah gratisan?"
Riris : "Maksudnya ngomong panjang gitu deeeh yang enggak penting"
Midda : "Enggak penting kenapa?"
Enno : "Duh, gini deh di lorong deket kantor Kepsek udah ada plang peraturan sekolah kan? Ngapain coba diumumin lagi"
Midda Bila : "Ooooooh.."
Midda : "Ya udah sih sabar aja"
Enno : "Ini tuh udah sabar bangeeet"
Saat Bila Midda Enno Riris sedang berbincang bincang datanglah tujuh pemuda yang langsung merebut mic dan podium sang Ketua Osis.
Disty : *di dorong* *jatuh*
Bisma : *lepas kacamata* "Gue Bisma, gue anak dari salah satu pemilik sekolah ini. Jadi selain peraturan sekolah ada peraturan lain yang harus elo semua turutin. Peraturan dari kita cuma satu yaitu kalian semua harus ngikutin apa yang kita bertujuh mau *smash yang lain buka kacamata* dan kalian harus kasih apapun itu yang kita minta. Ngerti?!"
Seluruh anak baru pun ribut dengan kehadiran SM*SH di sekolahnya. Mereka pun bertanya kalau apakah benar tujuh pemuda itu adalah SM*SH namun ketujuh pemuda itu tidak mempedulikannya. Tidak seperti anak lainnya Bila Midda Enno Riris pun tidak setuju dengan peraturan yang telah dibuat oleh SM*SH.
Riris : *berdiri* "Apa apaan tuh? Elo kan cuma anak pemilik sekolah bukan pemiliknya langsung jadi elo enggak punya hak buat ngatur kita dong! Peraturan apapun itu yang elo semua *menunjuk smash* buat gue enggak bakal setuju!"
Bisma : *menengok ke Riris dan BREM* "Elo anak baru kan? Turutin aja kali"
Riris : "Elo sendiri anak baru kan? Jangan mentang mentang deh lo! Elo berenam juga!"
Ilham salah satu personil SM*SH pun membela Bisma.
Ilham : "Rese ya lo! Tinggal nurut sama kita doang kok ribet banget sih! Sekali lagi gue tegasin ya kita tuh anak yang punya sekolah!"
Riris : "Oh! Gue peduli kalo elo semua anak yang punya sekolah?"
Riris pun kesal dan berbalik pergi. Namun Ilham yang tidak suka dengan Riris melemparnya dengan kacamata hitam miliknya. Kacamata itu pun tepat mengenai kepala Riris.
Riris : "Aduh! Lo gila ya!"
Enno : *berdiri* "Ris!!" *berpura pura mengejar Riris* *menginjak kacamata Ilham* "Uuuups... *menutup mukanya dengan satu tangan* keiinjek soriii" *senyum sinis*
Bila Midda : *berdiri* "Wooo pengecut! Beraninya sama perempuan! Wleeeee" *menjulurkan lidahnya*
Anggota SM*SH lainnya pun mentertawai Ilham dan Bisma kecuali Morgan.
Reza : "Wah dua lawan empat hahahaha"
Dicky : "Taruhan siapa yang menang"
Reza : "Siapa takut gue pegang empat cewe itu"
Dicky : "Gue pegang Bisma Ilham berarti" *mengeluarkan dompet*
Ilham : "Berisik lo!" *menegur Reza Dicky*
Bila : "Bukannya elo yang berisik ya?"
Midda : "Tau tuh!"
Ilham : "Lo berdua juga! Ikut ikutan aja!"
Bila Midda : "Waaa sereeeeem hahaha" *toss*
Ilham : "Rese lo! Belom tau kita itu siapa?"
Enno : "Gue tau kok, kalian manusia kan? Yaudah terus kenapa?"
Riris : "Haha bener banget"
Bisma : "Oke gini aja Dicky lo urus yang itu *menunjuk Bila*. Raf elo yang kecil itu *menunjuk Midda*. Ham elo yang nyolot itu *menunjuk Riris* dan Za elo yang semut itu *menunjuk Enno*. Rangga morgan ikut gue"
Rafa : "Akhirnya gue punya mainan baru wkwk"
Reza : "Enaknya gue apain ya?"
Ilham : "Gue sih mau bales dendam. Mau gue timpukin tuh cewe"
Dicky : "Gue ngapain dong?" *tablo*


to be contined..

Jumat, 17 Agustus 2012

First Fanfict #1


enjoy my first fanfict ^^


Di zaman yang modern ini (?) ada empat sahabat yang baru saja lulus dari Sekolah Menengah Pertama. Mereka pun melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Menengah Atas yang sama yaitu Sekolah Menengah Atas 5 Heroes. Sekolah tersebut adalah sekolah terfavorit, terbaik dan terelite di Indonesia.
Tidak jauh dari 'budaya' SMA lainnya di SMA 5 Heroes ini pun ada yang namanya Masa Orientasi Siswa atau Ospek. Karena di SMP keempat sahabat tersebut tidak melaksanakan dan sekolahnya tidak mengadakan MOS atau Ospek mereka tidak pernah melakukannya, jadi mereka tidak melakukan apa yang diperintahkan oleh OSIS ataupun seniornya. 
Pagi hari di hari pertama keempat sahabat masuk sekolah barunya...
Bila : "Ih, gila ya kita disuruh pake begituan *menunjuk anak baru lain yang menggunakan perlengkapan MOS* untung kita engga nurutin perintah senior"
Enno : "Kayaknya kamu biasa gila kayak gitu deh bil wkwk"
MIdda : "Gila sih gila tapi enggak segitunya juga"
Bila, Enno dan Midda yang sedang asyik mengobrol tiba tiba dikagetkan oleh Riris...
Riris : "DOR!!!" *terengah engah*
Bl, Md, En : *kaget*
Midda : "Gak pake ngagetin bisa kalii"
Bila : "Kenapa ngos ngosan gitu ris?"
Riris : "Capek tauu!! Tadi gerbang hampiiir aja ditutup. Makanya aku ngebut"
Enno : "Udah yuk kita ke kelas aja, sepeda udah pada di parkir kan?"
Md, Rr : "Udah kok" *enno midda riris pergi*
Bila : "Tungguin doong mau benerin tali sepatu duluu"
Saat Bila selesai membetulkan sepatunya ia tidak sengaja menabrak seorang gadis saat ia bangun untuk menyusul teman-temannya.
Bila : *menabrak gadis* "Eh maaf maaf"
Gadis : "Eh lo kalo jalan pake mata dong! Main tabrak orang aja!" *merapikan pakaiannya*
Bila : "Maaf maaf aku kan engga sengajaa. Lagian jalan kan pake kaki bukan mata.."
Gadis : "Nyolot ya lo!" *mendorong Bila hingga jatuh*
Bila : "AWWW!!!!" *jatuh*
Mendengar teriakan Bila, Enno Midda dan Riris pun menghampiri Bila dan gadis yang sedang berseteru.
Midda : "Bila?! Ngapain duduk disitu?" *membangunkan Bila*
Gadis : "Itu temen temen lo?" *menghadap Bila*
Gadis : *menghadap ke Enno, Midda dan Riris* "Heh! Bilangin ke temen lo itu ya! *menunjuk bila* Kalo jalan matanya dipake dan gak usah nabrak nabrak orang! Berlutut!"
Bila : "Aku kan udah minta maaf...."
Riris : "Maksud lo apa ngedorong temen gue?! Harusnya elo yah yang minta maaf!"
Gadis : "Kok gue?! Yang nabrak itu temen lo! Jadi dia yang harusnya minta maaf sama gue!"
Riris : "Tapi dia udah minta maaf! Sekarang elo yang harus minta maaf karena udah ngedorong temen gue! Udah deh lama nugguin elo bersujud ke temen gue! Kita sibuk! Ayo mid, no, bil kita ke kelas!" *pergi*
Gadis : "Bersujud?! Sorry gue gak mau sujud sama orang kayak kalian! Sampe kapan pun gue gak bakal baik sama kalian! Inget itu!"
Riris : "Peduli apa gue sama lo?"
Sesampainya di kelas mereka langsung memilih tempat favoritnya. Riris memilih tempat di pojok ruangan, Enno di depannya, Midda di sebelah Riris, dan Bila di depan Midda.
Riris : "Tuh anak siapa sih? Sok berkuasa banget."
Bila : "Selau aja riis, aku gak kenapa kenapa kok."
Enno : "Iya tuh Bila aja enggak ngomel ngomel kok malah kamu yang kesel?"
Riris : "Abis aku enggak suka kalau ada sahabat aku yang di-bully, walaupun aku kadang suka nge-bully kamu siih wkwk"
Enno : "Tapi paling engga kita dalam rangka bercanda kaan. Bukan kaya si cewe itu"
Bl, Md, Rr : "Iya siih hahahaha..."
Terdengar bunyi speaker pengumuman dari sudut ruangan yang memerintahkan untuk semua siswa baru untuk segera ke aula untuk acara Ospek.
Midda : "Udah yuk kita ke aula"
Bila : "Bawa apa?"
Enno : "Ngapain? Males"
Riris : "Ayo cepetaaan!!"
Bila Midda Enno dan Riris pun berlari menuju aula. Sesampainya mereka di Aula di sana sudah banyak anak baru lain yang memakai peralatan MOS mereka seperti kacamata hitam besar, baju khas SMP, tas karung goni, rambut kuncir banyak dan peralatan kebersihan. Tidak pula lupa papan nama.
Enno : "Kok pada nurut gitu sih?"
Riris : "Kita aja enggak bawa apa apa wkwk"
Bila : "Parah ih"
Midda : "Emang kamu bawa bil?"
Bila : "Enggak sih"
Rr, Md, En : "Woooooo.."
Enno : "Eh, daripada kita dihukum duluan gara gara gak ngikutin peraturan OSIS mendingan kita kabur dulu kemana gitu"
Rr, Md, Bl : "Yuk" #pergi
Keempat sahabat itu pun terusik dengan teriakan seorang gadis...


to be continued...