Rabu, 24 Oktober 2012

First Fanfict #5

please enjoy...




Beralih ke gedung olahraga...
Riris : "Ngapain kita kesini?"
Ilham : "Gue mau ngasih pelajaran ke elo!"
Riris : "Pelajaran apa? Pelajaran orang sombong? Hahaha.." *duduk di bangku penonton*
Ilham : "Sialan lo! Siapa yang nyuruh duduk?!"
Riris : "Gak ada yang nyuruh. Gue yang mau"
Ilham : "Berdiri! Gue gak nyuruh lo duduk!"
Riris : "Gue udah bilang gak ada yang nyuruh gue duduk. Gue duduk atas kemauan diri gue sendiri!"
Ilham : "Aarggh.. Berdiri!"
Riris : "Siapa sih lo berani nyuruh nyuruh gue?!" *bangun dorong Ilham*
Ilham : "Ooh gituu" *balas mendorong*
Riris : "Beraninya sama perempuan!" *mendorong Ilham lebih keras*
Ilham : "Kenapa? Terserah gue dong" *mendorong Riris hingga terjatuh*
Riris : "Pengecut!" *bangun dan membersihkan roknya*
Ilham : "Ayoo dorong gue kalo bisaa" *mendekat ke arah Riris*
Riris : "Argggh!!"
Riris pun menabrakkan tubuhnya ke arah Ilham, Riris pun jatuh menimpa Ilham. Ilham pun refleks menyingkirkan tubuh Riris. Mereka pun kembali berdiri. Tak butuh waktu lama Riris pun kembali menyerang Ilham dengan memelintir tangannya...
Ilham : "Arggggh!!" *membalikan tangannya dan membanting Riris*
Tiba tiba pintu gedung pun terbuka dan masuklah seseorang..
Rangga : "Stop! Stop! Apa apaan nih?" *memasuki gedung* #telat
Riris : "Aww punggung gue!" *berusaha untuk bangun*
Rangga : "Sini gue bantu" *menjulurkan tangannya*
Riris : "Gue bisa sendiri!" *menangkis tangan Rangga*
Ilham : "Udah ngga, biarin aja cewe kayak gitu mah. Gak perlu dibantu" *memegang tangannya yang tadi di pelintir oleh Riris*
Rangga : "Kasian kali elo banting kayak gitu"
Ilham : "Kasian? Ngapain kasian sama dia? Lagian dia duluan ko yang dorong gue"
Rangga : "Itu doang sampe elo banting dia?"
Ilham : "Engga juga, tadi dia sempet melintir tangan gue"
Riris : *bangun* "Itu karena elo ngeselin udah dorong gue sampe jatoh"
Ilham : "Terus? Cuma gitu doang kan?"
Rangga : "Udah dong. Ayo cepet maafan!"
Ilham : "Dia yang harus minta maaf duluan, dia yang dorong gue pertama kali!"
Riris : "Pertama? Udah jelas jelas elo yang duluan ngelempar gue pake kacamata elo, banyak kok saksinya. Rese lo!"
Ilham : "Elo yang rese!"
Rangga : "Udah!! Minta maaf doang susah banget sih! Dewasa dong! Anak kecil aja marahan dikit langsung baikan, kalah kalian sama mereka!"
Ilham : "Sampai kapan pun gue gak bakal minta maaf sama lo!"
Riris : "Emang gue mau?"
Ilham pun pergi meninggalkan Rangga dan Riris.
Riris : "Ngeselin banget tuh cowok!"
Rangga : "Udah Ilham gak sepenuhnya jahat ko, mungkin dia lagi kesel aja jadi kebawa emosi. Gue keluar dulu ya" *keluar*
Riris : "Iya"
Rangga pun keluar dari gedung olahraga, tak lama kemudian Riris pun pergi menuju kelas. Pukul sembilan bel pun berbunyi dengan "merdunya". Seluruh murid SMA 5 Heroes pun bebas beristirahat, kecuali Enno  yang masih berurusan dengan Reza. (masih) Di ruangan koreografi...
Reza : "Oiya elo kan kalah, jadi harus gue hukum"
Enno : "Hah?! Lo belom puas juga?!"
Reza : "Iya, sampe kapan pun gue ga akan pernah puas nyiksa elo. Ayo ikut gue!" *menarik rambut Enno yang kebetulan dikuncir*
Enno : "Aww!!! Rambut gue!!" *memegang rambutnya dan mengikuti Reza*



to be continued.. thanks for reading ^^

Minggu, 14 Oktober 2012

First Fanfict #4


please enjoy..



Rafael : "Halo, Bis gawat nih gawat!" #OnThePhone
Bisma : "Halo, gawat kenapa raf?"
Rafael : "Cewe yang lo suruh gue hukum, malah nyiksa gue"
Bisma : "Nyiksa gimana? Emang lo sama cewe yang nyolot?"
Rafael : "Bukaan gue sama yang kecil, tapi engga nyolot ituu"
Bisma : "Oooh emang dia nyiksa gimana?"
Rafael : "Dia nantang gue naik sepeda"
Bisma : -_______________- "Terus? Masalah? Udah ya bro gue sibuk" *menutup telepon*
Rafael : "Bismaa!!!"
Rafael pun mengambil sepeda milik orang lain yang terparkir di dekatnya dan berjalan menuju tempat balapan. Disana Midda sudah siap dengan sepedanya...
Midda : "Oke lima lap sampai pohon yang itu. 1.. 2.. 3.." *menaiki sepedanya dan mulai mengendarainya*
Rafael : "Eh tungguin dong!" *berusaha menjalankan sepedanya*
Saat Rafael berusaha menyelesaikan track-nya, Midda sudah hampir mencapai finish. Tiba tiba sebuah 'kecelakaan' kecil terjadi...
Rafael : *jatuh dari sepeda* "Eh gue lagi tanding! Lo nurut dong sama gue!" *memarahi sepeda-nya*
Midda : "Sepeda dimarahin, wah ga waras wkwk"
Rafael : "Shit! Luka lagi"
Midda : "Duuh kasian banget anak mami luka. Cup cup... Hahahaha" *ketawa*
Rafael : "Diem lo! Gue gabakal kalah dari lo!" *bangun dan menaiki sepedanya*
Midda : "Oiyah kamu kan tinggal satu puteran lagi, eh salah deng belum satu puteran wkwk"
Rafael : *terjatuh kembali* "Duh!"
Midda : "Dah kamuu selamat kalah.. Wleee" *meletin lidah*
Sementara itu di ruang koreografi...
Reza : "Sekarang lo pilih, kita battle dance atau adu kempo?"
Enno : "Engga dua duanya"
Reza : "Kenapa? Lo gabisa? Lo gak berani?"
Enno : "Hmm.."
Reza : "Apa? Kalo lo gak mau pilih, biar gue yang pilih. Ayo kita adu kempo"
Enno : "Gak adil dong. Elo cowo gue cewe, Gak Bisa!"
Reza : "Kalo lo gak mau berarti kita battle dance"
Enno : "Oh itu gak bisa juga, elo udah jelas jelas boyband dan gue bukan apa apa, Gak bisa!"
Reza : "Kalo lo gak mau battle dance yaudah kita adu kempo"
Enno : "Elo maksa banget sih!"
Reza : "Kenapa kalo gue maksa? Gue kan anak dari.." *terpotong*
Enno : "Iya elo anak dari ibu dan bapa lo. Terus?"
Reza : "Argggh.. Maksud gue bukan ituu!"
Enno : "Iya gue tau maksud lo apa"
Reza : "Hahaha.. Jadi lo pilih yang mana?"
Enno : "Daripada badan gue ancur elo gebukin, gue lebih pilih battle dance deh" *pasrah*
Reza : "Oke"
Reza pun berjalan ke sudut ruangan untuk menyalakan musik. Terdengarlah lagu "Party Rock Anthem" dari LMFAO..
Reza : "Ayo elo duluan"
Enno : "Gue? Yang nawarin battle kan elo. Jadi elo dong yang duluan"
Reza : "Oiyah gue lupa, dimana mana si ganteng maut duluan"
Enno : "Hah?! Ganteng maut?! Hueks"
Reza pun memulai gerakan dance-nya dengan baik. Tak lama kemudian Reza pun memerintahkan Enno untuk memulai dance-nya..
Reza : "Ayo sekarang elo!"
Enno : "Gue?" *memulai gerakan dance-nya*
Reza : "Dance apaan tuh? Gak bisa gak ada gerakan dance kaya gitu! Maksa lo!"
Enno : *menghentikan dance-nya* "Gue udah bilang gue gak bisa dance. Elo yang maksa gue buat nge-dance!"
Reza : "Karena gerakan dance elo gak jelas jadi yang menangin battle dance ini gue!"
Enno : "Kok elo yang nentuin? Elo peserta bukan juri! Sekarang dari gue!"
Reza : "Oh sori gue gak bisa gue sibuk"
Enno : "Eh gak bisa gitu dong. Lo gak bisa pergi gitu aja!"
Reza : "Terus mau lo apa?"
Enno : "Mau gue? Kita lanjutin main tapi sekarang dari gue"
Reza : "Gak bisa. Judulnya tuh gue yang ngehukum elo bukan elo yang ngehukum gue!"
Enno : "Ganti judul dong!"
Reza : "Ah ribet lo! Udah sekarang elo gue hukum!"
Rafael : "Halo, Bis gawat nih gawat!" #OnThePhone
Bisma : "Halo, gawat kenapa raf?"
Rafael : "Cewe yang lo suruh gue hukum, malah nyiksa gue"
Bisma : "Nyiksa gimana? Emang lo sama cewe yang nyolot?"
Rafael : "Bukaan gue sama yang kecil, tapi engga nyolot ituu"
Bisma : "Oooh emang dia nyiksa gimana?"
Rafael : "Dia nantang gue naik sepeda"
Bisma : -_______________- "Terus? Masalah? Udah ya bro gue sibuk" *menutup telepon*
Rafael : "Bismaa!!!"
Rafael pun mengambil sepeda milik orang lain yang terparkir di dekatnya dan berjalan menuju tempat balapan. Disana Midda sudah siap dengan sepedanya...
Midda : "Oke lima lap sampai pohon yang itu. 1.. 2.. 3.." *menaiki sepedanya dan mulai mengendarainya*
Rafael : "Eh tungguin dong!" *berusaha menjalankan sepedanya*
Saat Rafael berusaha menyelesaikan track-nya, Midda sudah hampir mencapai finish. Tiba tiba sebuah 'kecelakaan' kecil terjadi...
Rafael : *jatuh dari sepeda* "Eh gue lagi tanding! Lo nurut dong sama gue!" *memarahi sepeda-nya*
Midda : "Sepeda dimarahin, wah ga waras wkwk"
Rafael : "Shit! Luka lagi"
Midda : "Duuh kasian banget anak mami luka. Cup cup... Hahahaha" *ketawa*
Rafael : "Diem lo! Gue gabakal kalah dari lo!" *bangun dan menaiki sepedanya*
Midda : "Oiyah kamu kan tinggal satu puteran lagi, eh salah deng belum satu puteran wkwk"
Rafael : *terjatuh kembali* "Duh!"
Midda : "Dah kamuu selamat kalah.. Wleee" *meletin lidah*
Sementara itu di ruang koreografi...
Reza : "Sekarang lo pilih, kita battle dance atau adu kempo?"
Enno : "Engga dua duanya"
Reza : "Kenapa? Lo gabisa? Lo gak berani?"
Enno : "Hmm.."
Reza : "Apa? Kalo lo gak mau pilih, biar gue yang pilih. Ayo kita adu kempo"
Enno : "Gak adil dong. Elo cowo gue cewe, Gak Bisa!"
Reza : "Kalo lo gak mau berarti kita battle dance"
Enno : "Oh itu gak bisa juga, elo udah jelas jelas boyband dan gue bukan apa apa, Gak bisa!"
Reza : "Kalo lo gak mau battle dance yaudah kita adu kempo"
Enno : "Elo maksa banget sih!"
Reza : "Kenapa kalo gue maksa? Gue kan anak dari.." *terpotong*
Enno : "Iya elo anak dari ibu dan bapa lo. Terus?"
Reza : "Argggh.. Maksud gue bukan ituu!"
Enno : "Iya gue tau maksud lo apa"
Reza : "Hahaha.. Jadi lo pilih yang mana?"
Enno : "Daripada badan gue ancur elo gebukin, gue lebih pilih battle dance deh" *pasrah*
Reza : "Oke"
Reza pun berjalan ke sudut ruangan untuk menyalakan musik. Terdengarlah lagu "Party Rock Anthem" dari LMFAO..
Reza : "Ayo elo duluan"
Enno : "Gue? Yang nawarin battle kan elo. Jadi elo dong yang duluan"
Reza : "Oiyah gue lupa, dimana mana si ganteng maut duluan"
Enno : "Hah?! Ganteng maut?! Hueks"
Reza pun memulai gerakan dance-nya dengan baik. Tak lama kemudian Reza pun memerintahkan Enno untuk memulai dance-nya..
Reza : "Ayo sekarang elo!"
Enno : "Gue?" *memulai gerakan dance-nya*
Reza : "Dance apaan tuh? Gak bisa gak ada gerakan dance kaya gitu! Maksa lo!"
Enno : *menghentikan dance-nya* "Gue udah bilang gue gak bisa dance. Elo yang maksa gue buat nge-dance!"
Reza : "Karena gerakan dance elo gak jelas jadi yang menangin battle dance ini gue!"
Enno : "Kok elo yang nentuin? Elo peserta bukan juri! Sekarang dari gue!"
Reza : "Oh sori gue gak bisa gue sibuk"
Enno : "Eh gak bisa gitu dong. Lo gak bisa pergi gitu aja!"
Reza : "Terus mau lo apa?"
Enno : "Mau gue? Kita lanjutin main tapi sekarang dari gue"
Reza : "Gak bisa. Judulnya tuh gue yang ngehukum elo bukan elo yang ngehukum gue!"
Enno : "Ganti judul dong!"
Reza : "Ah ribet lo! Udah sekarang elo gue hukum!"



to be continued... thanks for reading ^^

Jumat, 12 Oktober 2012

First fanfict #3




Dicky, Reza, Ilham dan Rafael pun menggiring Bila, Enno, Riris dan Midda ke tempat masing masing dengan cara yang kasar. Bila digiring ke arah kelas. Enno digiring ke tempat latihan koreografi. Midda digiring ke tempat parkir sekolah. Dan Riris digiring ke gedung olahraga.
Sementara itu di tangga...
Dicky : "Eh cepetan dong! Lama banget sih jalannya"
Bila : "Iya iyaa sabar atuh"
Saat Bila menyusul Dicky ia tersandung tangga dan terjatuh..
Bila : "Au au sakit euy" *memegang kakinya*
Dicky : *menoleh ke arah Bila*
Bila : "Sakit banget. Mungkin keseleo"
DIcky : "Sini gue bantu" *membopong BIla* "Mau gue anter ke UKS?"
Bila : "Engga, enggak usah. Gue cuma keseleo kok" *salting*
Dicky : "Yakin?"
Bila : "Iya, gue mau ke kelas aja" *melepaskan Dicky*
Dicky : "Mau gue anter?"
Bila : "Hmm... Gak usah gue bisa sendiri kok"
Dicky : "Oh yaudah gue kesana dulu ya" *berbalik*
Bila : "Oke"
Bila pun mencoba berjalan sendiri. Namun karena kakinya yang keseleo ia terjatuh.
Bila : "Aww!" *Dicky kembali*
DIcky : "Gue bilang juga apa. Sini gue bantu."
Mau tak mau Bila pun diantar oleh Dicky ke kelasnya. Sesampainya mereka ke kelas Dicky terkejut dengan apa yang dilihatnya...
Bila : "Makasih udah nganter gue ke kelas"
Dicky : "I.. ini kelas lo?"
Bila : "Iya ini kelas gue dan temen temen gue yang tiga tadi, kenapa?"
Dicky : "Kelas gue juga disini, Ini Xperfect kan?"
Bila : "Iya ini Xperfect. Elo disini? Berarti ada kemungkinan kalo temen temen lo yang nyebelin itu disini"
Dicky : "Iya ada kemungkinan kayak gitu. Dan sayangnya kemungkinan itu bener"
Bila : "Berarti kita bersebelas harus belajar bareng selama satu tahun?"
Dicky : "Iya. Kenapa?"
Bila : "Gue gak yakin kelas ini bakal damai"
Dicky : "Mungkin kok. Udah ya gue keluar dulu"
Sementara itu di tempat parkir sepeda...
Midda : "Kita mau ngapain disini?"
Rafael : "Kita? Lo aja kali gue enggak"
Midda : "Ko aku? Yang nyolot kan temen temen aku, aku mah cuma ikut ikutan aja"
Rafael : "Apa bedanya? Lagian lo temenan sama mereka kan?! Yaudah sekalian aja!!"
Midda : "Engga adil banget kali"
Rafael : "Udahlah, gausah banyak ngomong. Kalo lo banyak ngomong gue bakal tambah hukuman lo!"
Midda : *cemberut* *kicep* "Gimana kalo kita balap sepeda aja?"
Rafael : "Hah?! Balap sepeda?"
Midda : "Iya. Kenapa? Kamu gabisa?"
Rafael : "Ha?! Eh itu.. eemm.. gue bisa kok"
Midda : "Yaudah kalo bisa. Ambil sepeda kamu sana. Aku mau ambil sepeda aku dulu"
Rafael : "Iya baweel.."
Sementara Midda mengambil sepedanya, Rafael pergi ke arah parkiran mobil untuk menelepon seseorang yang ternyata...
Rafael : "Halo, Bis gawat nih gawat!" #OnThePhone
Bisma : "Halo, gawat kenapa raf?"



to be continued...