Kamis, 27 Juni 2013

First Fanfict #40

gak kersa udah part 40 wkwkw, enjoy :)

Reza : *memasuki balkon* *membawa senampan minuman* "Apaan nih, kok ada gue guenya?"
Dicky : "Sorry za, tadi gue keceplosan soal tadi malem loo.." *terpotong*
Reza : "Soal si Enno ikut mobil gue? Lagian kenapa juga mobil gue yang kosong. Kalo salah satu dari elo ikut mobil gue kan gue gak perlu semobil sama si semut itu"
Enno : hah? reza ngegendong gue? mampus gue bisa di ancurin sama si thella *menghadap belakang*
Thella : alesan lo bagus banget za.. liatin abis semua pergi lo bakal berurusan sama gue!
Ilham : "Mmmm no, lo gak jadi nanya?"
Enno : "Oh eh gini gue cuma mau nanya aja. Pas elo di rumah tua itu lo liat kalung perak gue gak?"
Reza : "Kalung? Warna perak?"
Enno : "Iya! Perak ada liontin love kecil, lo liat?"
Reza : "Gue sempet liat pas lo masih di rumah tua sebelum gue..." *melirik Thella*
Thella : *menatap Reza dengan tajam*
Enno : "Sebelum lo apa?"
Reza : "Mmm sebelum gue.. masuk mobil! Coba gue cari dulu siapa tau ada di mobil gue! Ayo ikut!" *menarik lengan Enno dan turun menuju parkiran* *melarikan diri dari Thella*
Enno : "Eh eh pelan pelan!!" *keluar villa*
Thella : #jealous
SM*SH : #bingung
Reza pun menarik Enno sepanjang menuruni tangga.
Enno : "Eh za! Gue gak bisa cepet cepet kalo turun tangga!! Apalagi kalau ditarik gini. Heh Za!!! Jatoh nih gue!!"
Siswa Xperfect yang berada di lantai 3 pun terkejut dan bingung melihat Reza dan Enno di tangga. .-.
Reza : "Udah ayo cepetaaan!!!"
Enno : "Gue tau lo itu ngelariin diri dari The.." *terpotong*
Reza : *menutup mulut Enno* "Jangan ngomong itu disini, apalagi teriak" *melepas tangannya*
Enno : "Terserah gue dong, mulut mulut gue. Lagian apa hak lo buat larang gue -,-"
Reza : "Lo mu nyari kalung lo kan? Yaudahlaah diem aja" -,-
Enno : -__________-
Di parkiran mobil...
Reza : "Gue ngaku gue salah, gue narik lo turun tangga emang biar gue punya alibi. Tapi sorry deh.."
Enno : "Enak aja lo sorry sorry gitu aja. Elo emang selamat tapi gue? Heuh lagian ngapain juga lo pake gendong gendong gue"
Reza : "Lo engga bisa nyalahin gue gitu aja. Waktu itu kan elo juga yang engga sadar sadar jadi terpaksa gue angkut ke mobil gue"
Enno : "Udah ah cape gue adu bacot sama lo. Mana kunci mobil lo? Sini, gue mau nyari kalung gue!"
Reza : "Nih" *menyerahkan kunci mobil*
Enno : *membuka kunci mobil dan mencari di dalam mobil*
Reza : "Lo nyari apa? Kan gue bilang gue liat kalung lo sebelum gue masuk mobil. Berarti kalung lo udah gak ada pas di mobil" -____-
Enno : *berhenti mencari* "Terus gimana dong? Masa iya kalung kesayangan gue harus ilang? Gak mau tau lo harus cari!"
Reza : "Udahlaah itu masalah lo, gak ada urusannya sama gue kan?"
Enno : "Tapi kan elo yang..." *terpotong*
Reza : *mendorong Enno masuk mobil* "Masuk. Gue bawa lo ke rumah tua" *memasuki mobil dan mengendarainya menuju rumah tua*
Sementara itu di Rumah 2 tempat SM*SH Thella dan Dina berkumpul.
Thella : "Guys gue balik ke kamar dulu ya, mau ngambil i-pad gue" *beranjak dan pergi* *membanting pintu*
Dicky : "Weiits kenapa tuh cewe? Gak selau amat pake banting banting pintu"
Rangga : "Lo kaya gak tau cewe aja dick"
All : "Hahahaha"
15 menit kemudian, sesampainya Reza dan Enno di rumah tua...
Enno : *keluar mobil* "Lo mau bunuh gue bukan? Kalo nyetir tuh jangan ngebut ngebut! Lo kira ini tol " -,-
Reza : *keluar dari mobilnya dan mengunci mobil* " Jadi cewe jangan marah marah terus, tambah pendek lo"
Enno : *speechless* okeh gue pendek
Reza : "Hahaha diem juga lo, ayo!" *berjalan menuju rumah tua*
Enno : *mengikuti Reza*
Di dalam rumah tua Reza dan Enno mencari kalung Enno. Reza mencari di bagian luar dan Enno di dalam. Rupanya secara tidak sengaja...

apa yang gak disengajaaa? wkwkwk to be continued :)

Minggu, 23 Juni 2013

First Fanfict #39

Dei : "Menurut Reza bisa aja kalo penculiknya itu ngegendong Rena terus dibawa kabur keluar dari hutan ini"
Riris : "Za, itu bukan alasan lo biar kita keluar dari hutan ini kan? Hahaha"
Reza : "Gue emang takut! Tapi yang gue omongin tadi bisa aja kan? Secara si Enno tuh kecil ya gampang dibawa bawa laah"
Riris : "Terus sekarang kita mau gimana?"
Dei : "Bentar ya guys, gue nerima telpon dulu" *mengangkat telepon* "Halo? Kenapa Vin? Lo udah nemu rumahnya? Dimana? Iya iya gue kesana sekarang" *menutup telepon*
Riris : "Si Kevin udah nemu?"
Dei : "Iya dia nemu rumah tua gitu tapi agak berisik di dalemnya. Katanya gak jauh dari mobil Jeep tadi. Bener kata lo za, rumahnya diluar hutan ini"
Reza : "Bener kan apa kata gue" :p "Ayo cepet kita selamatin si Semut!" *berlari*
Riris : "Lo pengen cepet cepet keluar dari hutan kan? Bukan pengen nyelametin Enno?" *berlari* xp
Ternyata Kevin dan Dimaz sudah siap di luar pintu rumah tersebut bersama Ilham Dicky Rafael Bisma Morgan dan Rangga. Sedatangnya Reza Riris dan Dei mereka langsung menyerbu masuk kecuali Riris. Ia ditugaskan untuk berjaga diluar dan sekaligus mencari Enno lewat jendela.
Tanpa diduga duga di dalam rumah itu terdapat 20 preman berbadan besar. Untungnya 10 siswa tersebut sudah mempersiapkan diri sehingga dengan lihai dan terampil mereka menghabiskan preman preman tersebut dalam waktu 5 'menit.
Riris pun sudah menemukan Enno melalui jendela besar yang tertutupi oleh gorden gorden tua yang sudah rombeng. Karena tidak ada yang menjaga ia segera memecahkan kaca dan menerobos masuk. Sayangnya Enno masih tertidur. -__________________-
Riris : "No, bangun woi!" *menggoyang goyangkan Enno* "No!! Woi!!! Banguuuuuuuun!! Enno!!!" *menampar nampar Enno*
Reza, Dicky, Dimaz dan Rangga pun bergegas masuk ruangan tempat Riris dan Enno berada melewati jendela karena pintu yang dikunci. Sedangkan 6 siswa lainnya masih tetap berada disitu khawatir para preman sadar kembali atau masih ada yang tersisa. Di ruangan...
Riris : "Si Enno masih tidur, susah dibanguninnya"
Dicky : "Yaudah gendong aja masukin ke mobil"
Riris : "Gencong dick! Gue gak bisa, jauh dari sini ke mobil"
Dicky : "Gue gak bisa gendong orang, tangan gue baru aja salah nonjok. Harusnya muka preman malah tembok"
Rangga : "Jangan curhat disini ky"
Dimaz : "Yaudah gue aja yang gendong, masuk mobil mana nih?"
Rangga : "Mobil yang kosong mobil siapa?"
Riris : "Mobil gue sama Reza"
Reza : "Yaudah sini gue yang bawa" *menggendong Enno* "Ayo keluar!"
Tanpa berbasa basi 11 siswa Xperfect tersebut pun bergegas memasuki mobilnya masing masing menuju hotel guru. Dalam perjalanan...
Riris : "Masih belom bangun juga za?"
Reza : "Belum"
Riris : "Bisa jadi dia tidur asli, bukan efek dari mereka"
Reza : "Emang se-kebo itu?"
Riris : "Tergantung sih, kadang gampang bangun kadang ya begini"
Reza : "Dari kecil?"
Riris : "Kalo gak salah sih dari SD, pas SMP malah hampir setiap pelajaran sebelum makan siang pasti tidur 10 menit 5 menit"
Reza : "Emangnya dia enggak pernah ditegur atau dihukum guru gitu?"
Riris : "Ditegur sih lumayan sering, cuma enggak sampe dihukum juga"
Reza : "Oooh gitu.. Oh iya ini jadinya kemana? Ke hotel guru aja? Gak usah ke villa?"
Riris : "Kita bawa ke Miss Dennisa dulu aja"
Reza : "Yaudah"
15 menit perjalanan pun usai setibanya mereka di Hotel Pesona tempat guru guru menginap. Rencananya Enno akan bermalam di hotel untuk malam ini.
Reza : *membawa Enno ke hadapan Miss Dennisa* "Ini miss Rena nya" *mendudukkan Enno*
Ms Dennisa : "Belum sadar juga? Ada luka?"
Riris : "Sepertinya sudah miss, cuma dia tertidur. Dan sepertinya tidak ada luka apapun"
Ms Dennisa : "Kalau begitu Rena tidur di villa saja. Tadinya kalau Rena terluka akan tidur disini bersama miss"
Riris : "Kalau begitu sekarang juga kami antar ke rumahnya miss. Permisi.." #pergi
Reza : *menggendong Enno dan pergi*
Malam itu Enno langsung ditidurkan di tempat tidurnya oleh Reza dan Riris.
Keesokan paginya...
Enno : *bangun* "Aku dimana? Midda? Miiiid.." *membangunkan Midda*
Midda : *bangun* "Kamu udah bangun no? Maaf ya gara gara kita tinggalin kamu jadi diculik gini.."
Enno : "Emang aku diculik? Bentar bentar belanjaan aku mana? Kemaren aku belanja banyaak"
Midda : "Kamu diculik no, terus kayaknya sebagian belanjaan kamu masih ada di tempat kamu diculik. Sebagian lagi ada di ruang tamu. Emangnya kamu enggak nyadar kalo kamu diculik?"
Enno : "Enggak, yang aku inget pas aku belanja aku cape. Terus aku duduk terus aku... tidur. Bangun bangun disini"
Midda : "Dasar kebo! Kita semua tuh panik gimana caranya nyelametin kamu dari penjahat, kamu malah gak sadar" -___________-
Enno : "Ih jangan salahin. Salah penjahatnya ngasi aku obat tidur"
Midda : "Udah udah, aku mau mandi dulu. Nanti kamu ikut aku ke hotelnya Miss Dennisa" *beranjak dari tempat tidur*
Saat Enno memeriksa barang barangnya ia baru teringat bahwa ia belum melihat kalung pemberian almarhum kakeknya. Ia pun kembali memeriksa setiap detail barang barangnya. Ia tidak ingin kehilangan kalung tersebut.
Kalung itu sangat berharga untuknya karena itu adalah pemberian terakhir dari almarhum kakeknya. Kalung itu memang sangat spesial karena dipesankan khusus oleh sang kakek untuknya dari USA. Di kalung itu terdapat liontin love kecil bertuliskan nama kakeknya.
Seselesainya Midda dan Enno bersiap mereka berdua langsung menggunakan motor sewaan Midda untuk pergi ke hotel Miss Dennisa. Disana Enno menceritakan kalungnya yang hilang.
En Md : "Permisi miss..."
Ms Dennisa : "Silakan duduk"
En Md : *duduk*
Ms Dennisa : "Jadi, apa yang terjadi?"
Enno : "Mmm tidak ada miss, saya hanya kehilangan kalung pemberian almarhum kakek saya"
Ms Dennisa :"Selain itu tidak ada lagi?"
Enno : "Belanjaan saya banyak yang tertinggal miss"
Ms Dennisa : "Kalau hanya itu berarti tidak ada yang perlu dipermasalahkan kembali kan?"
Enno : "Tapinya miss itu barang berharga saya"
Ms Dennisa : "Kamu bisa membeli lagi souvenir souvenir kamu kan?"
Enno : "Bukan belanjaan saya miss, kalung saya yang berharga"
Ms Dennisa : "Oooh kalau begitu coba kamu tanyakan pada yang lain. Kebetulan miss tidak ikut menuju tempat penculiknya"
Enno : "Lalu siapa saja yang ikut miss?"
Ms Dennisa : "Ada 11 orang: Riris, Bisma, Reza, Dicky, Ilham, Morgan, Rafael, Rangga mm siapa lagi ya?"
Midda : "Kevin, Dei sama Dimaz bu"
Ms Dennisa : "Oh iya iya Kevin Dei sama Dimaz"
Enno : "Kalau begitu saya permisi dulu ya miss"
Ms Dennisa : "Ya ya silakan"
En Md : *beranjak dari tempat duduk dan pergi*
Enno dan Midda pun kembali ke villa dan mengunjungi setiap kamar.
Enno : "Bis, gan, tadi malem pas kalian ada di tempat penculik itu liat kalung gue ga?"
Bisma : "Mana gue tahu, lo pikir gue pengamat apa" -,-
Midda : "Please, kalungnya perak ada liontin love kecil"
Morgan : "Kalung yang sering lo pake itu no? Gue sih enggak liat"
Enno : "Mmm yaudah makasi"  *menuju lantai 2*
Bsm Mrg : *menuju lantai 5*
Di ruang tengah lantai 2..
Enno : "Call liat kevin atau ilham gak?"
Callysta : "Kevin keatas, Ilham juga. Kenapa?"
Enno : "Gak apa apa yaudah gue keatas dulu ya"
Callysta : "Ooh yaudah"
Di ruang tengah lantai tiga kosong, tidak ada orang. Seluruh penghuninya sedang berada di lantai 5. Di  lantai 4 sudah berada Bila, Litha, Kevin, Dei dan Dimaz. Mereka berlima rupanya sedang asyik bermain billiard.
Midda : "No, aku disini aja yak"
Enno : "Heem.. Eh vin dei dim, liat kalung gue gak?"
Dimaz : "Kalung kayak gimana?"
Enno : "Perak ada liontin love kecil"
Dei : "Sorry gue gak liat"
Kvn Dmz : "Gue juga"
Enno : "Kalo gitu makasi ya" *pergi menuju lantai 5*
Di balkon lantai 5 berkumpulah SM*SH Dina Thella dan Lala.
Enno : *mengetuk pintu* "Tok tok toook!!! Woi buka!!"
Bisma : "Ganggu banget, siapa si?" *berjalan membukakan pintu* "Lo lagi? Ngapain lo kesini?"
Enno : *keluar menuju balkon* "Bagus deh kalo lo semua ada disini, gue cuma mau nanya aja"
Rafael : "Nanya apa? Cepet deh, kita sibuk tau!"
Enno : "Yee woles kali mas."
Thella : "Jadi lo mau nanya apa?"
Enno : "Gue mau nanya, lo semua liat kalung gue gak pas ke rumah tua tadi malem?"
Rf Rg Dc Il : "Enggak"
Morgan : "Gue udah bilang engga"
Bisma : "Lo udah nanya ini tadi ke gue dan morgan, masih belum puas juga? Lagian kayaknya penting banget tuh kalung. Tinggal beli lagi kali"
Enno : "Itu kalung peninggalan dari almarhum kakek gue!"
Dicky : "Coba aja lo tanya si Reza. Tadi malem kan elo di gendong sama si Reza. Eh.."
Enno Thella : :O
Reza : *memasuki balkon* *membawa senampan minuman* "Apaan nih, kok ada gue guenya?"
Dicky : "Sorry za, tadi gue keceplosan soal tadi malem loo.." *terpotong*
Reza : "Soal si Enno ikut mobil gue? Lagian kenapa juga mobil gue yang kosong. Kalo salah satu dari elo ikut mobil gue kan gue gak perlu semobil sama si semut itu"
Enno : hah? reza ngegendong gue? mampus gue bisa di ancurin sama si thella *menghadap belakang*
Thella : alesan lo bagus banget za.. liatin abis semua pergi lo bakal berurusan sama gue!

to be continued, yang masih pengen tau kelanjutannya bisa stay di blog ini kok :) thanks udah bacaaa

Jumat, 21 Juni 2013

First Fanfict #38

mumpung lagi baik wkwkwk, enjoy :)

Di sisi lain Lala, Dina dan beberapa personel SM*SH sempat mendengarkan percakapan via telepon tadi.
Rangga : "Guys, ada yang denger percakapan orang telepon tadi ga? Apa gue doang yang denger?"
Lala Dina : "Gue denger!"
Rafael : "Gue juga denger, yang kata Toko Raja jadi Rata kan?"
Dicky : "Gue sih dengernya yang cowo pake terusan pink item"
Reza : "Gue denger semuanya, mana nama gue disebut sebut lagi. Kurang ajar tu orang. Masa iya yang tadinya Rena jadi Reza?"  -,-
Rangga : "Guys, serius nih! Gue denger ada kata nyulik terus Thella sama Rena"
Reza : "Sependengaran gue sih kayanya orang itu punya rencana sama Thella terus mereka dapet mangsa baru namanya Rena orangnya kecil pake terusan pink item ada di Toko Raja"
Thella : "Rencana? Sama gue? Gue gak punya kenalan siapa siapa disini. Pada salah denger kali"
RRRDDL : "Serius thel!"
Thella : "Santai mbak, mas. Emang mereka ngerencanain apa?"
Rangga : "Penculikan"
Ilham : "Oooh yaudah berarti bukan Thella kan korbannya? Jalan lagi yuk!"
Bisma : "Bukan gitu masalahnya ham! Meskipun bukan Thella korbannnya kita tetep harus lapor sama pihak berwenang! Masa iya kita ngebiarin gitu aja si Rena dicu.." *terpotong* *teringat sesuatu*
All : "Rena?!"
Dicky : "Bukannya itu nama asli si semut?" *berbarengan*
Rangga : "Rena itu si Enno kan?" *berbarengan*
Dina : "Guys itu si Enno!!!" *berbarengan*
Reza : "Enno!!" *berbarengan*
(orang baik) : *panik*
Morgan : "Sekarang gini guys! Meskipun enggak semua dari kita baik sama dia, kita tetep harus nolongin dia sebagai teman sekelas yang baik!"
Bisma : "Bener tuh! Gimana kalo gue, Morgan, Rafa sama Reza ngambil mobil dulu. Sisanya tunggu disini kalian lapor ke guru / temen si semut! Ayo!"
B R R M : *berlari menuju parkiran mobil*
IDDLTR : *menghubungi Ms. Dennisa dan siswa X-Perfect*
Tidak sampai 10 menit seluruh siswa X-Perfect beserta Miss Dennisa sudah berkumpul di tempat SM*SH mendenger pembicaraan telepon tadi. Tiba tiba terdengar suara yang berasal dari handphone Bila.
Bila : *mengangkat telepon* "Halo ini siapa?"
Bos : "Lo gak perlu tau gue siapa! Yang jelas kalo lo mau temen kecil lo selamat, taruh koper berisi satu milyar didalam perahu berwarna merah biru bendera putih! Gue tunggu sampe jam 12 malem ini!" *mematikan telepon*
Bila : "Miss bener Enno diculik! Tadi ada orang yang nelepon saya kalau mau Enno selamat kita harus menaruh koper berisi satu milyar di sebuah perahu di tepi pantai"
Ms Dennisa : "Kalau begitu kita langsung sergap ke markas mereka saja! Mereka pasti meninggalkan jejak dari Toko Raja! Ayo!" *berjalan menuju salah satu mobil*
Dei : *menepuk pundak Miss Dennisa* "Maaf miss bukannya menyela tetapi apa lebih baik kalau yang kesana hanya beberapa orang? Saya khawatir nanti terjadi apa apa kalau semua ikut"
Ms Dennisa : *berhenti* "Kamu benar Dei, kalau begitu ibu putuskan yang akan pergi kesana hanya anak lelaki saja. Ayo cepat!"
Riris : "Saya ikut miss!!"
Ms Dennisa : "Tidak perlu, kamu disini saja bersama miss dan yang lainnya"
Riris : "Saya merasa bersalah miss! Saya bisa mengatasi penjahat panjahat itu! Percaya pada saya miss, please"
Ilham : "Sudahlah miss, biarkan saja Riris ikut. Dia termasuk orang yang keras kepala. Terlalu lama jika kita menunggunya menyerah"
Lala : #jealous
Ms Dennisa : "Kalau begitu hati hati!"
Riris Siswa : *memasuki mobilnya masing masing dan pergi*
Mereka menggunakan 4 mobil. Mobil pertama dikendarai oleh Bisma dan diisi oleh Dicky dan Ilham. Mobil kedua dikendarai oleh Reza dan diisi oleh Riris. Mobil ketiga dikendarai oleh Morgan dan diisi oleh Rafael dan Rangga. Mobil terakhir dikendarai oleh Dei dan diisi oleh Dimaz dan Kevin.
Tidak sampai 5 menit mereka Riris dan 10 siswa laki laki di kelasnya sampai di Toko Raja dan segera mencari jejak ban untuk diikuti. Dei keluar dari mobilnya sambil menenteng senter. Tak lama ia pun menemukan jejak mobil jeep. Tanpa menunggu aba aba Bisma, Reza dan Morgan pun segera mengendarai mobilnya mengikuti alur ban. Dei yang segera masuk mobil pun menyusul dibelakang 3 mobil tersebut.
Jejak jeep tersebut terhenti di hadapan pohon pohon bambu. Rupanya Jeep tersebut diparkirkan tak jauh diantara rumpun bambu tersebut. Seluruh siswa yang di dalam mobil pun segera turun dan berkumpul.
Bisma : "Guys! Gue yakin kalo mereka nyembunyiin Rena di dalam hutan bambu ini. Siapa bawa senter?"
Dei : "Di mobil gue ada 2"
Riris : "Di mobil Reza ada 2 juga"
Rafael : "Kalo gitu kita masuk bareng bareng aja. Ayo!" *mengambil senter*
Satu menit kemudian mereka semua sudah berada ditengah tengah hutan bambu. Namun mereka belum berhasil menemukan rumah atau sejenis tempat tinggal sebagai tempat Enno disembunyikan.
Kevin : "Kenapa kita enggak berpencar aja? Siapa tau lebih cepet nemunya"
Rangga : "Bener tuh! Ber 3 ber3 aja kaya posisi mobil tadi"
Riris : "Gak mau! Gue gak mau berduaan sama si penakut ini!" *menunjuk Reza*
Reza : sialan gue dibilang penakut -,-
Dei : "Kalo gitu gue ikut Reza Riris. Jadi yang berdua Dimaz sama Kevin. Gak apa apa kan maz? Vin?"
Dimaz Kevin: "Gak apa apa kok"
Ketika berpencar...
Reza : #berbisik "Dei emangnya gak ada jalan lain ya selain lewat hutan hutan kaya gini?"
Dei : "Lo takut? Lo liat kan jeepnya berhenti persis di depan hutan ini jadi mereka pasti gak jauh"
Reza : "Tapi mungkin aja kan kalo mereka ngegendong si Enno terus mereka jalan. Biar gak ada jejaknya"
Dei : "Iya juga sih.."
Riris : "Lo berdua lagi ngomongin apa? Lo takut za? Ahahaha"
Dei : "Menurut Reza bisa aja kalo penculiknya itu ngegendong Rena terus dibawa kabur keluar dari hutan ini"
Riris : "Za, itu bukan alasan lo biar kita keluar dari hutan ini kan? Hahaha"
Reza : "Gue emang takut! Tapi yang gue omongin tadi bisa aja kan? Secara si Enno tuh kecil ya gampang dibawa bawa laah"
Riris : "Terus sekarang kita mau gimana?"
Dei : "Bentar ya guys, gue nerima telpon dulu"

to be continued... ^^ thanks udah baca

Kamis, 20 Juni 2013

First Fanfict #37

selamat membaca ^^

Sementara itu di kelompok IV sudah sampai di SMPN Cendrawasih.
Morgan : "Sekarang biar cepet ita nyebar aja, rata rata di Raja Ampat satu SMP ada 12 kelas satu kelasnya 40 orang. Satu orang dapet 2 kelas nanti biar gue sama Bisma yang 3 kelas. Nih ambil kuisionernya *membuka bagasi mobil yang berisi pak pak kuisioner*. Kalo udah pada beres kumpul di kantin sekolahnya ya" *mengambil kuisioner dan pergi*
Dengan waktu kurang lebih 5 hari untuk membuat makalah setiap siswa harus rela berkeringat. Dan akhirnya hanya dalam waktu 2 hari penelitian selesai dilakukan, tinggal menyusun dan merapikan makalah.
Sabtu ini merupakan hari terakhir untuk menyusun makalah karena malamnya sudah pasti para siswa sudah mempunyai plan tersendiri. Begitu pula dengan hari minggu. Akhirnya pada sabtu pagi kebanyakan dari para siswa sudah berkutat dengan laptopnya untuk mengerjakan makalah.
Di teras depan lantai 1..
Midda : "Gan, ini makalahnya udah beres cuma aku gak tau EYD sama titik komanya udah bener atau belum. Tolong edit dong" *memberikan laptopnya*
Morgan : "Si Bisma udah bangun belum?"
Midda : "Gak tau, belum kayaknya"
Morgan : "Yaudah lo tolong panggil Ilham deh, gue mau bangunin si Bisma dulu"
Midda : "Yaudah" *beranjak pergi ke lantai 2 untuk memanggil Ilham*
Sedangkan di ruang tengah lantai 2 Kevin dan Call sedang sibuk mengetik kesimpulan dan saran. Karena tidak diberi pekerjaan Reza Dicky dan Enno sibuk mengerjakan pekerjaan pribadinya. Reza sedang mendengarkan lagu, Dicky bermain PSP dan Enno tidur.
Di balkon lantai 4 Rangga, Dimaz dan Dina sedang sibuk mengetik sembari membuka buka buku catatan hasil penelitian.
Dina : "Ngga Perda dimana?" *sibuk mengetik*
Rangga : "Ada diatas, ntar deh gue ambil dulu"
Dina : "Gak usah, gue mau nyuruh Eriska sama Lala naik. Lo kasih tau mereka aja Perdanya dimana ntar biar mereka yang bawa biar sekalian"
Rangga : "Oh yaudah" *mengambil bbnya dan menelepon Eriska*
Dimaz : "Nih Perda" *memberikan Perda kepada Dina*
Rangga : "Ka, lo sama Lala ke balkon atas ya gue Dina Dimaz lagi ngerapiin makalah." *menutup teleponnya*
Dina : "Thanks dim"
Ditengah sibuknya kelompok 1, 3 dan 4 terdengar keributan dari lantai teratas.
Rafael : "Heh lo ngerjainnya yang bener dong masa bahasanya kaya gini sih. Ini tuh makalah harus baku masa pake kata kata kaya gini"
Riris : "Masih mending ya gue udah mau ngerjain, emang elo ngapain?! Dari kemaren lo kan cuma main hape doang"
Rafael : "Eh suka suka dong lagian gue kan udah ngetik + ngerapiin bagian hasil penelitian"
Riris : "Ngaku ngaku lo, hasil penelitian kan dibikin sama Dei" :p
Dei : "Udah eh kok kalian malah berantem sih kedengaran tau sampe lantai bawah" *menaiki tangga sembari membawa secangkir teh*
Litha : *keluar kamar mandi* "Tau tuh, kalo emang pada gakmau ngerjain sini gue yang edit!"
Riris : "Sorry deh gue emang gak begitu jago masalah EYD jadi gue minta maaf aja kalo bahasanya kurang rapi"
Rafael : --"
Litha : "Bila mana? Bukannya tadi udah ada disini?"
Dei : "Lagi ngambil catetannya, tadi gue ketemu pas dia baru turun"
Rafael : "Yaudah sini gue rapiin lagi bahasanya!" -,-
Akhirnya tiba pada malam hari yang bertepatan dengan malam minggu. Malam ini seluruh siswa diperbolehkan berpergian selama itu masih berada di area Pantai Raja Ampat. Hampir seluruh siswa tidak berada di rumahnya, mereka lebih memilih berjalan jalan dibandingkan beristirahat
BRM berencana untuk berfoto foto menggunakan latar pantai yang indah. Enno yang kurang menyukai foto foto tetap mengikuti BRM. SM*SH dengan Thella, Lala dan Dina berkeliling area pantai untuk mencari souvenir. Eriska dan Dimaz memilih untuk beristirahat di villa. Sedangkan Kevin, Dei, Callysta dan Litha hanya berbincang bincang di tepi pantai.
Enno : "Oi belanja yuk, bosen foto foto. Pemandangannya juga itu itu doang. Mendingan belanja buat oleh oleh"
BRM : *sibuk*
Enno : "Woi, belanja yuk!"
BRM : *masih sibuk*
Enon : "Wooii!!! Belanja yuuuuk!!!!" #teriak
Midda : "Ih mau!"
Bila : "Bentar dulu ya no, mau ketempat karang karang dulu"
Riris : "Oh iya bener! Yang di karang belum ya? Ke sana yuk!"
Midda : "Ikut ris!! Ayo noo!"
Enno : "Aku disini aja deh"
Bl, Md, Rs : *pergi*
Enno yang sedang ditinggal sendirian pun bosan dan kesal karena tidak ada yang peduli dengannya. Akhirnya dengan memberanikan diri ia pergi ke toko toko souvenir. Disana Enno puas membeli banyak barang untuknya dan untuk keluarganya. Saat di Toko Raja ia beristirahat sebentar namun ia malah dibekap oleh seseorang yang tidak ia kenal dan Enno pun tertidur.
Orang 1 : *menelepon bosnya* "Lapor bos! Saya mendapat target baru, dan sudah saya bekap. Ia bertubuh kecil mempunyai banyak uang dan sedang sendirian. Saya berada di Toko Raja. Anaknya memakai terusan pink hitam, kecil  bernama Rena"
Bos : "Lalu bagaimana dengan Thella?! Kamu kan saya perintahkan untuk menculik Thella bukan orang lain!"
Orang 1 : "Ini lebih mudah didapat dan tidak kalah banyak hartanya bos!"
Bos : "Oke sekarang kamu dimana?"
Orang 1 : "Toko Raja di tempat souvenir"
Bos : "Kalau begitu saya tunggu secepatnya di markas, kamu tolong sebarkan kepada yang lain"
Orang 1 : "Siap bos!" *mematikan telepon*
Setelah mematikan telepon Orang 1 langsung menyebarkannya pada 3 teman lainnya yang salah satunya sedang mengawasi Thella secara diam diam.
Orang 1 : *menelepon Orang 2* "Bro! Gue udah dapet mangsa baru, dan udah gue bekap. Kata bos si Thella tinggalin aja"
Orang 2 : "Serius lo? Terus gue tinggalin gitu aja si Thella? Kenapa engga dua aja mengsa kita, kan jadi lebih banyak yang kita dapet"
Orang 1 : "Udah kata bos kita nyulik satu orang aja!"
Orang 2 : "Emang lo dimana?"
Orang 1 : *memelankan suara* "Gue di Toko Raja. Anaknya kecil pake terusan pink hitam namanya Rena"
Orang 2 : "Hah?! Ulangin gue gak bisa denger yang lo omongin!"
Orang 1 : -,- "Gue di Toko Raja. Nama anaknya Rena. Dia pake terusan item pink kecil!"
Orang 2 : "Toko Rata. Namanya Reza? Itu mah cowo! Masa iya pake terusan pink item?"
Orang 1 : "Nih dengerin ya.." *membesarkan suara* "Gue ada di Toko Raja! R - A- J - A! Dan nama anaknya Rena! R - E - N - A! Bukan Reza!! Orangnya kecil, pake terusan pink item!!!"
Orang 2 : "Oooh elo di toko *membesarkan suara* Raja. Nama anak yang diculik Rena. Orangnya kecil pake terusan pink item. Bener kan?
Orang 1 : "Jangan gede gede! Nanti ketauan! Cepet ya gue tunggu!"
Orang 2 : "Iya!" *mematikan telepon* *bergegas pergi menuju Toko Raja*

maaf kalau sedikit wkwk. tetep di blog ini yah ^^

Senin, 17 Juni 2013

First Fanfict #36

hai '-' maaf lama yah, selamat membaca usahakan beri komentar yaa :))

Akhirnya Reza mengantarkan BREM menuju Rumah Sakit Kelautan. Midda pun segera dibawa menuju IGD. Riris dan Bila sedang diluar memberitahu keluarga Midda. Enno dan Reza sedang menunggu di ruang tunggu.
Enno : "Eh emangnya Rafel punya pengalaman apa tentang nyelam. Kok tadi dia langsung nyelametin Midda gitu aja?"
Reza : "Mmm.."
Enno : "Kalopun lo gak mau cerita gak apa apa kok"
Reza : "Sebenernya ini sedikit aib. Tapi lo jangan bilang siapa siapa ya?"
Enno : "Kalo gue bilang Midda gimana? Dia bingung kali tiba tiba Rafael nyelametin dia"
Reza : "Yaaa lo bilang aja si Rafa punya pengalaman gak enak. Beres kan?"
Enno : "Oooh oke oke. Jadi gimana?"
Reza : "Jadi dulu waktu Rafa sekeluarga besar lagi ke Bunaken dan mereka lagi diving mereka semua lupa belum pemanasan. Terus Rafael dan sepupu sepupunya lomba diving gitu. Yang paling dalem dia yang menang. Waktu itu Rafa masih 14 tahun. Pas lagi lomba dia udah sampe dalem tuh, tapi dia kecapean. Dan dia engga bisa balik lagi keatas. Untungnya ada sepupu dia liat. Dan langsung nolongin Rafa. Rafael selamat tuh, tapi kaki sepupunya malah kram terus sepupunya kehabisan nafas. Akhirnya sepupunya itu meninggal"
Enno : "Sampe sekarang Rafael masih gak ikhlas atau gimana gitu?"
Reza : "Enggak sih, cuma kalau diingetin ya dia sedih lagi"
Enno : "Turut berduka cita deh gue"
Reza : "Inget, jangan kasih tau siapa siapa"
Enno : "Iyeee"
Tiba tiba dokter keluar memanggil BRM. Karena di ruang tunggu hanya ada Enno dan Reza, maka hanya Enno yang masuk ruangan dokter. Di dalam ruangan dokter menjelaskan panjang lebar. Namun karena menggunakan logat sulawesi Enno tidak dapat menangkap keseluruhan dari penjelasan dokter. Tetapi intinya Midda baik baik saja dan tidak perlu dirawat.
Keluar dari ruangan Bila, Riris dan Reza sudah menunggunya di ruang tunggu.
Bila Riris : "Gimana no?"
Enno : "Katanya sih engga apa apa, terus gak tau deh dokternya ngomong apa. Gak jelas"
Bila : "Dirawat?"
Enno : "Engga kayanya"
Riris : "Kok kayaknya?"
Enno : "Cara ngomong dokternya aneh"
Reza : "Itu logat sulawesi"
BRM : *menengok ke arah Reza*
Reza : "Dokter suster disini pake logat sulawesi semua"
Enno : "Lo bisa pake logat sulawesi?"
Reza : "Bisa" *logat sulawesi*
Enno : -____________-
Riris : #cuek
Bila : :O
Reza : "Terus sekarang kita mau ngapain? Bawa pulang Midda?" *logat sulawesi*
Enno : "Iya, dan gak usah pake logat itu!" -,-
BREM dan Reza pun meninggalkan rumah sakit tersebut dan segera kembali ke Bunaken. Namun di Bunaken mereka tidak melakukan aktifitas apapun selain bermain. Midda pun hanya duduk duduk santai di saung kecil di tepi pantai.
Tepat pada pukul 16.00 sebelum pulang seluruh siswa Xperfect mendapat pengumuman. Ternyata mereka semua diperintahkan untuk meneliti 5 karang yang berada di Bunaken tersebut. Mulai dari nama latin hingga data fisik. Mereka mengerjakannya dengan sistem kelompok.
Setelah diberikan pengumuman seluruh siswa dipersilakan kembali ke rumah mereka masing masing. Karena seluruh siswa sudah lelah akhirnya tidak ada yang memulai mengerjakan tugas tersebut.
Keesokan harinya mereka semua kembali menuju bunaken. Dari 5 orang tersebut mereka membaginya menjadi 2 tim, satu di darat untuk mengetik dan searching via online dan satu lagi untuk di laut meneliti langsung karang tersebut.
Hanya dalam waktu 2 hari 4 makalah tentang karang karang di bunaken telah siap dikumpulkan.
Hari terakhir di Sulawesi seluruh siswa dibebaskan berbelanja dan pergi ke daerah sekitar. Namun pada sore harinya seluruh siswa harus sudah sberada di villa lengkap dengan seluruh bawaaannya. Kebanyakan dari mereka memilih shopping dibandingkan berkeliling daerah sekitar Bunaken. Siangnya mereka semua sudah kembli ke villa untuk merapihkan koper dan tas mereka.
Sorenya seluruh siswa kelas X SMA 5 Heroes sudah berada di bandara untuk melakukan perjalanan ke tempat selanjutnya yaitu Irian Jaya..
Sesampainya di Papua mereka langsung menuju villa dan beristirahat. Villa ini berisi 10 kamar dan satu kamarnya diisi oleh 2 siswa. Keesokan harinya ketika masing masing siswa bangun dari tidur lelapnya mereka menemukan selembar kertas tugas yang ditempelkan di pintu kamar masing masing.
TUGAS STUDY TOUR!
tidak jauh dari tugas di Sulawesi kemarin, kali ini kalian diperintahkan untuk membuat makalah tentang kehiupan sosial di daerah sekitar. dikerjakan secara berkelompok (satu kelompok = 5 orang). maksimal dikumpulkan hari Senin 21 Maret pukul 18.00 WIT. info lebih lengkap bisa dilihat di website sekolah. sekian dan terima kasih.
Ms. Dennisa
Berikut adalah kelompoknya
Kelompok I : Pramudina, Eriska, Clarynta, Dimaz dan Rangga
Kelompok II : Reisya, Deidre, Devia, Nabila dan Rafael
Kelompok III : Callysta, Rena, Dicky, M. Reza dan Galuh
Kelompok IV : Handi, Ratu, Bisma, M. Ilham dan Midda
Siang itu pula masing masing kelompok sudah memulai mencari tema dan judul makalah mereka. Sorenya seluruh siswa diajak berkeliling daerah sekitar untuk menambah wawasan sekaligus menyiapkan daerah penelitian untuk makalah mereka.
Malamnya mereka mengadakan pensi kecil kecilan yang dibintangi oleh smash dan siswa kelas X lain yang berminat. Malam itu smash menyanyikan Ada Cinta dan I Heart You Acoustic. Selain itu ada pula para siswa yang unjuk kebolehan seperti bernyanyi, bermain musik dan battle dance dengan smash.
Keesokan harinya mereka sudah harus berada di lokasi penelitian untuk meneliti keadaan sosial di Papua tersebut. Kelompok I..
Lala : "Ngga, lo bawa UUD sama Perda ga?"
Rangga : "Perda juga?! Gue cuma bawa UUD doang, lagian mana gue tau disuruh bawa perda -,-"
Dina : "Yaudah kita search aja di google siapa tau nemu"
Rangga : "Bener tuh" *memulai searching melalui ipadnya*
Dimaz : "Gak ada, semalem gue udah nyari"
Rangga : ._. "Terus gimana dong?"
Eriska : "Yaudah kita tanya aja ke pemda setempat, pasti punya"
Dimaz : "Berarti kita ke pemda dulu nih?"
Dina : "Yaiyalah" -,-
Kelompok II..
Rafael : "Kalau judulnya ngabandingin gini berarti kita harus bagi 2 tim. Gue tim 1"
Dei : "Gue tim 2"
Bila : "Gue 2!!"
Riris Litha : "Gue juga 2!!" #berbarengan
Dei : "Satu satu dong, masa iya gue berempat rafa sendiri. Ayo ngalah satu"
Rafa : sedih amat gak ada ang mau sama gue -,-
Litha : "Udah lo tim 1 ya ris ;)"
Riris : "Oke okee gue tim 1" -.-
Dei : "Bagus kalau gitu tim 1 di sini (raja ampat) tim gue ke Desa satunya lagi"
Kelompok III..
Enno : #berbisik "Call, gue jadi inget waktu awal mos pas outbound. Gue sekelompok sama lo dan sama 2 orang rese itu wkwk"
Callysta : "Oh iya wkwkw"
Dicky : "Kita perlu dibagi 2 juga gak sih? Satu ke pantai buat nanya yang pelaut, satu lagi nanya yang suka kerajinan"
Enno : "Kalo kata gue bagi 2 aja biar cepet, gue sama Call deh yang tanya ke tempat kerajinan"
Kevin : "Jangan lo gak boleh sama Call pokonya harus ada cowonya, kalo kalian berdua kenapa kenapa gimana coba. Udah gue sama Call yang nanya ke tempat kerajinan sisanya lo bertiga ke pantai"
Call : "wkwkwk"
Enno : "Gue kan yang pengen ke kerajinaaaaaaan!!!"
Kevin : "Engga engga pokonya lo bertiga, oke? Gue sama Call mau naik motor soalnya, lo kan bawa mobil jadi lo yang bertiga. Udah ya gue duluan. Ayo Call!!"
Rz Dc En : -_____-
Kelompok IV..
Ilham : "Eh Mid semalem lo udah ngedata gadget yang paling diinginkan seIndonesia kan?"
Midda : "Ngedata?! SeIndonesia?! Gila, buat apa?! Aku cuma sempet nge-search doang di google 10 gadget yang digandrungi pelajar Indonesia, udah"
Bisma : "Maksudnya sama -,-"
Midda : "Berarti udah! Terus kita ngapain lagi?"
Morgan : "Sekarang kita ngedatengin sekolah sekolah di desa, terus sebarin kuisioner yang udah dibikin"
Thella : "Yaudah sekarang aja yuk, keburu panas nanti"
10 Menit kemudian kelompok I sudah berada di Balai Desa untuk meminta PerDa.
Rangga : "Permisi.. Pak kami dari Jakarta ingin membuat penelitian tentang norma dan hukum yang berlaku di daerah ini, karna itu kami butuh Peraturan Daerah ini. Tetapi kami tidak mempunyai itu. Maka dari itu kami mohon bapak bisa memberi kopian Perda, untuk bahan penelitian kami."
Kepala Desa : "Jadi kalian butuh Perda. Sebentar.." *memanggil sekretarisnya* "Tolong carikan Perda ya"
Sekretaris : "Perda tentang apa ya pak?"
Kepala Desa : "Maaf dik Perdanya tentang apa ya?"
Dimaz : "Perda yang berlaku untuk pelajar SMP pak"
Sekretaris : "Sebentar ya dik.."
Tak lama Kemudian..
Sekretaris : "Ini Pak Perdanya" *menyerahkan Perda*
Kepala Desa : "Ini Perdanya.." *memberikan Perda pada Rangga*
Rangga : "Terima kasih ya pak, permisi.."
Sementara itu Tim 1 dari kelompok II sudah memulai penelitiannya. Mereka mulai mewawancarai guru IPS yang berada di SD SD Raja Ampat. Sekitar 15 menit kemudian barulah tim 2 yang mulai mewawancarai guru IPS di SD SD desa tersebut.
Di SDN Raja Ampat 1..
Rafael : "Permisi pak.. Kami sedang melakukan penelitian tentang sosial, bisa bertemu dengan guru IPS di sekolah ini?"
Guru : "Ooh kebetulan saya guru IPS disini ada perlu apa ya?"
Riris : "Jadi begini pak kami sedang melakukan penelitian tentang cara mengajar guru guru IPS di SD SD yang berada di Raja Ampat ini"
Guru : "Kalau begitu adik adik bisa memperhatikan saya ketika mengajar nanti. Sekitar 15 menit lagi saya akan mengajar. Ruangannya yang di pojok sana *menunjuk sebuah ruang kelas*. Saya permisi dulu ya" *pergi*
Riris : "Iya pak, silakan.."
Rafael : "Terus kita nungguin nih?"
Riris : "Iyalaah.. Maunya?" -,-
Rafael : "Okeh" -__-
Di tim 2..
Dei : "Kita mau ke SD mana dulu nih?" *sembari menyetir mobil*
Litha : "Yang paling bagus dulu aja di sini"
Bila : "SD apa?"
Litha : "Cari lah bil di gugel" -,-
Bila : "Oiyah" ._.v
Dei : "Ada SDN 1 damai sejahtera tuh, mau kesana dulu?"
Litha : "Yaudah kesana dulu aja"
Sementara itu Reza Dicky dan Enno sudah berada di salah satu rumah penduduk untuk membagikan kuisioner.
Enno : "Permisi ibu.. Boleh minta waktunya sebentar?"
Penduduk : "Boleh, ada apa ya?"
Reza : "Jadi begini bu kami sedang ada penelitian, bisa kami meminta ibu mengisi kuisioner ini?" *memberi kuisioner*
Penduduk : *menerima kuisioner dan mengisi* "Ini sudah selesai" *mengembalikan kuisioner*
Dicky : *menerima kuisioner* "Terima kasih bu.. Permisi..." *berjalan meninggalkan rumah tersebut*
Enno : "Eh udah ada berapa kuisioner yang diisi?"
Dicky : "Baru 248 masih banyak nih. Pasti si Call sama Kevin udah beres" -,-
Reza : "Coba telepon siapa tau mereka bisa bantu kita"
Enno : "Bentar ya" *menelepon Call* "Halo Call? .... Hah?! Belom Ketemu Tempatnya?! Tanya atuh ke penduduk setempat -,- .... Masa iya pada gak tau -__-.."
Dicky : "Gimana no?"
Enno : "Bentar dick mereka belum nemu tempat kerajinannya"
Dicky Reza : :O ._.
Enno : #OTPwithCallysta "Sori kepotong, tadinya kalo kalian udah beres kita mau minta bantuan .... Baru keisi 200an masih banyak .... Yaudah lo tanya aja ke pak RT atau RW disitu siapa tau tahu, aku mau keliling lagi bye Call.." *menutup telepon*
Dicky : "Terus jadinya gaada yang bisa bantu kita nih?"
Reza Enno : "Engga" -,-
Dicky : "Oke, kalo gitu SEMANGKAA!! Semangat Kakaa!!! Ayoooo!!" #rusuh


lagi baik nih jadi dikasih panjang, tapi maaf yah kalo gak jelas dan banyak typo wkwkw. yang penting tetep di blog ini yah buat part selanjutnya :)

Jumat, 07 Juni 2013

First Fanfict #35

sori telat, lagi sibuk wkwwk. enjoy ^^

Siswi Xperfect pun mengikuti Ms. Gita. Tak lama setelah diadakan pemanasan seluruh siswa siswi dites untuk diving. Hampir seluruh siswa berhasil menyelesaikan tes tersebut tanpa rintangan yang berarti. Namun...
Midda : "Aww!!!" *kram* duh gimana ini, aku masih di dalem tapi kaki aku engga bisa di gerakkin sama sekali. please ada yang ngeh doong *berusaha melambai lambaikan tangan pada siapapun*
Ms. Gita : "Ayo jangan terlalu lama di dalam air! Nanti kamu bisa kehabisan nafas!!" #teriak
Midda : saya juga tau miss masalahnya kaki saya kram jadi saya engga bisa keatas, mana kalo buka mulut air pada masuk lagi. please siapapun itu tolong aku doong
Secara tidak sengaja Midda menyelam bersamaan dengan Dicky. Dicky yang sedang berada sekitar 7 meter dari Midda pun melihat Midda.
Dicky : si midda kenapa tuh? kok dia diem aja? jangan jangan dia kenapa napa *keluar air* *berlari menuju Ms. Gita*
All : #bingung
Dicky : "Miss tadi saat saya menyelam saya melihat Midda diam ditempat sembari memegangi kakinya"
Ms. Gita : "Lalu mengapa tidak kamu bawa ke atas?! Dia pasti kram!"
Tanpa aba aba apapun ada seorang siswa yang langsung menyelam kedalam air. Seluruh orang terkejut. Tidak sampai 2 menit orang itu sudah berada di atas daratan membawa Midda. Semua siswa pun segera mendatangi Midda dan...
Ms. Gita : "Rafael?! Terima kasih sudah menyelamatkan Midda"
Rafael : "Gak apa apa kok miss. Cuma saudara saya punya pengalaman menyedihkan gara gara kram kaki saat menyelam. Jadi saya langsung menyelamatkan Midda"
Mr. Christz : "Kalau begitu untuk siswa laki laki mari ikut saya kembali. Kita akan melanjutkan tes"
Seluruh siswa lelaki segera mengikuti Mr. Christz untuk melanjutkan tes mereka yang tertunda.
Bl, Rr, En : "Miss Midda gak apa apa?"
Ms. Gita : "Kakinya kram dan lumayan banyak air masuk ke dalam mulutnya sehingga ia tidak sadarkan diri. Kalian bisa tolong bawa Midda ke Rumah Sakit terdekat?"
Enno : "Emang harus ke rumah sakit ya miss? Kenapa engga kita obatin sendiri aja?"
Ms. Gita : "Miss sedang tidak membawa peralatan P3K, lagipula miss kurang ahli dalam mengatasi hal seperti ini"
Bila : "Tapi miss kita engga bisa bawa mobil"
Ms. Gita : "Kalau begitu kalian minta tolong pada siswa saja"
Riris : "Kalau begitu permisi miss" *pergi*
Ms. Gita : "Come on girls! Ayou kita lanjutkan lagi tesnya" *bergegas menuju pinggir pantai*
Di tempat para siswa dan Mr. Christz..
Riris : "Permisi mister kami boleh pinjam salah satu siswa untuk menyetir mobil membawa Midda menuju rumah sakit?"
Mr. Christz : "Boleh boleh, tunggu sebentar yang sudah baru Reza, Ilham, Dicky, Bisma dan Rafael. Kalian mau pinjam yang mana?"
Enno : "Engga ada yang lain?"
Mr. Christz : "Yang lain belum selesai"
Enno : "Tunggu sebentar ya mister" *menghadap belakang dan berdiskusi dengan Bila Riris* "Mbak mau minjem siapa? Adanya orang orang rese semua"
Bila : "Emang ada siapa aja?"
Riris : "Bisma, Dicky, Ilham, Rafael sama Reza"
Bila : "Terserah aja"
Enno : "Serius ih mendingan siapa?"
Riris : "Kalo yang paling baik sih Dicky itu juga yang paling deket sama kita kan. Tapi Dicky teh gituu..."
Bila : "Kocok aja"
Enno : "Kocok gimana? Yaudah gini kita pikirin satu angka masing masing. Terus kita sebutin kita jumlahin kalo hasil bagi limanya habis Bisma, sisa 1 Dicky, 2 Ilham, 3 Rafael, 4 Reza. Oke?"
Bila : "Gak ngerti"
Enno : "Yaudah pikirin satu angka berapa aja tapi jangan besar besar" 17
Bila : 23
Riris : 9
Enno : "Berapa? Aku 17"
Bila : "23!!"
Riris : "9"
Enno : "49 / 5?"
Riris : "Sisa 4 Reza"
Enno : *menuju Mr. Christz*
Mr. Christz : "Sudah berdiskusinya?"
Enno : "Kita pinjem Reza"
Mr. Christz : #teriak "Reza!"
Reza : "Ada apa?"
Mr. Christz : "Kamu tolong antarkan Midda dan kawan kawannya ke rumah sakit"
Reza : "Kenapa harus saya?"
Mr. Christz : "Sudah cepat sana!"
Riris : *menyerahkan kunci mobil* "Tolong anterin kita ke rumah sakit terdekat, cepetan ya pak! Hahaha" #pergi
Reza : -_____________-
Akhirnya Reza mengantarkan BREM menuju Rumah Sakit Kelautan. Midda pun segera dibawa menuju IGD. Riris dan Bila sedang diluar memberitahu keluarga Midda. Enno dan Reza sedang menunggu di ruang tunggu.
Enno : "Eh emangnya Rafel punya pengalaman apa tentang nyelam. Kok tadi dia langsung nyelametin Midda gitu aja?"
Reza : "Mmm.."
Enno : "Kalopun lo gak mau cerita gak apa apa kok"
Reza : "Sebenernya ini sedikit aib. Tapi lo jangan bilang siapa siapa ya?"
Enno : "Kalo gue bilang Midda gimana? Dia bingung kali tiba tiba Rafael nyelametin dia"
Reza : "Yaaa lo bilang aja si Rafa punya pengalaman gak enak. Beres kan?"
Enno : "Oooh oke oke. Jadi gimana?"

kira kira apa yah pengalaman coco di masa lalu? ^^ tetep stay di blog ini yah, amat sangat dimohon untuk kritiknya :)