Rabu, 03 Juli 2013

First Fanfict #41

maaf baru ngepost lagi wkwkw. enjoy :)

Di dalam rumah tua Reza dan Enno mencari kalung Enno. Reza mencari di bagian luar dan Enno di dalam. Rupanya secara tidak sengaja ketika Reza mencari diantara semak belukar di sekitar rumah tua ia melihat sesuatu yang memantulkan cahaya terselip diantara semak semak tersebut. Ternyata itu adalah kalung perak berliontin love yang dicari oleh Enno. Dalam rangka jail Reza pun menyimpan kalung tersebut.
Reza : "No, udah nemu belom? Gue gak nemu apa apa nih. Cuma sampah doang" #berteriak *berpura pura mencari kalung*
Enno : "Yang bener lo, gue juga ga nemu nih. Udah 3 keliling gue muterin rumah ini" #berteriak
Reza : "Yaudah lo ikhlasin aja kalung itu. Belanjaan lo ketemu kan?"
Enno : "Belanjaan sih ketemu, cuma kalungnyaaaa!!!" *keluar rumah membawa belanjaanya*
Reza : "Udah ikhlasin aja" *berjalan menuju mobil*
Enno : :( *menahan tangis* *berjalan menuju mobil*
Di mobil...
Enno : #diam *menahan tangis*
Reza : gila kayaknya dia butuh banget kalung itu. gue jadi serba salah gini kan. kalo gue balikin sekarang gue bisa di abisin sama dia. tapi kalo enggak gue balikin kasian. haduuuuh..
Tiba tiba terdengar suara dering telepon yang berasal dari tas kecil Enno.
Enno : *mengangkat telepon* "Halo.." *suaranya terdengar seperti sedang menangis*
Midda : #otp "Halo no, udah nemu belum kalungnya?"
Enno : :'( *berusaha tidak terdengar sedang menangis* "Gak nemu coba, ngeselin banget emang itu penjahat" *berusaha terdengar ceria*
Midda : "Serius gak nemu? Yaudah aku tunggu di rumah yak, Callysta ngajak ke Raja Ampat sekarang. Mau main air, ikut ga?"
Enno : "Mmm liat nanti aja ya"
Midda : "Siip buruan yaa" *menutup telepon*
Enno : *menghela napas panjang*
Reza : "Lo gak apa apa?"
Enno : *menghapus sisa air mata* "Gak apa apa kok"
Reza : *menghentikan mobil* "Lo abis nangis?"
Enno : "Enggak tuh. Nih gak ada bekas nangis kan?" *memperlihatkan mukanya*
Reza : "Mata lo agak basah dan bengkak"
Enno : "Tadi malem gue kurang tidur jadi gue nguap" #bohong
Reza : "Kurang tidur gimana? Dari lo diculik lo baru bangun paginya kan?"
Enno : "Berarti gue kebanyakan tidur wkwk"
Reza : "Emang segitu berharganya kalung lo?"
Enno : "Mau gimana lagi? Gue cuma ketemu kakek gue sampe umur 4 tahun. Dan waktu kakek gue bener bener ditutup rapi sama kain kafan gue lagi mandi. Dan kakek gue udah baik banget sama gue. Gimana gue gak sedih coba?"
Reza : "Kalo emang lo bisa lega dengan nangis lo nangis aja"
Enno : "Gue gak bisa nangis sekarang, yang ada sampe di villa gue dibilang cengeng sama anak anak SM*SH. Oh iya lo SM*SH, gue lupa" -,-
Reza : "Santai aja kali. Lagian sebenernya kita baik baik kok. Kalo kita jahat ngapain juga kita ngelawan preman penculik lo. Lagian kalau selama ini kita dalam rangka jailin kalian gapapa kali wkwk"
Enno : "Jail? Parah lo! Sejail jailnya gue kayaknya gak segitunya deh"
Reza : "Berarti lo itu cewe baik. Bukan jahat"
Enno : "Sok tau lo. Lo kan belum tau gue sepenuhnya. Jadi lo belum tau sisi lain gue kayak gimana. Hahaha"
Reza : "Udah gak sedih nih kalungnya ilang?"
Enno : -,- "Lo jangan ingetin gue gitu. Gue bisa sedih lagi. Udah ayo cepet ke villa. Temen gue udah nungguin"
Reza : "Dasar labil" -,- *mengendarai mobil*
Enno : "Emang lo engga?" gue jago akting kali wkwk
Sesampainya Reza dan Enno di villa, Midda Bila Riris Callysta dan Litha sudah siap berada didalam mobil Callysta untuk menuju Pantai Raja Ampat. Enno pun memilih untuk keluar mobil Reza persis di gerbang villa.
Enno : "Call, aku engga ikut ya. Cape" *menenteng belanjaannya*
Midda : "Ih Enno ikut barang barang kamu udah aku siapin kok"
Enno : "Engga ah aku mau di villa aja"
Bila : "Nanti kamu diculik lagi loh sendirian"
Enno : "Kalian rusuh deh, tenang aja kali. Lagian aku di villa kan? Daripada aku ikut ke pantai tapi aku sendirian lagi itu lebih parah. Udah, aku mau istirahat. Daah have fun yaa" #pergi
Callysta : "Daaaah" *melambaikan tangan dan pergi*
Sesampainya Enno di kamar dia langsung menangis dan tak lama tertidur. Sorenya Enno keluar kamar dan berharap Midda sudah kembali dari pantai ternyata Midda dan yang lainnya masih berada di pantai sedang berfoto foto. Akhirnya Enno hanya ke dapur untuk membuat teh dan pergi ke halaman belakang.
Ternyata di halaman belakang ada Bisma dan Reza yang sedang latihan beat-box sekaligue nge-rap. Ketika Enno membuka pintu refleks 2 orang tadi menoleh kearah pintu.
Enno : *melihat Bisma Reza*
Reza Bisma : *melihat kearah pintu*
Enno : "Sorry sorry gue gak maksud buat ganggu kalian" *menutup kembali pintu* *berjalan kembali ke kamar*
Reza : "Gila makin bengkak aja tuh mata"
Bisma : "Mata siapa? Si Rena? Liatin ajaa~"
Reza : "Bukannya gitu, lo tau kan kalo kalung dia itu gak ketemu?"
Bisma : "Iya gue tau, kan elo yang bilang"
Reza : "Nah sebenernya..." *mengambil kalung dari saku* *memperlihatkannya pada Bisma*
Bisma : "Parah lo za! Balikin, kasian ntar ngadu sama emaknya hahaha"
Reza : "Tapi kalo gue kasih sekarang dianya masih sedih yang ada gue malah diabisin sama dia. Tapi lo mau nyimpen rahasia ini kan? Ayolah bis"
Bisma : "Iyaa, gue janji"
Reza : "Serius bis?"
Bisma : "Percaya atuh sama mamang"
Reza : "Iya mamang" -,-
Bisma : "Eh malem ini ada acara apa za? Temenin gue ke pantai yuk, pengen ngezombie disana"
Reza : "Malem ini bis? Duh, gue udah ada janji sama Thella mau nemenin dia"
Bisma : "Ayolah za, jarang jarang lo nemenin gue nge-zombie"
Reza : "Malem ini doang ya?"
Bisma : "Iyaa, masalah si Thella ntar gue yang bilang deh"
Reza : "Oke, gue temenin deh"
Tak lama setelah Bisma memberi tahu Thella jika Reza tidak bisa menemaninya karna hendak menemani Bisma ke Pantai Thella langsung memasang tampang bete dan mood yang buruk. Ia pun tambah kesal dengan perilaku Reza kepadanya. Alhasil Thella selalu marah marah kepada Reza hari itu.
Malamnya ketika hampir tengah malam Reza dan Bisma beranjak menuju Raja Ampat.
Reza : "Eh bis, yang lain pada kemana? Kok pada gak ikut? Gak lo ajak?"
Bisma : "Engga, gue cuma ngajak si Dicky doang. Tapi itu juga katanya dia mau nyusul aja"
Reza : "Yaudah, ayo!"
Bisma : u,u
Sesampainya di Raja Ampat ternyata sudah pukul 23.55 WIT. Tiba tiba Bisma menghilang meninggalkan Reza sendirian di Bunaken. Reza yang phobia hantu dan kawan kawannya langsung mencari Bisma ditengah ketakutannya. Dan ketika ia melihat sekelebat bayangan putih lewat dihadapannya ia refleks lari bersembunyi di mobil dan menutup matanya. Kebetulan mobil tersebut tidak dikunci oleh Bisma.
Di dalam mobil Reza hanya dapat menutup mata dan berharap hantu hantu itu tidak datang lagi. Tak lama ia mendengar ketukan halus di jendela mobilnya. Dan ketika ia melihat ke jendela tersebut ia refleks teriak dan menutup matanya kembali. Namuuun...

to be continued :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar