Selasa, 26 November 2013

Bisma Love Story #1

Sebelumnya HAPPY #B23ATH DAY BISMA KARISMA!!!!
Semoga semakin sukses dunia akhirat, dilancarkan dan dimudahkan semua urusannya
Makin rajin beribadah, tetep rendah hati, selalu inget keluarga dan orang orang lain yang menyayangi
Semakin bisa mengajarkan hal hal positif kebanyak orang, tetap menjadi inspirator dan motivator b-kecil
Makin karismatik, bijak, kompak di SMASH dan bisa Go international!!!
ini cebung singkat spesial ultah mbis :*
selamat membacaaaaa *\o/*


~ Ku Tak Mau Kau Bodohi~


Hai, gue Bisma. Nama lengkap gue Bisma Karisma. Anak dari Bapak Karyana dan Ibu Casmawati. Gue punya 1 kakak yang bernama Mega Puspita. Gue tinggal di Bandung, ibu kota dari Jawa Barat.
Gue bisa dibilang cowo yang cukup tenar dan banyak disukai oleh banyak cewe. Tapi sayang gue udah punya pacar, namanya Ola. Dia emang cewe yang bisa dibilang playgirl, tapi dia bisa tunduk sama gue pada akhirnya. Gue gak playboy kok, gue orang yang setia dalam hal ini meskipun yaa gue banyak fans wkwk. Buktinya gue dan Ola udah berhasil in relationship selama 10 bulan, mungkin ini rekor terbaru buat dia.
When i look into your eyes.. Its like just watching the night skies.. Or a beautiful sunrise..
"Halo Olaa, tumben nelfon. Ada apa?" ujar gue setelah mengangkat telepon tadi. Ya ini memang dari Ola, pacar gue saat ini.
"Bii aku pengen ketemu niih sama kamu.. Kangen bangeet. Bisa kaaan?"
"Tumben kamu ngajak ketemuan. Okee jam 4 di cafe biasa yaa. Hati hati cantik, love you.." ternyata dia ngajak gue ketemuan. Bisa dibilang mendadak dan agak tumben sih, tapi ya gak apa apa. Mungkin dia kangen dengan karisma gue yang badai ini wkwk.
***
Sekarang jam 15.50 dan gue sudah sampai di Bober Cafe. Cafe ini dikelola oleh temen baik gue, dan gue pun punya hak kepemilikan disini. Sambil nunggu Ola gue iseng bantu bantu ngenterin pesanan orang orang. Gue emang sengaja dateng lebih awal kesini karena udah lama gak main.
Sekitar 5 menit kemudian gue sempet lihat ke parkiran cafe. Disana ada cewe yang baru dateng bareng cowo naik ninja putih. Gue rasa gue kenal dengan cewe itu. Berhubung jarak gue dan pintu keluar gak begitu jauh, jadi gue keluar aja ke parkiran. Ternyata pas gue mendatangi cewe tersebut...
Gimana gue gak kenal, jelas jelas dia Ola. Cewe yang statusnya masih cewe gue. Tapi apa yang gue lihat barusan? Dia habis jalan dengan cowo lain pake motor ninja putih dan Ola memeluk cowo tersebut. Boleh gue ulang, Ola memeluk cowo tersebut!! Gue sebagai cowonya merasa cemburu sekaligus marah melihat kejadian itu.
"Hai, la." sapa gue pada Ola yang masih di dekat motor ninja milik 'selingkuhan'nya.
"Mmmm... Hai bis, udah lama nunggu ya? Kamu gak usah ngejemput aku ke parkiran juga aku pasti masuk ke cafe kok wkwk." good, dia berpura pura tidak melakukan hal apapun dengan cowo tersebut.
"La, gue cabut dulu ya." ujar cowo yang membonceng Ola sembari menggunakan helmnya.
"Oh iya bis, kenalin dia Dicky temen lama aku. Dik kenalin ini Bisma, pacar gue."
"Dicky"
"Bisma" ujar gue yang memasang tampang cuek sembari menggenggam tangan Dicky.
***
"Maaf ya Bii sayaang, aku udah janji mau nemenin mama ke rumah Tante Sri. Maaf banget Biii." lagi lagi ajakan jalan gue ditolak sama dia dengan alasan yang berhubungan dengan Dicky. Mau dia apa sih, seakan akan pemilik dia itu Dicky. Apa dia udah gak cinta sama gue?
"Bii... kamu gak marah kan sayaang?"
Klik. Telepon pun gue matikan. Gue gak ngerti sama Ola. Setiap gue ajak jalan dia selalu udah punya acara dengan Dicky lah, mamanya atau Tante Sri alias ibunya Dicky. Setiap gue telepon dia pun dia selalu curhat dengan Dicky. Sekalian aja dia jadian sama Dicky. Ini sama aja kayak dia selingkuh dengan Dicky didepan mata gue. Mungkin pilihan terbaik adalah mutusin Ola. Tapi sayang hati gue belum siap.
***
Final time. Ini udah kedua kalinya Ola bersikap terlalu baik pada Dicky disaat dia lagi ada acara dengan gue. Kita bertiga emang lagi ada di acara pernikahan sepupunya Dicky dan Ola diundang. Karena Ola masih berstatus pacar gue jadi gue pun turut hadir di acara ini. Tapi sayangnya Ola memilih sebuah pilihan yang salah.
Terima kasih untuk 6 bulannya. Semoga ada pengalaman yang bisa
lo petik dari hubungan kemarin kemarin.
Send. Setelah memastikan pesan singkat untuk Ola terkirim gue langsung pergi keluar gedung dan masuk ke mobil silver gue.
***
Berkali kali Ola sms gue gak ada yang gue bales, dia telpon gue gue reject, bbm dia gak gue read, twitter dia gue block, instagram dia gue unfoll. Hampir dia menghubungi gue lewat semua akun socmednya. Bukannya gue gak mau berhubungan lagi dengan dia, gue cuma butuh move on. Kalau udah niat harus usaha 100% jangan setengah setengah. Percuma juga kalau gue niat move on tapi masih ngestalk twitter atau instagram dia kan?
***
"Ola, maukah kamu jadi pacarku?" pinta gue sembari menggenggam kedua tangannya.
"Tapi bis, gue masih perlu waktu. Ini terlalu cepet untuk kita in relationship, gue masih nyaman kalau lo sebagai sahabat gue"
"Please la, aku tahu kamu cinta sama aku. Begitu juga aku cinta sama kamu. Aku ingin memiliki kamu sepenuhnya la. Bukan sebagai sahabat, tetapi sebagai kekasih. Please, would you be mine?" Ola hanya mengangguk perlahan dan gue refleks memeluknya erat. Ia pun membalas pelukan gue.
***
"Pantaaaaii!!!!" Ola berlari ke pinggiran pantai dan gue hanya mengikutinya perlahan dibelakang. Sesaat setelah gue tiba disebelahnya Ola langsung memeluk gue erat.
"Makasi banyak bii. Kamu tau aja kalau aku lagi pengen ke pantai wkwk. Love you so much biii' gue hanya tersenyum dan membalas pelukannya. Tak lama Ola pergi dari pelukanku dan berlari larian menikmati pantai. Gue senang bisa membuatnyanya sesenang ini.
***
"Bismaaaaa..." sapa Ola manja di telpon.
"Kenapa Ola sayang?"
"Kamu harus tau bii, tadi Dicky ngenalin aku ke ibunya. Terus kita makan dirumah dia. Masakan ibunya Dicky enak loh bi. Beliau masak banyaaak banget, tapi aku cuma gak makan semuanya kok wkwk. Aku cuma nyobain gurame asam manis sama tumis kangkungnya bii. Lain kali kalau aku ngajak ke rumah Dicky kamu ikut doong, biar kamu juga nyobain masakan ibunya Dicky.." Ola.. Ola.. kamu gak tahu apa kalau denger kamu cerita gini aja udah bikin sakit hati, gimana kalau gue harus liat sendiri apa aja yang kamu lakuin disana.
"Halo bii? Kamu masih disana kaan? Bisma sayaang..." gue emang minta Ola buat terbuka sama gue tentang apapun. Dibanding dia selingkuh dibelakang gue kan. Jadi gue lebih milih antisipasi kalau kalau dia mulai suka dengan cowo lain. Tapi ternyata... </3
"Bismaa... kamu udah tidur yaa? Good night sayang, semoga mimpi indah yaa. Sampe ketemu besok. Love you... :*" klik. Telpon pun mati.
***
Mulai dari kejadian gue nembak Ola, kejadian gue kenalan dengan orang tua Ola, kejadian kita jalan ke pantai, kejadian kita di rumah pohon gue, bahkan kejadian Ola curhat tentang Dicky dan kejadian Ola memeluk Dicky pun terputar di otak gue. Dengan perlahan gue mengambil gitar akustik kesayangan gue dan memainkan lagu asal yang berasal langsung dari hati gue.

Apakah kau ingat saat aku menembakmu
Kau bilang jangan terburu ya banyak waktu
Tapi mengapa kini engkau bersamanya
Hancur hatiku rasanya tak kuasa melihatnya

Bila memanglah dia yang ada dihatimu

Jangan membuatku ragu
Memainkan rasa ini berharap banyak padamu

Untuk pertama kalinya gue hanya ditemani gitar di malam mingguan seperti saat ini. Entah kenapa gue merasa lagu yang berasal dari hati gue tadi cocok untuk dijadikan lagu. Gak sampai satu menit pensil dan notes lagu udah ada di tangan gue. Daripada galau kaya orang orang gak jelas, mending gue jadiin lagu kan? Kalau lagunya nge-hits bisa nambah penghasilan gue wkwk.

Kau pernah mendadak telfon aku senangnya
Minta bertemu berdua sangat indahnya
Tapi jika itu cuma tuk sementara
Lebih baik mundur saja sudahlah akhiri semua

Bila memanglah dia pilihan terakhirmu

Jangan membuatku sendu
Memainkan rasa ini berharap banyak padamu

Memang benar ku menggilaimu

Tapi bukan brarti kau bisa permainkan hatiku
You really really make me so crazy
Tapi bukan brarti aku rela kau sakiti

Jangan bo bo bohongi

Ku tak mau kau bo bo bodohi
Mari saja a a akhiri
Ataukah ini memang taktik busukmu ingin menjerat banyak cinta

Tapi memang cuma kamu yang slalu aku tunggu

Setiap saat setiap waktu dari senin sampai minggu
Bila ini permainanmu jangan kau libatkan aku
Aku tergila padamu tapi bukan aku mau
Kau bo bohongi kau bo bo bodohi
Bohongi bodohi
Yeah ah a a a a a~
Memang benar ku menggilaimu
Tapi bukan brarti kau bisa permainkan hatiku
You really really make me so crazy
Tapi bukan brarti aku rela kau sakiti

Jangan bo bo bohongi

Ku tak mau kau bo bo bodohi
Mari saja a a akhiri
Ataukah ini memang taktik busukmu ingin menjerat banyak cinta


to be continued~ maaf ya mang kalau hadiah dariku cuma ini, heaven knows i love you so :)

Senin, 11 November 2013

SMASH ft. Stacy - Hello (official video clip)

editan dan efek efek video disini kece, tapi sayang jadi kurang jelas 6 member dan Stacy-nya (meskipun mungkin sebenarnya ingin meminimalisasikan penampakan seseorang disitu (?)) #HELLOSMASHSTACY http://www.youtube.com/watch?v=P7cyGWs08gs

maaf kalau udah lama gak ngepost, nunggu ada cerita yang selesai sampai tamat baru bisa nge-share lagi. doakan saja banyak inspirasi~ ^^

Kamis, 29 Agustus 2013

First Fanfict #57

Happy Birthday Muhammad Ilham Fauzie Efendi!!! Semoga semakin amazing! :) #HBDIfauzieS18OY


Dicky : "Bil, tunggu!" *menahan Bila* "Lo yakin gamau tau siapa cewe itu?"
Bila : "Engga"
Dicky : "Yakin gapenasaran?"
Bila : "Oke! Gue penasaran! Emang siapa sih cewenya!?" *marah* *nangis*
Dicky : "Cewe itu ada di depan gue. Yaitu lo"
Bila : *refleks diem* #shock
Dicky : *berlutut* "Lo mau kan nerima gue jadi pacar lo?" *mengeluarkan mahkota mainan (?)*
Backsound : #np SM*SH - I Heart You Acoustic
Bila : *nangis* "Iyaa, gue mau"
Dicky : *memakaikan mahkota* *meluk Bila* "Gue sayang lo"
Bila : "Gue juga..."

Ternyata semenjak kamis sore tersebut Enno selalu berangkat dan pulang bersama Reza. Namun Enno tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang mengganggu, ia hanya menganggap Reza sebagai supir penggantinya. Amplop amplop darinya pun tetap diberikan kepada Enno. Diantaranya berisi sebagai berikut.
Tahukah kamu saat kita pertama jumpa
Hatiku berkata padamu ada yang berbeda
-i heart you-

Ada ada saja dengan apa yang kurasa
Bergetar di dada buatku merana
I got a feeling Cause you making me smiling
Thinking of you pusing tujuh keliling
Ku merasa oh ada cinta
-ada cinta-

Baby tataplah mataku
Coba rasakan cintaku
Kuberjanji kan slalu setia
Bersama slamanya
-missing you-
Sekarang sudah 9 hari berlalu semenjak kejadian special dinner. Enno masih tetap bingung dengan apa jawabannya terhadap pernyataan dari Reza.
27 april sore seperti biasa Reza telah menunggunya di depan pintu utama. Namun ada yang berbeda, kali ini Reza benar benar menginginkan jawaban tersebut. Kali ini ia telah membawa salad buah buatannya dan berdiri tepat di depan pintu utama.
Ketika Enno pulang dan melewati pintu utama...
Reza : *menarik tangan Enno* *berlutut* "Please. Would you be my girl?" *mengeluarkan salad tersebut*
Enno : #shock
Salad buah itu adalah salad berisikan buah buahan yang telah di desain dengan rapi. Alasnya mengandung berbagai buah berdaging putih, atasnya terdapat jagung dan anggur yang bertebaran dengan strawberry merah yang disusun berbentuk love. Telah disediakan pula mayonaise sebagai penanda jawaban. Jika diterima maka Enno harus membuang mayonaisenya, jika tidak Enno harus menggambar patahan ditengah strawberry strawberry tersebut.
Enno : duh pengen gue tolak kasian, tapi kalo gue terima gue yang menderita *mengambil bungkusan mayonaise* "Mmm..." *menggambar di atas salad*
Reza : *melihat Enno menggambar* okeh gue ditolak :(
Enno : *membuang bungkus mayonaise* "Salad itu engga enak kalo gak pake mayonaise dan dimakan sendirian, jadi gue gambar love lagi dan gue nerima elo jadi pacar gue" :)
Reza : *berdiri* *melihat saladnya* :) *menaruh saladnya* "Oh iya, gue punya kejutan buat lo"
Enno : "Kejutan apaan?"
Reza : "Tutup mata lo" *mengalungkan kalung Enno yang sempat hilang di Papua*
Enno : *membuka mata* :O "Kalung ini?!" #shock #kesal #senang "Lo nemu ini dimana? Jangan bilang lo nemu ini pas kita nyari di rumah tua itu. Gue hampir stress gara gara kalung ini ilang. Kenapa lo engga bilang kalo lo nyimpen kalung ini?" :'(
Reza : "Karena gue udah punya rencana buat ngasih kejutan buat lo" :) *memeluk Enno*
Enno : *diam* :')
Reza : "Sekarang gue anter lo pulang ya"
Enno : "Iya. Eh saladnya bisa dimakan kan?" *mengambil salad dan memakannya* *berjalan ke mobil Reza*
Reza : "Bisa.." *berlari menuju mobil*
Di dekat mobil Reza..
SM*SH BRM : #keluar "Cieeeeeeeeh..."
Reza Enno : :O
Enno : "Kalian?! Kok kalian.." x_x
Dicky : "Ahahaha kenapa lo kaget no? Ini semua udah direncanain, iya gak guys? Hahahaha"
Bisma : "Lagian lo, gak ngerasa apa. Gak mungkin kali sekolah sesepi ini" *tepuktangan*
Tiba tiba seluruh siswa SMA 5 Heroes dan beberapa pers keluar dari tempat persembunyiannya. Ada dari balik mobil, pohon bahkan dibalik pintu gedung.
Enno : :O "Kalian tuh ngapain sih, udah gue mau pulang" *berjalan pergi*
Riris : "Mau pulang naik apa no?" *melambaikan dompet enno dan handphonenya*
Enno : *melihat ke belakang* "Siniiin!!!" *berlari kearah Riris*
Riris : "Ham!!" *memberi dompet dan handphone enno*
Enno : *berusaha mengambil ke arah Ilham*
Akhirnya sore hari itu pun dipenuhi oleh kesenangan antara SM*SH dan BREM tak ada lagi rasa kesal diantara mereka.
.tamat.

lama banget yah selesainya '-' maaf kalau suka jarang ngepoost, dan apalagi kalau ceritanya gak se-kece novel novel :') semoga owner bisa bikin karya yang labih baik lagi yaa... doain cerita berikutnya cepet kelar ^^

Senin, 19 Agustus 2013

First Fanfict #56

special part bila dicky nih ^^ selamat membaca :)

Sudah 13 hari berlalu semenjak pertengkaran Bila Riris dan tentang perjodohan Riris Dicky. Sesuai dengan apa yang sudah Riris, Ilham, dan Dicky rencanakan. Tanggal 23 April adalah tanggal yang tepat untuk meminta maaf kepada Bila. Siang itu di sekolah...
Riris : *menghampiri Bila* "Heii bil, apa kabar?"
Bila : *gapeduli*
Riris : "Masih marah nih? Yaudah deh, aku minta maaf sama kamu. Aku cuma mau bilang, kalo perjodohan aku sama Dicky udah di batalin. Kemaren-kemaren aku udah ngenalin Ilham sama keluarga aku. Mereka setuju sama hubungan aku dan Ilham"
Bila : *kaget* *staycool* "Oh, penting gitu buat aku? Kamu sama Dicky jadi atau engga di jodohin!?"
Riris : "Aku tau ko kamu suka sama Dicky. Terserah kamu mau maafin aku atau engga. Tapi jangan pernah bohongin diri kamu sendiri. Nih" *menyerahkan selembar kertas*
Bila : "Apaan ini?"
Riris : "Buka dulu aja. Dari Dicky. Dia mau ngomong sesuatu sama kamu. Itu alamatnya. Ku tinggal yah bil. Inget, jangan bohongin diri kamu sendiri!" #pergi
Malamnya Bila bersiap-siap untuk pergi. Ia memakai gaun berwarna ungu selutut. Lalu ia pergi di antar supirnya.
Bila : "Ke alamat ini ya pak" *menyerahkan kertasnya ke supir*
Supir : "Baik non"
Setelah memakan waktu sekitar 20menit, akhirnya Bila sampai di tempat yang disana sudah ada seorang pria yang menunggunya...
Dicky : "Lo udah nyampe?"
Bila : "Iya, lo udah nunggu lama?"
Dicky : "Engga ko, gue juga baru datang," :)
Bila : "Kita mau ngapain disini?"
Dicky : "Gue mau minta maaf atas semua yang telah terjadi. Lo udah denger dari Riris kan?"
Bila : "Iya, terus?"
Dicky : "Yep, perjodohan itu di batalin."
Bila : "Oh..."
Dicky : "Lo enggak nanya kenapa perjodohan itu dibatalin?"
Bila : "Harus banget tau ya?"
Dicky : "Yaudah" :( #pergi
Bila : "Oke, gue tanya emang kenapa?"
Dicky : :D "Riris juga pasti udah ngasih tau lo kan. Dan satu lagi karena..."
Bila : "Karena apa?"
Dicky : "Karena udah ada seorang cewe yang bikin gue jatuh cinta"
Bila : *nahan nangis* "Oh, jadi lo mau pamer kalo lo udah punya cewe baru?"
Dicky : "Bukan gitu maksud gue"
Bila : "Terserah lo," #pergi
Dicky : "Bil, tunggu!" *menahan Bila* "Lo yakin gamau tau siapa cewe itu?"
Bila : "Engga"
Dicky : "Yakin gapenasaran?"
Bila : "Oke! Gue penasaran! Emang siapa sih cewenya!?" *marah* *nangis*
Dicky : "Cewe itu...

to be continued :p

Sabtu, 17 Agustus 2013

First Fanfict #55

Dirgahayu RI! semoga bisa benar benar merdeka ^^

Paginya ketika di sekolah Enno benar benar tidak melihat Reza. Ia pun senang namun saat istirahat makan siang ia dipanggil oleh Ms. Dennisa ke ruangannya. Di ruangan Ms. Dennisa..
Enno : "Ibu manggil saya?"
Ms. Dennisa : "Iya.."
Enno : *duduk dihadapan Ms. Dennisa*
Ms. Dennisa : "Kemarin Ms. Laili melihat daftar nilai ulangan Xperfect dan ia terkejut melihat nilaimu. Ia kecewa melihat nilaimu. Jadiii... mulai hari ini kamu tidak akan mengikuti pelatihan olimpiade lagi"
Enno : :O #shock "Serius miss?"
Ms. Dennisa : "Untuk sementara ini kamu tidak diperbolehkan mengikuti pelatihan, namun jika nilaimu sudah membaik akan miss bicarakan kembali dengan Ms. Laili"
Enno : "Kira kira saya masih bisa ikut seleksi tidak miss?"
Ms. Dennisa : "Kemungkinannya kecil, Ms. Laili sangat kecewa denganmu. Lihat saja nanti"
Setelah mendapat kabar buruk seperti itu Enno pun berjalan menuju kelas. Ketika memasuki kelas ia melihat Reza. Reza pun sempat melihatnya dan ia langsung berpaling. Enno pun sedikit senang, karena bisa jadi ia akan membenci Reza jika Reza tetap muncul dihadapan Enno. Enno pun kesal, ia dikeluarkan dari pelatihan karena Reza juga. Rezalah yang telah membuat nilai ulangan Enno buruk.
Malamnya Enno sudah mulai bisa memaafkan Reza, lagipula bukan salah Reza sepenuhnya jika Enno keluar dari pelatihan.
Keesokan harinya ada kabar yang tak kalah mengejutkan pula, memang benar Reza berusaha untuk tidak menampakkan dirinya di depan Enno. Namun pers telah mengetahui kejadian 17 April tersebut!! Ini termasuk efek dari Sweet Pink Store yang memang menyebarkan berita tersebut.
Sebenarnya Reza sudah meminta dan membayar kepada Sweet Pink Store untuk tidak mempublikasikannya. Ternyata Sweet Pink Store membatalkan janji mereka dan mempubllikasikan semua detail special dinner tersebut.
Enno, Reza, BRM dan SM*SH pun kembali dikejar kejar wartawan yang semakin mengganggu mereka. Rencana Enno yang seharusnya bisa tenang tanpa gangguan siapa pun yang mengingatkannya kepada kejadian tersebut pun gagal total.
22 april pagi di SMA 5 Heroes...
Enno : *turun dari mobil* *berjalan*
All Pers : *melihat Enno* *mengejar Enno* "Mbak mbak mbak!!"
Pers 1 : "Tolong jelaskan lebih detail mengenai kejadian special dinner tersebut mbak"
Pers 2 : "Kabarnya anda belum menjawab pertanyaan Reza, apakah itu benar?"
Pers 3 : "Apa benar anda akan menolak Reza?"
Enno : Ini apaan sih? Gue mau sekolah. Ganggu aja deh, lima menit lagi bel niih!!!! "Duuuh maaf ya mbak mas, saya mau sekolah dulu" *menghindari pers* *gagal* *dikepung pers*
Tiba tiba...
Reza : *datang* *memarkirkan motornya di parkiran*
Pers 4 : *melihat Reza* "Eh itu ada mas Reza, ayo ayo!!"
All Pers : *mendatangi Reza*
Enno : *bebas* *berlari memasuki gedung SMA*
Kemudian Riris meng-upload foto majalah yang mengandung acara special dinnernya Enno.
Enno "Please ngaku, siapa yang bocorin masalah ini ke pers? :'("
Riris "mereka tau dari sini no"
Enno "ah ngebetein, gimana bisa pulang sekolah coba? aku kan gak biasa berhadapan sama pers. kalo gini besok gak usah masuk deh"
Dicky "kasian si enno gak pernah berhadapan sama pers, gue doong"
Rangga "heh dicky kasian si enno lagi begini malah lo gituin. enno udah lo pulang bareng gue nanti gue kasih tau lo harus gimana kalo berhadapan sama pers"
Enno "rangga : serius ga? makasih kebetulan supir gue lagi cuti selama beberapa hari ini thanks. dicky : gue emang engga pernah berhadapan sama pers sih ya, biasanya bodyguard gue yang berhadapan xp" #out
Riris "ga, lo gimana sih? kan ceritanya si reza yang nganter dia. kenapa lo nawarin diri?"
Dicky "iya ga, jangan jangan lo suka lagi sama si semut itu -,- (kok selera temen temen gue begituan sih?)"
Rangga "engga lah riris, dicky. kalo dia tau yang nganter pulang itu si reza pasti udah nolak duluan lah. masalah gituan mah gampang. Lagian hari ini gue mau ke salon kucing, jadinya reza yang nganterin dia pulang beres kan?"
Dicky "oh iya pinter juga lo!"
Riris "eh hari ini bagian lo kan rangga ngasih amplop?"
Rangga "iya, udah gue selipin ke bukunya kok"
Riris "siiiiiiiiiiip #out"
Sorenya Enno yang sudah tidak mengikuti pelatihan memilih untuk diam di cafe hingga selesai jam pelatihan. Sepulang "pelatihan" Reza sudah siap dengan motornya di depan pintu utama gedung SMA 5 Heroes.
Enno : "Eh, lo liat Rangga?"
Reza : "Katanya dia harus bawa kucingnya ke salon, udah ada janji sama orangnya. Jadi dia nyuruh gue"
Enno : "Bukannya kalo kamis elo engga pelatihan?"
Reza : "Iya siiih, tapi gue dapet telepon dari revan. Itu kakak lo? Dia nyuruh gue jemput lo"
Enno : kan bener dia deket sama kakak gue -__- "Jadi sekarang gue pulang sama lo?"
Reza : "Udah cepetan persnya masih ada, nih pake helm nya" *menyerahkan helm*
Enno : "Tapi kalo keliatan gimana?"
Reza : *memakaikan helm Enno* "Udah cepetan naik"
Enno : :O *menaiki motor Reza*
Reza : *menjalankan motornya dengan cepat*
Enno : "Eh, pelan pelan!! Gue takut nih!!! Gini aja permintaan gue yang kemaren kan batal. Gue ganti kalo lo mau nganterin gue bawa mobil jangan motor. Gue gak suka naik motor"
Reza : "Hah? Iyaa" berarti dia mau gue anterin pulang


to be continued :)

Kamis, 15 Agustus 2013

First Fanfict #54

maaf jarang ngepost '-'v selamat membaca :)


Rapat kecil hari itu pun ditutup, jadwalnya hari ini amplop pertama akan diberikan oleh Riris.
Riris : "No, ada amplop nih" *menyerahkan amplop tersebut*
Enno : amplop? feeling gak enak nih "Amplop apa?"
Riris : "Buka aja"
Enno : *mengambil dan membuka amplop tersebut*
Sumpah mati padamu ku jatuh hati
Sumpah mati padamu ku jatuh cinta
Namun sayang ku tak sempat berkenalan denganmu
Dari hati ke hati, lalu bicara cinta berdua

Sampai kini daku masih trus harapkan
Agar suatu saat ku berjumpa lagi
Smoga saja daku sempat berkenalan denganmu
Dari hati ke hati, lalu bicara cinta berdua
-oh ya-
Enno : kan bener feelingnya :(
Riris : "Dari siapa no?"
Enno : "Gak usah pura pura gak tau ris, kamu disuruh sama Reza kan?"
Riris : -,- "Emm iya sih, tapi.."
Enno : "Udahlah aku udah cukup butek sama urusan ini, lagian udah jelas kan kalo aku gak suka sama dia?" #pergi
Riris : "Tapi dia masih ngarep no.." *mengejar Enno*
Enno : "Ini masalah perasaan ris, aku gak bisa nerima dia gitu aja kalau aku sendiri gak punya perasaan apapun ke dia." *berhenti*
Riris : "Please no kasih dia kesempatanlaaah kasian.."
Enno : "Ntarlah aku pikirin lagi. Aku gak bisa terus terusan mikirin urusan ini, banyak hal yang lebih penting."
Riris : "Aku tau, emang sih akhir akhir ini kamu jadi susah konsentrasi no. Itu gara gara dia juga?"
Enno : "Yaa gitu deh. Aku juga sebenernya gak enak nolak dia, cuma mau gimana lagi ris.."
Riris : "Gini no, kasih dia kesempatan dan aku yakin kamu bakal bisa konsentrasi lagi kaya dulu"
Enno : "Seminggu enggak muncul di depan aku, aku usahain terima dia"
Riris : "Seminggu?! Tapi ini kan lagi sekolah no, bukan lagi libur. Kamu mau dia bolos?"
Enno : "Yaudah kalo gitu aku yang bakal bolos selama seminggu"
Riris : "Nanti pelatihan kamu gimana? Oh iya kalian kan pelatihan juga. Jangan nyusahin dia no kasian"
Enno : "Ngapain kasian? Ini tuh resikonya, harusnya dia pikirin mateng mateng dulu kali. Apalagi kalo dia udah kerja sama sama sahabat aku, harus tau resikonya"
Riris : "Tapi ini udah ke.." *terpotong*
Enno : "Yaudah aku gak bisa jadi pacar dia"
Riris : ribet amat sih ni anak -,- "Oke oke, nanti aku bilangin ke Reza"
Enno : sebenernya aku gak tega juga sih ngomong gitu, cuma gak tau kenapa keluar gitu aja dari mulut aku. maaf ya za lo jadi korban
Malamnya Riris memberitahukan hal tersebut kepada Reza. Namun saat itu pula Enno mengirim ralatnya kepada Reza.
R : oke gue bakal ngelakuin yang elo minta
E : elo udah di kasih tau sama riris ya? sebenernya waktu itu gue lagi kesel jadi sebenernya lo gak usah ngelakuin itu, gue cuma bingung aja sih ngomongnya gimana. udahlah abaikan apa yang gue omongin tadi
R : jadi gue harus ngapain?
E : lo harus sabar aja soalnya bisa jadi lo salah sasaran
R : engga kok gue emang suka sama elo
Enno pun tidak membalas lagi.
Enno : gue harus cerita sama siapa coba? nge-blog pasti diliat si Reza, ngomong apa lagi lah. gue butuh orang buat cerita tapi seluruh orang deket gue udah terlanjur dihasut sama dia. ya pasti bakal nyuruh gue terima lah. ngeselin.
Paginya ketika di sekolah Enno benar benar tidak melihat Reza. Ia pun senang namun saat istirahat makan siang ia dipanggil oleh Ms. Dennisa ke ruangannya. Di ruangan Ms. Dennisa..
Enno : "Ibu manggil saya?"
Ms. Dennisa : "Iya.."
Enno : *duduk dihadapan Ms. Dennisa*
Ms. Dennisa : "Kemarin Ms. Laili melihat daftar nilai ulangan Xperfect dan ia terkejut melihat nilaimu. Ia kecewa melihat nilaimu. Jadiii...


to be continued.. :)

Senin, 12 Agustus 2013

First Fanfict #53

maaf lama gak ngepost, maklum lebaran wkwk... selamat membaca :)

Tiba tiba...
Reza : "Sorry ya bro gue telat"
Rafael : "Telat kenapa lo? Pelatihan beres satu jam yang lalu kan?"
Reza : "Sorry deh tadi gue nganterin orang dulu"
Rangga : "Hah? Lo nganterin siapa? Bukannya lo udah pegat sama Thella?"
Dicky : "Jangan jangan lo udah diterima? Terus lo abis nganterin dia?"
Bisma : "Diterima? Emang lo abis nganterin siapa za?'
Reza : "Ah elo sih Dick makin banyak orang tau, makin gaenak digue"
Bisma : "Bentar bentar, diterima??"
Bs Mg Rg Rf : "Elo nembak siapa za?"
Dicky : "Biarin, siapa tahu orang orang itu malah ngebantu elo buat diterima?"
Reza : "Sssstttt"
Rangga : "Za!"
Ilham : "Jadi gini, kemaren malem kakak gue nembak si semut Enno itu pas dinner"
All : "Hah?!" :O #shock
Rafael : "Lo nembak si semut? Serius lo?! Kok bisa ya cewe tengil kaya dia bikin 'si ganteng maut'nya smashblast jatuh cinta? Gak percaya gue"
Dicky : "Alaaaaah, udahlah ngaku aja raf lo udah jadian sama si Midda kan? Keliatan kok dari sikap lo akhir akhir ini" #gossip
All : "Cocoh sama Midda?!" #shock
Dicky : "Duuuh jangan bilang lo juga gak tau kalo Ilham sama Riris udah jadian juga? Paraaah. Lo pada kemana si? Sampe kabar kaya gitu aja lo gak tau" #gossip
Morgan : "Yaaah lo semua tau lah, selama ini gue mainnnya di Prancis jadi gue gak tau semua berita itu" -,-
Rangga : "Gue juga gak tau semua, soalnya gue baru pulang dari Belanda" -,-
Rafael : "Paling engga, gue tau yang gue sama Midda"
All : "Cocooooooooh!!!" -,-
Ilham : "Berarti lo emang beneran jadian sama Midda kan raf?"
Rafael : "Iya, udah satu minggu. Elo sendiri ham?"
Ilham : "Gue beda dua hari sama lo"
Bisma : "Jadi lo belom dijawab sama si semut?'
Reza : "Udah siih.. Tapi gue ditolak" :(
Rangga : "Lagian kata kakaknya dia belum pernah suka sama seseorang, dan belum pernah ditembak, apalagi pacaran sama orang"
Ilham : "Pantes dia jadi diem gitu"
Reza : "Terus gue harus ngapain dong? Masalahnya kalo dia jadi gak konsen sama pelajaran nanti gue yang disalahin sama kakaknya"
Rafael : "Lo berdua kenal darimana sama kakaknya?"
Rangga : "Gue punya saudara cewe yang jadi pacar kakaknya"
Reza : "Gue baru kenal siiih"
Bisma : "Eh udah jam segini mau latihan jam berapa? Besok siang ada jadwal di Medan lho"
Reza : "Ayo atuh!"
Malamnya ketika SM*SH dalam perjalanan menuju Medan Reza mengirim sebuah note lirik lagu kepada Enno.
Ingin aku menyapanya menyapa dirinya
Bercanda tawa dengan dirinya
Namun apa yang kurasa aku tak kuasa
Aku tak tahu harus berkata apa
-inikah cinta-
Keesokan harinya setelah mendengar SM*SH tidak hadir hari itu karena ada jadwal manggung Enno pun senang. Karena sebenarnya ia masih bingung jika dimintai jawaban olah Reza hari itu. Akhirnya hari itu Enno kembali seperti biasa tetapi pada waktu makan siang...
Riris : "No, emangnya bener ya kamu ditembak sama Reza?"
Enno : *makan* *diam* "Iya"
Riris : "Udahlah no terima aja, dia masih berharap looh.. Lagian daripada kamu jadi pendiem gini"
Enno : "Tapinya ris, aku engga suka sama dia"
Riris : "Terima dulu aja, siapa tau pas di tengah jalan kamu suka sama dia"
Enno : "Engga segampang itu aku bisa suka sama dia ris. Aku tuh susah buat suka sama orang. Buat kamu aja tuh ris"
Riris : "Heh, aku udah punya Ilham. Masa iya aku jadian juga sama dia? Gak bakal boleh laaah. Tapi dia emang ganteng sih"
Enno : "Tuh kaan... udah ambil aja ris"
Di lain tempat Bila dan Midda sedang menghabiskan makan siang mereka.
Midda : "Bil, udah buka website kelas kita belom? Ada berita baru tau"
Bila : "Berita apaan?"
Midda : "Coba aja buka"
Bila pun membuka website Xperfect disana tertulis...
HOT NEWS!!
Asal lo semua tahu, tanggal 17 Februari kemarin Muhammad Reza Anugrah telah menyatakan cintanya kepada Rena Aulia Vadha alias Enno.
Bila : "Ini beneran mid?"
Midda : "Coba aja buka detailnya"
Tanggal 17 Februari kemarin bertempat di Sweet Pink Resto tepat pukul 19.19 WIB Muhammad Reza Anugrah telah menyatakan perasaan cintanya kepada Rena Aulia Vadha. Berawal dari teka teki yang sangat panjang dan berujung pada sebuah special dinner. Dalam dinner itu Reza berhasil menyatakan cintanya lewat lisan dan benda benda lainnya. Sayangnya ketika itu Enno mengatakan bahwa ia tidak bisa menerima Reza. Namun seperti yang kalian semua ketahui, Reza tidak pernah menyerah dalam urusan ini. Ia tetap berharap kepada Enno. Tetap semangat Reza!!! ^^(DMP).
Bila : "Iiiih beneran mid, ini siapa yang nulis?"
Midda : "Si DMP kali"
Bila : "DMP?! Dicky?! Tau dari mana?"
Midda : *menunjuk akhir paragraf*
Bila : "Ih iyaa, kalo kata kamu mid Enno bakal nerima Reza atau engga?"
Midda : "Gak tau deh, kayaknya gak mungkin 22nya"
Bila : -,- "Kenapa engga dia terima aja ya?"
Midda : "Gak tau lah, Enno kan orangnya kaya gitu. Gak begitu deket sama cowo"
Bila : "Iya yah, padahal pas pertama suka SM*SH aku sukanya sama Reza tau"
Midda : "Iyah? Aku kira langsung sama Dicky" -______________-
Bila : "Engga, cuma gara gara ternyata sifat mereka begitu jadi aku sukanya sama Dicky.... Kalo kamu mid?"
Midda : "Aku? Siapa ya? Rafael kalo gak salah, atau Bisma ya? Lupa"
Bila : "Dodol, tapi Morgan juga ganteng Ilham keren Rangga juga lucu. Ah gak ada yang jelek SM*SH mah"
Midda : "Cieh antis tobat"
Bila : "Kamu juga ge"
Keesokan harinya SM*SH datang kembali ke sekolah. Ternyata mereka merencanakan akan bekerja sama dengan Riris untuk membantu Enno menyukai Reza. Di basecamp SM*SH ketika Enno pelatihan...
Reza : "Jadi gini, lo semua tau kan kejadian tanggal 17 kemaren?"
All : "Iyaaaa"
Reza : "So, gue harap lo semua bisa bantu gue soalnya katanya Enno gak ada perasaan sama gue"
Bisma : "Sorry gue motong, kalo emang dia gak ada rasa sama lo kenapa lo masih ngarepin dia? Masih banyak cewe yang lebih dari dia bro"
Reza : "Itu baru katanya bis, lagian kalau dia emang mau nolak gue kenapa engga pas malem itu juga"
Bisma : "Oke gue ngerti, lanjut bro"
Reza : "Gue udah nyiapin 9 amplop isinya cuma lirik lagu aja sii, gue harap lo semua mau ngasihin amplop ini ke dia perhari. Misalkan Rafa hari ini, besoknya Morgan, besoknya lagi Rangga gitulaah"
Riris : "Terus kalau misalkan Enno ngejawabnya pas amplop belum abis gimana? Atau engga di belum jawab jawab juga sampai amplop abis"
Ilham : "Tinggal bikin lagi sayaaaaaang"
Reza : "Cukup dari gue, ada yang mau nambahin?"
Dicky : "Rencana lo cuma gitu doang za? Ah gak asik"
Rangga : "Iya za, gak ada rencana lain?"
Reza : "Engga sih, yaa kalo mau usul silakan"
Riris : "Gini aja elo nganterin Enno pulang pergi sekolah, dia kan gak bisa pulang sendiri" -.-v
Rafael : "Elo minta tolong kakaknya aja za, lo kenal kan?"
Ilham : "Tapi kata gue biasa kalo nganterin cewe pulang pergi sekolah doang mah. Biasa"
Dicky : "Lo diem aja gan? Biasanya lo punya ide ide cemerlang"
Morgan : "Ada sih tapi gue kurang yakin"
All : "Apa?"
Morgan : "Gimana kalo elo buatin sesuatu yang dia suka dan itu spesial"
Reza : "Emangnya apa?"
Rafael : "Lo tanyalah, sama sahabatnya atau kakaknya"
Riris : "Setau gue dia itu lagi suka salad buah gitu"
Reza : "Gue gak bisa masak, emangnya gak ada benda ya?"
Dicky : "Benda lebih susah!! Udahlah cuma salad kan? Gue juga bisa kok nanti gue ajarin deh"
Ilham : "Gue gak percaya sama lo, elo kan phobia buah emangnya elo mau berdekatan dengan buah buahan? Kak lo belajar sama Riris aja dia jago masak kok"
Riris : "Kok gue? Yaudah deh"
Rapat kecil hari itu pun ditutup, jadwalnya hari ini amplop pertama aan diberikan oleh Riris.
Riris : "No, ada amplop nih" *menyerahkan amplop tersebut*
Enno : amplop? feeling gak enak nih "Amplop apa?"
Riris : "Buka aja"
Enno : *mengambil dan membuka amplop tersebut*

to be continued :)

Rabu, 07 Agustus 2013

First Fanfict #52

selamat membaca :)

Ketika Enno sedang sendiri di kelas terdengar suara dering sms. Ternyata Enno mendapat sms dari Reza yang berisi..
Sorry kalo nilai lo jeblok gara gara kejadian semalem, tapi gue masih berharap elo mau jadi cewe gue.
Istirahat selesai berganti dengan pelajaran fisika. Pada pelajaran fisika kali ini Mr. Daniel mengadakan kuis. Tentunya Reza yang sedang mengikuti pelatihan olimpiade fisika banyak menjawab pertanyaan. Enno pun bad mood kembali, ia sedang tidak ingin berurusan dengan Reza karena itu akan membuat Enno lalai dari akademiknya yang sedang menurun. Akhirnya ia hanya bisa sabar dan curhat di blog pribadinya.
Ternyata Reza melihat postingan blog Enno yang berisi curhatannya itu. Alhasil saat makan siang Reza mengirimkan sms kembali berisi..
Bisa makan siang bareng? Gue mau minta maaf sama lo, kalo selama fisika tadi gue ngeganggu elo
Enno pun langsung membalas sms tersebut dengan 5 huruf.
sibuk
Beruntungnya Riris lham dan Dicky mengajak Enno untuk makan siang bersama. Ternyata mereka ingin membicarakan masalah pertengkaran Riris Bila. Saking errornya Enno tidak ingat akan masalah tersebut.
Ilham : "Eh, masalah Bila gimana?"
Riris : "Mana aku tau, tanya aja Dicky. Gimana chy?"
Dicky : "Gue udah nyiapin semuanya. Tinggal nunggu tanggal mainnya aja"
Ilham : "Mendingan cepetan deh"
Riris : "Iyaiyaa, nanti gue gabaikan-baikan lagi-_-"
Enno : #diam #makan
Dicky : "Iya, tenang aja. Tapi ntar kasih alamat ini ke Bila ya" *ngasih selembar kertas ke Riris*
Ilham : "Alamat apaan tuh?"
Riris : "Alamat palsu, hahaha"
Dicky : "Hahaha, bukanlah. Itu alamat tempat yang udah gue pesen buat nembak Bila. Gimana no? Keren kan?"
Enno : "Ha? Iya kali"
Ilham : "Lo gak apa apa no? Kok tumben tumbennya lo diem terus?"
Dicky : "Lagi galau kali"
Enno : "Apaan si? Gue gak apa apa kok, cuma... yaa gitu deh"
Riris : "Gitu gimana no? Cerita dooong"
Ilham : "Udah cerita aja"
Enno : "Engga kok gue cuma mau nanya aja, semalem kakak lo pulang jam berapa ham?"
Ilham : "Kaka gue? Reza? Gak tau kayaknya sih, jam setengah sembilanan. Tumben lo nanya kaka gue? Kenapa?"
Enno : "Oooh gak apa apa, semalem gue ketemu sama kaka lo di resto"
Riris : "No, cerita! Gak mungkin kamu gak kenapa kenapa kalo sampe berubah gini"
Enno : "Berubah gimana? Biasa aja tuh"
Dicky : "Biasanya kalo jam istirahat gini lo selalu gak bisa diem, gak kaya sekarang"
Enno : "Ooh yaudah, gaada hubungannya sama lo kok, jadi aman aman aja"
Ilham : "Jangan jangan ada hubungannya sama kaka gue?"
Enno : "Kok ujug ujug kakak lo sih? Enggalaah.. jauh"
Dicky : "Terus apa dong? Tapi setau gue emang lo tumben tumbennya kaya gini"
Enno : "Udahlah, elo baru kenal gue belom setahun. Eh tolong bayarin yah *mengeluarkan dompet dan mengambil selebar 20.000* Gue ke kelas duluan ya, bye.." #pergi
Ternyata ketika Enno mengeluarkan dompetnya ada sebuah kertas yang jatuh dari kantung roknya. Kertas itu adalah kertas yang dikirimkan Reza kepada Enno kemarin.
please bring your new thing from me to your special dinner if you want to ask me now im in that restaurant
by : ARM
Dicky yang duduk di sebelah Enno pun melihtanya dan mengambilnya. Refleks Ilham dan RIris yang duduk di sebrang Dicky pun ikut membacanya.
Ilham : "Lho? Itukan tulisan si Fanny"
Riris Dicky : "Tulisan Fanny?! Kapan dia ke restoran?"
Ilham : "Engga, dia cuma nulis doang disuruh kakak gue"
Riris : "Bentar bentar seinget gue, toko aksesoris favorit gue sama Enno baru aja ngadain special dinner tadi malem. Jangan jangan Enno yang ikut special dinner itu? Terus dia ketemu sama Reza di resto itu!"
Ilham : "Tapi ngapain kakak gue dateng ke resto gituan?"
Ilham Riris : "Mmmmm"
Dicky : "Gue tahu!!"
Ilham Riris : *menengok ke Dicky* "Apaan?"
Dicky : "Jadi gini kemaren kakak lo nyamar jadi ARM terus dia nyuruh si Enno buat ikutan special dinner, dan dia ada si resto itu (?)"
Ilham Riris : "Gak ngerti"
Dicky : "Gini lo, ham lo disuruh nulis ARM juga kan?"
Ilham : "Engga sih tapi gue liat si Fanny yang nulis, itu emang nama samaran kakak gue"
Dicky : "Nah, jadi Reza atas nama ARM pengen ketemu sama Enno tapi dia pake cara special dinner itu"
Riris : "Tapi ngapain si Reza ketemu sama Enno?"
Ilham : "Mending tanyain aja ke kakak gue" *menyeret Reza yang kebetulan lewat*
Reza : "Eh eh gue mau diapain?"
Riris : "Kita cuma mau nanya, semalem lo ngapain ke sweet pink resto?"
Reza : "Mm Gue cuma makan doang kok, emang kenapa?"
Ilham : "Yakin lo kak cuma makan doang? Katanya Enno ketemu sama lo"
Reza : "Ooh iya gue ketemu, tapi pas gue baru ngomong sedikit dianya langsung pergi"
Dicky : "Emang lo ngomong apa? Kok dia langsung pergi?"
Reza : "Ngomong apa ya? Gue lupa tuh"
Riris : "Ini dari lo kan? *memperlihakan kertas temuan Dicky*
Reza : "Lo dapet kertas ini dari siapa?"
Ilham : "Udahlah kak, ngapain lo ketemuan sama Enno di resto kemaren?"
Dicky : "Bener tuh! Gara gara lo dia jadi kaya gini"
Riris : "Za, lo ngomong apa ke dia?"
Reza : "Gue cuma bilang Would you be my girl doang, udah"
All : "Hah?!" :O
Ilham : "Lo serius nembak dia kak? Apa yang lo suka sih dari dia? Cewe tengil, kecil begitu"
Riris : "Eh jangan gitu ham, dia temen lo juga"
Ilham : "Iyaa"
Dicky : "Za, terus dia jawab apa?"
Reza : "Dia nolak gue" :(
Kebetulan hari itu sekolah dipulangkan lebih cepat, meskipun sudah mengikuti pelatihan tetap saja tidak pulang sesuai jadwal. Enno yang tidak dijemput oleh supirnya merasa bosan. Ia pun tidak ada teman untuk pulang. Sehingga ia hanya diam di cafe.
Enno : tau gini mending pulang tadi deh, pelatihan juga cuma gitu doang. ngebosenin.
Anita : *lewat*
Enno : "Loh? Lo baru pulang ta?"
Anita : "Iya, gue baru beres ngerjain proposal OSIS sama sekretaris"
Enno : sekretaris bisa jadi ada si Dei dong? kalo gitu gue ikut Dei aja "Si Dei ikut?"
Anita : "Engga tadi gue sama Krey, Dei izin pulang duluan"
Enno : yaaah pupus harapan gue "Lo pulang sama siapa?'
Anita : "Kayaknya sama pacar gue, tuh. Dah Enno.." #pergi
Enno : lagi lagi gagal -,-
15 menit kemudian...
Reza : *lewat* *berhenti* *lepas helm* "Lo belom pulang no?"
Enno : kenapa yang keluar malah orang ini? :( "Belom, supir gue belom jemput"
Reza : "Mau bareng gue? Gue anter yuk"
Enno : "Engga deh, makasih" *senyum maksa*
Reza : "Udah, ikut aja. Kalo kata gue supir lo gak bakal dateng, udah jam segini lo pasti dicariin sama nyokap lo"
Enno : "Serius gak apa apa?"
Reza : "Gak apa apa kok"
Enno : "Makasi" *menaiki motor Reza*
Reza : *menjalankan motornya*
Di dalam perjalanan...
Reza : "Sebenernya gue mau sekalian minta maaf sama lo, kalo lo masih merasa terganggu sama pertanyaan gue yang kemaren"
Enno : oh ya? o ajaaa "Engga gue gak terganggu kok, gue cuma masih bingung aja kenapa lo bisa kayak gitu. Maksud gue gue biasa aja gak kaya siapaaa gitu. Dan yang jelas gue beda banget sama Thella yang jelas jelas model"
Reza : "Tipe cewe favorit setiap orang berbeda beda, termasuk gue. Sebenernya kalo secara postur tubuh mungkin engga begitu, tapi lo gak pernah minder atau terasingi karena fisik lo. Terus elo itu natural, suka tampil apa adanya tanpa make up. Penampilan lo juga engak jelek kok. Terus yang gue bikin gue kagum dari lo, elo bisa dapet prestasi tinggi ditengah banyak cacian karena postur tubuh lo"
Enno : yaiyalah secara fisik  gue engga masuk, itu jelas "Ooooh"
Reza : cuma oh?  -_____________________- "Oh iya Rumah lo engga pindah kan?"
Enno : fuuuh untung dia engga minta jawaban -__- "Iya, gue engga pindah kok. Emang lo masih hafal?"
Reza : masihlah, kemaren kan gue ngintilin elo seharian -,- "Masih kok"
Tak lama mereka pun sampai si rumah Enno.
Enno : *turun dari motor Reza* "Elo gak mau masuk dulu?"
Reza : "Makasih tapi kayaknya gue harus pulang sekarang, biasanya smash kumpul latihan tiap jam segini"
Enno :  bagus deh, kalo dia masuk makin lama lagi urusan gue sama dia "Duh sorry ya kalo gue ngerepotin. Makasi" *memasuki rumahnya*
Reza : hari pertama gagal *berbalik pulang*
Di basecamp SM*SH...
Rafael : "Si Reza mana? Kok belom dateng?"
Dicky : "Tadi dia ikut pelatihan fisika dulu kan Ham? hahaha"
Ilham : "Pelatihan? Oh iya iya, dia ikut pelatihan dulu"
Morgan : "Tapi kayaknya kalaupun ikut pelatihan harusnya udah nyampe dong jam segini"
Bisma : "Tadi gue telpon gak diangkat, mungkin lagi di jalan"
Tiba tiba...
Reza : "Sorry ya bro gue telat"
Rafael : "Telat kenapa lo? Pelatihan beres satu jam yang lalu kan?"
Reza : "Sorry deh tadi gue nganterin orang dulu"
Rangga : "Hah? Lo nganterin siapa? Bukannya lo udah pegat sama Thella?"
Dicky : "Jangan jangan lo udah diterima? Terus lo abis nganterin dia?"
Bisma : "Diterima? Emang lo abis nganterin siapa za?'
Reza : "Ah elo sih Dick makin banyak orang tau, makin gaenak digue"
Bisma : "Bentar bentar, diterima??"
Bs Mg Rg Rf : "Elo nembak siapa za?"

to be continued.. maaf ya kalo yang punya blog punya salah sama kaliaan, selamat hari raya idul fitri :)

Sabtu, 03 Agustus 2013

First Fanfict #51

selamat membaca :)

Enno : masa iya, toko beginian tau kalo secret admirer kita itu siapa? Lagian belum tentu kita punya secret admirer kan? Kalo yang menang yang udah punya pacar gimana? Wah gak bener nih toko
Malam harinya ketika Enno sudah siap dengan perlengkapannya lagi lagi ia mendapat pesan yang dikirim lewat balon yang berada di balkon kamarnya. Pesan itu berisi...
please bring your new thing from me to your special dinner if you want to ask me now im in that restaurant
by : ARM
Enno : kok si ARM tau kalo gue menang kompetisi itu dan dapet hadiah undangan special dinner? tapi kaya orang gila tau ga? masa iya gue pemenang special dinner dateng ke restaurant bawa bawa boneka besar gitu, belom lagi balon dan lainnya -___________-
Setelah memasukkan barang barang tersebut kedalam mobilnya, Enno berangkat menuju Sweet Pink Restaurant. Disana seluruh isi restoran sudah disulap menjadi lebih indah. Enno pun meninggalkan barang barangnya di mobil dan duduk menunggu di meja nomor 7.
Tiba tiba seorang pelayan menghampiri dan memerintahkan Enno untuk memakai penutup mata karena sang secret admirer sudah datang. Setelah memakai penutup mata terdengar sebuah lagu.
Ketika sang secret admirer berjalan memasuki restoran hingga duduk di meja nomor 7 seluruh gadis yang datang ke restoran itu pun berteriak shock, senang dan kesal. Enno pun bingung siapa sebenarnya sang secret admirer sehingga ketika ia berjalan saja sudah diteriaki oleh banyak gadis. Waktunya Enno diperbolehkan membuka penutup matanya dan melihat sang secret admirer. Ternyata sang secret admirer adalah...
Enno : "Reza?! Elo secret admirer gue?!"
Reza : "Mmm.." *hendak berbicara* *terpotong*
Enno : "Bentar bentar logika gue jalan. Jangan jangan elo itu ARM?! Terus elo yang ngerencanain semua ini?! Maksud lo apa sih?"
Reza : "Maksud gue... Would you be my girl?"
Gadis gadis : "Waaaaa!!!!!!!" #heboh #berisik
Enno : "......"
Reza : *bertepuk tangan*
Pelayan : *datang membawakan coklat Enno*
Enno : "Loh? Itu kan coklat gue? Kok ada disitu?"
Reza : #diam *memindahkan coklat secara teratur keatas sebuah nampan* *memperlihatkan hasilnya kepada Enno*
Enno : *melihat posisi coklat*
I
H E A R T
Y O U
Enno : #shock
Tanpa Enno ketahui saat matanya ditutup seorang pelayan mengambil kunci mobil Enno dan membawa barang barang dari ARM ke dalam restoran. Dan sekarang barang barang tersebut ada di tangan Reza untuk dijelaskan apa maksud dari barang tersebut.
Mawar Putih, boneka, kartu love dan balon pink Reza kirimkan sebagai tanda cintanya kepada Enno. Dan sebenarnya tanpa Enno datang ke special dinnernya malam ini ia sudah dapat mengetahui siapa itu ARM dari jawaban 8 amplop Sweet Pink Store.
1 2 3 4 5 6 7 8
A R M = R E Z A
Dan puzzle pun termasuk dalam tanda cinta Reza. Puzzle itu bergambar love hanya saja tertulis clue selanjutnya.
Enno : "Sorry tapi gue gak bisa jadi pacar lo. Maaf banget" *pergi*
Reza : gue udah nyangka lo bakal bilang ini
Seperginya Enno dari meja makan, Reza langsung pulang ke rumahnya untuk menyiapkan rencana cadangan.
Di kamar Enno...
Enno : kenapa secret admirer gue harus dia? gue kan gak ada perasaan sama dia. masa iya gue tolak? mending kalo dia itu murid biasa, ini? artis! bisa bisa diabisin gue sama fans fansnya. tapi kalopun gue terima dan orang orang tau gue enggak suka sama dia bisa dibilang nyari popularitas doang. haduuuuh ngeselin. *mendengarkan lagu* #tidur
Keesokan paginya Enno yang terlambat bangun harus datang ke sekolah menggunakan mobilnya. Padahal pagi itu ia sudah janjian dengan Riris untuk berangkat menggunakan sepeda. Alhasil ia pun terlambat sampai di sekolah.
Di kelas Xperfect...
Enno : *datang* *duduk* *diam*
Riris : "Wooo telaaaat"
Enno : #diam *memperhatikan sekeliling kelas* *melihat Reza* *kembali diam*
Tak lama Ms. Dennisa datang untuk mengajar matematika. Ternyata hari itu diadakan ulangan! Enno yang semalam tidak belajar kalang kabut dan akhirnya pasrah dengan ulangan tersebut. Dan benar, hasil ulangan Enno beda dari biasanya. Biasanya Enno tidak pernah mendapatkan nilai ulangan matematika dibawah 90 namun sekarang ia mendapat nilai 60. Hampir satu kelas heran dengan hasil yang Enno dapatkan. Mereka yang tidak mengetahui penyebab jatuhnya nilai Enno hanya bisa senang karena hasilnya melampaui nilai sang Miss. Math.
Pada waktu istirahat...
Riris : "No, ko tumben sih nilainya jeblok gini? Aku aja dapet 90"
Enno : "Lupa kalo hari ini ada ulangan, jadi engga belajar deh"
Riris : "Tapi biasanya kalopun kamu engga belajar masih 90an tau"
Enno : "Gak tau lagi error kayaknya. Eh Ilham mau ngajakin istirahat bareng tuh"
Ilham : *mendatangi meja Enno* "Ris!"
Riris : "Aku istirahat dulu ya no" #pergi
Enno : "Iyaa"
Ketika Enno sedang sendiri di kelas terdengar suara dering sms. Ternyata Enno mendapat sms dari Reza yang berisi..

apa isi smsnya? apa Reza beneran suka sama Enno? atau cuma main main aja? next part guys :)

Rabu, 31 Juli 2013

First Fanfict #50

gak ngangka bakal sampe part 50 wkwk, enjoy..

Sesampainya di restoran tersebut Enno pun mencari meja bernomor 17. Di meja itupun tidak ada kakaknya taupun pacar dari kak Revan, yang ada hanya...
Enno : "Kok ada elo? Harusnya disini ada kak Revan sama pacaranya"
Reza : "Kak Revan? Siapa? Yaudah sih, elo belom makan siang kan? Makan dulu aja sini"
Enno : "Gue emang belom makan, udah ya gue mau cari meja lain"
Reza : *memegang tangan Enno* "Temenin gue disini. Please"
Enno : *melepas tangan Reza* "Elo kenapa si? Sekarang siang, gak akan ada hantu dan gak gelap. Ngapain lo minta temenin gue? Kenapa gak sama Thella?"
Reza : "Dia megatin gue" *menawarkan daftar menu*
Enno : "Oh iya gue lupa" *duduk* *memesan makanan* "Mmm kok elo bisa disini? Jangan jangan lo sama kakak gue lagi ngejailin gue lagi" *menelepon Revan*
Reza : "Eeeh engga ko engga, lagian gue gak kenal sama kakak lo"
Enno : #OnThePhoneWithRevan "Halo kak! Restonya yang mana si? Kok malah ada temen aku? Kaka dimana?"
Revan : "Hah ada temen kamu? Yaudah kamu makan dulu aja, kaka udah pulang lagi kamu kelamaan"
Enno : "Ngeselin!" *menutup telepon* *pesanan datang* *makan* "Kalo tau disini engga ada kaka gue dan adanya malah elo, ngapain gue pake baju beginian? Mending gue pake jeans sama kaos aja deh"
Reza : gak apa apa lo cocok kok pake gaun gitu
Beberapa menit kemudian Reza memanggil seorang pelayan dan membisikkan sesuatu. Tak lama pelayan itu pun kembali dengan membawa nampan saji berisikan sebuah box besar.
Reza : "No..."
Enno : *menengok ke arah Reza* "Apaan?" #cuek
Reza : "Katanya elo mau ikutan Olimpiade Matematika ya?"
Enno : "Kalo iya kenapa? Lo ikutan juga?" *tetap makan*
Reza : "Engga, gue ikut yang fisika. Ini gue cuma mau nawarin aja sebenernya gue dapet sejenis kisi kisi seleksi tingkat nasional. Tapi masih dalam bentuk harta karun gitu"
Enno : "Maksud lo?"
Reza : "Waktu itu gue gak sengaja ikut games hadiahnya ini" *memberi box tersebut*
Enno : "Isinya apa?" *menerima box tersebut*
Reza : "Gue gak tau, katanya kisi kisi tadi"
Enno : "Oooh" *hendak membuka box*
Reza : "Eeeh jangan dibuka disini, mending lo buka dirumah aja"
Enno : "Emang kenapa?"
Reza : "Mmm.. gitu deeeh"
Enno : "Gitu gimana?"
Reza : "Pokoknya lo bukanya jangan sekarang. Oh iya gue balik duluan ya" *pergi*
Enno : "Eh.. Ini boxnya gimana?" #bingung
Seselesainya makan Enno pulang membawa box tersebut. Ketika sudah sampai di rumah ia membuka box dan menemukan 9 coklat berbentuk huruf "A, I, U, E, O, R, T, H dan Y". Tak ayal Enno pun bingung. Tak lama Revan datang dan memberikan sesuatu padanya.
Revan : "Nih" *memberikan sebuah amplop + surat*
Enno : "Apaan?"
Revan : "Gatau tadi ada yang lewat terus bilang tolong kasih ke kamu. Yaudah" *pergi*
Berharap amplop tersebut tidak berisi macam macam, ternyata isi dari amplop tersebut hanya kertas bertuliskan..
@tekateki -> favorite (17)
by: ARM
Tanpa membuang buang waktu Enno pun membuka acc @tekateki tersebut dan melihat favorite ke 17..
go to your favorite place in your school
Hanya dalam waktu 5 menit beristirahat (?) di rumah, Enno sudah melesat kembali menuju SMA 5 Heroes tepatnya di cafe meja nomor 17. Rupanya sang pemberi harta karun masih ingin bermain dengannya. Di meja 17 cafe SMA 5 Heroes hanya ditemukan sebuah bunga mawar putih berkartu ucapan kecil. Didalam kartu pun tertulis sebuah pesan yang tak kalah menjengkelkan dari pesan sebelumnya.
you can go home now
but please open your math book at 2pm
by: ARM
Setelah kembali dari sekolah untuk mengambil setangkai mawar putih, Enno pun tertidur dan bangun tepat pada pukul 2 lewat 7 menit. Di dalam buku matematikanya terdapat sebuah kartu berbentuk love . Ketika dibuka...
congrats you won the gift!
please wait a minute
by: ARM
Enno : hadiah? mana? wah ini pasti kerjaan ka revan "Ka Revaaaaaan!!!! Kaka itu ARM bukaaaaan?" #teriak*berlari menuju kamar Revan* *menggedor gedor pintu kamar*
Revan : *membuka pintu* "Kenapa?"
Enno : *memperlihatkan coklat, bunga dan kartu love* "Ini dari kaka? Kaka itu ARM ya?"
Revan : "Itu dapet dari mana de? ARM siapa lagi? Engga tuh, ngapain coba kaka ngasih kamu begituan" *menutup pintu*
Enno : *menahan pintu kamar* "Iiih ka, serius niiih. Jangan jangan kaka nyembunyiin kertas kisi kisi seleksinya ya? Ngakuuuu!! Please kaa kan kalo aku menang ngebanggain keluarga jugaa" (?)
Revan : "Kisi kisi apa lagi? Udah ah, ganggu. Lagi tidur tau!" *menutup pintu* *tidur*
Enno : "Ka Revaaaaaaaaan!!!!!!" #kesal *kembali ke kamarnya*
Di kamar Enno...
Enno : *melihat ke arah tempat tidurnya* *terlihat sebuah boneka monyet coklat besar terpajang diatas tempat tidurnya* Boneka? Dari siapa? Jangan jangan si ARM itu lagi, jail banget si tu anak! *mengambil boneka tersebut*
Sayangnya boneka monyet itu memang dari ARM dan "Tak ada hadiah tanpa teka teki". Lagi lagi pada monyet itu pun diselipkan sebuah denah yang menunjukkan gazebo mini yang terdapat di rumah Enno.
Di gazebo tersebut terdapat sebuah puzzle acak. Setelah 20 menit berkutat dengan puzzle 64 pieces tersebut, Enno mendapat clue terbaru tentang harta karunnya. Yaitu...
please go to nearest park from your house
and search a thing that different by others
there is the next clue
by: ARM
Enno : next clue? jadi masih belom beres? kalo gue ketemu sama si ARM bakal gue gebukin orang itu. *menaiki sepedanya* *OTW menuju taman*
Di taman satu satunya benda yang terlihat berbeda hanyalah sebuah sepeda rongsok yang tertinggal di tempat itu. Ternyata benda yang dimaksud ARM bukan sepeda itu. Enno pun kembali berpikir. Ternyata ada sebuah balon love pink yang terselip diantara balon bulat berwarna merah lainnya. Dan ketika di perhatikan memang terdapat tulisan di balon tersebut.
Enno : "Pak, boleh beli balon yang love pink itu?"
Tkg balon : "Wah balonnya udah dipesen sama orang lain mbak"
Enno : "Please pak, saya butuh balon itu. Saya beli lebih mahal deh pak"
Tkg balon : "Engga bisa mbak, sudah dibooking. Kalau mbak mau saya jual 100.000"
Enno : "100.000? Yaudah nih" *memberikan selembar uang 100.000*
Tkg balon : "Terima kasih mbak, ini balonnya" *memberikan balon tersebut*
Enno : *melihat tulisan pada balon tersebut*
go to 'sweet pink store' and take the special gift
by: ARM
Enno : sweet pink store? itu kan tempat gue beli gelang ini. emang lagi ada acara sih. masa iya gue main ambil special gift gitu aja, pasti ada sesuatu nih
Benar firasat Enno, setelah sampai di 'sweet pink store' Enno tidak dapat mengambil special gift begiru saja. Ia harus menyelesaikan 8 surat pink yang berada di dalam toko. Amplop pertama.
#tebak huruf#
abjad ke (((17+10-21)/3)*6)0 = ?
Enno : 27 - 21= 6/3= 2*6= 120=1 1 -> A. A? Apaan nih?
Amplop kedua.
#geometri#
apa yang hilang dari rumus berikut ini?
Lp bola = 4 * π * .....2
Enno :  jari jari? r?
Amplop ketiga.
#fisika#
|Si| = |Hi|
|So|   |Ho|
rumus untuk mencari apakah itu?
Enno : rumus nyari apa? salah satu dari itu laaah. atau nyari M?
Amplop keempat.
=
Enno : sama dengan? maksudnya apaan si? gak ada amplop yang bener apa? gak jelas semua -_____-
Amplop kelima.
#tebak huruf#
abjad ke 18
Enno : lagi lagi gak jelas, huruf ke 18 itu R kan? terus?
Amplop keenam.
#fisika#
...... dibagi tiga ...... mekanik, ...... potensial dan ...... kinetik
...... mempunyai satuan joule
maka ...... adalah? (singkatan)
Enno : apa lagi, mekanik kinetik potensial? aku kan mau ikut yang mtk bukan fisikaaa. tapi kalo satuannya joule kayanya energi, E
Amplop ketujuh.
Z
Enno : -_-
Amplop kedelapan. (terakhir)
#geometri#
rumus ini berlaku pada setiap prisma
hanya saja x nya berubah setiap alasnya berbeda
rumusnya adalah V = x * t
maka x adalah?
Enno : x berubah setiap alas, berarti x itu luas alas -> area -> A?
Setelah menyelesaikan seluruh amplop tersebut, Enno memberikan hasilnya kepada pegawai toko dan mendapatkan special gift. Special gift itu pun ternyata berisi undangan dinner bersama seorang lelaki yang masih surprise. Enno yang sudah mulai error dan kesal hanya menerima undangan tersebut.
Undangan Special Dinner
hanya untuk kamu yang berhasil menyelesaikan 8 amplop teka teki
ditunggu di Restoran Pink Sweet meja nomor 7
jangan terlambat ya.. pukul 19.00
your secret admirer
Enno : masa iya, toko beginian tau kalo secret admirer kita itu siapa? Lagian belum tentu kita punya secret admirer kan? Kalo yang menang yang udah punya pacar gimana? Wah gak bener nih toko

bingung? gak apa apa, baca aja kelanjutannya oke? wkwk