Selasa, 26 November 2013

Bisma Love Story #1

Sebelumnya HAPPY #B23ATH DAY BISMA KARISMA!!!!
Semoga semakin sukses dunia akhirat, dilancarkan dan dimudahkan semua urusannya
Makin rajin beribadah, tetep rendah hati, selalu inget keluarga dan orang orang lain yang menyayangi
Semakin bisa mengajarkan hal hal positif kebanyak orang, tetap menjadi inspirator dan motivator b-kecil
Makin karismatik, bijak, kompak di SMASH dan bisa Go international!!!
ini cebung singkat spesial ultah mbis :*
selamat membacaaaaa *\o/*


~ Ku Tak Mau Kau Bodohi~


Hai, gue Bisma. Nama lengkap gue Bisma Karisma. Anak dari Bapak Karyana dan Ibu Casmawati. Gue punya 1 kakak yang bernama Mega Puspita. Gue tinggal di Bandung, ibu kota dari Jawa Barat.
Gue bisa dibilang cowo yang cukup tenar dan banyak disukai oleh banyak cewe. Tapi sayang gue udah punya pacar, namanya Ola. Dia emang cewe yang bisa dibilang playgirl, tapi dia bisa tunduk sama gue pada akhirnya. Gue gak playboy kok, gue orang yang setia dalam hal ini meskipun yaa gue banyak fans wkwk. Buktinya gue dan Ola udah berhasil in relationship selama 10 bulan, mungkin ini rekor terbaru buat dia.
When i look into your eyes.. Its like just watching the night skies.. Or a beautiful sunrise..
"Halo Olaa, tumben nelfon. Ada apa?" ujar gue setelah mengangkat telepon tadi. Ya ini memang dari Ola, pacar gue saat ini.
"Bii aku pengen ketemu niih sama kamu.. Kangen bangeet. Bisa kaaan?"
"Tumben kamu ngajak ketemuan. Okee jam 4 di cafe biasa yaa. Hati hati cantik, love you.." ternyata dia ngajak gue ketemuan. Bisa dibilang mendadak dan agak tumben sih, tapi ya gak apa apa. Mungkin dia kangen dengan karisma gue yang badai ini wkwk.
***
Sekarang jam 15.50 dan gue sudah sampai di Bober Cafe. Cafe ini dikelola oleh temen baik gue, dan gue pun punya hak kepemilikan disini. Sambil nunggu Ola gue iseng bantu bantu ngenterin pesanan orang orang. Gue emang sengaja dateng lebih awal kesini karena udah lama gak main.
Sekitar 5 menit kemudian gue sempet lihat ke parkiran cafe. Disana ada cewe yang baru dateng bareng cowo naik ninja putih. Gue rasa gue kenal dengan cewe itu. Berhubung jarak gue dan pintu keluar gak begitu jauh, jadi gue keluar aja ke parkiran. Ternyata pas gue mendatangi cewe tersebut...
Gimana gue gak kenal, jelas jelas dia Ola. Cewe yang statusnya masih cewe gue. Tapi apa yang gue lihat barusan? Dia habis jalan dengan cowo lain pake motor ninja putih dan Ola memeluk cowo tersebut. Boleh gue ulang, Ola memeluk cowo tersebut!! Gue sebagai cowonya merasa cemburu sekaligus marah melihat kejadian itu.
"Hai, la." sapa gue pada Ola yang masih di dekat motor ninja milik 'selingkuhan'nya.
"Mmmm... Hai bis, udah lama nunggu ya? Kamu gak usah ngejemput aku ke parkiran juga aku pasti masuk ke cafe kok wkwk." good, dia berpura pura tidak melakukan hal apapun dengan cowo tersebut.
"La, gue cabut dulu ya." ujar cowo yang membonceng Ola sembari menggunakan helmnya.
"Oh iya bis, kenalin dia Dicky temen lama aku. Dik kenalin ini Bisma, pacar gue."
"Dicky"
"Bisma" ujar gue yang memasang tampang cuek sembari menggenggam tangan Dicky.
***
"Maaf ya Bii sayaang, aku udah janji mau nemenin mama ke rumah Tante Sri. Maaf banget Biii." lagi lagi ajakan jalan gue ditolak sama dia dengan alasan yang berhubungan dengan Dicky. Mau dia apa sih, seakan akan pemilik dia itu Dicky. Apa dia udah gak cinta sama gue?
"Bii... kamu gak marah kan sayaang?"
Klik. Telepon pun gue matikan. Gue gak ngerti sama Ola. Setiap gue ajak jalan dia selalu udah punya acara dengan Dicky lah, mamanya atau Tante Sri alias ibunya Dicky. Setiap gue telepon dia pun dia selalu curhat dengan Dicky. Sekalian aja dia jadian sama Dicky. Ini sama aja kayak dia selingkuh dengan Dicky didepan mata gue. Mungkin pilihan terbaik adalah mutusin Ola. Tapi sayang hati gue belum siap.
***
Final time. Ini udah kedua kalinya Ola bersikap terlalu baik pada Dicky disaat dia lagi ada acara dengan gue. Kita bertiga emang lagi ada di acara pernikahan sepupunya Dicky dan Ola diundang. Karena Ola masih berstatus pacar gue jadi gue pun turut hadir di acara ini. Tapi sayangnya Ola memilih sebuah pilihan yang salah.
Terima kasih untuk 6 bulannya. Semoga ada pengalaman yang bisa
lo petik dari hubungan kemarin kemarin.
Send. Setelah memastikan pesan singkat untuk Ola terkirim gue langsung pergi keluar gedung dan masuk ke mobil silver gue.
***
Berkali kali Ola sms gue gak ada yang gue bales, dia telpon gue gue reject, bbm dia gak gue read, twitter dia gue block, instagram dia gue unfoll. Hampir dia menghubungi gue lewat semua akun socmednya. Bukannya gue gak mau berhubungan lagi dengan dia, gue cuma butuh move on. Kalau udah niat harus usaha 100% jangan setengah setengah. Percuma juga kalau gue niat move on tapi masih ngestalk twitter atau instagram dia kan?
***
"Ola, maukah kamu jadi pacarku?" pinta gue sembari menggenggam kedua tangannya.
"Tapi bis, gue masih perlu waktu. Ini terlalu cepet untuk kita in relationship, gue masih nyaman kalau lo sebagai sahabat gue"
"Please la, aku tahu kamu cinta sama aku. Begitu juga aku cinta sama kamu. Aku ingin memiliki kamu sepenuhnya la. Bukan sebagai sahabat, tetapi sebagai kekasih. Please, would you be mine?" Ola hanya mengangguk perlahan dan gue refleks memeluknya erat. Ia pun membalas pelukan gue.
***
"Pantaaaaii!!!!" Ola berlari ke pinggiran pantai dan gue hanya mengikutinya perlahan dibelakang. Sesaat setelah gue tiba disebelahnya Ola langsung memeluk gue erat.
"Makasi banyak bii. Kamu tau aja kalau aku lagi pengen ke pantai wkwk. Love you so much biii' gue hanya tersenyum dan membalas pelukannya. Tak lama Ola pergi dari pelukanku dan berlari larian menikmati pantai. Gue senang bisa membuatnyanya sesenang ini.
***
"Bismaaaaa..." sapa Ola manja di telpon.
"Kenapa Ola sayang?"
"Kamu harus tau bii, tadi Dicky ngenalin aku ke ibunya. Terus kita makan dirumah dia. Masakan ibunya Dicky enak loh bi. Beliau masak banyaaak banget, tapi aku cuma gak makan semuanya kok wkwk. Aku cuma nyobain gurame asam manis sama tumis kangkungnya bii. Lain kali kalau aku ngajak ke rumah Dicky kamu ikut doong, biar kamu juga nyobain masakan ibunya Dicky.." Ola.. Ola.. kamu gak tahu apa kalau denger kamu cerita gini aja udah bikin sakit hati, gimana kalau gue harus liat sendiri apa aja yang kamu lakuin disana.
"Halo bii? Kamu masih disana kaan? Bisma sayaang..." gue emang minta Ola buat terbuka sama gue tentang apapun. Dibanding dia selingkuh dibelakang gue kan. Jadi gue lebih milih antisipasi kalau kalau dia mulai suka dengan cowo lain. Tapi ternyata... </3
"Bismaa... kamu udah tidur yaa? Good night sayang, semoga mimpi indah yaa. Sampe ketemu besok. Love you... :*" klik. Telpon pun mati.
***
Mulai dari kejadian gue nembak Ola, kejadian gue kenalan dengan orang tua Ola, kejadian kita jalan ke pantai, kejadian kita di rumah pohon gue, bahkan kejadian Ola curhat tentang Dicky dan kejadian Ola memeluk Dicky pun terputar di otak gue. Dengan perlahan gue mengambil gitar akustik kesayangan gue dan memainkan lagu asal yang berasal langsung dari hati gue.

Apakah kau ingat saat aku menembakmu
Kau bilang jangan terburu ya banyak waktu
Tapi mengapa kini engkau bersamanya
Hancur hatiku rasanya tak kuasa melihatnya

Bila memanglah dia yang ada dihatimu

Jangan membuatku ragu
Memainkan rasa ini berharap banyak padamu

Untuk pertama kalinya gue hanya ditemani gitar di malam mingguan seperti saat ini. Entah kenapa gue merasa lagu yang berasal dari hati gue tadi cocok untuk dijadikan lagu. Gak sampai satu menit pensil dan notes lagu udah ada di tangan gue. Daripada galau kaya orang orang gak jelas, mending gue jadiin lagu kan? Kalau lagunya nge-hits bisa nambah penghasilan gue wkwk.

Kau pernah mendadak telfon aku senangnya
Minta bertemu berdua sangat indahnya
Tapi jika itu cuma tuk sementara
Lebih baik mundur saja sudahlah akhiri semua

Bila memanglah dia pilihan terakhirmu

Jangan membuatku sendu
Memainkan rasa ini berharap banyak padamu

Memang benar ku menggilaimu

Tapi bukan brarti kau bisa permainkan hatiku
You really really make me so crazy
Tapi bukan brarti aku rela kau sakiti

Jangan bo bo bohongi

Ku tak mau kau bo bo bodohi
Mari saja a a akhiri
Ataukah ini memang taktik busukmu ingin menjerat banyak cinta

Tapi memang cuma kamu yang slalu aku tunggu

Setiap saat setiap waktu dari senin sampai minggu
Bila ini permainanmu jangan kau libatkan aku
Aku tergila padamu tapi bukan aku mau
Kau bo bohongi kau bo bo bodohi
Bohongi bodohi
Yeah ah a a a a a~
Memang benar ku menggilaimu
Tapi bukan brarti kau bisa permainkan hatiku
You really really make me so crazy
Tapi bukan brarti aku rela kau sakiti

Jangan bo bo bohongi

Ku tak mau kau bo bo bodohi
Mari saja a a akhiri
Ataukah ini memang taktik busukmu ingin menjerat banyak cinta


to be continued~ maaf ya mang kalau hadiah dariku cuma ini, heaven knows i love you so :)

Senin, 11 November 2013

SMASH ft. Stacy - Hello (official video clip)

editan dan efek efek video disini kece, tapi sayang jadi kurang jelas 6 member dan Stacy-nya (meskipun mungkin sebenarnya ingin meminimalisasikan penampakan seseorang disitu (?)) #HELLOSMASHSTACY http://www.youtube.com/watch?v=P7cyGWs08gs

maaf kalau udah lama gak ngepost, nunggu ada cerita yang selesai sampai tamat baru bisa nge-share lagi. doakan saja banyak inspirasi~ ^^

Kamis, 29 Agustus 2013

First Fanfict #57

Happy Birthday Muhammad Ilham Fauzie Efendi!!! Semoga semakin amazing! :) #HBDIfauzieS18OY


Dicky : "Bil, tunggu!" *menahan Bila* "Lo yakin gamau tau siapa cewe itu?"
Bila : "Engga"
Dicky : "Yakin gapenasaran?"
Bila : "Oke! Gue penasaran! Emang siapa sih cewenya!?" *marah* *nangis*
Dicky : "Cewe itu ada di depan gue. Yaitu lo"
Bila : *refleks diem* #shock
Dicky : *berlutut* "Lo mau kan nerima gue jadi pacar lo?" *mengeluarkan mahkota mainan (?)*
Backsound : #np SM*SH - I Heart You Acoustic
Bila : *nangis* "Iyaa, gue mau"
Dicky : *memakaikan mahkota* *meluk Bila* "Gue sayang lo"
Bila : "Gue juga..."

Ternyata semenjak kamis sore tersebut Enno selalu berangkat dan pulang bersama Reza. Namun Enno tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang mengganggu, ia hanya menganggap Reza sebagai supir penggantinya. Amplop amplop darinya pun tetap diberikan kepada Enno. Diantaranya berisi sebagai berikut.
Tahukah kamu saat kita pertama jumpa
Hatiku berkata padamu ada yang berbeda
-i heart you-

Ada ada saja dengan apa yang kurasa
Bergetar di dada buatku merana
I got a feeling Cause you making me smiling
Thinking of you pusing tujuh keliling
Ku merasa oh ada cinta
-ada cinta-

Baby tataplah mataku
Coba rasakan cintaku
Kuberjanji kan slalu setia
Bersama slamanya
-missing you-
Sekarang sudah 9 hari berlalu semenjak kejadian special dinner. Enno masih tetap bingung dengan apa jawabannya terhadap pernyataan dari Reza.
27 april sore seperti biasa Reza telah menunggunya di depan pintu utama. Namun ada yang berbeda, kali ini Reza benar benar menginginkan jawaban tersebut. Kali ini ia telah membawa salad buah buatannya dan berdiri tepat di depan pintu utama.
Ketika Enno pulang dan melewati pintu utama...
Reza : *menarik tangan Enno* *berlutut* "Please. Would you be my girl?" *mengeluarkan salad tersebut*
Enno : #shock
Salad buah itu adalah salad berisikan buah buahan yang telah di desain dengan rapi. Alasnya mengandung berbagai buah berdaging putih, atasnya terdapat jagung dan anggur yang bertebaran dengan strawberry merah yang disusun berbentuk love. Telah disediakan pula mayonaise sebagai penanda jawaban. Jika diterima maka Enno harus membuang mayonaisenya, jika tidak Enno harus menggambar patahan ditengah strawberry strawberry tersebut.
Enno : duh pengen gue tolak kasian, tapi kalo gue terima gue yang menderita *mengambil bungkusan mayonaise* "Mmm..." *menggambar di atas salad*
Reza : *melihat Enno menggambar* okeh gue ditolak :(
Enno : *membuang bungkus mayonaise* "Salad itu engga enak kalo gak pake mayonaise dan dimakan sendirian, jadi gue gambar love lagi dan gue nerima elo jadi pacar gue" :)
Reza : *berdiri* *melihat saladnya* :) *menaruh saladnya* "Oh iya, gue punya kejutan buat lo"
Enno : "Kejutan apaan?"
Reza : "Tutup mata lo" *mengalungkan kalung Enno yang sempat hilang di Papua*
Enno : *membuka mata* :O "Kalung ini?!" #shock #kesal #senang "Lo nemu ini dimana? Jangan bilang lo nemu ini pas kita nyari di rumah tua itu. Gue hampir stress gara gara kalung ini ilang. Kenapa lo engga bilang kalo lo nyimpen kalung ini?" :'(
Reza : "Karena gue udah punya rencana buat ngasih kejutan buat lo" :) *memeluk Enno*
Enno : *diam* :')
Reza : "Sekarang gue anter lo pulang ya"
Enno : "Iya. Eh saladnya bisa dimakan kan?" *mengambil salad dan memakannya* *berjalan ke mobil Reza*
Reza : "Bisa.." *berlari menuju mobil*
Di dekat mobil Reza..
SM*SH BRM : #keluar "Cieeeeeeeeh..."
Reza Enno : :O
Enno : "Kalian?! Kok kalian.." x_x
Dicky : "Ahahaha kenapa lo kaget no? Ini semua udah direncanain, iya gak guys? Hahahaha"
Bisma : "Lagian lo, gak ngerasa apa. Gak mungkin kali sekolah sesepi ini" *tepuktangan*
Tiba tiba seluruh siswa SMA 5 Heroes dan beberapa pers keluar dari tempat persembunyiannya. Ada dari balik mobil, pohon bahkan dibalik pintu gedung.
Enno : :O "Kalian tuh ngapain sih, udah gue mau pulang" *berjalan pergi*
Riris : "Mau pulang naik apa no?" *melambaikan dompet enno dan handphonenya*
Enno : *melihat ke belakang* "Siniiin!!!" *berlari kearah Riris*
Riris : "Ham!!" *memberi dompet dan handphone enno*
Enno : *berusaha mengambil ke arah Ilham*
Akhirnya sore hari itu pun dipenuhi oleh kesenangan antara SM*SH dan BREM tak ada lagi rasa kesal diantara mereka.
.tamat.

lama banget yah selesainya '-' maaf kalau suka jarang ngepoost, dan apalagi kalau ceritanya gak se-kece novel novel :') semoga owner bisa bikin karya yang labih baik lagi yaa... doain cerita berikutnya cepet kelar ^^

Senin, 19 Agustus 2013

First Fanfict #56

special part bila dicky nih ^^ selamat membaca :)

Sudah 13 hari berlalu semenjak pertengkaran Bila Riris dan tentang perjodohan Riris Dicky. Sesuai dengan apa yang sudah Riris, Ilham, dan Dicky rencanakan. Tanggal 23 April adalah tanggal yang tepat untuk meminta maaf kepada Bila. Siang itu di sekolah...
Riris : *menghampiri Bila* "Heii bil, apa kabar?"
Bila : *gapeduli*
Riris : "Masih marah nih? Yaudah deh, aku minta maaf sama kamu. Aku cuma mau bilang, kalo perjodohan aku sama Dicky udah di batalin. Kemaren-kemaren aku udah ngenalin Ilham sama keluarga aku. Mereka setuju sama hubungan aku dan Ilham"
Bila : *kaget* *staycool* "Oh, penting gitu buat aku? Kamu sama Dicky jadi atau engga di jodohin!?"
Riris : "Aku tau ko kamu suka sama Dicky. Terserah kamu mau maafin aku atau engga. Tapi jangan pernah bohongin diri kamu sendiri. Nih" *menyerahkan selembar kertas*
Bila : "Apaan ini?"
Riris : "Buka dulu aja. Dari Dicky. Dia mau ngomong sesuatu sama kamu. Itu alamatnya. Ku tinggal yah bil. Inget, jangan bohongin diri kamu sendiri!" #pergi
Malamnya Bila bersiap-siap untuk pergi. Ia memakai gaun berwarna ungu selutut. Lalu ia pergi di antar supirnya.
Bila : "Ke alamat ini ya pak" *menyerahkan kertasnya ke supir*
Supir : "Baik non"
Setelah memakan waktu sekitar 20menit, akhirnya Bila sampai di tempat yang disana sudah ada seorang pria yang menunggunya...
Dicky : "Lo udah nyampe?"
Bila : "Iya, lo udah nunggu lama?"
Dicky : "Engga ko, gue juga baru datang," :)
Bila : "Kita mau ngapain disini?"
Dicky : "Gue mau minta maaf atas semua yang telah terjadi. Lo udah denger dari Riris kan?"
Bila : "Iya, terus?"
Dicky : "Yep, perjodohan itu di batalin."
Bila : "Oh..."
Dicky : "Lo enggak nanya kenapa perjodohan itu dibatalin?"
Bila : "Harus banget tau ya?"
Dicky : "Yaudah" :( #pergi
Bila : "Oke, gue tanya emang kenapa?"
Dicky : :D "Riris juga pasti udah ngasih tau lo kan. Dan satu lagi karena..."
Bila : "Karena apa?"
Dicky : "Karena udah ada seorang cewe yang bikin gue jatuh cinta"
Bila : *nahan nangis* "Oh, jadi lo mau pamer kalo lo udah punya cewe baru?"
Dicky : "Bukan gitu maksud gue"
Bila : "Terserah lo," #pergi
Dicky : "Bil, tunggu!" *menahan Bila* "Lo yakin gamau tau siapa cewe itu?"
Bila : "Engga"
Dicky : "Yakin gapenasaran?"
Bila : "Oke! Gue penasaran! Emang siapa sih cewenya!?" *marah* *nangis*
Dicky : "Cewe itu...

to be continued :p

Sabtu, 17 Agustus 2013

First Fanfict #55

Dirgahayu RI! semoga bisa benar benar merdeka ^^

Paginya ketika di sekolah Enno benar benar tidak melihat Reza. Ia pun senang namun saat istirahat makan siang ia dipanggil oleh Ms. Dennisa ke ruangannya. Di ruangan Ms. Dennisa..
Enno : "Ibu manggil saya?"
Ms. Dennisa : "Iya.."
Enno : *duduk dihadapan Ms. Dennisa*
Ms. Dennisa : "Kemarin Ms. Laili melihat daftar nilai ulangan Xperfect dan ia terkejut melihat nilaimu. Ia kecewa melihat nilaimu. Jadiii... mulai hari ini kamu tidak akan mengikuti pelatihan olimpiade lagi"
Enno : :O #shock "Serius miss?"
Ms. Dennisa : "Untuk sementara ini kamu tidak diperbolehkan mengikuti pelatihan, namun jika nilaimu sudah membaik akan miss bicarakan kembali dengan Ms. Laili"
Enno : "Kira kira saya masih bisa ikut seleksi tidak miss?"
Ms. Dennisa : "Kemungkinannya kecil, Ms. Laili sangat kecewa denganmu. Lihat saja nanti"
Setelah mendapat kabar buruk seperti itu Enno pun berjalan menuju kelas. Ketika memasuki kelas ia melihat Reza. Reza pun sempat melihatnya dan ia langsung berpaling. Enno pun sedikit senang, karena bisa jadi ia akan membenci Reza jika Reza tetap muncul dihadapan Enno. Enno pun kesal, ia dikeluarkan dari pelatihan karena Reza juga. Rezalah yang telah membuat nilai ulangan Enno buruk.
Malamnya Enno sudah mulai bisa memaafkan Reza, lagipula bukan salah Reza sepenuhnya jika Enno keluar dari pelatihan.
Keesokan harinya ada kabar yang tak kalah mengejutkan pula, memang benar Reza berusaha untuk tidak menampakkan dirinya di depan Enno. Namun pers telah mengetahui kejadian 17 April tersebut!! Ini termasuk efek dari Sweet Pink Store yang memang menyebarkan berita tersebut.
Sebenarnya Reza sudah meminta dan membayar kepada Sweet Pink Store untuk tidak mempublikasikannya. Ternyata Sweet Pink Store membatalkan janji mereka dan mempubllikasikan semua detail special dinner tersebut.
Enno, Reza, BRM dan SM*SH pun kembali dikejar kejar wartawan yang semakin mengganggu mereka. Rencana Enno yang seharusnya bisa tenang tanpa gangguan siapa pun yang mengingatkannya kepada kejadian tersebut pun gagal total.
22 april pagi di SMA 5 Heroes...
Enno : *turun dari mobil* *berjalan*
All Pers : *melihat Enno* *mengejar Enno* "Mbak mbak mbak!!"
Pers 1 : "Tolong jelaskan lebih detail mengenai kejadian special dinner tersebut mbak"
Pers 2 : "Kabarnya anda belum menjawab pertanyaan Reza, apakah itu benar?"
Pers 3 : "Apa benar anda akan menolak Reza?"
Enno : Ini apaan sih? Gue mau sekolah. Ganggu aja deh, lima menit lagi bel niih!!!! "Duuuh maaf ya mbak mas, saya mau sekolah dulu" *menghindari pers* *gagal* *dikepung pers*
Tiba tiba...
Reza : *datang* *memarkirkan motornya di parkiran*
Pers 4 : *melihat Reza* "Eh itu ada mas Reza, ayo ayo!!"
All Pers : *mendatangi Reza*
Enno : *bebas* *berlari memasuki gedung SMA*
Kemudian Riris meng-upload foto majalah yang mengandung acara special dinnernya Enno.
Enno "Please ngaku, siapa yang bocorin masalah ini ke pers? :'("
Riris "mereka tau dari sini no"
Enno "ah ngebetein, gimana bisa pulang sekolah coba? aku kan gak biasa berhadapan sama pers. kalo gini besok gak usah masuk deh"
Dicky "kasian si enno gak pernah berhadapan sama pers, gue doong"
Rangga "heh dicky kasian si enno lagi begini malah lo gituin. enno udah lo pulang bareng gue nanti gue kasih tau lo harus gimana kalo berhadapan sama pers"
Enno "rangga : serius ga? makasih kebetulan supir gue lagi cuti selama beberapa hari ini thanks. dicky : gue emang engga pernah berhadapan sama pers sih ya, biasanya bodyguard gue yang berhadapan xp" #out
Riris "ga, lo gimana sih? kan ceritanya si reza yang nganter dia. kenapa lo nawarin diri?"
Dicky "iya ga, jangan jangan lo suka lagi sama si semut itu -,- (kok selera temen temen gue begituan sih?)"
Rangga "engga lah riris, dicky. kalo dia tau yang nganter pulang itu si reza pasti udah nolak duluan lah. masalah gituan mah gampang. Lagian hari ini gue mau ke salon kucing, jadinya reza yang nganterin dia pulang beres kan?"
Dicky "oh iya pinter juga lo!"
Riris "eh hari ini bagian lo kan rangga ngasih amplop?"
Rangga "iya, udah gue selipin ke bukunya kok"
Riris "siiiiiiiiiiip #out"
Sorenya Enno yang sudah tidak mengikuti pelatihan memilih untuk diam di cafe hingga selesai jam pelatihan. Sepulang "pelatihan" Reza sudah siap dengan motornya di depan pintu utama gedung SMA 5 Heroes.
Enno : "Eh, lo liat Rangga?"
Reza : "Katanya dia harus bawa kucingnya ke salon, udah ada janji sama orangnya. Jadi dia nyuruh gue"
Enno : "Bukannya kalo kamis elo engga pelatihan?"
Reza : "Iya siiih, tapi gue dapet telepon dari revan. Itu kakak lo? Dia nyuruh gue jemput lo"
Enno : kan bener dia deket sama kakak gue -__- "Jadi sekarang gue pulang sama lo?"
Reza : "Udah cepetan persnya masih ada, nih pake helm nya" *menyerahkan helm*
Enno : "Tapi kalo keliatan gimana?"
Reza : *memakaikan helm Enno* "Udah cepetan naik"
Enno : :O *menaiki motor Reza*
Reza : *menjalankan motornya dengan cepat*
Enno : "Eh, pelan pelan!! Gue takut nih!!! Gini aja permintaan gue yang kemaren kan batal. Gue ganti kalo lo mau nganterin gue bawa mobil jangan motor. Gue gak suka naik motor"
Reza : "Hah? Iyaa" berarti dia mau gue anterin pulang


to be continued :)