Minggu, 14 Juli 2013

FIrst Fanfict #45

enjoy :)

Akhirnya Riris pun mengalah dan makan. Setelah mereka makan Papa Riris dan Papa Dicky memulai percakapannya..
Papa Dicky : "Jadi gimana nih soal perjodohan anak kita?"
Dicky : "Perjodohan siapa pa?"
Papa Riris : "Oiya, saya belum sempat memberitahukannya ke anak saya. Jadi gini loh ky *menepuk pundak Dicky* rencananya kami akan menjodohkan kamu dengan Riris."
Riris Dicky : *Riris tesedak* *Dicky kaget* "APA!!!???"
Rifky : "Minum dulu de.."
Riris : *minum* "Ekhm.. Maksud papa apa? Engga, papa Cuma bercanda kan?"
Dicky : "Iya, papa sama om cuma bercanda kan? Hahaha lucu bangeet" *maksa ketawa*
Para papa : "Kami serius"
Riris Dicky : "Apa!?" *bertatapan heran*
Mama Dicky : "Iyaa sayang, kalian kami jodohkan. Kalian kan sudah dekat dari kecil"
Riris : "Tapi mam..."
Mama Riris : "Iya, benar kata mama Dicky. Ini yang terbaik buat kalian berdua"
Dicky : "Ta... ta... tapi...."
Papa Riris : "Kalian bisa pikirin dulu ko"
Riris : *gebrak meja* "Tapi pa! Aku gak bisa!"
Papa Riris : "Kamu masih bisa..."
Riris : "Papa jangan maksain kehendak papa dong! Aku udah besar! Aku gamau di jodoh-jodohin! Papa egois!" *pergi* *nangis*
Papa Riris : "Ris.." *hendak mengejar tapi di tahan Rifky*
Rifky : "Biar aku aja pa.."
Radith : "Aku ikut"
Rifky : "Kamu tunggu disini aja de.."
Sesampainya di luar Riris duduk di bangku taman. Ia pun menangis sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Rifky : "De.." *duduk di sebelah Riris*
Riris : "Ngapain kakak kesini?!"
Rifky : "De.. kaka tau, ini karna Ilham kan?"
Riris : *meluk Rifky* "Ini juga karna Bila.."
Rifky : "Bila? Bila kenapa?"
Riris : "Dia suka sama Dicky. Aku gamau ngerusak persahabatan kita.."
Rifky : "Iya kaka ngerti ko.. *usap-usap kepala Riris* sekarang kamu jangan nangis lagi yah, kita omongin baik-baik sama keluarganya Dicky"
Lalu mereka pun masuk kembali ke restoran. Suasana disana menjadi dingin..
Dicky : "Lo gapapa ris?"
Riris : "Iya.." *duduk*
Papa Riris : "Sudah malam, lebih baik kita pulang"
Papa Dicky : "Iya, saya juga harus pulang. Besok ada yang harus di kerjakan lagi.."
Mereka pun pulang ke rumahnya masing-masing (?) Dalam perjalan pulang suasana di mobil keluarga Riris sepi. Begitu pula dengan mobil Dicky. Di rumah Riris..
Mama Riris : "De.. mama mau.." *dipotong*
Riris : "Mam, maaf aku cape. Aku mau tidur.." *pergi ke kamar*
Mama Riris : "De, please dengerin mama dulu. Mama tau pasti reaksi kamu kaya gini. Tapi ini semua demi kebaikan kamu sayang"
Riris : "Kebaikan apa ma? Aku ga ngerti deh, sekarang tuh bukan jamannya Siti Nurbaya lagi mam, perjodohan tuh udah bukan kebudayaan di abad 21 mam!"
Mama Riris : "Mama cuma...." *terpotong*
Riris : "Cuma apa ma? Udahlah, lagian aku kuliah aja belum baru masuk SMA malah, aku belum mau berkomitmen atau terikat dengan seseorang!" *pergi*
Di kamar Riris...
Radith : "Ka..." *masuk*
Riris : "Apa de?"
Radith : "Hmm.. kaka gapapa?"
Riris : "Kenapa? Kamu khawatir?"
Radith : "Hehehe.. iyaa.." *gengsi**garuk-garuk kepala*
Riris : "Hahahaha, aku gapapa ko" :)
Radith : "Ohahaha, okeokee aku ke kamar dulu yah"
Saat Radith menutup pintu, Riris langsung ganti baju dan tidur. Beberapa menit sebelum Riris tidur...
Dicky : "Halo ris?" #OnThePhone
Riris : "Hm..."
Dicky : "Lo gapapa?"
Riris : "Yeah..."
Dicky : "Soal perjodohan...." *terpotong*
Riris : "Udah Chy, gue gamau ngomongin itu lagi"
Dicky : "Tapi ris.. lo harus bilang ke orangtua lo kalo lo udah punya pacar. Lo sama Ilham kan baru kemaren jadian"
Riris : "Iya, gue tau. Secepatnya gue kasih tau kabar ini ke Ilham. Oke gada lagi yang mau diomongin kan? Gue cape, gue mau tidur"
Dicky : "Oke.." *terputus*
Semalaman Riris tidak bisa tidur. Akhirnya setelah jam dua ia menyerah dan tidur. Jam lima pagi ia sudah bangun lagi. Lalu dia bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Di sekolah...
Ilham : *mendatangi Riris* *menepuk pundak Riris*
Riris : "Waa!!" *menghindari Ilham* *diem*
Ilham : "Kok diem sih?"
Riris : "Maunya?"
Ilham : "Kamu kenapa sih?"
Riris : "Gapapa," *pergi ke kelas*
Ilham : "Ris.." *menarik tangan Riris*
Riris : "Udahlah.." *melepaskan pegangan tangan Ilham*
Lalu Riris pun pergi meninggalkan Ilham.
Dicky : "Woy! Pagi-pagi udah ngelamun," *nepuk pundak Ilham*
Ilham : "Suka-suka gue dong!" *badmood*
Dicky : "Santai bro" *liat Riris yg lagi jalan ke kelas* "Tuh cewe baru lo" *nunjuk Riris*
Ilham : "Iya gue tau, tadi gue udah ketemu. Tapi dia nya nyuekkin gue,"
Dicky : "Ohh... Ham gue mau ngomong sesuatu,"
Bel : *bunyi*
Ilham : "Ntar aja yah, udah bel. Ke kelas yuk"
Selama pelajaran matematika berlangsung Riris sama sekali tidak memperhatikan.
Ms. Dennisa : "Oke, Riris. Kamu bisa mengulangi apa yg tadi saya jelaskan?"
Riris : "Eh... Ehm... Maaf miss apa?"
Ms. Dennisa : "Saya minta kamu untuk mengulangi apa yg tadi sudah.." *terpotong*
Bel : *bunyi* *bel istirahat*
Ms. Dennisa : "Riris, mungkin lain kali kamu bisa menjelaskannya. Ada yg mau di tanyakan? Baik, saya sampai sini dulu pelajaran hari ini. Saya permisi.."
Sepeninggalnya Miss Dennisa BEM langsung menghampiri Riris.
Bila : "Ris, kamu kenapa sih? Gak biasanya kaya gini."
Riris : "Gapapa ko, aku mau ke kamar mandi dulu yah" *pergi*
Bila : "Ris.."
Sehabis dari kamar mandi saat Riris keluar ia di tarik oleh Ilham
Riris : "Ihh, Ilham apaan sih?! Lepasin!"
Ilham : "Aku bakal lepasin kalo kamu mau jelasin mood kamu kenapa hari ini?"
Riris : *diem*
Ilham : "Ris..?"
Riris : *nangis*
Ilham : "Ris? Maafin aku..."
Riris : *menggeleng* "Bukan kamu.. bukan kamuu.."
Ilham : "Terus kenapa? Kamu ada masalah? Cerita sama aku.."
Riris : "Jadi gini kamu tau kan kalo aku sama Dicky itu temen tk?"
Ilham : "Iya aku tau"
Riris : "Keluarga Dicky sama keluarga aku itu deket banget semenjak aku sakit waktu itu"
Ilham : "Terus?"
Riris : "Orang tua Dicky sama Orang tua aku mau ngejodohin aku sama Dicky" *diem*
Ilham : 

kira kira apa reaksi ilham? ^^ tetep di blog ini :)

Kamis, 11 Juli 2013

First Fanfict #44

selamat membaca ^^

Dicky dan Riris pun keluar mobil. Karena mata Riris yang memang ditutup, Dicky pun mengarahkan Riris. Tak lama sampailah mereka berdua di depan seorang lelaki tadi. Riris pun duduk di kursi yang sudah disiapkan, sedangkan Dicky pergi menjauh.
Dicky : *pergi*
Riris : "Chy lo kemana?" *hendak membuka penutup matanya*
Lelaki : *membukakan penutup mata Riris*
Riris : *menghadap belakang* "Elo? Lo ngapain disini?"
Ilham : *senyam senyum* "Liat kesana deh" *duduk dan menunjuk ke langit* *bertepuk tangan*
Riris : "Apaan?" *melihat langit yang ditunjuk Ilham*
Tanpa Riris duga muncul banyak kembang api, diantaranya ada satu yang terbesar berbentuk love berwarna pink.
Riris : "Elo ngapain sih?" *kembali melihat ke depan, ke arah Ilham* *kaget*
Ilham : *memegang sebuah kotak yang berisi kalung*
Riris : "Lo ngapain?" *bingung*
Ilham : *menyanyikan ada cinta*
Riris : *mengerti dengan rencana Ilham*
Ilham : "Lo mau kan jadi pacar gue?"
Riris : "Hmm... Lo udah tau ko jawabannya"
Ilham : "Maksud lo? Jadi... gue di tolak...?"
Riris : "Gue ga bilang kaya gitu. Gue mau kok jadi pacar lo"
Ilham : "Serius?"
Riris : *mengangguk* :)
Ilham : "Makasih" :) *berjalan* *memakaikan kalungnya kepada Riris*
Riris : :)

Setelah kejadian Dicky datang ke rumah Riris pada malam minggu tersebut orang tua Riris menyangka kalau Riris dan Dicky berpacaran dan memang saling suka. Orang tua Riris pun mengabarkan tentang pengelihatannya (?) kepada orang tua dicky.
Keesokan paginya, tepat satu hari setelah Riris dan Ilham berpacaran Orang tua Riris dan Dicky mengadakan pertemuan. Tanpa persetujuan Riris dan Dicky orang tua mereka langsung menjodohkan mereka.
Malamnya papa Riris mengajak Riris dan keluarganya makan malam di sebuah restoran. Sesampainya di restoran yang dituju papa Riris langsung menghampiri meja yang sudah ditempati oleh keluarga lain yaitu keluarga...
Riris : "Dicky? Ngapain lo disini?"
Dicky : "Lo sendiri ngapain?"
Riris : "Gue mau makan malam sama..." *terpotong*
Papa Riris : "Gini gini, malem ini tuh kita makan bareng sama keluarganya Dicky"
Riris : "Ohh.." *duduk disebelah Rifky*
Rifky : "Kamu sih de, salah sangka mulu-_-"
Riris : "Yahahaha.."
Seorang pelayan pun menghampiri meja tersebut untuk mencatat pesanan mereka. Riris yang sedang tidak mood makan hanya memesan es krim.
Sekitar setengah jam kemudian pesanan pun datang. Es krim Riris pun direbut oleh adiknya, Radith...
Riris : "Radith! Balikin ga!"
Radith : "Kakak kan belum makan! Makan nasi aku sana!"
Riris : "Aku masih kenyang! Sini balikin!" *merebut eskrim dari tangan Radith*
Radith : "Aku kasih kalo kakak udah makan!" *merebut es krim dari tangan Riris*
Mama Riris : "Udah jangan berantem, malu dong udah pada gede"
Yang lain pun tertawa melihat tingkah Riris dan Radith.
Mama Riris : "Udah udah, nanti mama pesenin lagi deh"
Radith : "Jangan mam, kaka suruh makan dulu tuh!"
Riris : "Aku ga laper Radit!"
Papa Riris : "Maaf yah, mereka memang seperti itu," *bicara ke keluarga Dicky*
Papa Dicky : "Iya gak apa-apa, syndrome adik-kakak. Dicky juga seperti itu"
Dicky : "Papa apaan sih-_-"
Rifky : "Emang kamu udah makan de?"
Riris : "Udah." *ngambek eskrimnya dimakan Radith*
Rifky : "Kapan?"
Radith : *nyela* "Tadi siang kak!"
Riris : "Radith -_____-"
Rifky : "Hey! Mulai lagi yah ga makan, nanti kamu sakit lagi. Baru sembuh kamu"
Radith : "Dengerin tuh!"
Riris : "Berisik!!" *memelototi Radith*
Akhirnya Riris pun mengalah dan makan. Setelah mereka makan Papa Riris dan Papa Dicky memulai percakapannya..
Papa Dicky : "Jadi gimana nih soal perjodohan anak kita?"
Dicky : "Perjodohan siapa pa?"
Papa Riris : "Oiya, saya belum sempat memberitahukannya ke anak saya. Jadi gini loh ky *menepuk pundak Dicky* rencananya kami akan menjodohkan kamu dengan Riris."
Riris Dicky : *Riris tesedak* *Dicky kaget* "APA!!!???"

to be continued.. :)

Rabu, 10 Juli 2013

First Fanfict #43

hai ^^ ini lanjutan yang kemaren wkwk. meskipun udah damai tapii yaaa dilanjut ajaaa~~ Selamat membacaaa :)

Setelah kejadian itu, Riris semakin dekat dengan Ilham. Setiap ada Riris pasti ada Ilham. Lala yang baru putus dengan Ilham ternyata masih menyimpan rasa untuk Ilham. Ia pun cemburu dengan kedekatan mereka.
9 April pagi di koridor sekolah...
Ilham : "Dick, lo mau mau bantuin gue jadian sama cewe yang gue suka gak? Lo kenal kok"
Dicky : "Siapa? Bantuin gimana? Gue gak ngerti ah"
Ilham : "Please cuma elo yang bisa bantu gue, soalnya cewe ini deketnya sama lo"
Reza : "Eh Ham, lo baru putus kemaren udah main jadian lagi aja"
Bisma : "Udahlah biarin aja, palingan gak lama ntar putus lagi"
Ilham : "Heh kaya elo engga aja bis"
Bisma : "Hahaha"
Dicky : "Emang cewenya siapa?"
Bisma : "Iya siapa ham? Ko gak pernah cerita?"
Reza : "Kayaknya gue tau deh cewenya itu siapa"
Ilham : "Siapa coba? Ntar kalian juga tau, kalo gue kasih tau sekarang kalian pasti kaget"
Dicky : "Mmh gue tau nih, pasti gak jauh dari anak anak nyolot itu kan? Udah ah gue gak ikutan"
Bisma : "Maksud lo siii..." *terpotong*
Ilham : "Kalo tau diem aja deh"
Reza : "Ooh gue tau deh"
Ilham : "Makanya Dick please bantuin gue, ntar gue beliin yupi 18 bungkus besar deuh"
Dicky : "Serius? Oke gue terima"
Bisma Reza : -,-
Keeseokan harinya di kelas BREM sedang asyik mengobrol. Tiba-tiba Dicky menghampiri....
Dicky : "Heh! Ris, nanti malem gak melem mingguan kan? Temenin gue yuk?"
Bila : *jeles*
Riris : "Ha?! Kemana? Kenapa ga sama...." *terpotong*
Dicky : "Gue maunya sama lo!"
Bila : "Eh, aku ke kamar mandi dulu yak" *pergi*
Midda : "Oii bil, mau kemana? Tungguu!!" *nyusul*
Riris : "Ah, lo sih!" *ikut nyusul*
Dicky : "Ha?! Gue? Gue kenapa?" *bingung*
Enno : "Bila jeles" *nyusul*
Dicky : "Oiyayaa, bego gue!" *mukul kening*
Ilham : "Eh, jadinya gimanaa?" *menghampiri Dicky*
Dicky : "Tau ah, pusing gue ngurusin cewe. Gue malah di tinggal-_-" *pergi*
Ilham : "Heh, eh, mau kemana lo!?" *ngejar Dicky*
Di koridor sekolaaah....
Riris : "Woiiii bil! Mau kemanaaa?"
Bila : "Tau ahh!" *jalan terus*
Riris : "Cieh, jeles :p tenang aja bil, palingan aku cuma disuruh temenin maen psp"
Bila : "Beneran?"
Riris : "Iyaap, lagian Dicky kan bukan tipe aku banget-_- aku juga gakan suka sama dia, dia sahabat aku bil. Inget itu :D"
Enno : "Iya bil, percaya sama Riris. Dia ga akan suka sama Dicky. Bukan tipe Riris banget deh. Dia kan sukanya sama..."
Midda : "Sama Ilham yak? Uuuppss" *tutup mulut*
Riris : "Middaaaaaaa!!!!"
Bila : "Cieh Ririiiiiiiiss :p makin lama makin deket yah padahal dulu kalo ketemu berantem teruus"
Riris : "Apaan siiiihhhh-____-" cieh bila udah ga jeles :p"
Enno : "Dasar labil-_- ckckck"
Midda : "Udahkan, ga cemburu-cemburu lagi kann? :p"
Bila : "Emmm.... masih deh"
Enno : "Gajelas-___-"
Riris : "Eeeebuseeeeet-_-"
Bila : "Bohong aceeuuuk"
Malemnyaaa.....
Ilham : "Chy, malem ini pokoknya gaboleh berantakan. Semuanya harus berjalan lancar!"
Dicky : "Iyaa bawel, seorang Dicky Muhammad Prasetya tidak akan mengecewakan temannya yang sedang jatuh cinta"
Ilham : "Lebay lo! Sampe gagal semua stich lo gue buang!"
Dicky : "Weiitss peliharaan gue tuh!"
Ilham : "Udah sana berangkat!"
Dicky : "Iya mas -___-" *pergi*
Di rumah Riris...
Dicky : *menekan bel*
Satpam : *menghampiri Dicky* "Tuan Dicky, silakan masuk. Mencari siapa?" *membukakan gerbang*
Dicky : "Ririsnya ada pak?"
Satpam : "Oh ada mungkin sedang berada di kamarnya"
Dicky : "Terima kasih pak" *berjalan mamasuki pekarangan*
Sesampainya Dicky di depan pintu rumah Riris ia menelepon Riris untuk segera muncul keluar rumahnya.
Dicky : "Halo, Ris gue udah di depan rumah lo nih. jadi kan nemenin gue? Keluar dong"
Riris : "Duh gue masih sibuk, lo masuk dulu aja deh" *mematikan telepon*
Dicky : *mengetuk pintu rumah Riris*
Pembantu : *membukakan pintu* "Silakan masuk tuan Dicky.."
Dicky : *masuk rumah* "Oh iya terima kasih mbak" *duduk di sofa*
Pembantu : "Permisi.." *pergi*
Di ruang tengah rumah Riris...
Pembantu : *lewat*
Mama Riris : "Ada siapa mbak?"
Pembantu : "Ada temennya non Riris"
Mama Riris : "Siapa?"
Tiba tiba...
Dicky : *datang* "Malem tante.." :D
Mama Riris : "Oooh Dicky. Tumben malem-malem kerumah?
Dicky : "Oiya, maaf tante sebelumnya kalo ganggu. Riris nya ada tante?"
Mama Riris : "Engga apa apa kok. Tante malah seneng kalo kamu sering main kesini. Riris ada di kamarnya lagi tidur mungkin. Coba aja kamu cek ke kamarnya"
Dicky : "Aku cek yah tante, yaudadeh makasih yaa tante" :D
Mama Riris : "Iya sama-sama"
Lalu Dicky pun beranjak pergi meninggalkan mama Riris menuju ke lantai dua, kamar Riris. Disanaa..... (?)
Dicky : *mengetuk pintu* "Riiiis? Oiiii!!! Buka pintunya dong!!"
Riris : *baru mau tidur* "Siapaa? Ganggu banget sih!? Orang mau tidur!!"
Dicky : "Ini gue Dicky. Buka pintunya dong!"
Riris : "Buka aja sendiri, gak gue kunci"
Dicky : *masuk* "Heh! Ayo pergi, ganti baju. Kan lo udah janji"
Riris : "Ihh, siapa yang janji mau pergi sama lo?! Engga-engga! Gue gamau! Gue mau tidur!"
Dicky : "Ohh Riiiiiis ayolaaaahhh!! Please, ini permintaan dari sahabat kecilmu yang sudah lama menghilang, gue kan gapernah nyusahin lo!"
Riris : "Maksud lo? -_- kata siapa lo gapernah nyusahin gue? Bukan gapernah tapi belum, dan sekarang lo udah nyusahin gue!"
Dicky : "Hehehe, ayolah riiis, pleasee yayayaya mau gaaa?"
Riris : *singkat padat jelas* "ENGGAK!"
Dicky : "Ayolaaah bentar doang kok, pake jaket aja deuh. Biasanya juga malem minggu gini elo keluar kan sama temen temen lo? Pleasee... 10 menit aja koook"
Riris : "Bener yak, 10 menit doang? Udah keluar sana, gue mau ganti baju dulu bentar"
Dicky : "Dari tadi napa" -,- *keluar*
Riris hanya mengganti celana tidurnya dengan celana jins dan memakai jaket. Setelah menyisir rambutnya, Riris pun keluar dari kamarnya.
Dicky : *ngeliatin dari ujung bawah sampe atas*
Riris : "Ape lo liat-liat!?"
Dicky : *ngakak* Lo beneran mau pake baju kaya gini? Gila, lo bener-bener kaya jagger"
Riris : "Emang kenapa sih!? Lagian cuma mau keluar bentar doang kan"
Dicky : "Iyaiyaa-_-" duh ni anak salah kostum
Di halaman depan rumah Riris...
Dicky : "Masuk mobil sana!"
Riris : "Mau ngapain? Katanya cuma keluar"
Dicky : "Bukan luar disini!"
Riris : "Terus dimana? Nanti engga 10 menit dong? Kan janjinya cuma 10 menit"
Dicky : "Ah, berisik lo bawel! Udah cepetan masuk mobil!" *memaksa Riris masuk mobil*
Riris : "Dicky! Lepasin gue!"
Dicky : "Udah diem, berisik!"
Di dalem mobil....
Riris : "Mau kemana sih kita malem-malem gini!? Ngantuk tau!"
Dicky : "Sorry yah, rahasia kita mau kemana nya. Lo kalo ngantuk tidur dulu aja!"
Riris : "Chy, boleh ga gue masuk dulu ke rumah? Mau ambil ipod nihh. Yayayaya?"
Dicky : "Bilang aja lo mau kabur dari gue. Nih pake ipod gue aja *menyerahkan ipod nya ke Riris*
Riris : "Sialan!" -__-
Tak lama kemudian Riris pun tertidur saking mengantuknya dia. Dicky pun membawanya ke suatu tempat yang sepi. Namun ternyata disana ada seorang lelaki yang menunggunya. Di mobil Dicky...
Dicky : "Ris, bangun!"
Riris : "Hoaaaaam.." #tumben "Kenapa? Ini dimana?"
Dicky : "Udah lo nurut aja dulu sama gue. Nih tutup mata lo, gue punya surprise" *menyerahkan sebuah penutup mata*
Riris : "Gue pake tapi cepet beres yak! Udah malem nih!" *memakai penutup matanya*
Dicky : "Udah lo pake dulu aja"
Dicky dan Riris pun keluar mobil. Karena mata Riris yang memang ditutup, Dicky pun mengarahkan Riris. Tak lama sampailah mereka berdua di depan seorang lelaki tadi. Riris pun duduk di kursi yang sudah disiapkan, sedangkan Dicky pergi menjauh.
Dicky : *pergi*
Riris : "Chy lo kemana?" *hendak membuka penutup matanya*

riris ditinggaliiin wkwk. mumpung bulan puasa jadi dipanjangin deh spesial :p tetep stay di blog ini yah :)

Senin, 08 Juli 2013

First Fanfict #42

selamat membacaaa :)

Di dalam mobil Reza hanya dapat menutup mata dan berharap hantu hantu itu tidak datang lagi. Tak lama ia mendengar ketukan halus di jendela mobilnya. Dan ketika ia melihat ke jendela tersebut ia refleks teriak dan menutup matanya kembali. Namuuun...
Hantu : *membuka kain putih* "Happy Birthday to you.. Happy Birthday to you.. Happy Birthday Happy Birthday Happy Birthday Reza~~"
Reza : *melihat ke arah jendela kembali" :O -,- :) *membuka pintu*
Thella : "Selamat ulang tahun ya ca.." *membawa sebuah kue*
Reza : "Makasih ya thel" :) *mengecup kening Thella dan memeluknya*
SM*SH : *di balik semak semak* #berdeham "Cieeeeeeeh.."
Reza : *melihat ke balik semak semak* -_______-
SM*SH : *keluar dari semak semak* "Happy Birthday to you.. Happy Birthday to you.. Haaapppyy Biiirthday, Haappy Birthdaay, Happy Birthday Rezaaa~~" *mencolek krim kue dan memeperkannya pada muka Reza* *kabur*
Reza : "Baru gue mau bilang makasih -,-" *balas mengejar ms lainnya*
Thella : "Balik ke villa yuk ca"
Reza : "Sekarang Thel?"
Thella : " Sekarang ajalaah.. Kalo nanti keburu ada bayangan putih lagi lhoo wkwk"
Reza : "Kalo bayangan putihnya kamu siih eja seneng seneng aja, yuk kita pulang"
Sesampainya di villa ternyata rumah mereka gelap dan ketika lampunya dinyalakan jatuhlah 2kg tepung + 10 butir telur + 5 liter air di atas kepala Reza. Thella yang sudah diberi tahu sudah menyingkir terlebih dahulu dari daerah jebakan. Alhasil tubuh Reza diselimuti oleh tepung + telur + air.
Xperfect : "Happy Birthday!!!!"
Ternyata tanpa Reza ketahui seluruh siswa Xperfect sudah merencanakan pesta kejutan untuknya. Dimulai dari kejutan di Bunaken dan sekarang di villa. Di villa inilah para siswa Xperfect lainnya berkumpul. Setelah seluruh siswa meneriakkan Happy Birthday datanglah personel SM*SH lainnya membawa kue ulang tahun Reza.
Berlangsunglah acara tiup liiln dan potong kue sekarang saatnya colek colek krim. Seluruh siswa pun berlarian mencolekkan krim pada disiapapun orang yang berada didekatnya. Tak perlu waktu lama ruang tamu villa pun penuh dengan colekan krim dimana mana dan peralatan rumah yang berantakan. Tak ada kesedihan disana, yang tampak hanya keeriaan.
Ketika pukul 01.30 seluruh siswa kembali ke kamarnya masing masing. Sebelum itu masing masing dari mereka mengucapkan secara seorangan kepada Reza.
Bisma : "Wilujeng tepang taun nya bro! Langgeng lah sama si ratu bibir wkwk"
Reza : "Iya iya makasi makasii"
Dicky : "Happy birthday ya za, jangan jail mulu wkwk"
Reza : "Itu udah jadi sifat akut buat gue chy, gak bisa wkwk"
Ilham : "Happy birthday kak, sukses ya Olimpiadenya"
Reza : "Amiin makasi ya ham!"
|
Riris : "HBD ya za"
Midda : "Happy Birthday.."
Enno : "Met ultah, langgeng ya sama Thella"
Bila : "Happy birthday!!"
|
Thella : "Selamat Ulang Tahun ya ca, Wish you all the best!! Semoga semakin sukses, semakin baik, semakin sholeh"
Reza : "Amiiiiin makasi ya thel" {}
Keesokan paginya seluruh siswa mengerjakan makalahnya namun kebanyakan dari mereka sudah siap dikumpulkan hanya butuh revisi sedikit dan tanda tangan. Seperti kelompok I dan II yang sedang santai karena tinggal menunggu tanda tangan dari Wali Kelas. Namun kelompok III dan IV masih harus berkutat dengan gandgetnya karena mereka masih ada beberapa hal yang harus di revisi.
Kelompok III...
Kevin : *sibuk mengetik*
Callysta : *sibuk mengedit kata kata yang kurang pas*
Dicky : *sibuk dengan PSPnya*
Reza : *sibuk dengan iphone dan twitternya*
Enno : *tidur*
Kelompok IV...
Ilham : "Gan, lo yang edit EYD ya. Gue urusin data aja"
Morgan : "Gue kurang tau kalo EYD biasanya si mamang tuh"
Il & Mg : *menengok ke arah Bisma*
Bisma : *tidur*
Il & Mg : -,- "Mamaaaang banguuun!!! Odoth ilaaang!!!"
Bisma : #bangun "Odoth?! Odoth dimana?"
Ilham : "Ada tuh dirumah lo, ayo sekarang bantuin si Morgen ngedit EYD"
Bisma : -,-
Midda : *menyerahkan makalah yang harus diedit* "Nih ketik ya, udah aku edit cuma gak tau bener atau salahnya" *sibuk dengan galaxy tabnya*
Thella : *sibuk dengan iphonenya*
Tepat pada pukul 5 sore waktu papua seluruh siswa sudah selesai dengan makalahnya hanya tinggal di foto copy dan diserahkan pada Ms. Dennisa. Akhirnya Dimaz, Dei, Kevin dan morgan berangkat menuju tempat foto copy dan langsung menyerahkan makalah pada Ms. Dennisa di hotelnya.
Setelah makalah selesai dikumpulkan seluruh siswa termasuk Ms. Dennisa diajak untuk makan malam bersama di dekat Pantai Raja Ampat. Mereka semua ditraktir oleh Reza dalam rangka ulang tahunnya.
Meja pertama diisi oleh SM*SH + Dina + Thella dan Lala. Sedangkan meja kedua diisi oleh BREM + Dei Dimaz Kevin + Litha Callysta + Eriska. Pada makan malam kali ini Ms. Dennisa mempunyai suatu pengumuman.
Ms Dennisa : "Sebelumnya Miss mau mengucapkan Selamat Ulang Tahun dulu kepada Reza semoga bisa lebih sukses di sekolah maupun di luar sekolah. Miss juga mau ngingetin kalau 2 hari lagi kita akan kembali ke rumah masing masing. Besok rencananya kita semua akan dibawa keliling daerah sekitar sini. Dan hari terakhir kalian dipersilakan istirahat beres beres dan siangnya kita pulang. Ada pertanyaan?"
Dei : "Besok ditunggu jam berapa dimana miss?"
Ms Dennisa : "Besok ditunggu jam 8 teng di parkiran hotel guru. Ada lagi?"
Siswa : #hening
Ms Dennisa : "Kalau begitu silakan dilanjutkan lagi makan malamnya."
Keesokan harinya pukul 08.05 di tempat parkir Hotel Pesona seluruh siswa kelas X dan para guru telah berkumpul dan berada di dalam bis yang akan membawa mereka berkeliling hari ini.
Singkat cerita hari itu rombongan SMA 5 Heroes mendatangi tempat tempat tempat wisata. Keesokan paginya kebanyakan dari siswa X Perfect lebih memilih untuk istirahat di pagi hari. Tanpa ada kendala sore harinya rombongan SMA 5 Heroes sudah sampai di bandara Soeta.

thanks for reading ^^ mungkin ini udah the end kali yah? .-. apa masih mau dilanjut? wkwkw tunggu postingan berikutnya aja yoo :)

Rabu, 03 Juli 2013

First Fanfict #41

maaf baru ngepost lagi wkwkw. enjoy :)

Di dalam rumah tua Reza dan Enno mencari kalung Enno. Reza mencari di bagian luar dan Enno di dalam. Rupanya secara tidak sengaja ketika Reza mencari diantara semak belukar di sekitar rumah tua ia melihat sesuatu yang memantulkan cahaya terselip diantara semak semak tersebut. Ternyata itu adalah kalung perak berliontin love yang dicari oleh Enno. Dalam rangka jail Reza pun menyimpan kalung tersebut.
Reza : "No, udah nemu belom? Gue gak nemu apa apa nih. Cuma sampah doang" #berteriak *berpura pura mencari kalung*
Enno : "Yang bener lo, gue juga ga nemu nih. Udah 3 keliling gue muterin rumah ini" #berteriak
Reza : "Yaudah lo ikhlasin aja kalung itu. Belanjaan lo ketemu kan?"
Enno : "Belanjaan sih ketemu, cuma kalungnyaaaa!!!" *keluar rumah membawa belanjaanya*
Reza : "Udah ikhlasin aja" *berjalan menuju mobil*
Enno : :( *menahan tangis* *berjalan menuju mobil*
Di mobil...
Enno : #diam *menahan tangis*
Reza : gila kayaknya dia butuh banget kalung itu. gue jadi serba salah gini kan. kalo gue balikin sekarang gue bisa di abisin sama dia. tapi kalo enggak gue balikin kasian. haduuuuh..
Tiba tiba terdengar suara dering telepon yang berasal dari tas kecil Enno.
Enno : *mengangkat telepon* "Halo.." *suaranya terdengar seperti sedang menangis*
Midda : #otp "Halo no, udah nemu belum kalungnya?"
Enno : :'( *berusaha tidak terdengar sedang menangis* "Gak nemu coba, ngeselin banget emang itu penjahat" *berusaha terdengar ceria*
Midda : "Serius gak nemu? Yaudah aku tunggu di rumah yak, Callysta ngajak ke Raja Ampat sekarang. Mau main air, ikut ga?"
Enno : "Mmm liat nanti aja ya"
Midda : "Siip buruan yaa" *menutup telepon*
Enno : *menghela napas panjang*
Reza : "Lo gak apa apa?"
Enno : *menghapus sisa air mata* "Gak apa apa kok"
Reza : *menghentikan mobil* "Lo abis nangis?"
Enno : "Enggak tuh. Nih gak ada bekas nangis kan?" *memperlihatkan mukanya*
Reza : "Mata lo agak basah dan bengkak"
Enno : "Tadi malem gue kurang tidur jadi gue nguap" #bohong
Reza : "Kurang tidur gimana? Dari lo diculik lo baru bangun paginya kan?"
Enno : "Berarti gue kebanyakan tidur wkwk"
Reza : "Emang segitu berharganya kalung lo?"
Enno : "Mau gimana lagi? Gue cuma ketemu kakek gue sampe umur 4 tahun. Dan waktu kakek gue bener bener ditutup rapi sama kain kafan gue lagi mandi. Dan kakek gue udah baik banget sama gue. Gimana gue gak sedih coba?"
Reza : "Kalo emang lo bisa lega dengan nangis lo nangis aja"
Enno : "Gue gak bisa nangis sekarang, yang ada sampe di villa gue dibilang cengeng sama anak anak SM*SH. Oh iya lo SM*SH, gue lupa" -,-
Reza : "Santai aja kali. Lagian sebenernya kita baik baik kok. Kalo kita jahat ngapain juga kita ngelawan preman penculik lo. Lagian kalau selama ini kita dalam rangka jailin kalian gapapa kali wkwk"
Enno : "Jail? Parah lo! Sejail jailnya gue kayaknya gak segitunya deh"
Reza : "Berarti lo itu cewe baik. Bukan jahat"
Enno : "Sok tau lo. Lo kan belum tau gue sepenuhnya. Jadi lo belum tau sisi lain gue kayak gimana. Hahaha"
Reza : "Udah gak sedih nih kalungnya ilang?"
Enno : -,- "Lo jangan ingetin gue gitu. Gue bisa sedih lagi. Udah ayo cepet ke villa. Temen gue udah nungguin"
Reza : "Dasar labil" -,- *mengendarai mobil*
Enno : "Emang lo engga?" gue jago akting kali wkwk
Sesampainya Reza dan Enno di villa, Midda Bila Riris Callysta dan Litha sudah siap berada didalam mobil Callysta untuk menuju Pantai Raja Ampat. Enno pun memilih untuk keluar mobil Reza persis di gerbang villa.
Enno : "Call, aku engga ikut ya. Cape" *menenteng belanjaannya*
Midda : "Ih Enno ikut barang barang kamu udah aku siapin kok"
Enno : "Engga ah aku mau di villa aja"
Bila : "Nanti kamu diculik lagi loh sendirian"
Enno : "Kalian rusuh deh, tenang aja kali. Lagian aku di villa kan? Daripada aku ikut ke pantai tapi aku sendirian lagi itu lebih parah. Udah, aku mau istirahat. Daah have fun yaa" #pergi
Callysta : "Daaaah" *melambaikan tangan dan pergi*
Sesampainya Enno di kamar dia langsung menangis dan tak lama tertidur. Sorenya Enno keluar kamar dan berharap Midda sudah kembali dari pantai ternyata Midda dan yang lainnya masih berada di pantai sedang berfoto foto. Akhirnya Enno hanya ke dapur untuk membuat teh dan pergi ke halaman belakang.
Ternyata di halaman belakang ada Bisma dan Reza yang sedang latihan beat-box sekaligue nge-rap. Ketika Enno membuka pintu refleks 2 orang tadi menoleh kearah pintu.
Enno : *melihat Bisma Reza*
Reza Bisma : *melihat kearah pintu*
Enno : "Sorry sorry gue gak maksud buat ganggu kalian" *menutup kembali pintu* *berjalan kembali ke kamar*
Reza : "Gila makin bengkak aja tuh mata"
Bisma : "Mata siapa? Si Rena? Liatin ajaa~"
Reza : "Bukannya gitu, lo tau kan kalo kalung dia itu gak ketemu?"
Bisma : "Iya gue tau, kan elo yang bilang"
Reza : "Nah sebenernya..." *mengambil kalung dari saku* *memperlihatkannya pada Bisma*
Bisma : "Parah lo za! Balikin, kasian ntar ngadu sama emaknya hahaha"
Reza : "Tapi kalo gue kasih sekarang dianya masih sedih yang ada gue malah diabisin sama dia. Tapi lo mau nyimpen rahasia ini kan? Ayolah bis"
Bisma : "Iyaa, gue janji"
Reza : "Serius bis?"
Bisma : "Percaya atuh sama mamang"
Reza : "Iya mamang" -,-
Bisma : "Eh malem ini ada acara apa za? Temenin gue ke pantai yuk, pengen ngezombie disana"
Reza : "Malem ini bis? Duh, gue udah ada janji sama Thella mau nemenin dia"
Bisma : "Ayolah za, jarang jarang lo nemenin gue nge-zombie"
Reza : "Malem ini doang ya?"
Bisma : "Iyaa, masalah si Thella ntar gue yang bilang deh"
Reza : "Oke, gue temenin deh"
Tak lama setelah Bisma memberi tahu Thella jika Reza tidak bisa menemaninya karna hendak menemani Bisma ke Pantai Thella langsung memasang tampang bete dan mood yang buruk. Ia pun tambah kesal dengan perilaku Reza kepadanya. Alhasil Thella selalu marah marah kepada Reza hari itu.
Malamnya ketika hampir tengah malam Reza dan Bisma beranjak menuju Raja Ampat.
Reza : "Eh bis, yang lain pada kemana? Kok pada gak ikut? Gak lo ajak?"
Bisma : "Engga, gue cuma ngajak si Dicky doang. Tapi itu juga katanya dia mau nyusul aja"
Reza : "Yaudah, ayo!"
Bisma : u,u
Sesampainya di Raja Ampat ternyata sudah pukul 23.55 WIT. Tiba tiba Bisma menghilang meninggalkan Reza sendirian di Bunaken. Reza yang phobia hantu dan kawan kawannya langsung mencari Bisma ditengah ketakutannya. Dan ketika ia melihat sekelebat bayangan putih lewat dihadapannya ia refleks lari bersembunyi di mobil dan menutup matanya. Kebetulan mobil tersebut tidak dikunci oleh Bisma.
Di dalam mobil Reza hanya dapat menutup mata dan berharap hantu hantu itu tidak datang lagi. Tak lama ia mendengar ketukan halus di jendela mobilnya. Dan ketika ia melihat ke jendela tersebut ia refleks teriak dan menutup matanya kembali. Namuuun...

to be continued :)