Selasa, 26 November 2013

Bisma Love Story #1

Sebelumnya HAPPY #B23ATH DAY BISMA KARISMA!!!!
Semoga semakin sukses dunia akhirat, dilancarkan dan dimudahkan semua urusannya
Makin rajin beribadah, tetep rendah hati, selalu inget keluarga dan orang orang lain yang menyayangi
Semakin bisa mengajarkan hal hal positif kebanyak orang, tetap menjadi inspirator dan motivator b-kecil
Makin karismatik, bijak, kompak di SMASH dan bisa Go international!!!
ini cebung singkat spesial ultah mbis :*
selamat membacaaaaa *\o/*


~ Ku Tak Mau Kau Bodohi~


Hai, gue Bisma. Nama lengkap gue Bisma Karisma. Anak dari Bapak Karyana dan Ibu Casmawati. Gue punya 1 kakak yang bernama Mega Puspita. Gue tinggal di Bandung, ibu kota dari Jawa Barat.
Gue bisa dibilang cowo yang cukup tenar dan banyak disukai oleh banyak cewe. Tapi sayang gue udah punya pacar, namanya Ola. Dia emang cewe yang bisa dibilang playgirl, tapi dia bisa tunduk sama gue pada akhirnya. Gue gak playboy kok, gue orang yang setia dalam hal ini meskipun yaa gue banyak fans wkwk. Buktinya gue dan Ola udah berhasil in relationship selama 10 bulan, mungkin ini rekor terbaru buat dia.
When i look into your eyes.. Its like just watching the night skies.. Or a beautiful sunrise..
"Halo Olaa, tumben nelfon. Ada apa?" ujar gue setelah mengangkat telepon tadi. Ya ini memang dari Ola, pacar gue saat ini.
"Bii aku pengen ketemu niih sama kamu.. Kangen bangeet. Bisa kaaan?"
"Tumben kamu ngajak ketemuan. Okee jam 4 di cafe biasa yaa. Hati hati cantik, love you.." ternyata dia ngajak gue ketemuan. Bisa dibilang mendadak dan agak tumben sih, tapi ya gak apa apa. Mungkin dia kangen dengan karisma gue yang badai ini wkwk.
***
Sekarang jam 15.50 dan gue sudah sampai di Bober Cafe. Cafe ini dikelola oleh temen baik gue, dan gue pun punya hak kepemilikan disini. Sambil nunggu Ola gue iseng bantu bantu ngenterin pesanan orang orang. Gue emang sengaja dateng lebih awal kesini karena udah lama gak main.
Sekitar 5 menit kemudian gue sempet lihat ke parkiran cafe. Disana ada cewe yang baru dateng bareng cowo naik ninja putih. Gue rasa gue kenal dengan cewe itu. Berhubung jarak gue dan pintu keluar gak begitu jauh, jadi gue keluar aja ke parkiran. Ternyata pas gue mendatangi cewe tersebut...
Gimana gue gak kenal, jelas jelas dia Ola. Cewe yang statusnya masih cewe gue. Tapi apa yang gue lihat barusan? Dia habis jalan dengan cowo lain pake motor ninja putih dan Ola memeluk cowo tersebut. Boleh gue ulang, Ola memeluk cowo tersebut!! Gue sebagai cowonya merasa cemburu sekaligus marah melihat kejadian itu.
"Hai, la." sapa gue pada Ola yang masih di dekat motor ninja milik 'selingkuhan'nya.
"Mmmm... Hai bis, udah lama nunggu ya? Kamu gak usah ngejemput aku ke parkiran juga aku pasti masuk ke cafe kok wkwk." good, dia berpura pura tidak melakukan hal apapun dengan cowo tersebut.
"La, gue cabut dulu ya." ujar cowo yang membonceng Ola sembari menggunakan helmnya.
"Oh iya bis, kenalin dia Dicky temen lama aku. Dik kenalin ini Bisma, pacar gue."
"Dicky"
"Bisma" ujar gue yang memasang tampang cuek sembari menggenggam tangan Dicky.
***
"Maaf ya Bii sayaang, aku udah janji mau nemenin mama ke rumah Tante Sri. Maaf banget Biii." lagi lagi ajakan jalan gue ditolak sama dia dengan alasan yang berhubungan dengan Dicky. Mau dia apa sih, seakan akan pemilik dia itu Dicky. Apa dia udah gak cinta sama gue?
"Bii... kamu gak marah kan sayaang?"
Klik. Telepon pun gue matikan. Gue gak ngerti sama Ola. Setiap gue ajak jalan dia selalu udah punya acara dengan Dicky lah, mamanya atau Tante Sri alias ibunya Dicky. Setiap gue telepon dia pun dia selalu curhat dengan Dicky. Sekalian aja dia jadian sama Dicky. Ini sama aja kayak dia selingkuh dengan Dicky didepan mata gue. Mungkin pilihan terbaik adalah mutusin Ola. Tapi sayang hati gue belum siap.
***
Final time. Ini udah kedua kalinya Ola bersikap terlalu baik pada Dicky disaat dia lagi ada acara dengan gue. Kita bertiga emang lagi ada di acara pernikahan sepupunya Dicky dan Ola diundang. Karena Ola masih berstatus pacar gue jadi gue pun turut hadir di acara ini. Tapi sayangnya Ola memilih sebuah pilihan yang salah.
Terima kasih untuk 6 bulannya. Semoga ada pengalaman yang bisa
lo petik dari hubungan kemarin kemarin.
Send. Setelah memastikan pesan singkat untuk Ola terkirim gue langsung pergi keluar gedung dan masuk ke mobil silver gue.
***
Berkali kali Ola sms gue gak ada yang gue bales, dia telpon gue gue reject, bbm dia gak gue read, twitter dia gue block, instagram dia gue unfoll. Hampir dia menghubungi gue lewat semua akun socmednya. Bukannya gue gak mau berhubungan lagi dengan dia, gue cuma butuh move on. Kalau udah niat harus usaha 100% jangan setengah setengah. Percuma juga kalau gue niat move on tapi masih ngestalk twitter atau instagram dia kan?
***
"Ola, maukah kamu jadi pacarku?" pinta gue sembari menggenggam kedua tangannya.
"Tapi bis, gue masih perlu waktu. Ini terlalu cepet untuk kita in relationship, gue masih nyaman kalau lo sebagai sahabat gue"
"Please la, aku tahu kamu cinta sama aku. Begitu juga aku cinta sama kamu. Aku ingin memiliki kamu sepenuhnya la. Bukan sebagai sahabat, tetapi sebagai kekasih. Please, would you be mine?" Ola hanya mengangguk perlahan dan gue refleks memeluknya erat. Ia pun membalas pelukan gue.
***
"Pantaaaaii!!!!" Ola berlari ke pinggiran pantai dan gue hanya mengikutinya perlahan dibelakang. Sesaat setelah gue tiba disebelahnya Ola langsung memeluk gue erat.
"Makasi banyak bii. Kamu tau aja kalau aku lagi pengen ke pantai wkwk. Love you so much biii' gue hanya tersenyum dan membalas pelukannya. Tak lama Ola pergi dari pelukanku dan berlari larian menikmati pantai. Gue senang bisa membuatnyanya sesenang ini.
***
"Bismaaaaa..." sapa Ola manja di telpon.
"Kenapa Ola sayang?"
"Kamu harus tau bii, tadi Dicky ngenalin aku ke ibunya. Terus kita makan dirumah dia. Masakan ibunya Dicky enak loh bi. Beliau masak banyaaak banget, tapi aku cuma gak makan semuanya kok wkwk. Aku cuma nyobain gurame asam manis sama tumis kangkungnya bii. Lain kali kalau aku ngajak ke rumah Dicky kamu ikut doong, biar kamu juga nyobain masakan ibunya Dicky.." Ola.. Ola.. kamu gak tahu apa kalau denger kamu cerita gini aja udah bikin sakit hati, gimana kalau gue harus liat sendiri apa aja yang kamu lakuin disana.
"Halo bii? Kamu masih disana kaan? Bisma sayaang..." gue emang minta Ola buat terbuka sama gue tentang apapun. Dibanding dia selingkuh dibelakang gue kan. Jadi gue lebih milih antisipasi kalau kalau dia mulai suka dengan cowo lain. Tapi ternyata... </3
"Bismaa... kamu udah tidur yaa? Good night sayang, semoga mimpi indah yaa. Sampe ketemu besok. Love you... :*" klik. Telpon pun mati.
***
Mulai dari kejadian gue nembak Ola, kejadian gue kenalan dengan orang tua Ola, kejadian kita jalan ke pantai, kejadian kita di rumah pohon gue, bahkan kejadian Ola curhat tentang Dicky dan kejadian Ola memeluk Dicky pun terputar di otak gue. Dengan perlahan gue mengambil gitar akustik kesayangan gue dan memainkan lagu asal yang berasal langsung dari hati gue.

Apakah kau ingat saat aku menembakmu
Kau bilang jangan terburu ya banyak waktu
Tapi mengapa kini engkau bersamanya
Hancur hatiku rasanya tak kuasa melihatnya

Bila memanglah dia yang ada dihatimu

Jangan membuatku ragu
Memainkan rasa ini berharap banyak padamu

Untuk pertama kalinya gue hanya ditemani gitar di malam mingguan seperti saat ini. Entah kenapa gue merasa lagu yang berasal dari hati gue tadi cocok untuk dijadikan lagu. Gak sampai satu menit pensil dan notes lagu udah ada di tangan gue. Daripada galau kaya orang orang gak jelas, mending gue jadiin lagu kan? Kalau lagunya nge-hits bisa nambah penghasilan gue wkwk.

Kau pernah mendadak telfon aku senangnya
Minta bertemu berdua sangat indahnya
Tapi jika itu cuma tuk sementara
Lebih baik mundur saja sudahlah akhiri semua

Bila memanglah dia pilihan terakhirmu

Jangan membuatku sendu
Memainkan rasa ini berharap banyak padamu

Memang benar ku menggilaimu

Tapi bukan brarti kau bisa permainkan hatiku
You really really make me so crazy
Tapi bukan brarti aku rela kau sakiti

Jangan bo bo bohongi

Ku tak mau kau bo bo bodohi
Mari saja a a akhiri
Ataukah ini memang taktik busukmu ingin menjerat banyak cinta

Tapi memang cuma kamu yang slalu aku tunggu

Setiap saat setiap waktu dari senin sampai minggu
Bila ini permainanmu jangan kau libatkan aku
Aku tergila padamu tapi bukan aku mau
Kau bo bohongi kau bo bo bodohi
Bohongi bodohi
Yeah ah a a a a a~
Memang benar ku menggilaimu
Tapi bukan brarti kau bisa permainkan hatiku
You really really make me so crazy
Tapi bukan brarti aku rela kau sakiti

Jangan bo bo bohongi

Ku tak mau kau bo bo bodohi
Mari saja a a akhiri
Ataukah ini memang taktik busukmu ingin menjerat banyak cinta


to be continued~ maaf ya mang kalau hadiah dariku cuma ini, heaven knows i love you so :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar