happy reading :)
Tak lama kemudian...
Dokter : *keluar ruangan UGD*
Dicky : *berdiri menyambut dokter* "Gimana dok keadaannya?"
Dokter : "Anda siapanya pasien ya?"
Dicky : "Saya teman sekelasnya"
Dokter : "Keadaan teman anda tidak begitu parah. Teman anda hanya mengalami retak tulang di kaki kanannya sisanya luka lecet ringan"
Dicky : "Kira kira butuh waktu berapa hari untuk sembuh total dok?"
Dokter : "Kurang lebih satu bulan. Jika ingin melihat kondisi pasien silakan masuk, saya berada di ruang dokter" *pergi*
Dicky : "Iya terima kasih dok" *masuk ruangan*
Setengah jam kemudian Bila dipindahkan ke ruangan rawat inap VVIP. Dicky pun menunggu Bila sampai malam.
Malamnya Dicky keluar ruangan hendak membeli makanan. Di lorong Dicky melihat seorang gadis...
Dicky : "Itu siapa? Kok kayanya kenal ya?" *mendatangi gadis tersebut* "Permisi" *menepuk bahu gadis tersebut*
Riris : "Waa! Jangan pegang pundak gue!" *menoleh* "Elo?! Kok ada disini?"
Dicky : "Harusnya gue yang nanya kenapa elo ada disini? Elo Riris kan? Si cewe nyolot temennya Bila?"
Riris : "Iya itu gue, kenapa?"
Dicky : "Temen lo si Bila itu kecelakaan tadi..." *terpotong*
Riris : "Hah?! Kecelakaan?! Kok bisa? Sama siapa? Kok elo tau? Dimana dia sekarang?"
Dicky : "Iya sekarang dia di ruangan Rainbow nomor 23, tadi dia keserempet mobil yang gue.." *takut*
Riris : "Elo apain?" *berjalan menuju ruangan Bila*
Dicky : *mengikuti Riris* "Mmm.. Yang gue kendarain.."
Riris : *mau marah tapi terpotong oleh Dicky*
Dicky : "Please jangan marah sama gue.. Gue gak sengaja nyerempet dia." *masuk ruangan Bila*
Riris : "Tapi tetep aja elo yang bikin Bila kecelakaan kaya gini!"
Saat Riris hendak memarahi Dicky lebih lanjut Bila pun sadar dari pingsannya.
Bila : "A.. aku dimana?" *sadar*
Riris : *mendekati Bila* "Kamu ada di rumah sakit tadi kamu diserempet sama cowo jahat yang sok baik itu." *menunjuk Dicky*
Dicky : "Sori tapi gue gak bermaksud mencelakai elo gue gak sengaja. Please maafin gue.." *mengulurkan tangannya untuk meminta maaf*
Bila : "Oke gue maafin.."
Bila pun hendak bangun membalas jabatan tangan dari Dicky namun ia malah merasakan sakit di kakinya..
Bila : "Aww!" *memegang kaki kanannya*
Riris : "Bil kamu kenapa? *menengok ke arah Dicky* Dick! Lo apain temen gue?"
Dicky : "Kata dokter kaki kanan Bila retak"
Riris : "Bener kan elo emang pengen nyelakain temen gue? Ngaku aja deh lo. Sampe bikin retak tulang gitu kok."
Bila : "Udah ris gak usah marahin Dicky dia kan engga sengaja mending kamu kasih tau yang lain aja"
Riris : "Huh!" *keluar ruangan menghubungi orang tua Bila, Midda dan Enno*
Di dalam ruangan...
Dicky : "Makasi elo udah mau maafin gue"
Bila : "Bukan salah elo juga kok, guenya aja yang ga hati-hati"
15 menit kemudian orang tua Bila pun datang..
Mama Bila : *masuk ruangan* "Bila?! Kamu kenapa? Kok bisa kayak gini? Riris bilang kamu keserempet mobil?"
Ayah Bila : "Kamu kenapa de?"
Bila : "Tadi ade ada rapat OSIS dadakan terus ade gak ada yang jemput."
Ayah Bila : "Kenapa enggak minta jemput ayah?"
Bila : "Ade lupa bawa hape tadi pagi lagi di charge" -,-
Mama Bila : "Terus?"
Bila : "Ade naik angkot aja, tapi pas mau nyebrang malah keserempet mobil"
Tiba-tiba...
Midda Enno : "Bilaaaaaaaa..." #rusuh (?)
All : -,-
Riris : "Nih anak dua udah mah telat dateng dateng telat ngerusak suasana lagi." -,-
Midda : "Iiih maaf atuuuh.."
Enno : "Iyaa pliiis maafin duluu kalo enggak buahnya enggak jadi dikasih niih" -,-
Riris : "Eh gak boleh gitu dong pamali lamun ceuk orang sunda oge. Udah di beli tapi enggak jadi dikasih"
Midda : "Iya iya selau, kasihin no"
Enno : "Iyaaa nih buahnya. GWS ya biiiil"
Bila : "Makasiii"
Midda : "Emang kamu kenapa kecelakaan gini bil?"
Enno : "Duh lodingnya kambuh" -,-
Midda : "Iya deeh aku loadiiing tapi kenapa?"
Bila : "Tadi aku keserempet mobil aceuuk.."
Midda : "O banget" #taumalu
Tiba tiba ayah Bila ditelepon oleh sekretarisnya..
Telepon : *bunyi*
Ayah Bila : *mengangkat telepon* "Halo?"
Sekretaris : "Halo dengan pak (nama ayah bila)?"
Ayah Bila : "Oh iya ini saya"
Sekretaris : "Maaf pak klien dari Singapura sudah datang"
Ayah Bila : "Tolong bilang ke klien saya ada perlu sebentar lagi maaf menunggu. Sebentar lagi saya kesana" *menutup telepon*
Ayah Bila : "Bil maaf ya ayah mau meeting dulu sama klien. Ayah tinggal dulu ya bil. Daah.." *mengecup kening Bila dan pergi*
Bila : "Dah ayah.." :)
Mama Bila : "Bil mama izin ya malem ini enggak bisa jagain Bila, besok mama mau ada arisan jadi mama harus nyiapin makanan makanan gituu. Mama pergi dulu ya biil, titip Bila ya ris no miid" *mengecup kening Bila dan pergi*
Md En Rr : "Iya tantee.." :D
Bila : "Kalian yakin mau nungguin aku malem ini? Makasiiii" :)
Enno : "Kata siapa? Aku gak bilang tuh, serem tau aku enggak berani ini malem jum'at. Aku mau belajar besok ada tes gitu di les. Dah bilaa :D" *pergi*
Bila : "Midda Riris kalian bisa temenin aku kan? Pliiiis"
Midda : "Bilaa aku mau nemenin kamu tapi aku terlanjur janji mau ikut kaka aku belanja malem inii"
Bila : "Riis?"
Riris : "Wah bil rencananya aku mau diajarin sesuatu sama kaka akuu. Kenapa enggak sama *lirik .......
kira kira riris ngelirik siapa ya? tetep stay di blog ini ya kawan. Thanks for reading :)
Kamis, 21 Maret 2013
Rabu, 13 Maret 2013
First Fanfict #21
pengennya part ini di post pas tanggal 21, tapi gak apa apa deh di post sekarang wkwkwk. enjoy :)
Pukul 9 lewat 40 di ruang kosong rumah Rangga... #tak ada suara
Ilham Lala : *pacaran*
Riris Rangga : *sibuk bekerja sama mengerjakan tugas*
Tiba tiba...
Kucing : *datang* *menghampiri Rangga*
Riris : *konsentrasi kepada laptop dan tugas* *tidak menyadari kucing*
Rangga : "Kamu udah laper lagi ya?" *mengelus kucing*
Riris : *menengok ke arah rangga* "HAAAA!!!!" #teriak #shock *berlari menaiki meja/sofa*
Rangga : "Lo kenapa ris?" *menggendong kucingnya* *menghampiri Riris*
Riris : "Jangan deketin gue! Pergi!!!"
Rangga : "Lo kenapa?" #bingung
Riris : "Ngga pleasae jauhin kucing itu dari gue!!!"
Rangga : "Oooh elo takut kucing? Nih!" *mendekatkan kucingnya kepada Riris*
Riris : "Gak suka kucing!!!" *berlari menghindari Rangga*
Rangga : "Kenapa? Kucing gue kucing elite! Udah menangin banyak lomba jangan salah lo!"
Riris : "Gak peduli"
Rangga : *melepaskan kucingnya*
Riris : *diam*
Kucing : *menghampiri Riris*
Riris : "WAA!!!" *refleks sembunyi dibalik Ilham yang berada di dekatnya*
Lala : *marah* *kesal* *jeles*
Ilham : "Udah ngga, kasian. Berisik lagian, nanti gak beres beres lho tugasnya"
Kucing : *makin mendekati Riris*
Riris : *masih bersembunyi* emang elo ngebantuin? elo pacaran begitu ge -,-
Rangga : "Lho? Gue sama Riris udah beres tugasnya tinggal bagian elo sama Lala" *mengambil kucingnya*
Kucing : *masuk kandang*
Riris : "Huuuuh" #bebas "Eh sorry tadi gue refleks" *pergi menuju kamar mandi*
Pukul 10 tepat di rumah Bisma...
Dina : "Duh guys sorry ya.. Bisma emang suka bangun telat jadi sorry kalo kalian nungguin lama banget" *membuka pintu rumah Bisma*
Callysta : "Gak apa apa kok, kebetulan gue juga dateng telat tadi" *memasuki rumah Bisma*
Kevin : "Gue udah biasa nunggu" *masuk rumah Bisma*
Dina : "Kamu sih Bis, bangunnya telat"
Bisma : "Sorry ya bro, gue baru bangun tadi 10 menit yang lalu"
Callysta : "Ya udah kita mulai aja kerja kelompoknya"
Seluruh kelompok pun mengerjakan tugas dengan caranya masing masing. BREM yang sudah janjian untuk bertemu di basecamp mereka pukul 11 untuk makan siang pun mulai berdatangan pada pukul 11 tepat. Di basecamp mereka...
Bila Riris : *duduk*
Midda Enno : *baru datang* *duduk*
Bila Riris : "Telat"
Midda : "Maap atuuh tadi ngerjainnya lama banget diganggu terus sama si Rafael"
Enno : "Diganggu gimana?"
Midda : "Diajakin ngobrol terus"
Riris : "Ngobrol? Kamu tanggepin?"
Midda : "Dianya maksa jadi aku tanggepin gitu aja"
Bila : "Cie ditanggepin"
Enno : "Ris tentram di rumahnya Rangga? Banyak kucingnya ge"
Riris : "Engga banget, udah mah kucingnya jalan sendiri lagi ngedatengin"
Bila : "Terus kamu teriak teriak?"
Riris : "Iyalah"
Midda : "Ih gandeng"
Jumat depan seluruh siswa Xperfect pun sudah siap dengan tugas fisika mereka. Namun sebelum pelajaran fisika mereka terlebih dahulu mengikuti morning meeting berasama Ms. Dennisa.
Ms. Dennisa : "Seperti yang kalian ketahui beberapa minggu lagi akan ada pemilihan ketua OSIS, karena itu dimohon adanya perwakilan calon ketua dari setiap kelas temasuk kelas X. Pagi ini kalian akan menentukan siapa yang akan menjadi calon ketua OSIS. Ada yang berminat?"
All : *diam*
Ms. Dennisa : "Ada yang mempunyai usul?"
Callysta : "Saya usul Dei"
Midda : "Bila miss"
Bisma : "Dicky"
Thella : "Dina mau miss"
Ms. Dennisa : "Ada lagi?"
All : *diam*
Ms. Dennisa : "Kalau begitu nama nama berikut akan diseleksi lagi oleh OSIS dan tentunya guru guru. Sekian dari saya, permisi"
Beberapa hari kemudian hasil seleksi calon ketua OSIS sudah diumumkan di website resmi sekolah dan mading digital. Ternyata calon dari kelas Xperfect adalah Dei, sedangkan ketiga balon lainnya hanya termasuk pengurus OSIS. Dina dan Dicky menjadi ketua bidang dan Bila menjadi anggota di bidang yang sama yang diketuai oleh Dicky.
Ternyata calon OSIS tidah berasal dari setiap kelas, ada yang tidak mengirimkan sama sekali dan ada pula yang tidak lolos seleksi guru dan OSIS. Sehingga total calon ketua OSIS hanya ada 6 siswa. Dei dari kelas X perfect, Krey dari kelas XII IPA awesome, Anita dari XI IPA wonderful, Verdo dari XII IPA perfect, Mega dari X wonderful dan Andien dari XI IPS awesome.
Keesokan harinya pemilihan ketua OSIS pun dilaksanakan di aula sekolah. Seluruh siswa harus ikut serta dalam pemilihan, kalaupun ada siswa yang tidak masuk dipersilakan memilih lewat website sekolah. Tak butuh waktu lama guru dan OSIS pun sudah mendapatkan hasil dalam pemilihan ketua OSIS baru tersebut. Berikut adalah hasilnya:
Verdonio : 25,33% (76 siswa) -> KETUA
Anita : 22,33% (67 siswa) -> Wakil Ketua
Deidra : 21,00% (63 siswa) -> Sekretaris I
Krey : 13,67% (41 siswa) -> Sekretaris II
Andien : 9,00% (27 siswa) -> Bendahara I
Mega : 8,67% (26 siswa) -> Bendahara II
Dengan hasil tersebut ketua OSIS baru adalah Verdo dari kelas XII IPA perfect. Dei sebagai wakil X perfect sudah cukup bangga dan puas atas hasil pemilihan tersebut meskipun ia hanya menjadi sekretaris I. Malamnya diadakan pesta penyambutan pengurus OSIS yang baru, malam itu pula Verdo dilantik menjadi ketua.
Rapat pertama pun diadakan 2 hari setelah pemilihan. Rapat ini diadakan dengan tujuan untuk menjelaskan lebih detail tentang OSIS SMA 5 Heroes ini. Seluruh pengurus pun diwajibkan datang termasuk Bila yang harus bersusah payah mendapatkan izin dari ibunya untuk menghadiri rapat tersebut.
Pukul 9 lewat 40 di ruang kosong rumah Rangga... #tak ada suara
Ilham Lala : *pacaran*
Riris Rangga : *sibuk bekerja sama mengerjakan tugas*
Tiba tiba...
Kucing : *datang* *menghampiri Rangga*
Riris : *konsentrasi kepada laptop dan tugas* *tidak menyadari kucing*
Rangga : "Kamu udah laper lagi ya?" *mengelus kucing*
Riris : *menengok ke arah rangga* "HAAAA!!!!" #teriak #shock *berlari menaiki meja/sofa*
Rangga : "Lo kenapa ris?" *menggendong kucingnya* *menghampiri Riris*
Riris : "Jangan deketin gue! Pergi!!!"
Rangga : "Lo kenapa?" #bingung
Riris : "Ngga pleasae jauhin kucing itu dari gue!!!"
Rangga : "Oooh elo takut kucing? Nih!" *mendekatkan kucingnya kepada Riris*
Riris : "Gak suka kucing!!!" *berlari menghindari Rangga*
Rangga : "Kenapa? Kucing gue kucing elite! Udah menangin banyak lomba jangan salah lo!"
Riris : "Gak peduli"
Rangga : *melepaskan kucingnya*
Riris : *diam*
Kucing : *menghampiri Riris*
Riris : "WAA!!!" *refleks sembunyi dibalik Ilham yang berada di dekatnya*
Lala : *marah* *kesal* *jeles*
Ilham : "Udah ngga, kasian. Berisik lagian, nanti gak beres beres lho tugasnya"
Kucing : *makin mendekati Riris*
Riris : *masih bersembunyi* emang elo ngebantuin? elo pacaran begitu ge -,-
Rangga : "Lho? Gue sama Riris udah beres tugasnya tinggal bagian elo sama Lala" *mengambil kucingnya*
Kucing : *masuk kandang*
Riris : "Huuuuh" #bebas "Eh sorry tadi gue refleks" *pergi menuju kamar mandi*
Pukul 10 tepat di rumah Bisma...
Dina : "Duh guys sorry ya.. Bisma emang suka bangun telat jadi sorry kalo kalian nungguin lama banget" *membuka pintu rumah Bisma*
Callysta : "Gak apa apa kok, kebetulan gue juga dateng telat tadi" *memasuki rumah Bisma*
Kevin : "Gue udah biasa nunggu" *masuk rumah Bisma*
Dina : "Kamu sih Bis, bangunnya telat"
Bisma : "Sorry ya bro, gue baru bangun tadi 10 menit yang lalu"
Callysta : "Ya udah kita mulai aja kerja kelompoknya"
Seluruh kelompok pun mengerjakan tugas dengan caranya masing masing. BREM yang sudah janjian untuk bertemu di basecamp mereka pukul 11 untuk makan siang pun mulai berdatangan pada pukul 11 tepat. Di basecamp mereka...
Bila Riris : *duduk*
Midda Enno : *baru datang* *duduk*
Bila Riris : "Telat"
Midda : "Maap atuuh tadi ngerjainnya lama banget diganggu terus sama si Rafael"
Enno : "Diganggu gimana?"
Midda : "Diajakin ngobrol terus"
Riris : "Ngobrol? Kamu tanggepin?"
Midda : "Dianya maksa jadi aku tanggepin gitu aja"
Bila : "Cie ditanggepin"
Enno : "Ris tentram di rumahnya Rangga? Banyak kucingnya ge"
Riris : "Engga banget, udah mah kucingnya jalan sendiri lagi ngedatengin"
Bila : "Terus kamu teriak teriak?"
Riris : "Iyalah"
Midda : "Ih gandeng"
Jumat depan seluruh siswa Xperfect pun sudah siap dengan tugas fisika mereka. Namun sebelum pelajaran fisika mereka terlebih dahulu mengikuti morning meeting berasama Ms. Dennisa.
Ms. Dennisa : "Seperti yang kalian ketahui beberapa minggu lagi akan ada pemilihan ketua OSIS, karena itu dimohon adanya perwakilan calon ketua dari setiap kelas temasuk kelas X. Pagi ini kalian akan menentukan siapa yang akan menjadi calon ketua OSIS. Ada yang berminat?"
All : *diam*
Ms. Dennisa : "Ada yang mempunyai usul?"
Callysta : "Saya usul Dei"
Midda : "Bila miss"
Bisma : "Dicky"
Thella : "Dina mau miss"
Ms. Dennisa : "Ada lagi?"
All : *diam*
Ms. Dennisa : "Kalau begitu nama nama berikut akan diseleksi lagi oleh OSIS dan tentunya guru guru. Sekian dari saya, permisi"
Beberapa hari kemudian hasil seleksi calon ketua OSIS sudah diumumkan di website resmi sekolah dan mading digital. Ternyata calon dari kelas Xperfect adalah Dei, sedangkan ketiga balon lainnya hanya termasuk pengurus OSIS. Dina dan Dicky menjadi ketua bidang dan Bila menjadi anggota di bidang yang sama yang diketuai oleh Dicky.
Ternyata calon OSIS tidah berasal dari setiap kelas, ada yang tidak mengirimkan sama sekali dan ada pula yang tidak lolos seleksi guru dan OSIS. Sehingga total calon ketua OSIS hanya ada 6 siswa. Dei dari kelas X perfect, Krey dari kelas XII IPA awesome, Anita dari XI IPA wonderful, Verdo dari XII IPA perfect, Mega dari X wonderful dan Andien dari XI IPS awesome.
Keesokan harinya pemilihan ketua OSIS pun dilaksanakan di aula sekolah. Seluruh siswa harus ikut serta dalam pemilihan, kalaupun ada siswa yang tidak masuk dipersilakan memilih lewat website sekolah. Tak butuh waktu lama guru dan OSIS pun sudah mendapatkan hasil dalam pemilihan ketua OSIS baru tersebut. Berikut adalah hasilnya:
Verdonio : 25,33% (76 siswa) -> KETUA
Anita : 22,33% (67 siswa) -> Wakil Ketua
Deidra : 21,00% (63 siswa) -> Sekretaris I
Krey : 13,67% (41 siswa) -> Sekretaris II
Andien : 9,00% (27 siswa) -> Bendahara I
Mega : 8,67% (26 siswa) -> Bendahara II
Dengan hasil tersebut ketua OSIS baru adalah Verdo dari kelas XII IPA perfect. Dei sebagai wakil X perfect sudah cukup bangga dan puas atas hasil pemilihan tersebut meskipun ia hanya menjadi sekretaris I. Malamnya diadakan pesta penyambutan pengurus OSIS yang baru, malam itu pula Verdo dilantik menjadi ketua.
Rapat pertama pun diadakan 2 hari setelah pemilihan. Rapat ini diadakan dengan tujuan untuk menjelaskan lebih detail tentang OSIS SMA 5 Heroes ini. Seluruh pengurus pun diwajibkan datang termasuk Bila yang harus bersusah payah mendapatkan izin dari ibunya untuk menghadiri rapat tersebut.
Di suatu kamis siang sepulang sekolah OSIS mengadakan rapat dadakan untuk membahas sesuatu yang juga mendadak. Sebagai pengurus OSIS yang baik Dei Dicky Dina dan Bila mengikuti rapat dadakan tersebut.
Seselesainya rapat semua pengurus pun pulang di tengah derasnya hujan termasuk Bila, Dei, Dicky dan Dina. Dina telah ditunggu sang kekasih tercintanya Bisma, Dei dijemput supirnya, Dicky pulang sendiri menggunakan mobil pribadinya.
Sedangkan Bila tidak ada yang menjemput dan tidak bisa meminta untuk dijemput karena ia lupa membawa handphonenya. Bila pun tidak bisa menggunakan kendaraan umum sendiri. Setelah setengah jam ia menunggu semoga ada yang menjemputnya namun tiada hasilnya. Akhirnya Bila pun memberanikan diri menggunakan angkot sendiri.
Sayangnya Bila kurang berhati-hati sehingga ketika ia hendak menyebrang jalan ia terserempet mobil sport yang dikendarai pelan oleh Dicky. Bila pun pingsan seketika. Berhubung Dicky adalah anak yang baik Dicky pun membawa Bila ke rumah sakit terdekat dengan mobinya.
Di rumah sakit Center Medical Social...
Dicky : "Suster tolong ini temen saya tadi pingsan terserempet mobil" *menggendong Bila*
Suster : "Iya mas. Silakan di baringkan di brankar (?). Mas silakan tunggu disini pasien akan diperiksa terlebih dahulu." *masuk ruangan UGD*
Dicky : "Terima kasih sus" *duduk di kursi lorong*
Tak lama kemudian...
Dokter : *keluar ruangan UGD*
Dicky : *berdiri menyambut dokter* "Gimana dok keadaannya?"
to be continued, thanks for reading and please comment :)
Jumat, 08 Maret 2013
First Fanfict #20
happy reading..
Ms. Dennisa : "Oke sekarang saya. Saya Miss Dennisa wali kelas kalian sekaligus guru matematika. Nama lengkap saya Dennisa Adhistya Putri. Hari ini kalian akan memilih ketua kelas dan menghias kelas. Untuk menghias kelas peralatannnya ada di dalam box"
Siswa : "Iya miiiiss"
Ms. Dennisa : "Sekarang kita mulai, siapa yang berminat menjadi ketua kelas?"
All : #hening
Ms. Dennisa : "Karena tidak ada yang mau maka miss akan tunjuk. Kandidatnya Bisma, Ilham, Kevin sama Riris"
Riris : "Loh kok saya?"
Ms. Dennisa : "Karena tidak ada yang mau jadi saya yang menentukan"
Riris : "Tapi miss kandidat lainnya laki laki"
Ms. Dennisa : "Sudahlah terima saja. Sekarang silakan tulis satu nama calon yang menurut kalian dapat memimpin kelas ini dengan baik di kertas kecil"
Seluruh siswa pun memilih ketua kelas. Tak lama kemudian hasil sudah berada di tangan Miss Dennisa.
Enno : "Kalo jadi ketua kelas traktiran ya Ris"
Riris : "Gak akan!"
Ms. Dennisa : "Ehm Ehm tolong perhatiannya saya akan mengumumkan hasil dari voting"
Siswa : *diam*
Ms. Dennisa : "Ilham mendapatkan suara sebanyak 20%, Riris juga 20%, Bisma mendapat 25% dan Kevin 35%. Dengan ini maka ketua kelas kita dalah Kevin."
All : *tepuk tangan*
Ms. Dennisa : "Bisma akan menjadi wakil dan sekretaris dipegang oleh Riris dan Ilham. Kevin tugas pertama kamu tolong atur siswa siswi Xperfect untuk menghias kelas"
Kevin : "Iya miss"
Ms. Dennisa : "Miss pergi dulu sebentar" *pergi*
Kevin : *hendak berbicara*
Reza : *memotong pembicaraan Kevin* "Eh semuanya kerja! Gak ada yang boleh diem!"
Riris : "Siapa dia?" *berbisik kepada Enno*
Enno : "Hem bener banget. Palingan mereka engga kerja, cuma nyuruh doang"
Ternyata perkataan Enno salah, seluruh personel SM*SH sekaligus pacar pacarnya bekerja dengan benar. Acara menghias dan merapikan kelas pun berjalan dengan lancar, aman, tentram dan damai.
Riris : "Ah panas!" *membuka dasi dan jasnya* *menggulung lengan kemeja*
Bila : "Dingin ge, ACnya 20° semua"
Midda : "Riris ih pake lagi, berantakan ngeliatnya"
Enno : "Udahlah jagger gak akan nyaman pake baju rapi"
Bl, Md, En : "Hahaha"
Riris : "Maksud lo?"
Tanpa mereka sadari bel berbunyi menunjukkan waktu istirahat, Ms. Dennisa pun tidak sempat masuk kelas kembali. Seluruh siswa Xperfect pun keluar menuju Cafe sekolah.
45 menit kemudian bel pun kembali berbunyi meunjukkan waktu belajar kembali. Kali ini kelas Xperfect akan diajari Fisika oleh Mr. Daniel.
Mr. Daniel : "Saya tidak akan bertele tele. Nama saya Daniel Zelvinne Deguilly, kalian bisa panggil saya Mr. Daniel. Hari ini kalian akan langsung saya beri tugas kelompok mengenai review materi fisika SMP. Kelompoknya akan saya bacakan"
Siswa : *diem* -__________________________-"
Mr. Daniel : *melihat daftar absen Xperfect di ipadnya*
Kelompok 1 : Bisma, Callysta, Kevin dan Dina.
Kelompok 2 : Lala, Ilham, Rangga dan Riris.
Kelompok 3 : Deidre, Reza, Thella dan Rena.
Kelompok 4 : Litha, Morgan, Midda dan Rafael.
Kelompok 5 : Dicky, Dimaz, Eriska dan Bila.
Lebih lengkapnya lihat di website. Terima kasih" *pergi*
Siswa : (?) #bingung
Entah mengapa kelas Xperfect yang terbiasa rusuh dan tidak menurut satu sama lain, sangat tentram dan damai. Tanpa diperintahkan pun mereka langsung membuka gadget mereka dan ber-chatting ria di website sekolah berdasarkan kelompoknya.
Ternyata semua siswa Xperfect sepakat untuk mengerjakan tugas itu di hari sabtu pagi. Tentu saja di tempat yang berbeda, kelompok 1 di rumah Bisma, kel 2 di rumah Rangga, kel 3 si rumah Rena, kel 4 di rumah Morgan dan kel 5 di rumah Eriska.
Sabtu pagi pukul 9 tepat di rumah Morgan... #sunyi senyap
Rafael : *diam* *sibuk dengan ipadnya*
Midda : *diam* *sibuk dengan galaxy tabnya*
Litha : *diam* *sibuk dengan Blackberry Playbooknya*
Morgan : *diam* *sibuk dengan laptop dellnya* -___-
Rafael : "...cil... kecil" *memanggil midda*
Midda : *tidak terdengar*
Rafael : "Heh! Kecil!"
Midda : *masih tidak mendengar*
Rafael : "Heh! Kecil!" *menggebrak meja*
All : *menengok ke arah Rafael*
Midda : "Apaan sih kamu berisik banget! Malu tau-_-"
Rafael : "Argh!" *menarik midda*
Midda : "Ih Rafael! Lepasin aku!"
Morgan Litha: *bingung*
Di teras depan rumah Morgan...
Midda : "Mau ngapain sih kamu! Narik-narik aku segala!"
Rafael : "Temenin gue disini! Gue agak gimana gitu di dalem, kaya kuburan. Hiiiiyyyy"
Midda : "Sendiri bisa kaliii, aku mau ngerjain tugas di dalem aja!"
Rafael : "Heh kecil! Lo kan bisa kerjain tugasnya disini bareng gue."
Midda : "Bareng kamu?! Emang kamu ngerjain? Lagian kenapa engga sama Morgan coba -,-"
Rafael : "Eh jangan sotau dong! Gue udah ngerjain setengahnya ya dan kalo sama dia sama aja sepinya!"
Midda : "Oh!" *duduk* *sibuk dengan galaxy tabnya*
Rafael : "Gapake bentak kali!" -__-
Lima belas menit kemudian...
Rafael : "Lo udah nemu semua?"
Midda : "Belom baru setengahnya" (?)
Rafael : "Ha!? Baru setengahnya?! Mau selesai kapan tuh makalah"
Midda : "Gimana mau selesai, kamu aja dari tadi ngajak aku ngobrol!"
Rafael : "Ya.. gue cuma pengen ngajakin lo ngobrol aja. Kan gaenak kalo harus diem-dieman. Lagian mau ngerjain bareng di dalem juga lebih sepi."
Midda : "Tunggu-tunggu, kamu ko jadi curhat gitu yaa? Ckck" -__-
Rafael : "Bukan curhat kecil, tapi gue cuma mau...." *terpotong*
Midda : "Ngajak ngobrol. Oke"
Pukul 9 lewat 15 di rumah Eriska...
Eriska Dicky : *pacaran*
Bila : *jeles*
Dimaz : *sibuk ngerjain tugas*
Pukul 9 lewat 20 di rumah Enno... #ramai
Thella : "Za, aku bosen nih"
Reza : "Kenapa bosen? Kan ada aku disini" #apabanget
Thella : "Apaan sih? Masalahnya kita tuh udah 20 menit diluar gini"
Dei : "Lo bosen? Mendingan elo cari bahan dulu buat tugas kita, jadi nanti tinggal dirapiin aja. Elo juga"
Thella : "Lo nyuruh dia? Huh juara satu Olimpiade Internasional Fisika gini sih udah nempel semua"
Dei : "Oh, sorry gue lupa. Kalo gitu gue telepon Enno dulu deh"
Tanpa disangka sangka Dei menelepon Enno di waktu yang sama dengan Reza. Namun tetap aja Enno yang masih terlelap tidak menyadari adanya suara telepon.
Dei Reza : "Sibuk" #berbarengan
Thella : "?"
Dei Reza : "Handphone si Enno sibuk"
Thella : "Kok barengan?" #bingung
Dei : "Udahlah kita masuk dulu aja, ada satpam sama pambantunya kan?" *berjalan masuk rumah Enno*
Reza Thella : *mengikuti Dei*
Satpam : *membukakan gerbang* "Silakan masuk Tuan Dei, Tuan Reza dan Nona Thella"
Rz, Tl, De : *masuk*
Satpam : *menutup kembali gerbang rumah Enno*
Pembantu di Rumah Enno pun mempersilakan Reza, Thella dan Dei untuk masuk dan menunggu di teras belakang seperti yang sudah diberitahukan oleh Enno kemarin. Dan pada pukul 9 lewat 30 menit Enno baru saja beranjak dari tempat tidurnya untuk mandi dan bersiap. Setelah lama menunggu (pukul 10 tepat) kelompok 3 pun mengerjakan tugasnya.
Pukul 9 lewat 40 di ruang kosong rumah Rangga... #tak ada suara
Ilham Lala : *pacaran*
Riris Rangga : *sibuk bekerja sama mengerjakan tugas*
Tiba tiba...
Ms. Dennisa : "Oke sekarang saya. Saya Miss Dennisa wali kelas kalian sekaligus guru matematika. Nama lengkap saya Dennisa Adhistya Putri. Hari ini kalian akan memilih ketua kelas dan menghias kelas. Untuk menghias kelas peralatannnya ada di dalam box"
Siswa : "Iya miiiiss"
Ms. Dennisa : "Sekarang kita mulai, siapa yang berminat menjadi ketua kelas?"
All : #hening
Ms. Dennisa : "Karena tidak ada yang mau maka miss akan tunjuk. Kandidatnya Bisma, Ilham, Kevin sama Riris"
Riris : "Loh kok saya?"
Ms. Dennisa : "Karena tidak ada yang mau jadi saya yang menentukan"
Riris : "Tapi miss kandidat lainnya laki laki"
Ms. Dennisa : "Sudahlah terima saja. Sekarang silakan tulis satu nama calon yang menurut kalian dapat memimpin kelas ini dengan baik di kertas kecil"
Seluruh siswa pun memilih ketua kelas. Tak lama kemudian hasil sudah berada di tangan Miss Dennisa.
Enno : "Kalo jadi ketua kelas traktiran ya Ris"
Riris : "Gak akan!"
Ms. Dennisa : "Ehm Ehm tolong perhatiannya saya akan mengumumkan hasil dari voting"
Siswa : *diam*
Ms. Dennisa : "Ilham mendapatkan suara sebanyak 20%, Riris juga 20%, Bisma mendapat 25% dan Kevin 35%. Dengan ini maka ketua kelas kita dalah Kevin."
All : *tepuk tangan*
Ms. Dennisa : "Bisma akan menjadi wakil dan sekretaris dipegang oleh Riris dan Ilham. Kevin tugas pertama kamu tolong atur siswa siswi Xperfect untuk menghias kelas"
Kevin : "Iya miss"
Ms. Dennisa : "Miss pergi dulu sebentar" *pergi*
Kevin : *hendak berbicara*
Reza : *memotong pembicaraan Kevin* "Eh semuanya kerja! Gak ada yang boleh diem!"
Riris : "Siapa dia?" *berbisik kepada Enno*
Enno : "Hem bener banget. Palingan mereka engga kerja, cuma nyuruh doang"
Ternyata perkataan Enno salah, seluruh personel SM*SH sekaligus pacar pacarnya bekerja dengan benar. Acara menghias dan merapikan kelas pun berjalan dengan lancar, aman, tentram dan damai.
Riris : "Ah panas!" *membuka dasi dan jasnya* *menggulung lengan kemeja*
Bila : "Dingin ge, ACnya 20° semua"
Midda : "Riris ih pake lagi, berantakan ngeliatnya"
Enno : "Udahlah jagger gak akan nyaman pake baju rapi"
Bl, Md, En : "Hahaha"
Riris : "Maksud lo?"
Tanpa mereka sadari bel berbunyi menunjukkan waktu istirahat, Ms. Dennisa pun tidak sempat masuk kelas kembali. Seluruh siswa Xperfect pun keluar menuju Cafe sekolah.
45 menit kemudian bel pun kembali berbunyi meunjukkan waktu belajar kembali. Kali ini kelas Xperfect akan diajari Fisika oleh Mr. Daniel.
Mr. Daniel : "Saya tidak akan bertele tele. Nama saya Daniel Zelvinne Deguilly, kalian bisa panggil saya Mr. Daniel. Hari ini kalian akan langsung saya beri tugas kelompok mengenai review materi fisika SMP. Kelompoknya akan saya bacakan"
Siswa : *diem* -__________________________-"
Mr. Daniel : *melihat daftar absen Xperfect di ipadnya*
Kelompok 1 : Bisma, Callysta, Kevin dan Dina.
Kelompok 2 : Lala, Ilham, Rangga dan Riris.
Kelompok 3 : Deidre, Reza, Thella dan Rena.
Kelompok 4 : Litha, Morgan, Midda dan Rafael.
Kelompok 5 : Dicky, Dimaz, Eriska dan Bila.
Lebih lengkapnya lihat di website. Terima kasih" *pergi*
Siswa : (?) #bingung
Entah mengapa kelas Xperfect yang terbiasa rusuh dan tidak menurut satu sama lain, sangat tentram dan damai. Tanpa diperintahkan pun mereka langsung membuka gadget mereka dan ber-chatting ria di website sekolah berdasarkan kelompoknya.
Ternyata semua siswa Xperfect sepakat untuk mengerjakan tugas itu di hari sabtu pagi. Tentu saja di tempat yang berbeda, kelompok 1 di rumah Bisma, kel 2 di rumah Rangga, kel 3 si rumah Rena, kel 4 di rumah Morgan dan kel 5 di rumah Eriska.
Sabtu pagi pukul 9 tepat di rumah Morgan... #sunyi senyap
Rafael : *diam* *sibuk dengan ipadnya*
Midda : *diam* *sibuk dengan galaxy tabnya*
Litha : *diam* *sibuk dengan Blackberry Playbooknya*
Morgan : *diam* *sibuk dengan laptop dellnya* -___-
Rafael : "...cil... kecil" *memanggil midda*
Midda : *tidak terdengar*
Rafael : "Heh! Kecil!"
Midda : *masih tidak mendengar*
Rafael : "Heh! Kecil!" *menggebrak meja*
All : *menengok ke arah Rafael*
Midda : "Apaan sih kamu berisik banget! Malu tau-_-"
Rafael : "Argh!" *menarik midda*
Midda : "Ih Rafael! Lepasin aku!"
Morgan Litha: *bingung*
Di teras depan rumah Morgan...
Midda : "Mau ngapain sih kamu! Narik-narik aku segala!"
Rafael : "Temenin gue disini! Gue agak gimana gitu di dalem, kaya kuburan. Hiiiiyyyy"
Midda : "Sendiri bisa kaliii, aku mau ngerjain tugas di dalem aja!"
Rafael : "Heh kecil! Lo kan bisa kerjain tugasnya disini bareng gue."
Midda : "Bareng kamu?! Emang kamu ngerjain? Lagian kenapa engga sama Morgan coba -,-"
Rafael : "Eh jangan sotau dong! Gue udah ngerjain setengahnya ya dan kalo sama dia sama aja sepinya!"
Midda : "Oh!" *duduk* *sibuk dengan galaxy tabnya*
Rafael : "Gapake bentak kali!" -__-
Lima belas menit kemudian...
Rafael : "Lo udah nemu semua?"
Midda : "Belom baru setengahnya" (?)
Rafael : "Ha!? Baru setengahnya?! Mau selesai kapan tuh makalah"
Midda : "Gimana mau selesai, kamu aja dari tadi ngajak aku ngobrol!"
Rafael : "Ya.. gue cuma pengen ngajakin lo ngobrol aja. Kan gaenak kalo harus diem-dieman. Lagian mau ngerjain bareng di dalem juga lebih sepi."
Midda : "Tunggu-tunggu, kamu ko jadi curhat gitu yaa? Ckck" -__-
Rafael : "Bukan curhat kecil, tapi gue cuma mau...." *terpotong*
Midda : "Ngajak ngobrol. Oke"
Pukul 9 lewat 15 di rumah Eriska...
Eriska Dicky : *pacaran*
Bila : *jeles*
Dimaz : *sibuk ngerjain tugas*
Pukul 9 lewat 20 di rumah Enno... #ramai
Thella : "Za, aku bosen nih"
Reza : "Kenapa bosen? Kan ada aku disini" #apabanget
Thella : "Apaan sih? Masalahnya kita tuh udah 20 menit diluar gini"
Dei : "Lo bosen? Mendingan elo cari bahan dulu buat tugas kita, jadi nanti tinggal dirapiin aja. Elo juga"
Thella : "Lo nyuruh dia? Huh juara satu Olimpiade Internasional Fisika gini sih udah nempel semua"
Dei : "Oh, sorry gue lupa. Kalo gitu gue telepon Enno dulu deh"
Tanpa disangka sangka Dei menelepon Enno di waktu yang sama dengan Reza. Namun tetap aja Enno yang masih terlelap tidak menyadari adanya suara telepon.
Dei Reza : "Sibuk" #berbarengan
Thella : "?"
Dei Reza : "Handphone si Enno sibuk"
Thella : "Kok barengan?" #bingung
Dei : "Udahlah kita masuk dulu aja, ada satpam sama pambantunya kan?" *berjalan masuk rumah Enno*
Reza Thella : *mengikuti Dei*
Satpam : *membukakan gerbang* "Silakan masuk Tuan Dei, Tuan Reza dan Nona Thella"
Rz, Tl, De : *masuk*
Satpam : *menutup kembali gerbang rumah Enno*
Pembantu di Rumah Enno pun mempersilakan Reza, Thella dan Dei untuk masuk dan menunggu di teras belakang seperti yang sudah diberitahukan oleh Enno kemarin. Dan pada pukul 9 lewat 30 menit Enno baru saja beranjak dari tempat tidurnya untuk mandi dan bersiap. Setelah lama menunggu (pukul 10 tepat) kelompok 3 pun mengerjakan tugasnya.
Pukul 9 lewat 40 di ruang kosong rumah Rangga... #tak ada suara
Ilham Lala : *pacaran*
Riris Rangga : *sibuk bekerja sama mengerjakan tugas*
Tiba tiba...
to be continued
thanks for reading and please comment :)
Sabtu, 02 Maret 2013
First Fanfict #19
happy reading ^^
Lusa, tepat satu hari setelah libur pasca kemping seluruh siswa datang tepat waktu. Pukul tujuh tepat kelas X perfect memulai pembelajarannya dengan Ms. Dennisa. Karena belum semua siswanya mengetahui nama lengkap dan panggilan dari masing masing siswa maka Ms. Dennisa pun mengadakan perkenalan.
Ms. Dennisa : "Allright sekarang mari kita mulai perkenalannya dari absen pertama Bisma"
Bisma : *maju* *nge-dance* "Gue Bisma Karisma elo semua bisa manggil gue Bisma. Thanks" *kembali ke tempatnya*
Ms. Dennisa : "Selanjutnya mungkin dari anggota SM*SH terlebih dahulu, silakan Dicky"
Dicky : *maju* *nge-dance* "Saya Dicky Muhammad Prasetya, panggilan Dicky terima kasih" *kembali ke tempatnya*
Ternyata seluruh personel SM*SH memperkenalkan dirinya sembari unjuk kebolehan. Riris dan Enno pun kesal.
Riris : "Perkenalan doang pake nge-dance mentang mentang boyband"
Enno : "Tau tuh kita juga tau kali kalo mereka bisa nge-dance"
SM*SH yang mendengar keluhan Riris dan Enno pun membalas kritikan tersebut.
Illham : "Kenapa?! Elo berdua engga suka?"
Riris Enno : "Iya kita engga suka!"
Ms. Dennisa : "Sudah sudah tidak usah berselisih. Mari kita lanjutkan perkenalannya, Callysta silakan"
Callysta : "Nama saya Callysta Letasya putri kalian bisa panggil saya Callysta atau Call atau Lysta"
Lala : "Saya Clarynta Amanda, cukup panggil Lala"
Dei : "Panggilan Dei lengkapnya Deidre Kehcazuel Rusya"
Dicky : "Elo blasteran?"
Dei : "Prancis sunda"
Litha : "Devia Lolitha Ramadanthi sering dipanggil Litha"
Dimaz : "Saya Dimaz Putra Dinigrat cukup dengan Dimaz"
Eriska : "Nama saya Eriska Reinisa. Kalian boleh panggil saya Eriska atau Eris tidak dengan panggilan lainnya"
Kevin : "Saya Galuh Radja Kevin Aryatama, panggil Kevin"
Midda : "Saya Midda Mufida Attaufiq panggil saja Midda"
Rafael : "Kecil"
Midda : "Heh!"
Ms. Dennisa : "Lanjut, Nabila"
Bila : "Panggilan Bila dari Nabila Tasya Damanta"
Dina : "Saya Pramudina Afra, cukup panggil saya Dina"
Thella : "Nama saya Ratu Sweethella Intan panggil saya Thella"
Ilham : "Udah semua miss, ayo mulai belajar"
Reza : "Ayo miss jangan buang buang waktu"
Ms. Dennisa : "Hey teman kalian ada yang belum, ayo Reisya"
Ilham : *hendak berbicara*
Riris : "Saya Reisya Amira cukup panggil Riris"
Enno : "Enno atau Rena dari Rena Aulia Vadha"
Ms. Dennisa : "Oke sekarang saya. Saya Miss Dennisa wali kelas kalian sekaligus guru matematika. Nama lengkap saya Dennisa Adhistya Putri. Hari ini kalian akan memilih ketua kelas dan menghias kelas. Untuk menghias kelas peralatannnya ada di dalam box"
Siswa : "Iya miiiiss"
Ms. Dennisa : "Sekarang kita mulai, siapa yang berminat menjadi ketua kelas?"
All : #hening
Ms. Dennisa : "Karena tidak ada yang mau maka miss akan tunjuk. Kandidatnya Bisma, Ilham, Kevin sama Riris"
Lusa, tepat satu hari setelah libur pasca kemping seluruh siswa datang tepat waktu. Pukul tujuh tepat kelas X perfect memulai pembelajarannya dengan Ms. Dennisa. Karena belum semua siswanya mengetahui nama lengkap dan panggilan dari masing masing siswa maka Ms. Dennisa pun mengadakan perkenalan.
Ms. Dennisa : "Allright sekarang mari kita mulai perkenalannya dari absen pertama Bisma"
Bisma : *maju* *nge-dance* "Gue Bisma Karisma elo semua bisa manggil gue Bisma. Thanks" *kembali ke tempatnya*
Ms. Dennisa : "Selanjutnya mungkin dari anggota SM*SH terlebih dahulu, silakan Dicky"
Dicky : *maju* *nge-dance* "Saya Dicky Muhammad Prasetya, panggilan Dicky terima kasih" *kembali ke tempatnya*
Ternyata seluruh personel SM*SH memperkenalkan dirinya sembari unjuk kebolehan. Riris dan Enno pun kesal.
Riris : "Perkenalan doang pake nge-dance mentang mentang boyband"
Enno : "Tau tuh kita juga tau kali kalo mereka bisa nge-dance"
SM*SH yang mendengar keluhan Riris dan Enno pun membalas kritikan tersebut.
Illham : "Kenapa?! Elo berdua engga suka?"
Riris Enno : "Iya kita engga suka!"
Ms. Dennisa : "Sudah sudah tidak usah berselisih. Mari kita lanjutkan perkenalannya, Callysta silakan"
Callysta : "Nama saya Callysta Letasya putri kalian bisa panggil saya Callysta atau Call atau Lysta"
Lala : "Saya Clarynta Amanda, cukup panggil Lala"
Dei : "Panggilan Dei lengkapnya Deidre Kehcazuel Rusya"
Dicky : "Elo blasteran?"
Dei : "Prancis sunda"
Litha : "Devia Lolitha Ramadanthi sering dipanggil Litha"
Dimaz : "Saya Dimaz Putra Dinigrat cukup dengan Dimaz"
Eriska : "Nama saya Eriska Reinisa. Kalian boleh panggil saya Eriska atau Eris tidak dengan panggilan lainnya"
Kevin : "Saya Galuh Radja Kevin Aryatama, panggil Kevin"
Midda : "Saya Midda Mufida Attaufiq panggil saja Midda"
Rafael : "Kecil"
Midda : "Heh!"
Ms. Dennisa : "Lanjut, Nabila"
Bila : "Panggilan Bila dari Nabila Tasya Damanta"
Dina : "Saya Pramudina Afra, cukup panggil saya Dina"
Thella : "Nama saya Ratu Sweethella Intan panggil saya Thella"
Ilham : "Udah semua miss, ayo mulai belajar"
Reza : "Ayo miss jangan buang buang waktu"
Ms. Dennisa : "Hey teman kalian ada yang belum, ayo Reisya"
Ilham : *hendak berbicara*
Riris : "Saya Reisya Amira cukup panggil Riris"
Enno : "Enno atau Rena dari Rena Aulia Vadha"
Ms. Dennisa : "Oke sekarang saya. Saya Miss Dennisa wali kelas kalian sekaligus guru matematika. Nama lengkap saya Dennisa Adhistya Putri. Hari ini kalian akan memilih ketua kelas dan menghias kelas. Untuk menghias kelas peralatannnya ada di dalam box"
Siswa : "Iya miiiiss"
Ms. Dennisa : "Sekarang kita mulai, siapa yang berminat menjadi ketua kelas?"
All : #hening
Ms. Dennisa : "Karena tidak ada yang mau maka miss akan tunjuk. Kandidatnya Bisma, Ilham, Kevin sama Riris"
to be continued..
thanks for reading and please comment :)
Jumat, 22 Februari 2013
First Fanfict #18
happy reading ^^
Tiba tiba...
Lala : *masuk UKS* #shock "Ilham?!"
Ilham : "Lala? Kamu ngapain kesini?" *melepaskan Riris*
Riris : "Aww.."
Lala : "Ngapain? Harusnya aku yang nanya kamu ngapain sama cewe itu?"
Ilham : "Aku cuma ngobatin dia"
Riris : "SHIT!! Darahnya keluar lagi!"
Lala : "Udah, aku engga mau denger alasan kamu lagi" *menangis* #pergi
Ilham : "LA!!" *memalingkan mukanya ke Riris* "Lo berdarah lagi?"
Riris : "Iya"
Ilham : "Sini gue obatin lagi" *mengambil obat*
Riris : "Udah lo kejar cewe lo aja, gue bisa sendiri kok"
Ilham : "Lo serius engga apa apa?"
Riris : "Serius"
Ilham : *pergi*
Ilham pun keluar UKS dan mengejar Lala. Di balik pohon Lala sedang menangis.
Ilham : "La, please dengerin aku dulu. Aku cuma ngobatin dia aja la"
Lala : "Pergi!! Aku bilang pergi!!" *menutup telinganya*
Ilham : *memegang tangan lala* "La please dengerin dulu.."
Lala : *menangis* *menggeleng gelengkan kepala* "Udah ham cukup"
Ilham : "Dengerin aku dulu la. Aku cuma ngobatin dia, karena aku yang bikin dia luka dan karena aku temen satu tim dia pas main paint ball. Udah"
Lala : "Kenapa kamu satu tim sama dia? Kenapa dia engga sama Litha?"
Ilham : "Bisma udah pasti sama Dina, dan Litha mau sama Kevin. Jadi aku sama Riris itu tim sisa. Sekarang kamu mau maafin aku kan?"
Lala : "Mmm... oke" :) *memeluk Ilham*
Pukul 1 siang selepas Outbound, mandi, beres beres dan makan siang seluruh siswa sudah berada di lapangan untuk upacara penutupan. Namun BEM belum menemukan Riris. Setelah Riris ditemukan upacara pun dilangsungkan dan siswa diperbolehkan pulang.
Hampir seluruh siswa kembali ke Sekolah terlebih dahulu karena dijemput di Sekolah termasuk BREM. Di parkiran..
Bila : "Oi aku duluan ya, mama udah jemput. Bye..."
Rr, Md, En : "Bye.."
Riris : "Kalian dijemput?"
Enno Midda : "Iya"
Enno : "Kenapa? Riris gak dijemput?"
Radith : "Kak Ririiiiiis..." *menghampiri Riris*
Midda : "Cieh dijemput sama adik tercintah"
Riris : "Apa coba? -__- Kesini sama siapa de?"
Radith : "Tuuuh" *menunjuk Rifky yang baru saja menghampiri Riris*
Riris : "Ooooh.."
Midda : "Enak yaa dijemput sama kaka adik" :(
Enno : "Emang kakak kakak kamu kemana mid?"
Midda : "Masih kuliah, harusnya udah pulang nih" :(
Rifky : "Ada yang mau bareng?"
Enno : "Makasih ka, udah dijemput kok"
Midda : :D
Rifky : "Kalo gitu Ririsnya diambil dulu ya"
Riris : "See yaaaa" *melambaikan tangan* #pergi
Enno Midda : *melambaikan tangan*
Di dekat mobil Riris...
Ilham : #datang "Mmm ris, boleh ngomong bentar?"
Riris : *menengok* "Elo? Ngapain lo kesini?"
Ilham : "Gue cuma mau minta maaf"
Riris : "Buat?"
Ilham : "Yaaa selama kemping kemaren gue udah jahat sama lo, mungkin Lala juga. Jadi lo mau maafin kita kan?"
Riris : "Gue baru maafin lo. Bilangin aja ke cewe lo, kalo mau minta maaf langsung jangan dititip"
Radith : "Kak, ayo pulang" *menghampiri Riris*
Riris : "Iya bentar!!"
Ilham : "Tapi.."
Rifky : *memotong pembicaraan Ilham* "Siapa ini de? Engga dikenalin?"
Radith : "Pacarnya kali kak hahha"
Riris : "Radith!!"
Rifky : "Jadi ini siapa?"
Riris : "Kak, ini Ilham. Ham ini kaka gue Rifky"
Rifky Ilham : *berjabatan tangan*
Radith : "Kok aku engga?"
Riris : -_________- "Oh iya ini Radith ade gue"
Radith Ilham : *berjabatan tangan*
Radith : "Ayo pulang!" *memasuki mobil*
Riris : "Gue duluan ya"
to be continued
thanks for reading and please comment
Langganan:
Postingan (Atom)