Rabu, 13 Maret 2013

First Fanfict #21

pengennya part ini di post pas tanggal 21, tapi gak apa apa deh di post sekarang wkwkwk. enjoy :)


Pukul 9 lewat 40 di ruang kosong rumah Rangga... #tak ada suara
Ilham Lala : *pacaran*
Riris Rangga : *sibuk bekerja sama mengerjakan tugas*
Tiba tiba...
Kucing : *datang* *menghampiri Rangga*
Riris : *konsentrasi kepada laptop dan tugas* *tidak menyadari kucing*
Rangga : "Kamu udah laper lagi ya?" *mengelus kucing*
Riris : *menengok ke arah rangga* "HAAAA!!!!" #teriak #shock *berlari menaiki meja/sofa*
Rangga : "Lo kenapa ris?" *menggendong kucingnya* *menghampiri Riris*
Riris : "Jangan deketin gue! Pergi!!!"
Rangga : "Lo kenapa?" #bingung
Riris : "Ngga pleasae jauhin kucing itu dari gue!!!"
Rangga : "Oooh elo takut kucing? Nih!" *mendekatkan kucingnya kepada Riris*
Riris : "Gak suka kucing!!!" *berlari menghindari Rangga*
Rangga : "Kenapa? Kucing gue kucing elite! Udah menangin banyak lomba jangan salah lo!"
Riris : "Gak peduli"
Rangga : *melepaskan kucingnya*
Riris : *diam*
Kucing : *menghampiri Riris*
Riris : "WAA!!!" *refleks sembunyi dibalik Ilham yang berada di dekatnya*
Lala : *marah* *kesal* *jeles*
Ilham : "Udah ngga, kasian. Berisik lagian, nanti gak beres beres lho tugasnya"
Kucing : *makin mendekati Riris*
Riris : *masih bersembunyi* emang elo ngebantuin? elo pacaran begitu ge -,-
Rangga : "Lho? Gue sama Riris udah beres tugasnya tinggal bagian elo sama Lala" *mengambil kucingnya*
Kucing : *masuk kandang*
Riris : "Huuuuh" #bebas "Eh sorry tadi gue refleks" *pergi menuju kamar mandi*
Pukul 10 tepat di rumah Bisma...
Dina : "Duh guys sorry ya.. Bisma emang suka bangun telat jadi sorry kalo kalian nungguin lama banget" *membuka pintu rumah Bisma*
Callysta : "Gak apa apa kok, kebetulan gue juga dateng telat tadi" *memasuki rumah Bisma*
Kevin : "Gue udah biasa nunggu" *masuk rumah Bisma*
Dina : "Kamu sih Bis, bangunnya telat"
Bisma : "Sorry ya bro, gue baru bangun tadi 10 menit yang lalu"
Callysta : "Ya udah kita mulai aja kerja kelompoknya"
Seluruh kelompok pun mengerjakan tugas dengan caranya masing masing. BREM yang sudah janjian untuk bertemu di basecamp mereka pukul 11 untuk makan siang pun mulai berdatangan pada pukul 11 tepat. Di basecamp mereka...
Bila Riris : *duduk*
Midda Enno : *baru datang* *duduk*
Bila Riris : "Telat"
Midda : "Maap atuuh tadi ngerjainnya lama banget diganggu terus sama si Rafael"
Enno : "Diganggu gimana?"
Midda : "Diajakin ngobrol terus"
Riris : "Ngobrol? Kamu tanggepin?"
Midda : "Dianya maksa jadi aku tanggepin gitu aja"
Bila : "Cie ditanggepin"
Enno : "Ris tentram di rumahnya Rangga? Banyak kucingnya ge"
Riris : "Engga banget, udah mah kucingnya jalan sendiri lagi ngedatengin"
Bila : "Terus kamu teriak teriak?"
Riris : "Iyalah"
Midda : "Ih gandeng"
Jumat depan seluruh siswa Xperfect pun sudah siap dengan tugas fisika mereka. Namun sebelum pelajaran fisika mereka terlebih dahulu mengikuti morning meeting berasama Ms. Dennisa.
Ms. Dennisa : "Seperti yang kalian ketahui beberapa minggu lagi akan ada pemilihan ketua OSIS, karena itu dimohon adanya perwakilan calon ketua dari setiap kelas temasuk kelas X. Pagi ini kalian akan menentukan siapa yang akan menjadi calon ketua OSIS. Ada yang berminat?"
All : *diam*
Ms. Dennisa : "Ada yang mempunyai usul?"
Callysta : "Saya usul Dei"
Midda : "Bila miss"
Bisma : "Dicky"
Thella : "Dina mau miss"
Ms. Dennisa : "Ada lagi?"
All : *diam*
Ms. Dennisa : "Kalau begitu nama nama berikut akan diseleksi lagi oleh OSIS dan tentunya guru guru. Sekian dari saya, permisi"
Beberapa hari kemudian hasil seleksi calon ketua OSIS sudah diumumkan di website resmi sekolah dan mading digital. Ternyata calon dari kelas Xperfect adalah Dei, sedangkan ketiga balon lainnya hanya termasuk pengurus OSIS. Dina dan Dicky menjadi ketua bidang dan Bila menjadi anggota di bidang yang sama yang diketuai oleh Dicky.
Ternyata calon OSIS tidah berasal dari setiap kelas, ada yang tidak mengirimkan sama sekali dan ada pula yang tidak lolos seleksi guru dan OSIS. Sehingga total calon ketua OSIS hanya ada 6 siswa. Dei dari kelas X perfect, Krey dari kelas XII IPA awesome, Anita dari XI IPA wonderful, Verdo dari XII IPA perfect, Mega dari X wonderful dan Andien dari XI IPS awesome.
Keesokan harinya pemilihan ketua OSIS pun dilaksanakan di aula sekolah. Seluruh siswa harus ikut serta dalam pemilihan, kalaupun ada siswa yang tidak masuk dipersilakan memilih lewat website sekolah. Tak butuh waktu lama guru dan OSIS pun sudah mendapatkan hasil dalam pemilihan ketua OSIS baru tersebut. Berikut adalah hasilnya:
Verdonio : 25,33% (76 siswa) -> KETUA
Anita : 22,33% (67 siswa) -> Wakil Ketua
Deidra : 21,00% (63 siswa) -> Sekretaris I
Krey : 13,67% (41 siswa) -> Sekretaris II
Andien : 9,00% (27 siswa) -> Bendahara I
Mega : 8,67% (26 siswa) -> Bendahara II
Dengan hasil tersebut ketua OSIS baru adalah Verdo dari kelas XII IPA perfect. Dei sebagai wakil X perfect sudah cukup bangga dan puas atas hasil pemilihan tersebut meskipun ia hanya menjadi sekretaris I. Malamnya diadakan pesta penyambutan pengurus OSIS yang baru, malam itu pula Verdo dilantik menjadi ketua.
Rapat pertama pun diadakan 2 hari setelah pemilihan. Rapat ini diadakan dengan tujuan untuk menjelaskan lebih detail tentang OSIS SMA 5 Heroes ini. Seluruh pengurus pun diwajibkan datang termasuk Bila yang harus bersusah payah mendapatkan izin dari ibunya untuk menghadiri rapat tersebut.
Di suatu kamis siang sepulang sekolah OSIS mengadakan rapat dadakan untuk membahas sesuatu yang juga mendadak. Sebagai pengurus OSIS yang baik Dei Dicky Dina dan Bila mengikuti rapat dadakan tersebut.
Seselesainya rapat semua pengurus pun pulang di tengah derasnya hujan termasuk Bila, Dei, Dicky dan Dina. Dina telah ditunggu sang kekasih tercintanya Bisma, Dei dijemput supirnya, Dicky pulang sendiri menggunakan mobil pribadinya.
Sedangkan Bila tidak ada yang menjemput dan tidak bisa meminta untuk dijemput karena ia lupa membawa handphonenya. Bila pun tidak bisa menggunakan kendaraan umum sendiri. Setelah setengah jam ia menunggu semoga ada yang menjemputnya namun tiada hasilnya. Akhirnya Bila pun memberanikan diri menggunakan angkot sendiri.
Sayangnya Bila kurang berhati-hati sehingga ketika ia hendak menyebrang jalan ia terserempet mobil sport yang dikendarai pelan oleh Dicky. Bila pun pingsan seketika. Berhubung Dicky adalah anak yang baik Dicky pun membawa Bila ke rumah sakit terdekat dengan mobinya.
Di rumah sakit Center Medical Social...
Dicky : "Suster tolong ini temen saya tadi pingsan terserempet mobil" *menggendong Bila*
Suster : "Iya mas. Silakan di baringkan di brankar (?). Mas silakan tunggu disini pasien akan diperiksa terlebih dahulu." *masuk ruangan UGD*
Dicky : "Terima kasih sus" *duduk di kursi lorong*
Tak lama kemudian...
Dokter : *keluar ruangan UGD*
Dicky : *berdiri menyambut dokter* "Gimana dok keadaannya?"

to be continued, thanks for reading and please comment :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar