Jumat, 21 Juni 2013

First Fanfict #38

mumpung lagi baik wkwkwk, enjoy :)

Di sisi lain Lala, Dina dan beberapa personel SM*SH sempat mendengarkan percakapan via telepon tadi.
Rangga : "Guys, ada yang denger percakapan orang telepon tadi ga? Apa gue doang yang denger?"
Lala Dina : "Gue denger!"
Rafael : "Gue juga denger, yang kata Toko Raja jadi Rata kan?"
Dicky : "Gue sih dengernya yang cowo pake terusan pink item"
Reza : "Gue denger semuanya, mana nama gue disebut sebut lagi. Kurang ajar tu orang. Masa iya yang tadinya Rena jadi Reza?"  -,-
Rangga : "Guys, serius nih! Gue denger ada kata nyulik terus Thella sama Rena"
Reza : "Sependengaran gue sih kayanya orang itu punya rencana sama Thella terus mereka dapet mangsa baru namanya Rena orangnya kecil pake terusan pink item ada di Toko Raja"
Thella : "Rencana? Sama gue? Gue gak punya kenalan siapa siapa disini. Pada salah denger kali"
RRRDDL : "Serius thel!"
Thella : "Santai mbak, mas. Emang mereka ngerencanain apa?"
Rangga : "Penculikan"
Ilham : "Oooh yaudah berarti bukan Thella kan korbannya? Jalan lagi yuk!"
Bisma : "Bukan gitu masalahnya ham! Meskipun bukan Thella korbannnya kita tetep harus lapor sama pihak berwenang! Masa iya kita ngebiarin gitu aja si Rena dicu.." *terpotong* *teringat sesuatu*
All : "Rena?!"
Dicky : "Bukannya itu nama asli si semut?" *berbarengan*
Rangga : "Rena itu si Enno kan?" *berbarengan*
Dina : "Guys itu si Enno!!!" *berbarengan*
Reza : "Enno!!" *berbarengan*
(orang baik) : *panik*
Morgan : "Sekarang gini guys! Meskipun enggak semua dari kita baik sama dia, kita tetep harus nolongin dia sebagai teman sekelas yang baik!"
Bisma : "Bener tuh! Gimana kalo gue, Morgan, Rafa sama Reza ngambil mobil dulu. Sisanya tunggu disini kalian lapor ke guru / temen si semut! Ayo!"
B R R M : *berlari menuju parkiran mobil*
IDDLTR : *menghubungi Ms. Dennisa dan siswa X-Perfect*
Tidak sampai 10 menit seluruh siswa X-Perfect beserta Miss Dennisa sudah berkumpul di tempat SM*SH mendenger pembicaraan telepon tadi. Tiba tiba terdengar suara yang berasal dari handphone Bila.
Bila : *mengangkat telepon* "Halo ini siapa?"
Bos : "Lo gak perlu tau gue siapa! Yang jelas kalo lo mau temen kecil lo selamat, taruh koper berisi satu milyar didalam perahu berwarna merah biru bendera putih! Gue tunggu sampe jam 12 malem ini!" *mematikan telepon*
Bila : "Miss bener Enno diculik! Tadi ada orang yang nelepon saya kalau mau Enno selamat kita harus menaruh koper berisi satu milyar di sebuah perahu di tepi pantai"
Ms Dennisa : "Kalau begitu kita langsung sergap ke markas mereka saja! Mereka pasti meninggalkan jejak dari Toko Raja! Ayo!" *berjalan menuju salah satu mobil*
Dei : *menepuk pundak Miss Dennisa* "Maaf miss bukannya menyela tetapi apa lebih baik kalau yang kesana hanya beberapa orang? Saya khawatir nanti terjadi apa apa kalau semua ikut"
Ms Dennisa : *berhenti* "Kamu benar Dei, kalau begitu ibu putuskan yang akan pergi kesana hanya anak lelaki saja. Ayo cepat!"
Riris : "Saya ikut miss!!"
Ms Dennisa : "Tidak perlu, kamu disini saja bersama miss dan yang lainnya"
Riris : "Saya merasa bersalah miss! Saya bisa mengatasi penjahat panjahat itu! Percaya pada saya miss, please"
Ilham : "Sudahlah miss, biarkan saja Riris ikut. Dia termasuk orang yang keras kepala. Terlalu lama jika kita menunggunya menyerah"
Lala : #jealous
Ms Dennisa : "Kalau begitu hati hati!"
Riris Siswa : *memasuki mobilnya masing masing dan pergi*
Mereka menggunakan 4 mobil. Mobil pertama dikendarai oleh Bisma dan diisi oleh Dicky dan Ilham. Mobil kedua dikendarai oleh Reza dan diisi oleh Riris. Mobil ketiga dikendarai oleh Morgan dan diisi oleh Rafael dan Rangga. Mobil terakhir dikendarai oleh Dei dan diisi oleh Dimaz dan Kevin.
Tidak sampai 5 menit mereka Riris dan 10 siswa laki laki di kelasnya sampai di Toko Raja dan segera mencari jejak ban untuk diikuti. Dei keluar dari mobilnya sambil menenteng senter. Tak lama ia pun menemukan jejak mobil jeep. Tanpa menunggu aba aba Bisma, Reza dan Morgan pun segera mengendarai mobilnya mengikuti alur ban. Dei yang segera masuk mobil pun menyusul dibelakang 3 mobil tersebut.
Jejak jeep tersebut terhenti di hadapan pohon pohon bambu. Rupanya Jeep tersebut diparkirkan tak jauh diantara rumpun bambu tersebut. Seluruh siswa yang di dalam mobil pun segera turun dan berkumpul.
Bisma : "Guys! Gue yakin kalo mereka nyembunyiin Rena di dalam hutan bambu ini. Siapa bawa senter?"
Dei : "Di mobil gue ada 2"
Riris : "Di mobil Reza ada 2 juga"
Rafael : "Kalo gitu kita masuk bareng bareng aja. Ayo!" *mengambil senter*
Satu menit kemudian mereka semua sudah berada ditengah tengah hutan bambu. Namun mereka belum berhasil menemukan rumah atau sejenis tempat tinggal sebagai tempat Enno disembunyikan.
Kevin : "Kenapa kita enggak berpencar aja? Siapa tau lebih cepet nemunya"
Rangga : "Bener tuh! Ber 3 ber3 aja kaya posisi mobil tadi"
Riris : "Gak mau! Gue gak mau berduaan sama si penakut ini!" *menunjuk Reza*
Reza : sialan gue dibilang penakut -,-
Dei : "Kalo gitu gue ikut Reza Riris. Jadi yang berdua Dimaz sama Kevin. Gak apa apa kan maz? Vin?"
Dimaz Kevin: "Gak apa apa kok"
Ketika berpencar...
Reza : #berbisik "Dei emangnya gak ada jalan lain ya selain lewat hutan hutan kaya gini?"
Dei : "Lo takut? Lo liat kan jeepnya berhenti persis di depan hutan ini jadi mereka pasti gak jauh"
Reza : "Tapi mungkin aja kan kalo mereka ngegendong si Enno terus mereka jalan. Biar gak ada jejaknya"
Dei : "Iya juga sih.."
Riris : "Lo berdua lagi ngomongin apa? Lo takut za? Ahahaha"
Dei : "Menurut Reza bisa aja kalo penculiknya itu ngegendong Rena terus dibawa kabur keluar dari hutan ini"
Riris : "Za, itu bukan alasan lo biar kita keluar dari hutan ini kan? Hahaha"
Reza : "Gue emang takut! Tapi yang gue omongin tadi bisa aja kan? Secara si Enno tuh kecil ya gampang dibawa bawa laah"
Riris : "Terus sekarang kita mau gimana?"
Dei : "Bentar ya guys, gue nerima telpon dulu"

to be continued... ^^ thanks udah baca

Tidak ada komentar:

Posting Komentar