Akhirnya Reza mengantarkan BREM menuju Rumah Sakit Kelautan. Midda pun segera dibawa menuju IGD. Riris dan Bila sedang diluar memberitahu keluarga Midda. Enno dan Reza sedang menunggu di ruang tunggu.
Enno : "Eh emangnya Rafel punya pengalaman apa tentang nyelam. Kok tadi dia langsung nyelametin Midda gitu aja?"
Reza : "Mmm.."
Enno : "Kalopun lo gak mau cerita gak apa apa kok"
Reza : "Sebenernya ini sedikit aib. Tapi lo jangan bilang siapa siapa ya?"
Enno : "Kalo gue bilang Midda gimana? Dia bingung kali tiba tiba Rafael nyelametin dia"
Reza : "Yaaa lo bilang aja si Rafa punya pengalaman gak enak. Beres kan?"
Enno : "Oooh oke oke. Jadi gimana?"
Reza : "Jadi dulu waktu Rafa sekeluarga besar lagi ke Bunaken dan mereka lagi diving mereka semua lupa belum pemanasan. Terus Rafael dan sepupu sepupunya lomba diving gitu. Yang paling dalem dia yang menang. Waktu itu Rafa masih 14 tahun. Pas lagi lomba dia udah sampe dalem tuh, tapi dia kecapean. Dan dia engga bisa balik lagi keatas. Untungnya ada sepupu dia liat. Dan langsung nolongin Rafa. Rafael selamat tuh, tapi kaki sepupunya malah kram terus sepupunya kehabisan nafas. Akhirnya sepupunya itu meninggal"
Enno : "Sampe sekarang Rafael masih gak ikhlas atau gimana gitu?"
Reza : "Enggak sih, cuma kalau diingetin ya dia sedih lagi"
Enno : "Turut berduka cita deh gue"
Reza : "Inget, jangan kasih tau siapa siapa"
Enno : "Iyeee"
Tiba tiba dokter keluar memanggil BRM. Karena di ruang tunggu hanya ada Enno dan Reza, maka hanya Enno yang masuk ruangan dokter. Di dalam ruangan dokter menjelaskan panjang lebar. Namun karena menggunakan logat sulawesi Enno tidak dapat menangkap keseluruhan dari penjelasan dokter. Tetapi intinya Midda baik baik saja dan tidak perlu dirawat.
Keluar dari ruangan Bila, Riris dan Reza sudah menunggunya di ruang tunggu.
Bila Riris : "Gimana no?"
Enno : "Katanya sih engga apa apa, terus gak tau deh dokternya ngomong apa. Gak jelas"
Bila : "Dirawat?"
Enno : "Engga kayanya"
Riris : "Kok kayaknya?"
Enno : "Cara ngomong dokternya aneh"
Reza : "Itu logat sulawesi"
BRM : *menengok ke arah Reza*
Reza : "Dokter suster disini pake logat sulawesi semua"
Enno : "Lo bisa pake logat sulawesi?"
Reza : "Bisa" *logat sulawesi*
Enno : -____________-
Riris : #cuek
Bila : :O
Reza : "Terus sekarang kita mau ngapain? Bawa pulang Midda?" *logat sulawesi*
Enno : "Iya, dan gak usah pake logat itu!" -,-
BREM dan Reza pun meninggalkan rumah sakit tersebut dan segera kembali ke Bunaken. Namun di Bunaken mereka tidak melakukan aktifitas apapun selain bermain. Midda pun hanya duduk duduk santai di saung kecil di tepi pantai.
Tepat pada pukul 16.00 sebelum pulang seluruh siswa Xperfect mendapat pengumuman. Ternyata mereka semua diperintahkan untuk meneliti 5 karang yang berada di Bunaken tersebut. Mulai dari nama latin hingga data fisik. Mereka mengerjakannya dengan sistem kelompok.
Setelah diberikan pengumuman seluruh siswa dipersilakan kembali ke rumah mereka masing masing. Karena seluruh siswa sudah lelah akhirnya tidak ada yang memulai mengerjakan tugas tersebut.
Keesokan harinya mereka semua kembali menuju bunaken. Dari 5 orang tersebut mereka membaginya menjadi 2 tim, satu di darat untuk mengetik dan searching via online dan satu lagi untuk di laut meneliti langsung karang tersebut.
Hanya dalam waktu 2 hari 4 makalah tentang karang karang di bunaken telah siap dikumpulkan.
Hari terakhir di Sulawesi seluruh siswa dibebaskan berbelanja dan pergi ke daerah sekitar. Namun pada sore harinya seluruh siswa harus sudah sberada di villa lengkap dengan seluruh bawaaannya. Kebanyakan dari mereka memilih shopping dibandingkan berkeliling daerah sekitar Bunaken. Siangnya mereka semua sudah kembli ke villa untuk merapihkan koper dan tas mereka.
Sorenya seluruh siswa kelas X SMA 5 Heroes sudah berada di bandara untuk melakukan perjalanan ke tempat selanjutnya yaitu Irian Jaya..
Sesampainya di Papua mereka langsung menuju villa dan beristirahat. Villa ini berisi 10 kamar dan satu kamarnya diisi oleh 2 siswa. Keesokan harinya ketika masing masing siswa bangun dari tidur lelapnya mereka menemukan selembar kertas tugas yang ditempelkan di pintu kamar masing masing.
TUGAS STUDY TOUR!
tidak jauh dari tugas di Sulawesi kemarin, kali ini kalian diperintahkan untuk membuat makalah tentang kehiupan sosial di daerah sekitar. dikerjakan secara berkelompok (satu kelompok = 5 orang). maksimal dikumpulkan hari Senin 21 Maret pukul 18.00 WIT. info lebih lengkap bisa dilihat di website sekolah. sekian dan terima kasih.
Ms. Dennisa
Berikut adalah kelompoknya
Kelompok I : Pramudina, Eriska, Clarynta, Dimaz dan Rangga
Kelompok II : Reisya, Deidre, Devia, Nabila dan Rafael
Kelompok III : Callysta, Rena, Dicky, M. Reza dan Galuh
Kelompok IV : Handi, Ratu, Bisma, M. Ilham dan Midda
Siang itu pula masing masing kelompok sudah memulai mencari tema dan judul makalah mereka. Sorenya seluruh siswa diajak berkeliling daerah sekitar untuk menambah wawasan sekaligus menyiapkan daerah penelitian untuk makalah mereka.
Malamnya mereka mengadakan pensi kecil kecilan yang dibintangi oleh smash dan siswa kelas X lain yang berminat. Malam itu smash menyanyikan Ada Cinta dan I Heart You Acoustic. Selain itu ada pula para siswa yang unjuk kebolehan seperti bernyanyi, bermain musik dan battle dance dengan smash.
Keesokan harinya mereka sudah harus berada di lokasi penelitian untuk meneliti keadaan sosial di Papua tersebut. Kelompok I..
Lala : "Ngga, lo bawa UUD sama Perda ga?"
Rangga : "Perda juga?! Gue cuma bawa UUD doang, lagian mana gue tau disuruh bawa perda -,-"
Dina : "Yaudah kita search aja di google siapa tau nemu"
Rangga : "Bener tuh" *memulai searching melalui ipadnya*
Dimaz : "Gak ada, semalem gue udah nyari"
Rangga : ._. "Terus gimana dong?"
Eriska : "Yaudah kita tanya aja ke pemda setempat, pasti punya"
Dimaz : "Berarti kita ke pemda dulu nih?"
Dina : "Yaiyalah" -,-
Kelompok II..
Rafael : "Kalau judulnya ngabandingin gini berarti kita harus bagi 2 tim. Gue tim 1"
Dei : "Gue tim 2"
Bila : "Gue 2!!"
Riris Litha : "Gue juga 2!!" #berbarengan
Dei : "Satu satu dong, masa iya gue berempat rafa sendiri. Ayo ngalah satu"
Rafa : sedih amat gak ada ang mau sama gue -,-
Litha : "Udah lo tim 1 ya ris ;)"
Riris : "Oke okee gue tim 1" -.-
Dei : "Bagus kalau gitu tim 1 di sini (raja ampat) tim gue ke Desa satunya lagi"
Kelompok III..
Enno : #berbisik "Call, gue jadi inget waktu awal mos pas outbound. Gue sekelompok sama lo dan sama 2 orang rese itu wkwk"
Callysta : "Oh iya wkwkw"
Dicky : "Kita perlu dibagi 2 juga gak sih? Satu ke pantai buat nanya yang pelaut, satu lagi nanya yang suka kerajinan"
Enno : "Kalo kata gue bagi 2 aja biar cepet, gue sama Call deh yang tanya ke tempat kerajinan"
Kevin : "Jangan lo gak boleh sama Call pokonya harus ada cowonya, kalo kalian berdua kenapa kenapa gimana coba. Udah gue sama Call yang nanya ke tempat kerajinan sisanya lo bertiga ke pantai"
Call : "wkwkwk"
Enno : "Gue kan yang pengen ke kerajinaaaaaaan!!!"
Kevin : "Engga engga pokonya lo bertiga, oke? Gue sama Call mau naik motor soalnya, lo kan bawa mobil jadi lo yang bertiga. Udah ya gue duluan. Ayo Call!!"
Rz Dc En : -_____-
Kelompok IV..
Ilham : "Eh Mid semalem lo udah ngedata gadget yang paling diinginkan seIndonesia kan?"
Midda : "Ngedata?! SeIndonesia?! Gila, buat apa?! Aku cuma sempet nge-search doang di google 10 gadget yang digandrungi pelajar Indonesia, udah"
Bisma : "Maksudnya sama -,-"
Midda : "Berarti udah! Terus kita ngapain lagi?"
Morgan : "Sekarang kita ngedatengin sekolah sekolah di desa, terus sebarin kuisioner yang udah dibikin"
Thella : "Yaudah sekarang aja yuk, keburu panas nanti"
10 Menit kemudian kelompok I sudah berada di Balai Desa untuk meminta PerDa.
Rangga : "Permisi.. Pak kami dari Jakarta ingin membuat penelitian tentang norma dan hukum yang berlaku di daerah ini, karna itu kami butuh Peraturan Daerah ini. Tetapi kami tidak mempunyai itu. Maka dari itu kami mohon bapak bisa memberi kopian Perda, untuk bahan penelitian kami."
Kepala Desa : "Jadi kalian butuh Perda. Sebentar.." *memanggil sekretarisnya* "Tolong carikan Perda ya"
Sekretaris : "Perda tentang apa ya pak?"
Kepala Desa : "Maaf dik Perdanya tentang apa ya?"
Dimaz : "Perda yang berlaku untuk pelajar SMP pak"
Sekretaris : "Sebentar ya dik.."
Tak lama Kemudian..
Sekretaris : "Ini Pak Perdanya" *menyerahkan Perda*
Kepala Desa : "Ini Perdanya.." *memberikan Perda pada Rangga*
Rangga : "Terima kasih ya pak, permisi.."
Sementara itu Tim 1 dari kelompok II sudah memulai penelitiannya. Mereka mulai mewawancarai guru IPS yang berada di SD SD Raja Ampat. Sekitar 15 menit kemudian barulah tim 2 yang mulai mewawancarai guru IPS di SD SD desa tersebut.
Di SDN Raja Ampat 1..
Rafael : "Permisi pak.. Kami sedang melakukan penelitian tentang sosial, bisa bertemu dengan guru IPS di sekolah ini?"
Guru : "Ooh kebetulan saya guru IPS disini ada perlu apa ya?"
Riris : "Jadi begini pak kami sedang melakukan penelitian tentang cara mengajar guru guru IPS di SD SD yang berada di Raja Ampat ini"
Guru : "Kalau begitu adik adik bisa memperhatikan saya ketika mengajar nanti. Sekitar 15 menit lagi saya akan mengajar. Ruangannya yang di pojok sana *menunjuk sebuah ruang kelas*. Saya permisi dulu ya" *pergi*
Riris : "Iya pak, silakan.."
Rafael : "Terus kita nungguin nih?"
Riris : "Iyalaah.. Maunya?" -,-
Rafael : "Okeh" -__-
Di tim 2..
Dei : "Kita mau ke SD mana dulu nih?" *sembari menyetir mobil*
Litha : "Yang paling bagus dulu aja di sini"
Bila : "SD apa?"
Litha : "Cari lah bil di gugel" -,-
Bila : "Oiyah" ._.v
Dei : "Ada SDN 1 damai sejahtera tuh, mau kesana dulu?"
Litha : "Yaudah kesana dulu aja"
Sementara itu Reza Dicky dan Enno sudah berada di salah satu rumah penduduk untuk membagikan kuisioner.
Enno : "Permisi ibu.. Boleh minta waktunya sebentar?"
Penduduk : "Boleh, ada apa ya?"
Reza : "Jadi begini bu kami sedang ada penelitian, bisa kami meminta ibu mengisi kuisioner ini?" *memberi kuisioner*
Penduduk : *menerima kuisioner dan mengisi* "Ini sudah selesai" *mengembalikan kuisioner*
Dicky : *menerima kuisioner* "Terima kasih bu.. Permisi..." *berjalan meninggalkan rumah tersebut*
Enno : "Eh udah ada berapa kuisioner yang diisi?"
Dicky : "Baru 248 masih banyak nih. Pasti si Call sama Kevin udah beres" -,-
Reza : "Coba telepon siapa tau mereka bisa bantu kita"
Enno : "Bentar ya" *menelepon Call* "Halo Call? .... Hah?! Belom Ketemu Tempatnya?! Tanya atuh ke penduduk setempat -,- .... Masa iya pada gak tau -__-.."
Dicky : "Gimana no?"
Enno : "Bentar dick mereka belum nemu tempat kerajinannya"
Dicky Reza : :O ._.
Enno : #OTPwithCallysta "Sori kepotong, tadinya kalo kalian udah beres kita mau minta bantuan .... Baru keisi 200an masih banyak .... Yaudah lo tanya aja ke pak RT atau RW disitu siapa tau tahu, aku mau keliling lagi bye Call.." *menutup telepon*
Dicky : "Terus jadinya gaada yang bisa bantu kita nih?"
Reza Enno : "Engga" -,-
Dicky : "Oke, kalo gitu SEMANGKAA!! Semangat Kakaa!!! Ayoooo!!" #rusuh
lagi baik nih jadi dikasih panjang, tapi maaf yah kalo gak jelas dan banyak typo wkwkw. yang penting tetep di blog ini yah buat part selanjutnya :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar