Keesokkan harinya di rumah Riris..
Alarm : *lagu Never Shout Never*
Riris : "Zzz..." *tidur*
Alarm : *lagu Paramore*
Riris : *masih tidur*
Alarm : *lagu Alesana*
Riris : "Hhhoooaaaammmm" *matiin alarm* *liat jam* *jam 07.30* *telat* "Ha? Udah jam segini? Mampus gue telaaat!!!" *lari ke kamar mandi*
Tiba-tibaa handphone Riris berbunyi..
Riris : "Pake ada telpon lagi" -_- *ngambil hp* "Halo!?" #OnThePhone
Bila : "Halo ris, cepetan kita udah di depan nih"
Riris : "Masuk dulu aja" *matiin telpon* *masuk kamar mandi*
Di mobil Bila..
Bila : "Kata Riris masuk dulu aja.." *membuka pintu mobil*
Midda : "Yaudah kita masuk aja.." *keluar mobil*
Enno : "Hufeeet.." *keluar mobil*
Bila Enno Midda pun menunggu Riris di dalam rumahnya. Selesainya Riris bersiap, mereka berempat sudah terlambat masuk. Sehingga mereka berempat langsung menempuh perjalanan ke tempat perkemahan.
Sesampainya di perkemahan, mereka pun langsung mendirikan tenda di tempat strategis yaitu di depan dekat tenda OSIS, dekat dapur dan dekat panggung utama. Tak lama kemudian siswa baru lainnya pun berdatangan. Ketika seluruh siswa telah menyelesaikan tendanya ternyata ada beberapa orang yang belum menyelesaikan tendanya yaitu...
Rafael : "Nyusahin banget sih! Kalo tau gini gue bawa asisten gue deh buat bikin ginian" *frustasi*
Morgan : "Bener tuh" *frustasi*
Rangga : "Tolongin gue dooong berdiriin tendanya gimana? Kalo satu gue naikin ujung lainnya turun" *kesel*
Dicky : "Diem dong! Gue lagi konsentrasi nih! Mam please help me!"
Bisma : "Kalian bisa diem gak sih? Masang tenda doang ribet banget. Usaha! Jangan ngomong terus! Gue aja udah beres"
Rafa : "Nah elo kan udah beres? Kenapa elo enggak bantuin kita aja?"
Rangga : "Iya bis, bantu gue doong tinggal di naikin koook"
Bisma : "Sorry ya bro gue sibuk, minta tolong si Reza aja" *berjalan ke arah Dina*
Dicky : "Huh temen minta bantuan enggak dibantu, pacar ga minta kok dibantu siih" *enpi*
Morgan : "Hmm za bantu gue dong"
Reza : "Wah telat gan, gue keburu nerima misscall dari Thella. Daah" *berjalan menuju tempat Thella yang baru turun dari mobilnya*
Rafael : "Haaah semua aja sibuk sama cewenya. Ham bantu gue!"
Ilham : "Sorry coo kata Lala dia minta bawain barangnya kalo udah sampe sini. Jadi gue mau bantu dia dulu"
Rafael : *memberhentikan Ilham* "Terus gue gimana dong?"
Ilham : "Udah lo minta tolong ke empat cewe tengil itu aja" *pergi*
Dicky : "Rese!!"
Ilham pun berlari menuju tempat parkir yang tidak jauh dari pintu masuk. Disana sudah ada Reza, Lala, Thella, Eriska dan 3 gadis lainnya. Ia pun membantu Lala membawa barang barangnya. Mereka pun berjalan menuju tempat perkemahan. Namun sebelum sampai di tempatnya Ilham menghampiri tempat berkemah Bila Midda Enno dan RIris terlebih dahulu.
Di tempat Bila Midda Enno dan Riris...
Ilham : "Heh cewe tengil bantuin temen temen gue sana!"
Riris : "Siapa lo?! Gue gamau!!"
Enno : "Kenapa enggak lo aja yang pasangin? Elo kan temennya!"
Ilham : "Gue sibuk! Kalo elo gak mau juga! Gua gak segan segan buat nyiksa elo semua!" *pergi*
Enno : "Huh!"
Bila Midda Enno dan Riris pun membantu Dicky Rafael Rangga dan Morgan. Namun mereka diperintahkan kembali untuk membuat empat tenda lagi untuk pacar mereka. Tak hanya itu mereka berempat pun dimanfaatkan oleh SM*SH untuk melakukan ini dan itu.
Senja hari pun datang suhunya pun makin dingin, seluruh murid pun menggunakan jaket tebalnya. Namun tidak seperti Bila Midda Riris dan Enno yang dilarang oleh SM*SH untuk menggunakan jaket.
Rafael : "Ngapain lo semua pake jaket?"
Riris : "Lo sendiri ngapain?"
Rafael : "Loh? Malah balik nanya lagi. Jawab dulu pertanyaan gue! Lagian terserah gue dong mau ngapain."
Enno : " Sorry kita sibuk!" *pergi*
Reza : *mencegat BREM* "Eh mau kemana lo! Ada peraturan khusus buat lo semua!"
Enno : "Gue tau kok. Kita engga boleh nurutin apapun yang kalian suruh! Iya kan? Hahahaha"
Reza : "Gue belum selesai ngomong! Peraturannya kalian engga boleh pake jaket atau baju hangat atau apapun yang termasuk pakaian penghangat"
Bila Midda : "Ga bisa gitu dong! Ga adil tau!"
Rafael : "Terserah kita dong mau ngapain!"
Riris : "Terserah kita juga dong mau ngapain!"
Reza : "Ahh berisik lo! Udah siniin deh jaket jaket lo!" *merampas jaket BREM* *pergi*
Enno : "Semoga engga sakit deh"
Midda : "Kenapa gitu?"
Enno : "Belom makan nasi dari pagi"
Bila : "Makan atuh"
Enno : "Kalaupun makan tetep aja kedinginan"
Riris : "Paling engga ga sakit kan? Lagian cuma kedinginan inii"
Enno : "Badan aku emang sensian kalau kedinginan, pasti gampang flu"
Midda : "Rusuh amat no"
Enno : "Lanjut deuh"
Hari pun semakin larut. Jam di tangan Riris pun menunjukan pukul delapan malam. Udara pun semakin dingin. Enno yang alergi dingin pun mulai pusing.
Bila : "No kamu engga apa apa?"
Enno : "Engga kenapa kenapa si, tapi gitu deuh"
Midda : "Kambuh no?"
Enno : "Kayanya mah"
Riris : "Yaudah kamu tiduran aja pake sleeping bed. Oiyah kalo ga salah di tas aku ada baju tebel, cari aja di tas aku. Kayanya mah kegedean di kamu tapi siapa tau bisa bikin agak anget gitu"
Enno : "Ntar deh aku cari, makasi yak"
Riris : "Mid Bil temenin Enno yak. Aku mau ke tempat cowo cowo rese itu"
Bila : "Mau ngapain ris? Udah dong jangan berantem terus"
Midda : "Iya riis jangan berantem terus doong"
Riris : "Siapa bilang mau berantem? Cuma mau ngambil jaket doang kok selau atuuuh"
Midda : "Mau ditemenin ga?"
Bila : "Aku udah bilaang kallian temenin Enno aja"
Midda : "Yakin ris? Satu lawan tujuh looo"
Riris : "Aku engga bilang mau berantem kan? Aku cuma ngambil jaket kita doaang. Udah yak" *berjalan*
SM*SH dan ketujuh pacarnya yang sedang mengobrol pun menyadari kedatangan Riris.
Ilham : "Mau ngapain lo kesini?"
Riris : "Gue mau ngambil jaket gue dan temen temen gue!"
Reza : "Maksut lo sampah ini? *menunjuk tumpukan jaket* kalian kan kuat. Ngapain kalian pake jaket?"
Riris : "Kita manusia biasa, punya perasaan! Engga kaya kalian!"
Ilham : "Maksud lo apa?!" *bersiap memukul Riris*
to be continued
thanks for reading.. please c
Tidak ada komentar:
Posting Komentar