Sementara itu bagian hutan lainnya kelompok Midda dan Rafael.
Rafael : "Hati hati jalannya licin"
Midda : "Iya" -,- *memegang kakinya yang masih sakit karna sempat terjatuh*
Rafael : *memegang senter* "Di depan jalannya sempit pinggir jurang, lumayan dalem sih"
Midda : "Kamu tau jalan ini?"
Rafael : "Waktu OSIS survei lokasi gue ikut alesannya sih disuruh bokap padahal biar gue gak tersesat aja wkwk"
Midda : "Wah curang" -__-
Rafael : "Biarin :p lagian harusnya lo seneng jadi lo udah pasti gabakal tersesat. Udah buruan" *mendorong pelan midda*
Midda : "Eh!!"
Karena kaki Midda sedang tidak dalam kondisi baik midda pun terpeleset kedalam jurang. Sebenarnya jurang itu tidak berbatu malah jurang itu berdasaran rumput tebal, namun jurang itu mempunyai kedalaman sekitar 3,5 meter. Untungnya.... GREP!!
Rafael : *memegang tangan Midda*
Midda : #shock "Raf ini serius jurang?"
Rafael : "Kan gue udah bilang kalo ini jurang. Bukannya hati hati lo! Berat tau" -,-
Midda : "Yaudah kalo berat turunin aja katanya jurangnya gak dalem" #polos
Rafael : -____________________- *menyorot bawah jurang dengan senternya* "Tuh!! Dalem ga?!"
Midda : *melihat ke bawah* "Dalem -,-v"
Rafael : "Eh tapi serius nih berat gue gak bisa narik lo ke atas. Lagian kalo lo gue turunin gue juga yang harus tanggung jawab" -.-
Midda : "Bentar" *melepas salah satu tangannya*
Rafael : "Eh eh lo ngapain?"
Midda : "Diem" *mengeluarkan hapenya dan menelepon bila*
Rafael : "Lo mau nelepon siapa? Gaada sinyal, ini tuh tengah hutan" -.-
Midda : "Terus mau gimana dong? Pegel nih"._.v
Rafael : "Lo mending cuma pegel, gue berat juga tau!!" *pegangannya sedikit melonggar*
Midda : "AAAAAAAA" *jatuh*
Rafael : "MID?!" *terjun*
Midda yang terjatuh pun pingsan sesampainya di bawah jurang sedangkan Rafael tidak. Di kelompok lain tepatnya kelompok Enno dan Reza...
Enno : *melihat ke samping* *melihat ke belakang* "Lo jalan? Lama banget sih!"
Reza : "Engga kok"
Enno : "Cepetan dong!"
Reza : *berjalan mendekati Enno*
10 menit kemudian...
Enno : *melihat ke samping* *melihat ke belakang*
Reza : *diam* *berdiri dibawah pohon*
Enno : *menahan ketawa* "Lo ngapain disitu? Takut? Hahahaha"
Reza : "Em.. Engga kok gue pegel aja" *cari alasan*
Enno : "Lo yakin? Kita baru jalan 15 menit, lagian kok elo kaya merinding gitu? Lo pasti takut hahahaha"
Reza : "Enggak tuh! Kata siapa?"
Enno : "Wahahaha ternyata main rappernya SM*SH yang jago dance dan jago kempo ini beneran takut gelap dan hantu, gue kira itu hoax. Hahahaha" *ngakak*
Reza : "Oke gue ngaku gue emang takut hantu dan takut gelap. Tapi tungguin dong!"
Enno : "Gue tungguin asal elo nurutin semua kata kata gue!" *senyum sinis*
Reza : "Engga bisa, kalo gitu gue mending nugguin temen gue kali!"
Enno : "Meskipun temen lo lama dan dateng setelah anak baru lain tau kalo elo takut sama gelap dan hantu? Silakan dengan senang hati hahaha"
Reza : "Puas lo ngetawain gue? Gue emang takut!" *memegang tengkuknya*
Enno : "Hahaha oke sekarang mau lo apa? Gue mau jalan nih"
Reza : "Lo temenin gue tapi pelan pelan"
Enno : "Iya ayo!" *menarik tangan Reza*
Reza : *melepaskan tangan Enno* "Gue udah ada yang punya tau!"
Enno : "Oh! Siapa juga yang mau sama orang penakutan kaya lo! Hahaha"
Reza : "Cewenya cantik, baik.." *terpotong*
Enno : "Gue udah tau kok! Si Thella kan? Gak peduli tuh!"
Reza : "Rese lo!" *mendorong Enno*
Enno : "Eits! Gue tinggal nih!"
Reza : "Please please jangan"
Enno : "Yaudah ayo cepet!"
Enno dan Reza pun melanjutkan perjalanan dengan perlahan. Di kelompok Riris dan Ilham...
Ilham : "Lo gak takut?"
Riris : "Takut, tapi biasa aja tuh" *memasang earphone*
15 menit kemudian...
Ilham : "Eh lo kok diem aja?"
Riris : *diam*
Ilham : "Sialan gue dikacangin. Woi!" *menepuk bahu Riris*
Riris : *kaget* "Jangan pegang bahu gue!" *melepas earphonenya*
Ilham : "Sorry sorry abis dari tadi gue ngomong elo diem aja"
Riris : "Gue lagi dengerin lagu" *hendak memasang earphone*
Ilham : *menahan tangan Riris* "Temenin gue ngobrol" *masih memegang tangan Riris*
Riris : *melepaskan tangan Ilham* "Hahaha bercanda lo!"
Ilham : "Bercanda gimana? Gue serius, gue gak betah kalo diem terus"
Riris : "Ooh tumben lo baik dan mau ngajak gue ngobrol"
Ilham : "Gue juga punya sisi baik kali. Oh iya gue perhatiin elo nempel terus sama ipod lo, elo suka dengerin lagu?"
Riris : "Yeah, suka banget"
Ilham : "Band favorite lo?"
Riris : "Lumayan banyak sih, tapi gue lagi suka sama Paramore, lo?"
Ilham : "Gue juga suka Paramore"
Riris : "Nih" *menawarkan satu earphonenya*
Ilham : "Thanks" *memakai earphone Riris*
Sementara itu Midda masih pingsan ditengah hutan, mungkin karena kepalanya sedikit terbentur ketika jatuh tadi. Rafael yang sadar dan hanya mendapat luka lecet lecet di tangan dan kakinya segera menggoyang goyangkan Midda untuk menyadarkannya.
Rafael : "Mid? Mid bangun mid!! Woi!!!!" *menampar nampar pipi midda* "Mid lo jangan mati ntar gue yang disalahin. Woi hutan nih gelap lo jangan nyusahin dong sadar sadaaar!!!!"
to be continued
thanks for reading, please comment :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar