Senin, 27 Mei 2013

First Fanfict #34

hey im back, get back with me again! yeah!! ^^v enjoy all :)


Lala : "Aku mau kita balikan"
Ilham : "HA!?"
Lala : "Iya, aku juga mau minta maaf atas kejadian kemaren aku kebawa emosi jadi mutusin kamu, aku nyesel mutusin kamu,"
Ilham : "Tapi la.. Aku gabisa"
Lala : "Kenapa? Karna Riris?"
Ilham : "Bukan,"
Lala : "Trus karna apa? Aku masih sayang banget sama kamu ham"
Ilham : "Maaf tapi aku gabisa,"
Lala : *nangis* "Please ham, aku pengen kita balikan lagi"
Ilham : "Maaf la, tapi aku udah ngerasa ga nyaman sama kamu"
Lala : "Kita bisa ulang semuanya dari awal lagi ko"
Ilham : "Gabisa la, aku suka sama Riris"
Lala : "APA!? Ta...ta..tapi...kenapa bisa?"
Ilham : "Aku juga gatau la, rasa itu dateng tiba-tiba. Sama waktu kita pertama kali ketemu"
Lala : "Secepat itu apa kamu ngelupain aku?"
Ilham : "Aku bukan ngelupain kamu la, tapi pelan-pelan perasaan aku ke kamu pudar gitu aja. Kita udah ga sejalan lagi dan masalah-masalah kecil aja kita selalu ributin. Aku sebenernya udah cape sama semua ini"
Lala : "Please ham, aku mau kita balikan. Aku mau kita kaya dulu lagi. Kita bisa ko ulang semuanya lagi dari awal dan aku akan rela ngelakuin apapun asalkan kita bisa balikan"
Ilham : #diem "Bukan gini caranya la. Perasaan seseorang gabisa di paksain. Lagian kita belum berkomitmen untuk selalu bersama. Perasaan aku dan remaja lain dan kamu mungkin masih labil dan bisa berubah-ubah. Maafin aku la, aku gabisa"
Lala : "Hm, kalo itu mau kamu. Mungkin suatu saat nanti perasaan kamu bisa balik lagi sayang sama aku. Oke, aku nyerah. Keputusan kamu udah bulat. Now, we are just friend"
Ilham : "Yeah, just friend"
Saat menuju kamar Riris tidak sengaja menabrak Reza...
Reza : "Eh mas, ati-ati dong!"
Riris : "Mas-mas jelas-jelas gue cewe, malah di panggil mas" -_-
Reza : "Hahaha, lo kan jelmaan dari laki-laki yang nyamar jadi cewe"
Riris : "Sialan lo! Hahaha"
Reza : "Eh, gue mau nanya dong?"
Riris : "Hari ini kayanya banyak banget yah yang mau nanya sama gue. Mau nanya apa?"
Reza : "Emang siapa aja?"
Riris : "Baru pacarnya si rese dari kampung sebelah aja sih"
Reza : "Pacarnya si rese dari kampung sebelah? Siapa tuh?"
Riris : "Si rese dari kampung sebelah itu adik lo, dan pacarnya... yah pacarnya!" *gamau nyebutin nama*
Reza : "Apaan sih? Gue gangerti"
Riris : "Hadeeeeuuhh! Ganteng-ganteng bolot-_-"
Reza : "Rese lo! Yang ga gue ngerti itu pacarnya adik gue... Eh, tunggu pacarnya adik gue kan gak ada. Dia baru aja dipegatin"
Riris : "Dipegatin?!"
Reza : "Iya, ada juga mantan barunya si Lala kenapa?"
Riris : "Dia nanyain soal hubungan gue sama si rese"
Reza : "Emang lo punya hubungan apa sama si rese? Eh ade gue"
Riris : "Gue? Gak ada hubungan apa apa kali, dianya aja yang cemburuan" ._. "Oh iya, jadi elo mau nanya apa ke gue?"
Reza : "Itu tadi kan gue udah nanya"
Riris : "Yang mana?"
Reza : "Yaelah-_- lo punya hubungan apa sama Ilham?"
Riris : "Ohh, kan udah gue bilang gue gapunya hubungan apa-apa sama dia"
Reza : "Emm, masa?" :p
Riris : "Iya-_- kan lo tau sendiri kalo setiap kita ketemu pasti berantem"
Reza : "Oiya?" :p
Riris : "Iya ish rese!" #pergi
Reza : "Eh, tunggu! Lo engga suka kan sama Ilham?"
Riris : *berhenti berjalan* #diem "Ha!? Enggalah, mana mungkin"
Reza : *mendekati Riris* "Mungkin aja kali. Bedanya benci sama cinta tuh cuma setipis selembar kertas"
Riris : "Iyaiyaa, gimana lo aja deh!" *salting*
Reza : "Hahahaa, gue kan cuma bercanda. Kenapa jadi salting gitu?"
Riris : "Idih, siapa juga yang salting. Udah ah gue mau ke kamar dulu!"
Reza : "Ahahaha, oke-okee"
Malamnya seluruh siswa beristirahat di rumahnya masing masing. Tidak ada yang diperbolehkan keluar rumah kecuali ada urusan yang sangat penting.
Keesokan harinya seluruh siswa Xperfect sudah berada di Pantai Bunaken lengkap dengan peralatan menyelam. Mereka pun sudah dijelaskan oleh pembina setempat tentang diving dan Bunaken sendiri. Dalam pertemuan pertama siswa akan dites satu persatu sesuai absen.
Mr. Christz : "Perkenalkan saya Christz Alwin Wongahara . Kalian bisa memanggil saya dengan Mr. Christz. Saya pembina kalian dalam kurang lebih 3 hari ini. Ini asisten saya bernama Brigitta Mayrisa Augustine. Untuk para siswi mungkin bisa ikut Ms. Gita ke sebelah sana"
Ms. Gita : "Mari ikut saya" *berjalan menuju tempat lainnya*
Siswi Xperfect pun mengikuti Ms. Gita. Tak lama setelah diadakan pemanasan seluruh siswa siswi dites untuk diving. Hampir seluruh siswa berhasil menyelesaikan tes tersebut tanpa rintangan yang berarti. Namun...
Midda : "Aww!!!" *kram* duh gimana ini, aku masih di dalem tapi kaki aku engga bisa di gerakkin sama sekali. please ada yang ngeh doong *berusaha melambai lambaikan tangan pada siapapun*
Ms. Gita : "Ayo jangan terlalu lama di dalam air! Nanti kamu bisa kehabisan nafas!!" #teriak

ilham udah ngaku loh kalau dia suka sama Riris, gimana yah perasaan lala dan Riris? terus kira kira gimana nasib midda? bakal selamat atau.... tetep stay di blog ini yah ^^ thanks udah baca :)

Kamis, 23 Mei 2013

First Fanfict #33

hey  selamat membaca ^^


Seketika Lala datang dan membentaknya.
Lala : "Oh!! Jadi ini lanjutan dari hukuman elo buat dia?! Dan lanjutan dari janji elo sama dia?! Okeh!! Gue gak keberatan kok! Kita putus!!"
Ilham : "La, dengerin aku dulu.. Aku cuma berusaha buat memperbaiki hubungan.." *terpotong*
Lala : "Hubungan apa? Elo sama dia? Udahlah gue tau kok elo suka kan sama dia?! Bener kata dia kemaren, elo cuma cowok sombong yang sok ganteng! Dan yang terpenting yang beru gue tau dari lo... Lo itu playboy!!! Sekarang terserah lo deh mau gimana, yang jelas kita putus!!" *menangis*
Ilham : "Oke kalo itu emang mau lo, elo tuh egois ya. Niat gue baik gue cuma mau hubungan lo dan dia membaik, udah la" *pergi*
Lala : #shock what? dia nerima nerima aja keputusan gue pegat? gue gak berniat megatin dia, oh my god. jadi sekarang gue pegat sama dia? :'( *diam ditempat* *menangis*
Reza : *memperhatikan Ilham* *melihat Lala* "Ham, si Lala nangis tuh" *mendekati Ilham*
Ilham : "Hah? Dia nangis? Yaudah, biarin aja" *tetap berjalan*
Reza : *mengikuti Ilham* "Loh? Kok elo diemin? Cewe lu tuh"
Ilham : "Bukan lagi"
Reza : "Bukan lagi? Lo megatin dia?"
Ilham : "Dia yang megatin gue"
Reza : "Kok dia yang nangis?"
Ilham : "Mana gue tau"
Reza : "Hmm oke" #pergi
Tak sampai satu hari, kabar Ilham Lala yang putus sudah tersebar sampai satu angkatan SMA 5 Heroes. Kabar Riris sebagai orang ketiga pun mulai terdengar.
Eriska : "La, lo harus labrak tuh cewe!"
Thella : "Iya! Dia tuh udah bikin lo sama Ilham pegat"
Lala : "Yaudahlah, lagian gue yang megatin Ilhamnya ko"
Eriska : "Tapi kalo bukan gara-gara tuh cewe lo gak akan pegat kali sama Ilham"
Lala : "Yaa... liat aja nanti"
Esoknya...
Lala : "Ris...? Gue mau ngomong sesuatu"
Riris : "Apa?"
Lala : "Gue mau minta maaf...."
Riris : "Oh, udah gue maafin ko" #pergi
Lala : "Eh... tunggu"
Riris : "Apa lagi?"
Lala : "Lo tau kan perasaan gue ke Ilham gimana?"
Riris : "Hm"
Lala : "Gue harap lo bisa jaga perasaan gue. Dan jangan deket-deket sama Ilham. Gue mohon"
Riris : "Ha!?" *bingung*
Lala : "Gue mohon ris"
Riris : "Oke, kalo itu mau lo"
Lala : "Dan satu lagi"
Riris : "Apa?"
Lala : "Lo engga suka kan sama Ilham?"
Riris : #shock *staycool* "Engga"
Lala : "Beneran?"
Riris : *diem* gue juga gatau #pergi
Lala : "Oke, gue anggap lo gasuka!"
Lala pun pergi menemui Ilham...
Lala : "Ham aku mau bilang sesuatu"
Ilham : "Yaudah disini aja"
Lala : "Aku mau ngomong berdua"
Ilham : "Bro, pergi bentar ya"
SM*SH : "Ya"
Ilham : #pergi "Mau ngomong apa?"
Lala : "Aku mau kita balikan"
Ilham : "HA!?"
Lala : "Iya, aku juga mau minta maaf atas kejadian kemaren aku kebawa emosi jadi mutusin kamu, aku nyesel mutusin kamu,"
Ilham : "Tapi la.. Aku gabisa"
Lala : "Kenapa? Karna Riris?"


maaf pendek yah wkwkwk. tetep stay di blog ini okeh? ^^

Jumat, 17 Mei 2013

First Fanfict #32

hai ^^ selamat membaca yah :)


Ilham pun akhirnya menyerah dan pergi ke kamarnya...
Ilham : gue kenapa sih!? Ko jadi mikirin si Riris terus dan merasa bersalah? Dan tadi gue malah belain Riris bukan Lala yang pacar gue sendiri. Aaaarrggh! What's wrong with me? Apa gue mulai jatuh cinta sama Riris? Ah, gamungkin-gamungkin. Dia jauh dari tipe cewe yang gue suka. Tapi kenapa gue ngerasa nyaman banget deket dia walau kadang kita sering berantem. Ahhh...
Suara ketukan pintu pun mengenyahkan lamunan Ilham.
Ilham : "Siapa?"
Kevin : "Ini gue ham, ayo cabut!"
Ilham : "Oiya, sebentar"
Malam ini adalah malam bebas. Semua anak di undang untuk menikmati api unggun dan hidangan yang sudah di siapkan di pinggir pantai. Disana pun sudah ada beberapa hiburan yang siap menghibur (?)
Ilham : *keluar dari kamar* Ayo pergi!
Kevin : "Tunggu bentar, tunggu Callysta sama Riris dulu"
Ilham : "..." gue gatau gimana harus ketemu Riris. Dia pasti marah banget sama gue
Callysta : *baru datang*
Kevin : "Riris nya mana?"
Callysta : "Katanya mau nyusul aja"
Ilham : dia pasti gamau ketemu gue haaaahh...
Akhirnya Callysta Kevin dan Ilham pun pergi ke pantai, meninggalkan Riris sendiri di rumah dengan kesendiriannya (?) #eaa. Setelah sampai, Ilham pun memutuskan untuk bergabung dengan teman-temannya.
Dicky : "Hey bro! Lemes amat? Ckck"
Bisma : "Iya, tumben lo lemes banget, biasanya kan paling aktif"
Ilham : "Iya, gue lagi ga mood!"
Reza : "Santai dong bang! Lo baik-baik aja kan?"
Ilham : "Cukup baik" *nyariin Riris*
Rafael : "Maksud lo cukup baik? Lo masih mikirin kejadian tadi sore sama cewe lo itu?"
Dicky : "Sebentar-sebentar, lagi mikirin cewenya yang mana nih?"
Rafael : "Maksud lo dick?"
Dicky : "Ihh, masa kalian gatau sih? Ilham tuh punya dua cewe loh!" #gossip
Bisma : "Yang satu gue tau, pastinya Lala. Nah, satu lagi siapa?"
Dicky : "Ituloh, sahabat kecil gue."
Reza : "Riris maksud lo?"
Dicky : "Yup! Iyakan ham?"
Ilham : "Apa-apaan sih lo!"
All : "Hahaha"
Reza : "By the way, dia kemana yah? Lo temen satu rumah nya tau ga ham?"
Ilham : "Mana gue tau!" atau jangan-jangan dia masih di kamarnya
Sementara itu...
Midda : "Eh, Riris mana? Dari pas kita tinggalin tadi sama Ilham sampe sekarang ga nongol-nongol"
Bila : "Oiya, Riris mana yah? Kamu sih no, pake di tinggalin segala. Jadi ilang kan tuh bocah-_-v"
Enno : "Yeh, siapa suruh ngikutin aku. Aku cuma mau ngasih kesempatan buat mereka berduaan"
Midda : "Tapi kan Ilham udah punya cewe ennooo"
Bila : "WOY! Atau jangan-jangan tadi Riris di ceburin ke laut sama Ilham trus dia kelelep gabisa berenang dan akhirnya di ambil sama nyi roro kidul, gimana?"
Midda Enno : "Gausa ngayal bil-_-"
Bila : "Eh salah nyi roro kidul tuh bukan di Sulawesi, tapi ada di laut china selatan" #ngaco
Midda : "Halah yang bener tuh nyi roro kidul itu ada di samudera atlantik"
Enno : "Udah, udah gada yang bener semua. Nyi Roro Kidul itu si pantai selatan. Sekarang mending tanyain Ilham dimana keberadaan Riris"
Bila Enno dan Midda pun mendatangi Ilham dan teman-teman nya yang sedang asyik mengobrol.
Reza : "Ngapain kalian kesini?"
Enno : "Suka-suka kita dong mau kesini atau engga! Lagian kita gada urusan sama lo, gue ada urusan sama dia" *nunjuk Ilham*
Ilham : "Gue? Ada apa?"
Enno : "Gue cuma mau tanya. Lo tadi yang terakhir bareng Riris kan?"
Ilham : "Iya, terus kenapa?"
Enno : "Sekarang dia dimana?"
Ilham : "Mana gue tau, penting gitu buat gue dia ada dimana"
Enno : "Tapi lo kan orang terakhir yang bareng dia, lo pasti tau dong Riris dimana!?"
Ilham : "Gue bilang gatau yah gatau!" #pergi
Enno : "Heh! Gue belum selesai ngomong yah!"
Ilham pun pergi ke rumah untuk menemui Riris. Saat sampai di rumah, ia melihat pintu kamar Riris sudah terbuka.
Ilham : Ris... Lo dimanaa?
Ilham melihat lampu teras belakang menyala. Dia pun berjalan ke teras. Disana Riris sedang duduk membelakangi pintu dengan kaki di angkat ke kursi.
Ilham : Ternyata lo disinii... *menghampiri Riris* "Ris...?"
Riris : *diem* *ngelamun* *dengerin lagu*
Ilham : *nyibakin rambut Riris* "Hemm.. Pantes-__-" *membuka headset Riris*
Riris : *nengok* "Ilham...?" *beranjak pergi*
Ilham : *nahan* "Ris, tunggu..."
Riris : "Sorry, gue mau ke kamar mandi"
Ilham : "Ris! Gue minta maaf atas apa yang udah Lala lakukan ke lo! Gue tau lo pasti sakit kan?" *menyentuh pipi Riris*
Riris : *menghindar* "Kenapa lo yang minta maaf?"
Ilham : "Gue tau, ini semua karena gue, jadi kalian berantem."
Riris : "Udahalah, gak usah di bahas lagi gue cape, lagian gue gak marah sama lo"
Ilham : "Kalo lo gak marah, kenapa lo menghindar dari gue?"
Riris : "Gue cuma butuh waktu buat sendiri dulu" #pergi
Ilham : "Tapi lo maafin Lala kan?"
Riris : "Kenapa jadi lo yang repot minta maaf sih, lo gak salah apa-apa. Harusnya dia yang minta maaf, itu baru fair"
Ilham : "..."
Paginya semua anak sudah berkumpul di pinggir pantai menunggu perahu untuk diving. Sementara itu....
Bila : "Riris mana sih? Dari kemaren ngilang-_-"
Enno : "Mana aku tau. Kemaren kan yang terakhir sama Riris kan Ilham. Dia aja gatau Riris dimana"
Midda : *mengedarkan pandangan* "Eh! Eh! Itu Ririiiisss" *menunjuk Riris*
Bila : "Ririiiiiiiiiiisss!!" *lari menghampiri Riris*
Riris : "Hm"
Midda : "Kamu kemana aja sih? Dari kemaren sore kamu ngilang tanpa jejak"
Riris : "Ga kemana-mana ko" *maksa senyum*
Enno : "Tumben pake kacamata?"
Riris : "Lagi pengen aja"
Enno : *memberi sejenis kode pada BM*
Bl, Md : *buka kacamata Riris*
Bila : *kaget* "Ya ampun Riris, matanya bengkak banget!" #teriak
Riris : "Udah ah, berisik! Sini!" *mengambil kacamata dan memakainya*
Enno : "Kenapa ris?"
Riris : "Udah tau kan?"
Midda : "Lala yang.......nam.....?"
Riris : "Udah tau kan? Yaudah" *pergi*
Ternyata saat Bila meneriakkan mata riris yang bengkak, Ilham mendengarnya. Refleks Ilham berlari mengejar Riris.
Iham : *mendekati Riris* "Ris, semalem lo tidur jam berapa?"
Riris : "Lo gak perlu tau"
Ilham : "Jadi bener yang nangis sampe jam 11 itu elo?"
Riris : "Bagus deh kalo lo tau"
Ilham : "Lo marah sama gue? Gue cuma berusaha peduli sama lo, udah"
Riris : "Engga, gue gak marah sama lo. Gue lagi bad mood aja. Udah ya jangan ngomongin masalah kemaren gue cape"
Ilham : "Tapi lo masih marah sama lala kan?"
Riris : "Mungkin.."
Ilham : *hendak berbicara* *terpotong*
Riris : "Tapi lo gak usah ikut campur, ini masalah gue dan dia. Oke?" *pergi*
Ilham : "Mmm... Oke"
Seketika Lala datang dan membentaknya.
Lala : "Oh!! Jadi ini lanjutan dari hukuman elo buat dia?! Dan lanjutan dari janji elo sama dia?! Okeh!! Gue gak keberatan kok! Kita putus!!"

uuuuu~~ ilham lala putus, tapi beneran gak yah? kalian maunya gimana? btw buat story reza dilanjut nanti yah kalau story ini udah selesai :p thanks udah baca, sampe ketemu postingan selanjutnya :)

Selasa, 14 Mei 2013

First Fanfict #31

owner kembali ^^ selamat membaca yaaah


Bola yang dilempar Bila pun tidak tertangkap oleh Enno. Dan akhirnya menggelinding menuju air.
Bila : "Hih engga diambil lagi" *mengejar bola* *melihat Ilham* *mengambil bola*
Riris Midda : "Bil cepetan ambil bolanya" *berbarengan* *tos*
Bila : "Iya sabar" *menghampiri RM* "Eh ris, si Ilham kenapa tuh? Tadi aku liat dia lagi liatin kamu, terus sekarang malah bengong tablo banget. Ahahaha"
Riris : "Yaudah sih kenapa jadi nanya aku?" -____-
Midda : "Dia suka sama kamu kali Ris. Hahaha"
Bila : "Iya bisa jadi tuh"
Riris : "Idih, apa banget. Sini bolanya" *merebut bola dari Bila* *melempar bola tersebut kearah Ilham*
Tak lama terdengar teriakan dari arah SM*SH, rupanya lemparan bola Riris tepat mengenai Ilham. Tak ayal Ilham pun mendatangi BREM.
Ilham : "Aw!! Shit!"
BREM : "Hahahahaha" #ngakak
Ilham : "Heh, siapa yang tadi ngelempar gue pake bola?"
Bl, En, Md : *menunjuk Riris*
Ilham : "Jadi elo yang lempar bola ini?"
Riris : "Kalo iya kenapa? Lo gak suka?!" *mendorong Ilham*
Ilham : *menangkap tangan riris* "Sini lo!" *menarik Riris ke laut*
Riris : "Eh lepasin gue! Lo ngapain si?! Bil Mid No, tolongin!"
BEM : #ngakak "Hahahahahaha"
Enno : "Dah Ririiiis, kita mau jalan jalan dulu yaaaa" *menarik Bila dan Midda*
Bila Midda : "Dadah Ririiiiiis" #pergi
Riris : "Ham, apaan sih?! Lepasin gue ga!"
Ilham : "Gak mau"
Riris : "Kalo lo gak mau lepasin gue, gue bakal teriak sekenceng kencengnya buat minta tolong ke orang orang!"
Ilham : "Eh eh diem lo!" *membekap mulut Riris*
Ilham pun membawa paksa Riris ke laut, tiba-tiba....
Lala : "ILHAM!"
Ilham : #kaget *refleks dorong Riris ke laut* "Lala..."
Riris : "Adaaaaww!! Cuih, asiiiiin -___-"
Lala : "Kamu ngapain sama dia!?"
Ilham : "Aku cuma lagi ngehukum dia aja ko"
Riris : "Ilham! Sialan emang ya lo!" *dorong Ilham ke laut* "Inget yah sama perjanjian kita!!" #pergi
Lala : "Kamu punya perjanjian apa sama cewe itu!!? Heh nyolot! Lo ngapain sama Ilham!!?"
Ilham : *diem*
Riris : #pergi *gakpeduli*
Lala : "Heh! Gue lagi ngomong sama lo ya!" *mengejar Riris* *menarik tangan Riris*
Riris : "Lepasin gue!"
Lala : "Eh! Denger yah! Lo jadi cewe jangan kecentilan deh. Ilham itu milik gue! Jadi jangan coba lu ngerebut Ilham dari gue!"
Riris : "Ngerebut!? Oh, Ilham milik lo!? Lagian gue gapernah punya niat buat ngerebut cowo sombong, sok ganteng, sok berkuasa, dan tengil kaya dia dari lo! Inget itu!"
Lala : *nampar Riris*
Ilham : "LA! Cukup! Ini keterlaluan, kamu apa-apaan sih!? Lo gapapa ris?"
Riris : *megang pipi yang di tampar* "Heh ham, kasih tau yah ke cewe lo ini sopan santun!" #pergi
Ilham : "Ris! Tunggu!" *ngejar Riris*
Lala : *narik tangan Ilham* "Ham, kamu kenapa jadi belain dia sih!?"
Ilham : "Cukup La! Kamu udah keterlaluan banget!" #pergi
Riris pun berlari sambil menangis, ia tidak menghiraukan panggilan namanya yang di teriakkan oleh teman-temannya. Di Rumah 2...
Kevin : "Ris, lo kenapa?"
Riris : #berlari *masuk kamar*
Callysta : "Riris kenapa kok bajunya basah?"
Kevin : Gatau, gue cuma liat pipinya merah"
Setelah itu Ilham datang sambil berlari juga...
Ilham : "Riris mana, Riris mana?!" *terengah-engah*
Callysta : "Ada tuh di kamarnya, tadi sih kayanya dia nangis"
Ilham : "Nangis?" sampe nangis? Gila
Call, Kev : "Iyaa"
Kevin : "Emang kalian berantem lagi? Lo ngapain dia sih?"
Ilham : "Panjang ceritanya"
Callysta : "Lo jahat banget sih jadi orang sampe cewe aja di nangisin-_-"
Ilham : *mengetuk pintu kamar Riris* "Riiiisss..... Buka pintunya ris, gue mau ngomong"
Riris : *diem* *nangis*
Ilham : "Riiisss, pleasee. Buka pintunya"
Riris : *hapus air mata* "Gue lagi gamau di ganggu! Mending lo pergi aja sana urusin cewe lo!"
Ilham : "Ris..."
Riris : "Pergi!"
Ilham pun akhirnya menyerah dan pergi ke kamarnya...
Ilham : gue kenapa sih!? Ko jadi mikirin si Riris terus dan merasa bersalah? Dan tadi gue malah belain Riris bukan Lala yang pacar gue sendiri. Aaaarrggh! What's wrong with me? Apa gue mulai jatuh cinta sama Riris? Ah, gamungkin-gamungkin. Dia jauh dari tipe cewe yang gue suka. Tapi kenapa gue ngerasa nyaman banget deket dia walau kadang kita sering berantem. Ahhh...

ilham galau ^^ kira kira siapa yang ilham pilih? mungkin kalian tau wkwk.. tetep baca lanjutannya yah dan jangan lupa komen :) thanks

Sabtu, 11 Mei 2013

First Fanfict #30

enjoy all ^^


Di rumah 2...
Ilham : "Ririiiiis bikinin gue sarapaaaaaan!!!!!" *menggedor gedor pintu kamar Riris*
Riris : "Hoaaaam... pagi pagi udah disuruh ini itu" *baru bangun*
Ilham : "Eeeeh kemaren elo udah janji sama gueee!!!!"
Riris : "Iya baweeeeeeeel" *mengacak ngacak rambutnya* *keluar kamar*
Ilham : "Bagus!" *duduk di ruang tengah*
Riris : "Huuuuuuuuuh"
Riris pun berjalan menuju dapur rumah 2. Di dapur ada Callysta yang sedang membuat teh untuk dirinya dan Kevin.
Riris : "Ada roti ga? Sama selai deh"
Callysta : "Gatau deh cari aja di lemari atas"
Riris : "Heeeh Baweeeel!!! Kalo sarapannya engga karuan jangan salahin guee!! Gue masih ngantuuk!!!" #teriak *mengambil roti dan selai di lemari atas*
Callysta : "Lo bikinin sarapan buat dia?"
Riris : "Iya kali" *membuat sarapan*
Callysta : "Kali? Tumben lo baik. Gue juga dong"
Riris : "Bikin aja sendiri, gue sibuk!" *berjalan ke ruang tengah*
Callysta : "Sekalian atuuuh" *berjalan ke ruang tengah*
Di ruang tengah rumah 2...
Riris : "Nih" *menyerahkan roti*
Ilham : "Apa apaan ih? Ko cuma segini?"
Riris : "Masih mending gue bikinin" *masuk kamar*
Callysta : "Hem tidur lagi tu anak" *menyerahkan teh Kevin* *masuk kamar Riris*
Kevin : "Makasi ya Call!"
Callysta : "Sama sama!" #teriak
Di kamar Riris..
Callysta : "Eeeeh jangan tidur dulu dong mbak" *mencegah Riris tidur*
Riris : "Kenapa?" *muka kusut*
Callysta : "Lo cerita dulu. Kok elo tiba tiba nurut sama dia?"
Riris : "Aaah ribet deeeh, nanti aja gue mau tidur dulu"
Callysta : "Ih sekarang ajaaa"
Riris : "Gue lagi males cerita, lo tanya si bawel aja" *pura pura tidur*
Calysta : "Huh" *keluar kamar*
Riris : *mengingat kejadian kemarin siang*
Siang hari di teras belakang...
Ilham : "Gue punya beberapa penawaran buat lo"
Riris : "Apa?" *duduk*
Ilham : "Lo inget kan kejadian sebelum kita pergi? Berhubung di rumah ini cuma elo yang tau, jadi gue mohon elo mau ngelakuin apapun yang gue suruh"
Riris : "Apaan tuh? Nyuruh nyuruh gue tanpa alasan karena lo sakit? Itu kan cuma kecapean doang, gak lama lagi keadaan lo juga bakal sehat lagi!"
Ilham : "Oke gue tau lo bakal nolak kaya gitu, Jadi gue udah nyiapin penawaran lain."
Riris : "Apa?" #judes
Ilham : "Gue engga akan ngehukum elo dan temen temen lo itu, selamanya"
Riris : "Selamanya?"
Ilham : "Iya, selamanya. Deal?" *mengulurkan tangan*
Riris : "Asalkan elo engga nyuruh yang diluar jangkuan gue, Deal" *membalas jabatan tangan Ilham*
Ilham : "Oke mulai besok ini udah berlaku"
Callysta pun keluar dari kamar Riris, tepat saat Midda mengetuk pintu rumah 2.
Midda : *mengetuk pintu* "Tok tok toook!!! Oi bukain dooong" #rusuh
Ilham : "Berisik deh! Pasti ga jauh dari temen si Riris" *sok sibuk*
Callysta : "Bukannya di bukain" -,- *membuka pintu* "Middaaaaaa"
Midda : "Eh ada Callysta, Riris mana?" *masuk rumah*
Callysta : "Tidur tuh" *menunjuk kamar Riris*
Midda : "Yaah sama aja, engga di rumah 1 engga di rumah 2 masih pada tidur"
Kevin : "Tapi kalo menurut gue, lebih mending di rumah 2 yang masih tidur cuma satu"
Callysta : "Emang di rumah satu siapa aja yang udah bangun?"
Midda : "Aku"
Callysta : "Doang?"
Midda : "Iya cobaaaaaaa"
Callysta : "Loh emang si Bisma sama si Morgan belom bangun?"
Ilham : "Bisma baru tidur jam 5, kalo si Morgan emang dari dasarnya kebo"
***
Pukul 10 seluruh siswa pun sudah siap dengan peralatan diving-nya. Bisma, Enno dan Riris pun segera siap setelah diceramahi oleh Ms. Dennisa. Di halaman para murid sudah berjalan masuk ke dalam bis.
Tigapuluh menit kemudian seluruh murid pun sampai di tempat divingnya masing masing berdasarkan kelas. Kebetulan kelas Xperfect sebagai kelas spesial mendapatkan Bunaken sebagai tempat divingnya. Di bunaken...
Reza : "Bunakeeeeeeeeeeeeeenn!!"
Thella : "Za, jangan teriak-teriak ihh"
Reza : "Oiyaiyaa"
Lala : *narik napas* "Waw, pantai nya keren banget!"
Ilham : "Keren kan? Dulu aku sama Reza sering banget kesini,"
Lala : "Iya? Wah pasti seru banget!"
Ilham : "Emang" *narik napas* *melihat Riris*
BREM...
Riris : "Woy! Buruan!"
Bila : "Sabar mbak. Nih bolanya"
Enno : "Pada main bola? Gak ikutan yaa" *duduk* *bermain pasir*
Midda : "Ah Enno mah gak seru gak ikutan"
Bila : *melempar bola ke arah Enno* "No ikutan dong!"
Bola : #nyasar
Bila : "Tangkap no"
Enno : "Hah?"
Bola yang dilempar Bila pun tidak tertangkap oleh Enno. Dan akhirnya menggelinding menuju air.
Bila : "Hih engga diambil lagi" *mengejar bola* *melihat Ilham* *mengambil bola*
Riris Midda : "Bil cepetan ambil bolanya" *berbarengan* *tos*
Bila : "Iya sabar" *menghampiri RM* "Eh ris, si Ilham kenapa tuh? Tadi aku liat dia lagi liatin kamu, terus sekarang malah bengong tablo banget. Ahahaha"

ilham ngapain coba? mending liatin owner aja *eh ._. abaikan. yang mau tau kenapa tetep baca lanjutannya yah ^^ ditunggu comment kalian :)