Ilham pun akhirnya menyerah dan pergi ke kamarnya...
Ilham : gue kenapa sih!? Ko jadi mikirin si Riris terus dan merasa bersalah? Dan tadi gue malah belain Riris bukan Lala yang pacar gue sendiri. Aaaarrggh! What's wrong with me? Apa gue mulai jatuh cinta sama Riris? Ah, gamungkin-gamungkin. Dia jauh dari tipe cewe yang gue suka. Tapi kenapa gue ngerasa nyaman banget deket dia walau kadang kita sering berantem. Ahhh...
Suara ketukan pintu pun mengenyahkan lamunan Ilham.
Ilham : "Siapa?"
Kevin : "Ini gue ham, ayo cabut!"
Ilham : "Oiya, sebentar"
Malam ini adalah malam bebas. Semua anak di undang untuk menikmati api unggun dan hidangan yang sudah di siapkan di pinggir pantai. Disana pun sudah ada beberapa hiburan yang siap menghibur (?)
Ilham : *keluar dari kamar* Ayo pergi!
Kevin : "Tunggu bentar, tunggu Callysta sama Riris dulu"
Ilham : "..." gue gatau gimana harus ketemu Riris. Dia pasti marah banget sama gue
Callysta : *baru datang*
Kevin : "Riris nya mana?"
Callysta : "Katanya mau nyusul aja"
Ilham : dia pasti gamau ketemu gue haaaahh...
Akhirnya Callysta Kevin dan Ilham pun pergi ke pantai, meninggalkan Riris sendiri di rumah dengan kesendiriannya (?) #eaa. Setelah sampai, Ilham pun memutuskan untuk bergabung dengan teman-temannya.
Dicky : "Hey bro! Lemes amat? Ckck"
Bisma : "Iya, tumben lo lemes banget, biasanya kan paling aktif"
Ilham : "Iya, gue lagi ga mood!"
Reza : "Santai dong bang! Lo baik-baik aja kan?"
Ilham : "Cukup baik" *nyariin Riris*
Rafael : "Maksud lo cukup baik? Lo masih mikirin kejadian tadi sore sama cewe lo itu?"
Dicky : "Sebentar-sebentar, lagi mikirin cewenya yang mana nih?"
Rafael : "Maksud lo dick?"
Dicky : "Ihh, masa kalian gatau sih? Ilham tuh punya dua cewe loh!" #gossip
Bisma : "Yang satu gue tau, pastinya Lala. Nah, satu lagi siapa?"
Dicky : "Ituloh, sahabat kecil gue."
Reza : "Riris maksud lo?"
Dicky : "Yup! Iyakan ham?"
Ilham : "Apa-apaan sih lo!"
All : "Hahaha"
Reza : "By the way, dia kemana yah? Lo temen satu rumah nya tau ga ham?"
Ilham : "Mana gue tau!" atau jangan-jangan dia masih di kamarnya
Sementara itu...
Midda : "Eh, Riris mana? Dari pas kita tinggalin tadi sama Ilham sampe sekarang ga nongol-nongol"
Bila : "Oiya, Riris mana yah? Kamu sih no, pake di tinggalin segala. Jadi ilang kan tuh bocah-_-v"
Enno : "Yeh, siapa suruh ngikutin aku. Aku cuma mau ngasih kesempatan buat mereka berduaan"
Midda : "Tapi kan Ilham udah punya cewe ennooo"
Bila : "WOY! Atau jangan-jangan tadi Riris di ceburin ke laut sama Ilham trus dia kelelep gabisa berenang dan akhirnya di ambil sama nyi roro kidul, gimana?"
Midda Enno : "Gausa ngayal bil-_-"
Bila : "Eh salah nyi roro kidul tuh bukan di Sulawesi, tapi ada di laut china selatan" #ngaco
Midda : "Halah yang bener tuh nyi roro kidul itu ada di samudera atlantik"
Enno : "Udah, udah gada yang bener semua. Nyi Roro Kidul itu si pantai selatan. Sekarang mending tanyain Ilham dimana keberadaan Riris"
Bila Enno dan Midda pun mendatangi Ilham dan teman-teman nya yang sedang asyik mengobrol.
Reza : "Ngapain kalian kesini?"
Enno : "Suka-suka kita dong mau kesini atau engga! Lagian kita gada urusan sama lo, gue ada urusan sama dia" *nunjuk Ilham*
Ilham : "Gue? Ada apa?"
Enno : "Gue cuma mau tanya. Lo tadi yang terakhir bareng Riris kan?"
Ilham : "Iya, terus kenapa?"
Enno : "Sekarang dia dimana?"
Ilham : "Mana gue tau, penting gitu buat gue dia ada dimana"
Enno : "Tapi lo kan orang terakhir yang bareng dia, lo pasti tau dong Riris dimana!?"
Ilham : "Gue bilang gatau yah gatau!" #pergi
Enno : "Heh! Gue belum selesai ngomong yah!"
Ilham pun pergi ke rumah untuk menemui Riris. Saat sampai di rumah, ia melihat pintu kamar Riris sudah terbuka.
Ilham : Ris... Lo dimanaa?
Ilham melihat lampu teras belakang menyala. Dia pun berjalan ke teras. Disana Riris sedang duduk membelakangi pintu dengan kaki di angkat ke kursi.
Ilham : Ternyata lo disinii... *menghampiri Riris* "Ris...?"
Riris : *diem* *ngelamun* *dengerin lagu*
Ilham : *nyibakin rambut Riris* "Hemm.. Pantes-__-" *membuka headset Riris*
Riris : *nengok* "Ilham...?" *beranjak pergi*
Ilham : *nahan* "Ris, tunggu..."
Riris : "Sorry, gue mau ke kamar mandi"
Ilham : "Ris! Gue minta maaf atas apa yang udah Lala lakukan ke lo! Gue tau lo pasti sakit kan?" *menyentuh pipi Riris*
Riris : *menghindar* "Kenapa lo yang minta maaf?"
Ilham : "Gue tau, ini semua karena gue, jadi kalian berantem."
Riris : "Udahalah, gak usah di bahas lagi gue cape, lagian gue gak marah sama lo"
Ilham : "Kalo lo gak marah, kenapa lo menghindar dari gue?"
Riris : "Gue cuma butuh waktu buat sendiri dulu" #pergi
Ilham : "Tapi lo maafin Lala kan?"
Riris : "Kenapa jadi lo yang repot minta maaf sih, lo gak salah apa-apa. Harusnya dia yang minta maaf, itu baru fair"
Ilham : "..."
Paginya semua anak sudah berkumpul di pinggir pantai menunggu perahu untuk diving. Sementara itu....
Bila : "Riris mana sih? Dari kemaren ngilang-_-"
Enno : "Mana aku tau. Kemaren kan yang terakhir sama Riris kan Ilham. Dia aja gatau Riris dimana"
Midda : *mengedarkan pandangan* "Eh! Eh! Itu Ririiiisss" *menunjuk Riris*
Bila : "Ririiiiiiiiiiisss!!" *lari menghampiri Riris*
Riris : "Hm"
Midda : "Kamu kemana aja sih? Dari kemaren sore kamu ngilang tanpa jejak"
Riris : "Ga kemana-mana ko" *maksa senyum*
Enno : "Tumben pake kacamata?"
Riris : "Lagi pengen aja"
Enno : *memberi sejenis kode pada BM*
Bl, Md : *buka kacamata Riris*
Bila : *kaget* "Ya ampun Riris, matanya bengkak banget!" #teriak
Riris : "Udah ah, berisik! Sini!" *mengambil kacamata dan memakainya*
Enno : "Kenapa ris?"
Riris : "Udah tau kan?"
Midda : "Lala yang.......nam.....?"
Riris : "Udah tau kan? Yaudah" *pergi*
Ternyata saat Bila meneriakkan mata riris yang bengkak, Ilham mendengarnya. Refleks Ilham berlari mengejar Riris.
Iham : *mendekati Riris* "Ris, semalem lo tidur jam berapa?"
Riris : "Lo gak perlu tau"
Ilham : "Jadi bener yang nangis sampe jam 11 itu elo?"
Riris : "Bagus deh kalo lo tau"
Ilham : "Lo marah sama gue? Gue cuma berusaha peduli sama lo, udah"
Riris : "Engga, gue gak marah sama lo. Gue lagi bad mood aja. Udah ya jangan ngomongin masalah kemaren gue cape"
Ilham : "Tapi lo masih marah sama lala kan?"
Riris : "Mungkin.."
Ilham : *hendak berbicara* *terpotong*
Riris : "Tapi lo gak usah ikut campur, ini masalah gue dan dia. Oke?" *pergi*
Ilham : "Mmm... Oke"
Seketika Lala datang dan membentaknya.
Lala : "Oh!! Jadi ini lanjutan dari hukuman elo buat dia?! Dan lanjutan dari janji elo sama dia?! Okeh!! Gue gak keberatan kok! Kita putus!!"
uuuuu~~ ilham lala putus, tapi beneran gak yah? kalian maunya gimana? btw buat story reza dilanjut nanti yah kalau story ini udah selesai :p thanks udah baca, sampe ketemu postingan selanjutnya :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar