Minggu, 27 Januari 2013

First Fanfict #17

please enjoy..


Katrol Reza pun bergerak turun sampai bawah. Tak lama Reza pun berteriak.
Reza : #teriak "WOI!! Sekarang giliran elo!!"
Enno : #teriak "Gue? Okeh!!" *memakai peralatan dan meluncur*
Enno pun meluncur dengan lancarnya. Tak sampai 10 detik ia sudah sampai dibawah. Di tempat Reza berada.
Enno : "Ekhem, kok gue udah sampe bawah lagi ya? Kurang seru ah" #menyidir
Reza : "Maksud lo apa bilang kurang seru?"
Enno : "Loh? Emang kurang seru kok, kurang tinggi dan kurang jauuuh"
Reza : "Gue tau kok, elo nyindir gue kan?"
Enno : "Engga tuh, emang kenyataannya kurang seru. Coba aja lo tanyain temen temen lo"
Dicky : *datang menghampiri Reza* "Gimana za? Seru? Kalo kata gue sih kurang panjang hahaha"
Enno : "Tuh, temen lo aja bilang gitu. Itu tandanya elo emang penakut"
Dicky : "Yaah, lo gak tau no? Si Reza kan phobia tinggi hahaha"
Reza : *menginjak kaki Dicky*
Dicky : *refleks diam* "Eh, sorry.."
Enno : "Thans ya dick, lo mau ngebongkar rahasia dia" *senyum sinis*
Reza : "Ah berisik lo!!" #pundung *pergi*
Sudah hampir setengah jam outbound berlangsung. Kelompok satu sedang menuju pos lainnya. Begitu pula kelompok dua dan empat. Sementara itu kelompok tiga sedang beristirahat.
Rangga : "Eh gue mau ke tenda dulu ya" #pergi
Mytha : "Ikut dong" *berjalan mengikuti Rangga*
Lala : "Tin, Kuu temenin gue ke UKS yuk. Pegel nih kaki gue"
Tina : "Sorry la, gue sama Kykuu mau ke kamar mandi dulu. Bye..." #Pergi
Dimaz : "Mau gue temenin la?"
Lala : "Emmm gak usah makasih dim" :D #pergi
Di UKS...
Ilham : "Udah lo duduk dulu aja, gue mau ambil kasa sama obat merah"
Riris : "Gak usah gue bisa sendiri kok"
Ilham : "Udah lo duduk aja" *mengambil air kasa dan obat* "Mana tangan lo? Sini gue bersihin dulu"
Riris : *mengulurkan tangannya* "Aww.. pelan pelan"
Ilham : "Sorry sorry"
Riris : "Tumben lo baik"
Ilham : "Dari dasarnya gue baik, cuma yaa gitu deh. Eh tahan ya" *meneteskan obat merah*
Riris : "Aww!!" *mencengkram tangan Ilham*
Ilham : *membalut tangan Riris* "Selesai!"
Riris : "Udah? Masih sakit tau"
Ilham : "Nanti juga engga kok" *mengacak acak rambut Riris*
Riris : "Thanks" :)
Tiba tiba...
Lala : *masuk UKS* #shock "Ilham?!"
Ilham : "Lala? Kamu ngapain kesini?" *melepaskan Riris*
Riris : "Aww.."
Lala : "Ngapain? Harusnya aku yang nanya kamu ngapain sama cewe itu?"
Ilham : "Aku cuma ngobatin dia"
Riris : "SHIT!! Darahnya keluar lagi!"
Lala : "Udah, aku engga mau denger alasan kamu lagi" *menangis* #pergi

to be continued
thanks for reading and please comment :)

First Fanfict #16


please enjoy...

Back to group 1...
Riris : "Buktiin"
Bisma : "Oke, siapa takut" #pergi
Dina : "Elo Riris?"
Riris : "Iya kenapa?"
Dina : "Oooh engga kok, cuma ya elo emang cocok dibilang cewek nyolot"
Riris : "Cewek nyolot?"
Dina : "Iya, SM*SH manggil elo si cewe nyolot"
Riris : "Oooh jadi gue udah punya gelar ya? Hahahha" #pergi
Dina : "Gue belum selesai ngomong udah main pergi aja"
Sesampainya kelompok 1 di pos paint ball...
Bisma : "Karena anggota kelompok kita ada 6, jadi satu tim dua orang. Gue sama Dina"
Kevin : "Gue sama Litha"
Litha : "Iya, gue sama Kevin"
Bisma : "Sisanya kalian berdua"
Riris : "Mau gak mau" :(
Setelah siap dengan pakaiannya mereka pun berpencar dengan timnya. Ketika Ilham dan Riris bersembunyi di balik batu besar..
DORR!!! Sebuah peluru hampir saja mengenai Riris, untungnya ia sudah terlebih dahulu ditarik oleh Ilham. Namun ternyata Riris tidak selamat sepenuhnya dari peluru tembakan Kevin, ia malah luka tergores ujung batu yang lumayan tajam. Alhasil tangannya pun luka lumayan parah.
Riris : "Awww!!!"
Ilham : *menengok ke Riris* "Lo kenapa?" *melihat tangan Riris*
Riris : "Emmm gak apa apa sih, cuma luka segini mah"
Ilham : "Lo masih bilang gak apa apa? Itu lumayan parah ris! Ayo gue anter ke UKS"
Riris : "Gak usah.."
Tak lama seluruh anggota mendatangi Riris.
Bs Dn Kv Lt : "Ris lo gak apa apa?"
Riris : "Gak apa apa kok" *berbarengan dengan Ilham*
Ilham : "Dia luka" *berbarengan dengan Riris*
Riris : "Engga gue gak apa apa kok, lanjut main aja"
Litha : "Engga engga, lo harus ke UKS. Tangan lo berdarah gitu Riiis"
Bisma : "Kok elo bisa berdarah?"
Ilham : "Tadi ada peluru dari tim Kevin, terus gue narik dia. Eh tangannya malah kena ujung batu dan luka. Tapi dia gak mau ke UKS"
Riris : "Oke gue ke UKS" #pergi
Dina : "Mau gue anter ris?"
Riris : "Gak usah, gue bisa sendiri kok, makasih"
Ilham : "Gue anter!"
Riris : "Terserah lo deh, ngotot banget sih" *tetap berjalan*
Akhirnya yang lain pun melanjutkan perang mereka tanpa tim Ilham. Back to group 2...
Enno : "Ayo siapa duluan? Udah sampe pos flying fox nih"
Reza : "Ladies first"
Enno : "Oh iya gue lupa kita punya ketua, elo duluan za!"
Reza : "Kok gue?"
Callysta : "Pada gak mau main? Yaudah gue duluan ya" *memakai peralatan flying fox*
Enno : "Tuh kan kalian kalah sama cewe"
Dicky : "Engga kok, ayo raf!" *mendorong Rafael*
Rafael : "Eh apa apaan nih? Ketua duluan dong!" #toss
Dicky : #toss "Oh iya, ayo za!"
Reza : "Kok elo malah ngedukung? Belain gue dong"
Enno : "Gini aja kalau emang elo ngaku lo ganteng kaya yang kemaren lo bilang lo harus main pertama, kalau engga gue bakal bilang elo cantik"
All : "Hahahahhahahahaha"
Reza : "Oke gue pertama"
Seselesainya Reza memakai peralatan dan dipasang di flying fox tersebut, Reza hendak berbicara kembali namun Enno langsung mendorongnya dan menarik tali flying fox. Reza pun tergantung di tengah tengah jalur flying fox.
Reza : "WOY!! Ini kenapa?! WOOOOOOIII!!!"
All : "HAHAHAHA"
Reza : "Eh tinggi nih, lebih dari 10 meter!"
Enno : "Terus kenapa kalo tinggi? Lo takut? Hahaha"
Reza : "Gue gak takut tinggi, gue cuma takut kalo gue jatoh!! Lo mau disalahin kalo gue jatoh engga kan? Cepet beneriiin!!! Coba kalo elo yang disini emang elo gak takut?"
Morgan : "Ohya? Wow!"
All : "Hahahaha"
Tiba tiba katrol flying fox Reza bergerak dan berhenti kembali. Sontak Reza senang dan marah kembali.
Reza : "WAAA!!!" #mukapucat
Callysta : "Hahahaha, takut tuh!! Mukanya pucet hahaha"
Enno : "Ngaku aja deh lo kalo takut"
Katrol Reza pun bergerak turun sampai bawah. Tak lama Reza pun berteriak.
Reza : #teriak "WOI!! Sekarang giliran elo!!"
Enno : #teriak "Gue? Okeh!!" *memakai peralatan dan meluncur*

to be continued..
thanks for reading and please comment :)

First Fanfict #15

please enjoy..



Sementara itu di kelompok II...
Enno : "Call, boleh minta tolong gak?"
Callysta : "Kenapa no?"
Enno : "Please, jangan turutin apapun yang mereka suruh"
Callysta : "Duh makasih deh no. Gue engga mau dihukum sama mereka"
Enno : "Tenang aja kali, pasti gue belain kok"
Callysta : "Serius? Janji ya?"
Enno : "Iyaa"
Rafael : "Eh gak pake berisik bisa kali!"
Enno : "Lo siapa?"
Callysta : "Iya, lo siapa? Ngatur ngatur kita gitu aja"
Reza : "Gue?! Oh iya mulai sekarang gue adalah ketua kelompok disini! Jadi elo harus nurut sama gue!"
Callysta : "Sejak kapan lo jadi ketua disini? Gue gak setuju tuh"
Rafael : "Lo berisik juga ya! Diem aja deh lo, gue hukum juga lo!"
Enno : "Eh kalian gak bisa ngehukum Call gitu aja dong! Lagian bener kata Call, gue juga gak setuju kalo dia *menunjuk Reza* yang jadi ketuanya! Jadi tanpa persetejuan atau dukungan dari gue dan Call, dia gak punya hak atau wewenang buat jadi ketua disini!"
Reza : "Menurut gue dan hukum kalau yang setuju lebih dari setengahnya gue boleh jadi ketua"
Enno : "Gue gak jago hukum sih. Tapi jangan mentang mentang elo dan temen temen lo itu mendominasi kelompok bukan berarti bisa menguasai kelompok gitu aja dong! Dalam hukum rakyat biasa juga punya hak buat ngatur kelompok!"
Dicky : "Udah dong gak ada kerjaan lain apa selain berantem? Bosen gue liatnya"
Rafael : "Makanya lo jangan liatin aja, bantuin dong lawan si semut kecil ini"
Dicky : -_____________-
Morgan : "Udahlah kita main dulu, masalah ketua Reza aja. Ke flying fox yuk!"
All - Reza : "Yuk"
Reza : "Gue usul main petik buah yang isi harta karun itu" #phobiatinggi
Dicky : "Jangan mendingan kita main puzzle kaca pecah kan menantang main beling gitu" #phobiabuah
Rafael : "Kalo mau menantang main paint ball aja" #phobiakacapecah
Morgan : "Gue udah bilang mendingan main.." *terpotong*
Enno : "Lo semua kenapa sih? Ini gak mau itu gak mau? Atau ternyata elo semua takut sama...."
Reza : "Engga tuh gue gak takut! Oke lo bebas nentuin game yang akan kita mainin pertama!" #nantangin
Enno : "Gue cuma mau nyebutin yang tadi elo semua sebutin flying fox, tambang emas, puzzle kaca dan paint ball. So, ini gak bisa diganggu gugat ketua bilang terserah gue dan itu semua game permintaan elo semua"
All : "Hah?!"
Reza : "Oke kalo itu permintaan lo" *berjalan menuju pos flying fox*
Dicky : #berbisik "Lo yakin Za?"
Reza : "Mau gimana lagi? Tinggal berharap phobia kita engga kebongkar aja"
Rafael : "Lagian salah lo juga si!"
Reza : "Iya iya gue ngaku gue salah"
Kelompok II pun berjalan menuju pos flying fox dengan perasaan tersendiri. Sementara itu di kelompok IV...
Bila Midda : *duduk*
Eriska : "Lo berdua ngapain duduk disitu?"
Midda : "Suka suka kita dong mau duduk dimana"
Thella : "Udah ayo ikut kita ke flying fox"
Bila : "Loh kok ke flying fox? Tadi kita udah sepakat mau ke paralayang (?)"
Eriska : "Diem aja deh lo! Sebagai anak bawang harusnya elo nurut sama gue sebagai ketua!"
Midda : "Ketua? Gak bisa! Aku dukung Bila!"
Thella : "Gue dukung Eriska!"
Eriska : "Lo dukung siapa Dei?"
Dei : "Hah? Gue? Mmm.."
Midda : "Dei dukung Bila dooong"
Thella : "Please dukung Eriska nanti gue traktir makan deh"
Dei : "Mmmm gue dukung... Eriska aja deh"
Bila Midda : :(
Eriska Thella: "Yes!!"
Eriska : "Karena gue ketua kelompok jadi gue yang main duluan!"
Ternyata saking terburu burunya Eriska dalam menyelesaikan permainan ia pun terjatuh.
Eriska : *jatuh* "Aduh!"
Bl, Md : "Hahahahaha"
Thella : "Lo gak apa apa Ris?"
Eriska : "Duh sakit niih"
Bila : "Makanya kalo jadi orang jangan sok, hahahaha"
Eriska : "Diem aja deh lo!"
Thella : "Bentar ya ris, gue panggil DMP dulu"
Eriska : "Cepet ya thel. Eh lo bertiga jangan ketawain gue terus dong! Bantuin gue!"
Midda : "Maaf yaa kita mau main dulu. Wleeee"
Back to group 1...
Riris : "Buktiin"
Bisma : "Oke, siapa takut" #pergi
Dina : "Elo Riris?"
Riris : "Iya kenapa?"
Dina : "Oooh engga kok, cuma ya elo emang cocok dibilang cewek nyolot"
Riris : "Cewek nyolot?"
Dina : "Iya, SM*SH manggil elo si cewe nyolot"
Riris : "Oooh jadi gue udah punya gelar ya? Hahahha" #pergi
Dina : "Gue belum selesai ngomong udah main pergi aja"

to be continued
thanks for reading and please comment.. :)

First Fanfict #14

please enjoy..



Keesokan harinya di tenda BREM...
Bila : *beres beres*
Riris Enno : *tidur*
Reza : *masuk daerah BREM* "Woi! Bikinin bubur 14 porsi! Gak pake lama!"
Bila : "Tapi gua gak bisa masak"
Reza : "Itu sih derita lo. Intinya gimana caranya elo dan temen temen lo masak bubur buat sarapan kita!"
Ilham : "Loh mana si Riris sama si semut? Tumben engga protes"
Bila : "Tumben nyariin, masih pada tidur tuh. Suka sama Riris yaa wkwk"
Ilham : "Ihh gue gak suka sama dia ya! Gue cuma mastiin dia ngelaksanain perintah gue!" *menggedor gedor tenda rumah Riris*
Bila : "Itu tendanya digedor gedor"
Reza : "Eh ko jadi pada ngobrol gini? Ayo cepetan masaak!!!"
Setelah memerintahkan BREM untuk masak Reza dan Ilham pun kembali ke tanda mereka. Tak lama kemudian Riris dan Enno pun bangun. BREM pun membuat sebuah rencana.
Riris : "Eh sarapannya tuh bubur tau"
Enno : "Oh aku tau!! Gini aja nanti...." *membisikkannya kepada Bila dan Riris*
BRE pun menjalankan rencana mereka. Tidak sampai 10 menit rencana pun selesai. Waktunya untuk membagikan bubur bubur tersebut. Di kawasan SM*SH...
Enno : "Mumpung gue dan temen temen gue lagi baik jadi kita bakal membagikan bubur sesuai dengan nama yang tertera di mangkuk" *mengambil "bubur" di dapur*
Bila pun membagikan bubur buatan dapur asli kepada Tina, Thella, Lala, Dina, Eriska, Mytha dan Kykuu. Setelah itu Midda dan Bila pun kembali ke tendanya. Tak lama Riris dan Enno datang membawa "bubur" buatan mereka dan membagikannya kepada SM*SH secara beraturan. Ketika pacar pacar dari SM*SH menikmati bubur mereka, SM*SH malah terkejut dengan isi mangkuknya.
Rafael : "Wah bubur apaan nih?"
Ilham : "Iya, bubur apaan nih? Gak jelas"
Reza : "Ini mah sup dimasukin kedalam bubur!"
Rafael : "Wah gak bener! Harus dilabrak nih!"
Bisma : "Santai bro, ini salah kita juga yang maksain mereka buat masak bubur. Mereka kan udah bilang kalau mereka enggak bisa masak"
Dicky : "Bener tuh, akibatnya ke kita juga"
Rangga : "Terus sekarang gimana dong? Laper nih"
Morgan : "Udahlah minta lagi aja ke koki asli. Tunggu sebentar ya" *pergi*
Tepat pada pukul 8 pagi seluruh siswa akan mengikuti outbound. Midda yang sudah lumayan sehat pun mengikutinya. Berikut adalah kelompok Xperfect diambah 3 pacar SM*SH berdasarkan absen.
Kelompok I : Bisma, Litha, Kevin, Ilham, Dina dan Riris
Kelompok II : Callysta, Dicky, Morgan, Reza, Rafael dan Rena
Kelompok III : Clarynta, Dimaz, Kykuu, Mytha, Rangga, Tina
Kelompok IV : Deidra, Eriska, Midda, Bila, Thella
Riris : "Sekelompok sama Ilham lagi -_- mana tambah Bisma pula aaaah" :(
Midda : "Alhamdulillah deh aku sama Bila jadi Bila bisa bantuin aku jalan ^^"
Bila : Tapi kita sama cewenya si Dicky :("
Riris : "Sama cewenya Dicky doang apa susahnya siiih -.-"
Enno : "Udahlah, lawan kalian engga seberat lawan aku" x(
Bila Midda : "Emang kamu sama siapa no?"
Enno : "Callysta, Dicky, Reza, Morgan, Rafael"
Riris : "Makan tuh orang orang rese!"
Seluruh siswa pun pergi menuju lapangan berdasarkan kelompoknya masing masing. Tak lama kemudian outbound pun dimulai. Di kelompok I...
Litha : "Kayaknya kita harus nentuin ketua kelompoknya deh"
Kevin : "Bener tuh, gue setuju sama Litha"
Bisma : "Ya udahlah gue usul Dina"
Dina : "Kok aku? Kamu aja. Gue usul Bisma"
Bisma : "Gimana menurut kalian? Ada usul lain?"
Kevin : "Gue sama Litha dukung siapa aja"
Ilham : "Udah lo aja Bis, lo yang paling bisa bertanggung jawab dan tegas"
Bisma : "Oke"
Ilham : *berbicara kepada Riris* "Heh! Elo! Gimana menurut lo?"
Riris : "Gue? Terserah aja yang penting bisa memimpin kelompok dengan baik"
Ilham : "Maksud lo Bisma gak bisa?!"
Riris : "Gue gak bilang gitu kok"
Bisma : "Santai bro *menepuk pundak Ilham* Gue janji gue bakal jadi ketua yang baik"
Riris : "Buktiin"
Sementara itu di kelompok II...
Enno : "Call, boleh minta tolong gak?"
Callysta : "Kenapa no?"
Enno : "Please, jangan turutin apapun yang mereka suruh"
Callysta : "Duh makasih deh no. Gue engga mau dihukum sama mereka"
Enno : "Tenang aja kali, pasti gue belain kok"
Callysta : "Serius? Janji ya?"
Enno : "Iyaa"
Rafael : "Eh gak pake berisik bisa kali!"
Enno : "Lo siapa?"
Callysta : "Iya, lo siapa? Ngatur ngatur kita gitu aja"
Reza : "Gue?! Oh iya mulai sekarang gue adalah ketua kelompok disini! Jadi elo harus nurut sama gue!"



to be continued
thanks for reading and please comment :)

Jumat, 04 Januari 2013

First Fanfict #13

please enjoy


Sementara itu Midda masih pingsan ditengah hutan, mungkin karena kepalanya sedikit terbentur ketika jatuh tadi. Rafael yang sadar dan hanya mendapat luka lecet lecet di tangan dan kakinya segera menggoyang goyangkan Midda untuk menyadarkannya.
Rafael : "Mid? Mid bangun mid!! Woi!!!!" *menampar nampar pipi midda* "Mid lo jangan mati ntar gue yang disalahin. Woi hutan nih gelap lo jangan nyusahin dong sadar sadaaar!!!!"
Midda : *belum sadar*
Rafael : *melihat jam tangannya* "Duh udah jam segini lagi, udah deh gue bawa aja" -,- *menggendong midda dan kembali berjalan*
Akhirnya semua anak pun sudah berkumpul lapangan...
Bisma : "Cocoh mana?"
Reza : "Masih otw kali sama si kecil,"
Bisma : "Tapi ini udah kelewat lama. Dia kan udah tau jalannya."
Reza : "Oiyaya, mungkin sengaja jalannya lama biar bisa berduaan sama si kecil hahaha."
Tina : "Ihh, apaan sih lu tuh yah! Rafa tuh bukan cowo playboy!"
Reza : "Hahaha, gue kan cuma bercanda kali" :p
Ilham : "Yaudah, coba kita tanya sama temen-temennya si kecil. Siapa tau mereka tau dimana Rafael,"
Dicky : "Bener tuh!"
Lalu BRE pun datang mengampiri mereka...
Riris : "Rafael mana?"
Bisma : "Kita juga lagi nyari dia. Si kecil mana?"
Riris : "Midda? Gue juga lagi nyari dia. Siapa tau midda lagi sama Rafael.
Ilham : "Justru kita yang mau tanya ke kalian Rafa dimana, malah kalian yang nanya -,-"
Tina : "Terus sekarang gimana cara nyari Rafael?"
Rangga : "Yaudahlah tungguin aja, si Rafa tau jalan kan?"
Enno : "Tapi ini tuh udah malem dan mereka ditengah hutan. Kalo yang ilang Rafael doang gue mah gak masalah -.-"
Riris : "Kalau si Rafael yang ilang sih gue alhamdulillah" #eh
Tina : "Maksud lo apa?!?!"
Bisma : "Oke sekarang kita kan sama sama nyari temen kita yang bisa dibilang hilang ya kan? Sekarang kita punya 2 opsi, opsi pertama kita tunggu disini sampai mereka berdua datang atau kita masuk lagi ke hutan buat nyari mereka berdua. Siapa setuju opsi pertama?"
Lala, Tina, Thella, Kykuu, Mytha, Eriska, Dicky dan Reza mangacungkan tangannya. Sedangkan si opsi kedua Dina Bisma Morgan Rangga Ilham Enno Riris dan Bila mengangkat tangannya. Karena seri alhasil mereka dibagi dua tim, satu tim menunggu dan satu tim lagi menjelajah di hutan.
Namun ketika tim 2 baru saja meninggalkan perkemahan mereka melihat seorang lelaki yang sedang menggendong seorang gadis. Ketika mereka dekati ternyata itu adalah Rafael dan Midda.
BRE : "Midda!!!" *berlari mendekati Rafael dan Midda*
Bm Mg Rg Il : "Raf!!" *menghampiri Rafael dan Midda*
Enno : "Midda!! Raf lo apain Midda kok kakinya bisa luka kayak gini?"
Rangga : "Sssstt udah malem, jangan teriak teriak tanya pelan pelan aja kali"
Enno : -.- "Jadi kenapa midda bisa kayak gini?"
Bila : "Bener tuh lo apain Raf?"
Rafael : "Duuh kalian kepo deh (?). Sekarang kita bawa si Midda ke UKS dulu nanti baru gue jelasin"
B R E : -______-
Sesampainya di UKS Rafael langsung di interogasi oleh Bila Enno Riris.
Rafael : *membaringkan Midda di ranjang UKS* *duduk*
Riris : "Jadi kenapa Midda bisa luka luka dan pingsan?"
Rafael : "Tadi tuh gue sama dia dapet jalur yang dipinggir jurang. Gak sengaja gue ngedorong dia tapi pelan, cuma dianya lagi gak seimbang terus dia jatoh. Pertamanya gue megangin dia dari atas tapi gak tau kenapa tiba tiba dia jatoh padahal gue engga ngelepas pegangan gue yaudah gue terjun kebawah juga. Eh pas gue dibawah dia udah pingsan sama luka kayak gini"
Enno : "Berarti ini semua salah lo, siapa suruh ngedorong Midda pas disamping jurang" -.-
Rafael : "Oke gue ngaku gue salah, gue minta maaf sama kalian. Udah kan?"
Bila : "Yaudah lo semua pergi gih si Midda istirahat dulu. Lukanya udah dibalut pake kassa kok"
Dicky : "Terus siapa yang nungguin dia disini?"
Rafael Bila : "Gue" #berbarengan
All : :O
Rafael : "Udah gue aja ini semua kan salah gue. Kalian istirahat aja nanti kalau Midda udah sadar gue kasih tau kalian kok"
Enno : "Gue kurang percaya sama lo, mending kita aja. Lagian lo sksd amat sih baru juga ketemu sehari" -,-
Riris : "Yaudahlah no biarin aja, nanti kalau Midda kenapa kenapa lagi tinggal penggal aja wkwk"
Enno : "Yaudahlah terserah lo aja. Jaga baik baik temen gue!" *pergi*
Akhirnya tenda UKS pun kosong hanya ada Midda, Rafael dan beberapa siswa lainnya.
Keesokan harinya di tenda BREM...
Bila : *beres beres*
Riris Enno : *tidur*
Reza : *masuk daerah BREM* "Woi! Bikinin bubur 14 porsi! Gak pake lama!"

to be continued
thanks for reading, please comment :)