Sabtu, 17 Agustus 2013

First Fanfict #55

Dirgahayu RI! semoga bisa benar benar merdeka ^^

Paginya ketika di sekolah Enno benar benar tidak melihat Reza. Ia pun senang namun saat istirahat makan siang ia dipanggil oleh Ms. Dennisa ke ruangannya. Di ruangan Ms. Dennisa..
Enno : "Ibu manggil saya?"
Ms. Dennisa : "Iya.."
Enno : *duduk dihadapan Ms. Dennisa*
Ms. Dennisa : "Kemarin Ms. Laili melihat daftar nilai ulangan Xperfect dan ia terkejut melihat nilaimu. Ia kecewa melihat nilaimu. Jadiii... mulai hari ini kamu tidak akan mengikuti pelatihan olimpiade lagi"
Enno : :O #shock "Serius miss?"
Ms. Dennisa : "Untuk sementara ini kamu tidak diperbolehkan mengikuti pelatihan, namun jika nilaimu sudah membaik akan miss bicarakan kembali dengan Ms. Laili"
Enno : "Kira kira saya masih bisa ikut seleksi tidak miss?"
Ms. Dennisa : "Kemungkinannya kecil, Ms. Laili sangat kecewa denganmu. Lihat saja nanti"
Setelah mendapat kabar buruk seperti itu Enno pun berjalan menuju kelas. Ketika memasuki kelas ia melihat Reza. Reza pun sempat melihatnya dan ia langsung berpaling. Enno pun sedikit senang, karena bisa jadi ia akan membenci Reza jika Reza tetap muncul dihadapan Enno. Enno pun kesal, ia dikeluarkan dari pelatihan karena Reza juga. Rezalah yang telah membuat nilai ulangan Enno buruk.
Malamnya Enno sudah mulai bisa memaafkan Reza, lagipula bukan salah Reza sepenuhnya jika Enno keluar dari pelatihan.
Keesokan harinya ada kabar yang tak kalah mengejutkan pula, memang benar Reza berusaha untuk tidak menampakkan dirinya di depan Enno. Namun pers telah mengetahui kejadian 17 April tersebut!! Ini termasuk efek dari Sweet Pink Store yang memang menyebarkan berita tersebut.
Sebenarnya Reza sudah meminta dan membayar kepada Sweet Pink Store untuk tidak mempublikasikannya. Ternyata Sweet Pink Store membatalkan janji mereka dan mempubllikasikan semua detail special dinner tersebut.
Enno, Reza, BRM dan SM*SH pun kembali dikejar kejar wartawan yang semakin mengganggu mereka. Rencana Enno yang seharusnya bisa tenang tanpa gangguan siapa pun yang mengingatkannya kepada kejadian tersebut pun gagal total.
22 april pagi di SMA 5 Heroes...
Enno : *turun dari mobil* *berjalan*
All Pers : *melihat Enno* *mengejar Enno* "Mbak mbak mbak!!"
Pers 1 : "Tolong jelaskan lebih detail mengenai kejadian special dinner tersebut mbak"
Pers 2 : "Kabarnya anda belum menjawab pertanyaan Reza, apakah itu benar?"
Pers 3 : "Apa benar anda akan menolak Reza?"
Enno : Ini apaan sih? Gue mau sekolah. Ganggu aja deh, lima menit lagi bel niih!!!! "Duuuh maaf ya mbak mas, saya mau sekolah dulu" *menghindari pers* *gagal* *dikepung pers*
Tiba tiba...
Reza : *datang* *memarkirkan motornya di parkiran*
Pers 4 : *melihat Reza* "Eh itu ada mas Reza, ayo ayo!!"
All Pers : *mendatangi Reza*
Enno : *bebas* *berlari memasuki gedung SMA*
Kemudian Riris meng-upload foto majalah yang mengandung acara special dinnernya Enno.
Enno "Please ngaku, siapa yang bocorin masalah ini ke pers? :'("
Riris "mereka tau dari sini no"
Enno "ah ngebetein, gimana bisa pulang sekolah coba? aku kan gak biasa berhadapan sama pers. kalo gini besok gak usah masuk deh"
Dicky "kasian si enno gak pernah berhadapan sama pers, gue doong"
Rangga "heh dicky kasian si enno lagi begini malah lo gituin. enno udah lo pulang bareng gue nanti gue kasih tau lo harus gimana kalo berhadapan sama pers"
Enno "rangga : serius ga? makasih kebetulan supir gue lagi cuti selama beberapa hari ini thanks. dicky : gue emang engga pernah berhadapan sama pers sih ya, biasanya bodyguard gue yang berhadapan xp" #out
Riris "ga, lo gimana sih? kan ceritanya si reza yang nganter dia. kenapa lo nawarin diri?"
Dicky "iya ga, jangan jangan lo suka lagi sama si semut itu -,- (kok selera temen temen gue begituan sih?)"
Rangga "engga lah riris, dicky. kalo dia tau yang nganter pulang itu si reza pasti udah nolak duluan lah. masalah gituan mah gampang. Lagian hari ini gue mau ke salon kucing, jadinya reza yang nganterin dia pulang beres kan?"
Dicky "oh iya pinter juga lo!"
Riris "eh hari ini bagian lo kan rangga ngasih amplop?"
Rangga "iya, udah gue selipin ke bukunya kok"
Riris "siiiiiiiiiiip #out"
Sorenya Enno yang sudah tidak mengikuti pelatihan memilih untuk diam di cafe hingga selesai jam pelatihan. Sepulang "pelatihan" Reza sudah siap dengan motornya di depan pintu utama gedung SMA 5 Heroes.
Enno : "Eh, lo liat Rangga?"
Reza : "Katanya dia harus bawa kucingnya ke salon, udah ada janji sama orangnya. Jadi dia nyuruh gue"
Enno : "Bukannya kalo kamis elo engga pelatihan?"
Reza : "Iya siiih, tapi gue dapet telepon dari revan. Itu kakak lo? Dia nyuruh gue jemput lo"
Enno : kan bener dia deket sama kakak gue -__- "Jadi sekarang gue pulang sama lo?"
Reza : "Udah cepetan persnya masih ada, nih pake helm nya" *menyerahkan helm*
Enno : "Tapi kalo keliatan gimana?"
Reza : *memakaikan helm Enno* "Udah cepetan naik"
Enno : :O *menaiki motor Reza*
Reza : *menjalankan motornya dengan cepat*
Enno : "Eh, pelan pelan!! Gue takut nih!!! Gini aja permintaan gue yang kemaren kan batal. Gue ganti kalo lo mau nganterin gue bawa mobil jangan motor. Gue gak suka naik motor"
Reza : "Hah? Iyaa" berarti dia mau gue anterin pulang


to be continued :)

Kamis, 15 Agustus 2013

First Fanfict #54

maaf jarang ngepost '-'v selamat membaca :)


Rapat kecil hari itu pun ditutup, jadwalnya hari ini amplop pertama akan diberikan oleh Riris.
Riris : "No, ada amplop nih" *menyerahkan amplop tersebut*
Enno : amplop? feeling gak enak nih "Amplop apa?"
Riris : "Buka aja"
Enno : *mengambil dan membuka amplop tersebut*
Sumpah mati padamu ku jatuh hati
Sumpah mati padamu ku jatuh cinta
Namun sayang ku tak sempat berkenalan denganmu
Dari hati ke hati, lalu bicara cinta berdua

Sampai kini daku masih trus harapkan
Agar suatu saat ku berjumpa lagi
Smoga saja daku sempat berkenalan denganmu
Dari hati ke hati, lalu bicara cinta berdua
-oh ya-
Enno : kan bener feelingnya :(
Riris : "Dari siapa no?"
Enno : "Gak usah pura pura gak tau ris, kamu disuruh sama Reza kan?"
Riris : -,- "Emm iya sih, tapi.."
Enno : "Udahlah aku udah cukup butek sama urusan ini, lagian udah jelas kan kalo aku gak suka sama dia?" #pergi
Riris : "Tapi dia masih ngarep no.." *mengejar Enno*
Enno : "Ini masalah perasaan ris, aku gak bisa nerima dia gitu aja kalau aku sendiri gak punya perasaan apapun ke dia." *berhenti*
Riris : "Please no kasih dia kesempatanlaaah kasian.."
Enno : "Ntarlah aku pikirin lagi. Aku gak bisa terus terusan mikirin urusan ini, banyak hal yang lebih penting."
Riris : "Aku tau, emang sih akhir akhir ini kamu jadi susah konsentrasi no. Itu gara gara dia juga?"
Enno : "Yaa gitu deh. Aku juga sebenernya gak enak nolak dia, cuma mau gimana lagi ris.."
Riris : "Gini no, kasih dia kesempatan dan aku yakin kamu bakal bisa konsentrasi lagi kaya dulu"
Enno : "Seminggu enggak muncul di depan aku, aku usahain terima dia"
Riris : "Seminggu?! Tapi ini kan lagi sekolah no, bukan lagi libur. Kamu mau dia bolos?"
Enno : "Yaudah kalo gitu aku yang bakal bolos selama seminggu"
Riris : "Nanti pelatihan kamu gimana? Oh iya kalian kan pelatihan juga. Jangan nyusahin dia no kasian"
Enno : "Ngapain kasian? Ini tuh resikonya, harusnya dia pikirin mateng mateng dulu kali. Apalagi kalo dia udah kerja sama sama sahabat aku, harus tau resikonya"
Riris : "Tapi ini udah ke.." *terpotong*
Enno : "Yaudah aku gak bisa jadi pacar dia"
Riris : ribet amat sih ni anak -,- "Oke oke, nanti aku bilangin ke Reza"
Enno : sebenernya aku gak tega juga sih ngomong gitu, cuma gak tau kenapa keluar gitu aja dari mulut aku. maaf ya za lo jadi korban
Malamnya Riris memberitahukan hal tersebut kepada Reza. Namun saat itu pula Enno mengirim ralatnya kepada Reza.
R : oke gue bakal ngelakuin yang elo minta
E : elo udah di kasih tau sama riris ya? sebenernya waktu itu gue lagi kesel jadi sebenernya lo gak usah ngelakuin itu, gue cuma bingung aja sih ngomongnya gimana. udahlah abaikan apa yang gue omongin tadi
R : jadi gue harus ngapain?
E : lo harus sabar aja soalnya bisa jadi lo salah sasaran
R : engga kok gue emang suka sama elo
Enno pun tidak membalas lagi.
Enno : gue harus cerita sama siapa coba? nge-blog pasti diliat si Reza, ngomong apa lagi lah. gue butuh orang buat cerita tapi seluruh orang deket gue udah terlanjur dihasut sama dia. ya pasti bakal nyuruh gue terima lah. ngeselin.
Paginya ketika di sekolah Enno benar benar tidak melihat Reza. Ia pun senang namun saat istirahat makan siang ia dipanggil oleh Ms. Dennisa ke ruangannya. Di ruangan Ms. Dennisa..
Enno : "Ibu manggil saya?"
Ms. Dennisa : "Iya.."
Enno : *duduk dihadapan Ms. Dennisa*
Ms. Dennisa : "Kemarin Ms. Laili melihat daftar nilai ulangan Xperfect dan ia terkejut melihat nilaimu. Ia kecewa melihat nilaimu. Jadiii...


to be continued.. :)

Senin, 12 Agustus 2013

First Fanfict #53

maaf lama gak ngepost, maklum lebaran wkwk... selamat membaca :)

Tiba tiba...
Reza : "Sorry ya bro gue telat"
Rafael : "Telat kenapa lo? Pelatihan beres satu jam yang lalu kan?"
Reza : "Sorry deh tadi gue nganterin orang dulu"
Rangga : "Hah? Lo nganterin siapa? Bukannya lo udah pegat sama Thella?"
Dicky : "Jangan jangan lo udah diterima? Terus lo abis nganterin dia?"
Bisma : "Diterima? Emang lo abis nganterin siapa za?'
Reza : "Ah elo sih Dick makin banyak orang tau, makin gaenak digue"
Bisma : "Bentar bentar, diterima??"
Bs Mg Rg Rf : "Elo nembak siapa za?"
Dicky : "Biarin, siapa tahu orang orang itu malah ngebantu elo buat diterima?"
Reza : "Sssstttt"
Rangga : "Za!"
Ilham : "Jadi gini, kemaren malem kakak gue nembak si semut Enno itu pas dinner"
All : "Hah?!" :O #shock
Rafael : "Lo nembak si semut? Serius lo?! Kok bisa ya cewe tengil kaya dia bikin 'si ganteng maut'nya smashblast jatuh cinta? Gak percaya gue"
Dicky : "Alaaaaah, udahlah ngaku aja raf lo udah jadian sama si Midda kan? Keliatan kok dari sikap lo akhir akhir ini" #gossip
All : "Cocoh sama Midda?!" #shock
Dicky : "Duuuh jangan bilang lo juga gak tau kalo Ilham sama Riris udah jadian juga? Paraaah. Lo pada kemana si? Sampe kabar kaya gitu aja lo gak tau" #gossip
Morgan : "Yaaah lo semua tau lah, selama ini gue mainnnya di Prancis jadi gue gak tau semua berita itu" -,-
Rangga : "Gue juga gak tau semua, soalnya gue baru pulang dari Belanda" -,-
Rafael : "Paling engga, gue tau yang gue sama Midda"
All : "Cocooooooooh!!!" -,-
Ilham : "Berarti lo emang beneran jadian sama Midda kan raf?"
Rafael : "Iya, udah satu minggu. Elo sendiri ham?"
Ilham : "Gue beda dua hari sama lo"
Bisma : "Jadi lo belom dijawab sama si semut?'
Reza : "Udah siih.. Tapi gue ditolak" :(
Rangga : "Lagian kata kakaknya dia belum pernah suka sama seseorang, dan belum pernah ditembak, apalagi pacaran sama orang"
Ilham : "Pantes dia jadi diem gitu"
Reza : "Terus gue harus ngapain dong? Masalahnya kalo dia jadi gak konsen sama pelajaran nanti gue yang disalahin sama kakaknya"
Rafael : "Lo berdua kenal darimana sama kakaknya?"
Rangga : "Gue punya saudara cewe yang jadi pacar kakaknya"
Reza : "Gue baru kenal siiih"
Bisma : "Eh udah jam segini mau latihan jam berapa? Besok siang ada jadwal di Medan lho"
Reza : "Ayo atuh!"
Malamnya ketika SM*SH dalam perjalanan menuju Medan Reza mengirim sebuah note lirik lagu kepada Enno.
Ingin aku menyapanya menyapa dirinya
Bercanda tawa dengan dirinya
Namun apa yang kurasa aku tak kuasa
Aku tak tahu harus berkata apa
-inikah cinta-
Keesokan harinya setelah mendengar SM*SH tidak hadir hari itu karena ada jadwal manggung Enno pun senang. Karena sebenarnya ia masih bingung jika dimintai jawaban olah Reza hari itu. Akhirnya hari itu Enno kembali seperti biasa tetapi pada waktu makan siang...
Riris : "No, emangnya bener ya kamu ditembak sama Reza?"
Enno : *makan* *diam* "Iya"
Riris : "Udahlah no terima aja, dia masih berharap looh.. Lagian daripada kamu jadi pendiem gini"
Enno : "Tapinya ris, aku engga suka sama dia"
Riris : "Terima dulu aja, siapa tau pas di tengah jalan kamu suka sama dia"
Enno : "Engga segampang itu aku bisa suka sama dia ris. Aku tuh susah buat suka sama orang. Buat kamu aja tuh ris"
Riris : "Heh, aku udah punya Ilham. Masa iya aku jadian juga sama dia? Gak bakal boleh laaah. Tapi dia emang ganteng sih"
Enno : "Tuh kaan... udah ambil aja ris"
Di lain tempat Bila dan Midda sedang menghabiskan makan siang mereka.
Midda : "Bil, udah buka website kelas kita belom? Ada berita baru tau"
Bila : "Berita apaan?"
Midda : "Coba aja buka"
Bila pun membuka website Xperfect disana tertulis...
HOT NEWS!!
Asal lo semua tahu, tanggal 17 Februari kemarin Muhammad Reza Anugrah telah menyatakan cintanya kepada Rena Aulia Vadha alias Enno.
Bila : "Ini beneran mid?"
Midda : "Coba aja buka detailnya"
Tanggal 17 Februari kemarin bertempat di Sweet Pink Resto tepat pukul 19.19 WIB Muhammad Reza Anugrah telah menyatakan perasaan cintanya kepada Rena Aulia Vadha. Berawal dari teka teki yang sangat panjang dan berujung pada sebuah special dinner. Dalam dinner itu Reza berhasil menyatakan cintanya lewat lisan dan benda benda lainnya. Sayangnya ketika itu Enno mengatakan bahwa ia tidak bisa menerima Reza. Namun seperti yang kalian semua ketahui, Reza tidak pernah menyerah dalam urusan ini. Ia tetap berharap kepada Enno. Tetap semangat Reza!!! ^^(DMP).
Bila : "Iiiih beneran mid, ini siapa yang nulis?"
Midda : "Si DMP kali"
Bila : "DMP?! Dicky?! Tau dari mana?"
Midda : *menunjuk akhir paragraf*
Bila : "Ih iyaa, kalo kata kamu mid Enno bakal nerima Reza atau engga?"
Midda : "Gak tau deh, kayaknya gak mungkin 22nya"
Bila : -,- "Kenapa engga dia terima aja ya?"
Midda : "Gak tau lah, Enno kan orangnya kaya gitu. Gak begitu deket sama cowo"
Bila : "Iya yah, padahal pas pertama suka SM*SH aku sukanya sama Reza tau"
Midda : "Iyah? Aku kira langsung sama Dicky" -______________-
Bila : "Engga, cuma gara gara ternyata sifat mereka begitu jadi aku sukanya sama Dicky.... Kalo kamu mid?"
Midda : "Aku? Siapa ya? Rafael kalo gak salah, atau Bisma ya? Lupa"
Bila : "Dodol, tapi Morgan juga ganteng Ilham keren Rangga juga lucu. Ah gak ada yang jelek SM*SH mah"
Midda : "Cieh antis tobat"
Bila : "Kamu juga ge"
Keesokan harinya SM*SH datang kembali ke sekolah. Ternyata mereka merencanakan akan bekerja sama dengan Riris untuk membantu Enno menyukai Reza. Di basecamp SM*SH ketika Enno pelatihan...
Reza : "Jadi gini, lo semua tau kan kejadian tanggal 17 kemaren?"
All : "Iyaaaa"
Reza : "So, gue harap lo semua bisa bantu gue soalnya katanya Enno gak ada perasaan sama gue"
Bisma : "Sorry gue motong, kalo emang dia gak ada rasa sama lo kenapa lo masih ngarepin dia? Masih banyak cewe yang lebih dari dia bro"
Reza : "Itu baru katanya bis, lagian kalau dia emang mau nolak gue kenapa engga pas malem itu juga"
Bisma : "Oke gue ngerti, lanjut bro"
Reza : "Gue udah nyiapin 9 amplop isinya cuma lirik lagu aja sii, gue harap lo semua mau ngasihin amplop ini ke dia perhari. Misalkan Rafa hari ini, besoknya Morgan, besoknya lagi Rangga gitulaah"
Riris : "Terus kalau misalkan Enno ngejawabnya pas amplop belum abis gimana? Atau engga di belum jawab jawab juga sampai amplop abis"
Ilham : "Tinggal bikin lagi sayaaaaaang"
Reza : "Cukup dari gue, ada yang mau nambahin?"
Dicky : "Rencana lo cuma gitu doang za? Ah gak asik"
Rangga : "Iya za, gak ada rencana lain?"
Reza : "Engga sih, yaa kalo mau usul silakan"
Riris : "Gini aja elo nganterin Enno pulang pergi sekolah, dia kan gak bisa pulang sendiri" -.-v
Rafael : "Elo minta tolong kakaknya aja za, lo kenal kan?"
Ilham : "Tapi kata gue biasa kalo nganterin cewe pulang pergi sekolah doang mah. Biasa"
Dicky : "Lo diem aja gan? Biasanya lo punya ide ide cemerlang"
Morgan : "Ada sih tapi gue kurang yakin"
All : "Apa?"
Morgan : "Gimana kalo elo buatin sesuatu yang dia suka dan itu spesial"
Reza : "Emangnya apa?"
Rafael : "Lo tanyalah, sama sahabatnya atau kakaknya"
Riris : "Setau gue dia itu lagi suka salad buah gitu"
Reza : "Gue gak bisa masak, emangnya gak ada benda ya?"
Dicky : "Benda lebih susah!! Udahlah cuma salad kan? Gue juga bisa kok nanti gue ajarin deh"
Ilham : "Gue gak percaya sama lo, elo kan phobia buah emangnya elo mau berdekatan dengan buah buahan? Kak lo belajar sama Riris aja dia jago masak kok"
Riris : "Kok gue? Yaudah deh"
Rapat kecil hari itu pun ditutup, jadwalnya hari ini amplop pertama aan diberikan oleh Riris.
Riris : "No, ada amplop nih" *menyerahkan amplop tersebut*
Enno : amplop? feeling gak enak nih "Amplop apa?"
Riris : "Buka aja"
Enno : *mengambil dan membuka amplop tersebut*

to be continued :)

Rabu, 07 Agustus 2013

First Fanfict #52

selamat membaca :)

Ketika Enno sedang sendiri di kelas terdengar suara dering sms. Ternyata Enno mendapat sms dari Reza yang berisi..
Sorry kalo nilai lo jeblok gara gara kejadian semalem, tapi gue masih berharap elo mau jadi cewe gue.
Istirahat selesai berganti dengan pelajaran fisika. Pada pelajaran fisika kali ini Mr. Daniel mengadakan kuis. Tentunya Reza yang sedang mengikuti pelatihan olimpiade fisika banyak menjawab pertanyaan. Enno pun bad mood kembali, ia sedang tidak ingin berurusan dengan Reza karena itu akan membuat Enno lalai dari akademiknya yang sedang menurun. Akhirnya ia hanya bisa sabar dan curhat di blog pribadinya.
Ternyata Reza melihat postingan blog Enno yang berisi curhatannya itu. Alhasil saat makan siang Reza mengirimkan sms kembali berisi..
Bisa makan siang bareng? Gue mau minta maaf sama lo, kalo selama fisika tadi gue ngeganggu elo
Enno pun langsung membalas sms tersebut dengan 5 huruf.
sibuk
Beruntungnya Riris lham dan Dicky mengajak Enno untuk makan siang bersama. Ternyata mereka ingin membicarakan masalah pertengkaran Riris Bila. Saking errornya Enno tidak ingat akan masalah tersebut.
Ilham : "Eh, masalah Bila gimana?"
Riris : "Mana aku tau, tanya aja Dicky. Gimana chy?"
Dicky : "Gue udah nyiapin semuanya. Tinggal nunggu tanggal mainnya aja"
Ilham : "Mendingan cepetan deh"
Riris : "Iyaiyaa, nanti gue gabaikan-baikan lagi-_-"
Enno : #diam #makan
Dicky : "Iya, tenang aja. Tapi ntar kasih alamat ini ke Bila ya" *ngasih selembar kertas ke Riris*
Ilham : "Alamat apaan tuh?"
Riris : "Alamat palsu, hahaha"
Dicky : "Hahaha, bukanlah. Itu alamat tempat yang udah gue pesen buat nembak Bila. Gimana no? Keren kan?"
Enno : "Ha? Iya kali"
Ilham : "Lo gak apa apa no? Kok tumben tumbennya lo diem terus?"
Dicky : "Lagi galau kali"
Enno : "Apaan si? Gue gak apa apa kok, cuma... yaa gitu deh"
Riris : "Gitu gimana no? Cerita dooong"
Ilham : "Udah cerita aja"
Enno : "Engga kok gue cuma mau nanya aja, semalem kakak lo pulang jam berapa ham?"
Ilham : "Kaka gue? Reza? Gak tau kayaknya sih, jam setengah sembilanan. Tumben lo nanya kaka gue? Kenapa?"
Enno : "Oooh gak apa apa, semalem gue ketemu sama kaka lo di resto"
Riris : "No, cerita! Gak mungkin kamu gak kenapa kenapa kalo sampe berubah gini"
Enno : "Berubah gimana? Biasa aja tuh"
Dicky : "Biasanya kalo jam istirahat gini lo selalu gak bisa diem, gak kaya sekarang"
Enno : "Ooh yaudah, gaada hubungannya sama lo kok, jadi aman aman aja"
Ilham : "Jangan jangan ada hubungannya sama kaka gue?"
Enno : "Kok ujug ujug kakak lo sih? Enggalaah.. jauh"
Dicky : "Terus apa dong? Tapi setau gue emang lo tumben tumbennya kaya gini"
Enno : "Udahlah, elo baru kenal gue belom setahun. Eh tolong bayarin yah *mengeluarkan dompet dan mengambil selebar 20.000* Gue ke kelas duluan ya, bye.." #pergi
Ternyata ketika Enno mengeluarkan dompetnya ada sebuah kertas yang jatuh dari kantung roknya. Kertas itu adalah kertas yang dikirimkan Reza kepada Enno kemarin.
please bring your new thing from me to your special dinner if you want to ask me now im in that restaurant
by : ARM
Dicky yang duduk di sebelah Enno pun melihtanya dan mengambilnya. Refleks Ilham dan RIris yang duduk di sebrang Dicky pun ikut membacanya.
Ilham : "Lho? Itukan tulisan si Fanny"
Riris Dicky : "Tulisan Fanny?! Kapan dia ke restoran?"
Ilham : "Engga, dia cuma nulis doang disuruh kakak gue"
Riris : "Bentar bentar seinget gue, toko aksesoris favorit gue sama Enno baru aja ngadain special dinner tadi malem. Jangan jangan Enno yang ikut special dinner itu? Terus dia ketemu sama Reza di resto itu!"
Ilham : "Tapi ngapain kakak gue dateng ke resto gituan?"
Ilham Riris : "Mmmmm"
Dicky : "Gue tahu!!"
Ilham Riris : *menengok ke Dicky* "Apaan?"
Dicky : "Jadi gini kemaren kakak lo nyamar jadi ARM terus dia nyuruh si Enno buat ikutan special dinner, dan dia ada si resto itu (?)"
Ilham Riris : "Gak ngerti"
Dicky : "Gini lo, ham lo disuruh nulis ARM juga kan?"
Ilham : "Engga sih tapi gue liat si Fanny yang nulis, itu emang nama samaran kakak gue"
Dicky : "Nah, jadi Reza atas nama ARM pengen ketemu sama Enno tapi dia pake cara special dinner itu"
Riris : "Tapi ngapain si Reza ketemu sama Enno?"
Ilham : "Mending tanyain aja ke kakak gue" *menyeret Reza yang kebetulan lewat*
Reza : "Eh eh gue mau diapain?"
Riris : "Kita cuma mau nanya, semalem lo ngapain ke sweet pink resto?"
Reza : "Mm Gue cuma makan doang kok, emang kenapa?"
Ilham : "Yakin lo kak cuma makan doang? Katanya Enno ketemu sama lo"
Reza : "Ooh iya gue ketemu, tapi pas gue baru ngomong sedikit dianya langsung pergi"
Dicky : "Emang lo ngomong apa? Kok dia langsung pergi?"
Reza : "Ngomong apa ya? Gue lupa tuh"
Riris : "Ini dari lo kan? *memperlihakan kertas temuan Dicky*
Reza : "Lo dapet kertas ini dari siapa?"
Ilham : "Udahlah kak, ngapain lo ketemuan sama Enno di resto kemaren?"
Dicky : "Bener tuh! Gara gara lo dia jadi kaya gini"
Riris : "Za, lo ngomong apa ke dia?"
Reza : "Gue cuma bilang Would you be my girl doang, udah"
All : "Hah?!" :O
Ilham : "Lo serius nembak dia kak? Apa yang lo suka sih dari dia? Cewe tengil, kecil begitu"
Riris : "Eh jangan gitu ham, dia temen lo juga"
Ilham : "Iyaa"
Dicky : "Za, terus dia jawab apa?"
Reza : "Dia nolak gue" :(
Kebetulan hari itu sekolah dipulangkan lebih cepat, meskipun sudah mengikuti pelatihan tetap saja tidak pulang sesuai jadwal. Enno yang tidak dijemput oleh supirnya merasa bosan. Ia pun tidak ada teman untuk pulang. Sehingga ia hanya diam di cafe.
Enno : tau gini mending pulang tadi deh, pelatihan juga cuma gitu doang. ngebosenin.
Anita : *lewat*
Enno : "Loh? Lo baru pulang ta?"
Anita : "Iya, gue baru beres ngerjain proposal OSIS sama sekretaris"
Enno : sekretaris bisa jadi ada si Dei dong? kalo gitu gue ikut Dei aja "Si Dei ikut?"
Anita : "Engga tadi gue sama Krey, Dei izin pulang duluan"
Enno : yaaah pupus harapan gue "Lo pulang sama siapa?'
Anita : "Kayaknya sama pacar gue, tuh. Dah Enno.." #pergi
Enno : lagi lagi gagal -,-
15 menit kemudian...
Reza : *lewat* *berhenti* *lepas helm* "Lo belom pulang no?"
Enno : kenapa yang keluar malah orang ini? :( "Belom, supir gue belom jemput"
Reza : "Mau bareng gue? Gue anter yuk"
Enno : "Engga deh, makasih" *senyum maksa*
Reza : "Udah, ikut aja. Kalo kata gue supir lo gak bakal dateng, udah jam segini lo pasti dicariin sama nyokap lo"
Enno : "Serius gak apa apa?"
Reza : "Gak apa apa kok"
Enno : "Makasi" *menaiki motor Reza*
Reza : *menjalankan motornya*
Di dalam perjalanan...
Reza : "Sebenernya gue mau sekalian minta maaf sama lo, kalo lo masih merasa terganggu sama pertanyaan gue yang kemaren"
Enno : oh ya? o ajaaa "Engga gue gak terganggu kok, gue cuma masih bingung aja kenapa lo bisa kayak gitu. Maksud gue gue biasa aja gak kaya siapaaa gitu. Dan yang jelas gue beda banget sama Thella yang jelas jelas model"
Reza : "Tipe cewe favorit setiap orang berbeda beda, termasuk gue. Sebenernya kalo secara postur tubuh mungkin engga begitu, tapi lo gak pernah minder atau terasingi karena fisik lo. Terus elo itu natural, suka tampil apa adanya tanpa make up. Penampilan lo juga engak jelek kok. Terus yang gue bikin gue kagum dari lo, elo bisa dapet prestasi tinggi ditengah banyak cacian karena postur tubuh lo"
Enno : yaiyalah secara fisik  gue engga masuk, itu jelas "Ooooh"
Reza : cuma oh?  -_____________________- "Oh iya Rumah lo engga pindah kan?"
Enno : fuuuh untung dia engga minta jawaban -__- "Iya, gue engga pindah kok. Emang lo masih hafal?"
Reza : masihlah, kemaren kan gue ngintilin elo seharian -,- "Masih kok"
Tak lama mereka pun sampai si rumah Enno.
Enno : *turun dari motor Reza* "Elo gak mau masuk dulu?"
Reza : "Makasih tapi kayaknya gue harus pulang sekarang, biasanya smash kumpul latihan tiap jam segini"
Enno :  bagus deh, kalo dia masuk makin lama lagi urusan gue sama dia "Duh sorry ya kalo gue ngerepotin. Makasi" *memasuki rumahnya*
Reza : hari pertama gagal *berbalik pulang*
Di basecamp SM*SH...
Rafael : "Si Reza mana? Kok belom dateng?"
Dicky : "Tadi dia ikut pelatihan fisika dulu kan Ham? hahaha"
Ilham : "Pelatihan? Oh iya iya, dia ikut pelatihan dulu"
Morgan : "Tapi kayaknya kalaupun ikut pelatihan harusnya udah nyampe dong jam segini"
Bisma : "Tadi gue telpon gak diangkat, mungkin lagi di jalan"
Tiba tiba...
Reza : "Sorry ya bro gue telat"
Rafael : "Telat kenapa lo? Pelatihan beres satu jam yang lalu kan?"
Reza : "Sorry deh tadi gue nganterin orang dulu"
Rangga : "Hah? Lo nganterin siapa? Bukannya lo udah pegat sama Thella?"
Dicky : "Jangan jangan lo udah diterima? Terus lo abis nganterin dia?"
Bisma : "Diterima? Emang lo abis nganterin siapa za?'
Reza : "Ah elo sih Dick makin banyak orang tau, makin gaenak digue"
Bisma : "Bentar bentar, diterima??"
Bs Mg Rg Rf : "Elo nembak siapa za?"

to be continued.. maaf ya kalo yang punya blog punya salah sama kaliaan, selamat hari raya idul fitri :)

Sabtu, 03 Agustus 2013

First Fanfict #51

selamat membaca :)

Enno : masa iya, toko beginian tau kalo secret admirer kita itu siapa? Lagian belum tentu kita punya secret admirer kan? Kalo yang menang yang udah punya pacar gimana? Wah gak bener nih toko
Malam harinya ketika Enno sudah siap dengan perlengkapannya lagi lagi ia mendapat pesan yang dikirim lewat balon yang berada di balkon kamarnya. Pesan itu berisi...
please bring your new thing from me to your special dinner if you want to ask me now im in that restaurant
by : ARM
Enno : kok si ARM tau kalo gue menang kompetisi itu dan dapet hadiah undangan special dinner? tapi kaya orang gila tau ga? masa iya gue pemenang special dinner dateng ke restaurant bawa bawa boneka besar gitu, belom lagi balon dan lainnya -___________-
Setelah memasukkan barang barang tersebut kedalam mobilnya, Enno berangkat menuju Sweet Pink Restaurant. Disana seluruh isi restoran sudah disulap menjadi lebih indah. Enno pun meninggalkan barang barangnya di mobil dan duduk menunggu di meja nomor 7.
Tiba tiba seorang pelayan menghampiri dan memerintahkan Enno untuk memakai penutup mata karena sang secret admirer sudah datang. Setelah memakai penutup mata terdengar sebuah lagu.
Ketika sang secret admirer berjalan memasuki restoran hingga duduk di meja nomor 7 seluruh gadis yang datang ke restoran itu pun berteriak shock, senang dan kesal. Enno pun bingung siapa sebenarnya sang secret admirer sehingga ketika ia berjalan saja sudah diteriaki oleh banyak gadis. Waktunya Enno diperbolehkan membuka penutup matanya dan melihat sang secret admirer. Ternyata sang secret admirer adalah...
Enno : "Reza?! Elo secret admirer gue?!"
Reza : "Mmm.." *hendak berbicara* *terpotong*
Enno : "Bentar bentar logika gue jalan. Jangan jangan elo itu ARM?! Terus elo yang ngerencanain semua ini?! Maksud lo apa sih?"
Reza : "Maksud gue... Would you be my girl?"
Gadis gadis : "Waaaaa!!!!!!!" #heboh #berisik
Enno : "......"
Reza : *bertepuk tangan*
Pelayan : *datang membawakan coklat Enno*
Enno : "Loh? Itu kan coklat gue? Kok ada disitu?"
Reza : #diam *memindahkan coklat secara teratur keatas sebuah nampan* *memperlihatkan hasilnya kepada Enno*
Enno : *melihat posisi coklat*
I
H E A R T
Y O U
Enno : #shock
Tanpa Enno ketahui saat matanya ditutup seorang pelayan mengambil kunci mobil Enno dan membawa barang barang dari ARM ke dalam restoran. Dan sekarang barang barang tersebut ada di tangan Reza untuk dijelaskan apa maksud dari barang tersebut.
Mawar Putih, boneka, kartu love dan balon pink Reza kirimkan sebagai tanda cintanya kepada Enno. Dan sebenarnya tanpa Enno datang ke special dinnernya malam ini ia sudah dapat mengetahui siapa itu ARM dari jawaban 8 amplop Sweet Pink Store.
1 2 3 4 5 6 7 8
A R M = R E Z A
Dan puzzle pun termasuk dalam tanda cinta Reza. Puzzle itu bergambar love hanya saja tertulis clue selanjutnya.
Enno : "Sorry tapi gue gak bisa jadi pacar lo. Maaf banget" *pergi*
Reza : gue udah nyangka lo bakal bilang ini
Seperginya Enno dari meja makan, Reza langsung pulang ke rumahnya untuk menyiapkan rencana cadangan.
Di kamar Enno...
Enno : kenapa secret admirer gue harus dia? gue kan gak ada perasaan sama dia. masa iya gue tolak? mending kalo dia itu murid biasa, ini? artis! bisa bisa diabisin gue sama fans fansnya. tapi kalopun gue terima dan orang orang tau gue enggak suka sama dia bisa dibilang nyari popularitas doang. haduuuuh ngeselin. *mendengarkan lagu* #tidur
Keesokan paginya Enno yang terlambat bangun harus datang ke sekolah menggunakan mobilnya. Padahal pagi itu ia sudah janjian dengan Riris untuk berangkat menggunakan sepeda. Alhasil ia pun terlambat sampai di sekolah.
Di kelas Xperfect...
Enno : *datang* *duduk* *diam*
Riris : "Wooo telaaaat"
Enno : #diam *memperhatikan sekeliling kelas* *melihat Reza* *kembali diam*
Tak lama Ms. Dennisa datang untuk mengajar matematika. Ternyata hari itu diadakan ulangan! Enno yang semalam tidak belajar kalang kabut dan akhirnya pasrah dengan ulangan tersebut. Dan benar, hasil ulangan Enno beda dari biasanya. Biasanya Enno tidak pernah mendapatkan nilai ulangan matematika dibawah 90 namun sekarang ia mendapat nilai 60. Hampir satu kelas heran dengan hasil yang Enno dapatkan. Mereka yang tidak mengetahui penyebab jatuhnya nilai Enno hanya bisa senang karena hasilnya melampaui nilai sang Miss. Math.
Pada waktu istirahat...
Riris : "No, ko tumben sih nilainya jeblok gini? Aku aja dapet 90"
Enno : "Lupa kalo hari ini ada ulangan, jadi engga belajar deh"
Riris : "Tapi biasanya kalopun kamu engga belajar masih 90an tau"
Enno : "Gak tau lagi error kayaknya. Eh Ilham mau ngajakin istirahat bareng tuh"
Ilham : *mendatangi meja Enno* "Ris!"
Riris : "Aku istirahat dulu ya no" #pergi
Enno : "Iyaa"
Ketika Enno sedang sendiri di kelas terdengar suara dering sms. Ternyata Enno mendapat sms dari Reza yang berisi..

apa isi smsnya? apa Reza beneran suka sama Enno? atau cuma main main aja? next part guys :)