Rabu, 07 Agustus 2013

First Fanfict #52

selamat membaca :)

Ketika Enno sedang sendiri di kelas terdengar suara dering sms. Ternyata Enno mendapat sms dari Reza yang berisi..
Sorry kalo nilai lo jeblok gara gara kejadian semalem, tapi gue masih berharap elo mau jadi cewe gue.
Istirahat selesai berganti dengan pelajaran fisika. Pada pelajaran fisika kali ini Mr. Daniel mengadakan kuis. Tentunya Reza yang sedang mengikuti pelatihan olimpiade fisika banyak menjawab pertanyaan. Enno pun bad mood kembali, ia sedang tidak ingin berurusan dengan Reza karena itu akan membuat Enno lalai dari akademiknya yang sedang menurun. Akhirnya ia hanya bisa sabar dan curhat di blog pribadinya.
Ternyata Reza melihat postingan blog Enno yang berisi curhatannya itu. Alhasil saat makan siang Reza mengirimkan sms kembali berisi..
Bisa makan siang bareng? Gue mau minta maaf sama lo, kalo selama fisika tadi gue ngeganggu elo
Enno pun langsung membalas sms tersebut dengan 5 huruf.
sibuk
Beruntungnya Riris lham dan Dicky mengajak Enno untuk makan siang bersama. Ternyata mereka ingin membicarakan masalah pertengkaran Riris Bila. Saking errornya Enno tidak ingat akan masalah tersebut.
Ilham : "Eh, masalah Bila gimana?"
Riris : "Mana aku tau, tanya aja Dicky. Gimana chy?"
Dicky : "Gue udah nyiapin semuanya. Tinggal nunggu tanggal mainnya aja"
Ilham : "Mendingan cepetan deh"
Riris : "Iyaiyaa, nanti gue gabaikan-baikan lagi-_-"
Enno : #diam #makan
Dicky : "Iya, tenang aja. Tapi ntar kasih alamat ini ke Bila ya" *ngasih selembar kertas ke Riris*
Ilham : "Alamat apaan tuh?"
Riris : "Alamat palsu, hahaha"
Dicky : "Hahaha, bukanlah. Itu alamat tempat yang udah gue pesen buat nembak Bila. Gimana no? Keren kan?"
Enno : "Ha? Iya kali"
Ilham : "Lo gak apa apa no? Kok tumben tumbennya lo diem terus?"
Dicky : "Lagi galau kali"
Enno : "Apaan si? Gue gak apa apa kok, cuma... yaa gitu deh"
Riris : "Gitu gimana no? Cerita dooong"
Ilham : "Udah cerita aja"
Enno : "Engga kok gue cuma mau nanya aja, semalem kakak lo pulang jam berapa ham?"
Ilham : "Kaka gue? Reza? Gak tau kayaknya sih, jam setengah sembilanan. Tumben lo nanya kaka gue? Kenapa?"
Enno : "Oooh gak apa apa, semalem gue ketemu sama kaka lo di resto"
Riris : "No, cerita! Gak mungkin kamu gak kenapa kenapa kalo sampe berubah gini"
Enno : "Berubah gimana? Biasa aja tuh"
Dicky : "Biasanya kalo jam istirahat gini lo selalu gak bisa diem, gak kaya sekarang"
Enno : "Ooh yaudah, gaada hubungannya sama lo kok, jadi aman aman aja"
Ilham : "Jangan jangan ada hubungannya sama kaka gue?"
Enno : "Kok ujug ujug kakak lo sih? Enggalaah.. jauh"
Dicky : "Terus apa dong? Tapi setau gue emang lo tumben tumbennya kaya gini"
Enno : "Udahlah, elo baru kenal gue belom setahun. Eh tolong bayarin yah *mengeluarkan dompet dan mengambil selebar 20.000* Gue ke kelas duluan ya, bye.." #pergi
Ternyata ketika Enno mengeluarkan dompetnya ada sebuah kertas yang jatuh dari kantung roknya. Kertas itu adalah kertas yang dikirimkan Reza kepada Enno kemarin.
please bring your new thing from me to your special dinner if you want to ask me now im in that restaurant
by : ARM
Dicky yang duduk di sebelah Enno pun melihtanya dan mengambilnya. Refleks Ilham dan RIris yang duduk di sebrang Dicky pun ikut membacanya.
Ilham : "Lho? Itukan tulisan si Fanny"
Riris Dicky : "Tulisan Fanny?! Kapan dia ke restoran?"
Ilham : "Engga, dia cuma nulis doang disuruh kakak gue"
Riris : "Bentar bentar seinget gue, toko aksesoris favorit gue sama Enno baru aja ngadain special dinner tadi malem. Jangan jangan Enno yang ikut special dinner itu? Terus dia ketemu sama Reza di resto itu!"
Ilham : "Tapi ngapain kakak gue dateng ke resto gituan?"
Ilham Riris : "Mmmmm"
Dicky : "Gue tahu!!"
Ilham Riris : *menengok ke Dicky* "Apaan?"
Dicky : "Jadi gini kemaren kakak lo nyamar jadi ARM terus dia nyuruh si Enno buat ikutan special dinner, dan dia ada si resto itu (?)"
Ilham Riris : "Gak ngerti"
Dicky : "Gini lo, ham lo disuruh nulis ARM juga kan?"
Ilham : "Engga sih tapi gue liat si Fanny yang nulis, itu emang nama samaran kakak gue"
Dicky : "Nah, jadi Reza atas nama ARM pengen ketemu sama Enno tapi dia pake cara special dinner itu"
Riris : "Tapi ngapain si Reza ketemu sama Enno?"
Ilham : "Mending tanyain aja ke kakak gue" *menyeret Reza yang kebetulan lewat*
Reza : "Eh eh gue mau diapain?"
Riris : "Kita cuma mau nanya, semalem lo ngapain ke sweet pink resto?"
Reza : "Mm Gue cuma makan doang kok, emang kenapa?"
Ilham : "Yakin lo kak cuma makan doang? Katanya Enno ketemu sama lo"
Reza : "Ooh iya gue ketemu, tapi pas gue baru ngomong sedikit dianya langsung pergi"
Dicky : "Emang lo ngomong apa? Kok dia langsung pergi?"
Reza : "Ngomong apa ya? Gue lupa tuh"
Riris : "Ini dari lo kan? *memperlihakan kertas temuan Dicky*
Reza : "Lo dapet kertas ini dari siapa?"
Ilham : "Udahlah kak, ngapain lo ketemuan sama Enno di resto kemaren?"
Dicky : "Bener tuh! Gara gara lo dia jadi kaya gini"
Riris : "Za, lo ngomong apa ke dia?"
Reza : "Gue cuma bilang Would you be my girl doang, udah"
All : "Hah?!" :O
Ilham : "Lo serius nembak dia kak? Apa yang lo suka sih dari dia? Cewe tengil, kecil begitu"
Riris : "Eh jangan gitu ham, dia temen lo juga"
Ilham : "Iyaa"
Dicky : "Za, terus dia jawab apa?"
Reza : "Dia nolak gue" :(
Kebetulan hari itu sekolah dipulangkan lebih cepat, meskipun sudah mengikuti pelatihan tetap saja tidak pulang sesuai jadwal. Enno yang tidak dijemput oleh supirnya merasa bosan. Ia pun tidak ada teman untuk pulang. Sehingga ia hanya diam di cafe.
Enno : tau gini mending pulang tadi deh, pelatihan juga cuma gitu doang. ngebosenin.
Anita : *lewat*
Enno : "Loh? Lo baru pulang ta?"
Anita : "Iya, gue baru beres ngerjain proposal OSIS sama sekretaris"
Enno : sekretaris bisa jadi ada si Dei dong? kalo gitu gue ikut Dei aja "Si Dei ikut?"
Anita : "Engga tadi gue sama Krey, Dei izin pulang duluan"
Enno : yaaah pupus harapan gue "Lo pulang sama siapa?'
Anita : "Kayaknya sama pacar gue, tuh. Dah Enno.." #pergi
Enno : lagi lagi gagal -,-
15 menit kemudian...
Reza : *lewat* *berhenti* *lepas helm* "Lo belom pulang no?"
Enno : kenapa yang keluar malah orang ini? :( "Belom, supir gue belom jemput"
Reza : "Mau bareng gue? Gue anter yuk"
Enno : "Engga deh, makasih" *senyum maksa*
Reza : "Udah, ikut aja. Kalo kata gue supir lo gak bakal dateng, udah jam segini lo pasti dicariin sama nyokap lo"
Enno : "Serius gak apa apa?"
Reza : "Gak apa apa kok"
Enno : "Makasi" *menaiki motor Reza*
Reza : *menjalankan motornya*
Di dalam perjalanan...
Reza : "Sebenernya gue mau sekalian minta maaf sama lo, kalo lo masih merasa terganggu sama pertanyaan gue yang kemaren"
Enno : oh ya? o ajaaa "Engga gue gak terganggu kok, gue cuma masih bingung aja kenapa lo bisa kayak gitu. Maksud gue gue biasa aja gak kaya siapaaa gitu. Dan yang jelas gue beda banget sama Thella yang jelas jelas model"
Reza : "Tipe cewe favorit setiap orang berbeda beda, termasuk gue. Sebenernya kalo secara postur tubuh mungkin engga begitu, tapi lo gak pernah minder atau terasingi karena fisik lo. Terus elo itu natural, suka tampil apa adanya tanpa make up. Penampilan lo juga engak jelek kok. Terus yang gue bikin gue kagum dari lo, elo bisa dapet prestasi tinggi ditengah banyak cacian karena postur tubuh lo"
Enno : yaiyalah secara fisik  gue engga masuk, itu jelas "Ooooh"
Reza : cuma oh?  -_____________________- "Oh iya Rumah lo engga pindah kan?"
Enno : fuuuh untung dia engga minta jawaban -__- "Iya, gue engga pindah kok. Emang lo masih hafal?"
Reza : masihlah, kemaren kan gue ngintilin elo seharian -,- "Masih kok"
Tak lama mereka pun sampai si rumah Enno.
Enno : *turun dari motor Reza* "Elo gak mau masuk dulu?"
Reza : "Makasih tapi kayaknya gue harus pulang sekarang, biasanya smash kumpul latihan tiap jam segini"
Enno :  bagus deh, kalo dia masuk makin lama lagi urusan gue sama dia "Duh sorry ya kalo gue ngerepotin. Makasi" *memasuki rumahnya*
Reza : hari pertama gagal *berbalik pulang*
Di basecamp SM*SH...
Rafael : "Si Reza mana? Kok belom dateng?"
Dicky : "Tadi dia ikut pelatihan fisika dulu kan Ham? hahaha"
Ilham : "Pelatihan? Oh iya iya, dia ikut pelatihan dulu"
Morgan : "Tapi kayaknya kalaupun ikut pelatihan harusnya udah nyampe dong jam segini"
Bisma : "Tadi gue telpon gak diangkat, mungkin lagi di jalan"
Tiba tiba...
Reza : "Sorry ya bro gue telat"
Rafael : "Telat kenapa lo? Pelatihan beres satu jam yang lalu kan?"
Reza : "Sorry deh tadi gue nganterin orang dulu"
Rangga : "Hah? Lo nganterin siapa? Bukannya lo udah pegat sama Thella?"
Dicky : "Jangan jangan lo udah diterima? Terus lo abis nganterin dia?"
Bisma : "Diterima? Emang lo abis nganterin siapa za?'
Reza : "Ah elo sih Dick makin banyak orang tau, makin gaenak digue"
Bisma : "Bentar bentar, diterima??"
Bs Mg Rg Rf : "Elo nembak siapa za?"

to be continued.. maaf ya kalo yang punya blog punya salah sama kaliaan, selamat hari raya idul fitri :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar