Paginya ketika di sekolah Enno benar benar tidak melihat Reza. Ia pun senang namun saat istirahat makan siang ia dipanggil oleh Ms. Dennisa ke ruangannya. Di ruangan Ms. Dennisa..
Enno : "Ibu manggil saya?"
Ms. Dennisa : "Iya.."
Enno : *duduk dihadapan Ms. Dennisa*
Ms. Dennisa : "Kemarin Ms. Laili melihat daftar nilai ulangan Xperfect dan ia terkejut melihat nilaimu. Ia kecewa melihat nilaimu. Jadiii... mulai hari ini kamu tidak akan mengikuti pelatihan olimpiade lagi"
Enno : :O #shock "Serius miss?"
Ms. Dennisa : "Untuk sementara ini kamu tidak diperbolehkan mengikuti pelatihan, namun jika nilaimu sudah membaik akan miss bicarakan kembali dengan Ms. Laili"
Enno : "Kira kira saya masih bisa ikut seleksi tidak miss?"
Ms. Dennisa : "Kemungkinannya kecil, Ms. Laili sangat kecewa denganmu. Lihat saja nanti"
Setelah mendapat kabar buruk seperti itu Enno pun berjalan menuju kelas. Ketika memasuki kelas ia melihat Reza. Reza pun sempat melihatnya dan ia langsung berpaling. Enno pun sedikit senang, karena bisa jadi ia akan membenci Reza jika Reza tetap muncul dihadapan Enno. Enno pun kesal, ia dikeluarkan dari pelatihan karena Reza juga. Rezalah yang telah membuat nilai ulangan Enno buruk.
Malamnya Enno sudah mulai bisa memaafkan Reza, lagipula bukan salah Reza sepenuhnya jika Enno keluar dari pelatihan.
Keesokan harinya ada kabar yang tak kalah mengejutkan pula, memang benar Reza berusaha untuk tidak menampakkan dirinya di depan Enno. Namun pers telah mengetahui kejadian 17 April tersebut!! Ini termasuk efek dari Sweet Pink Store yang memang menyebarkan berita tersebut.
Sebenarnya Reza sudah meminta dan membayar kepada Sweet Pink Store untuk tidak mempublikasikannya. Ternyata Sweet Pink Store membatalkan janji mereka dan mempubllikasikan semua detail special dinner tersebut.
Enno, Reza, BRM dan SM*SH pun kembali dikejar kejar wartawan yang semakin mengganggu mereka. Rencana Enno yang seharusnya bisa tenang tanpa gangguan siapa pun yang mengingatkannya kepada kejadian tersebut pun gagal total.
22 april pagi di SMA 5 Heroes...
Enno : *turun dari mobil* *berjalan*
All Pers : *melihat Enno* *mengejar Enno* "Mbak mbak mbak!!"
Pers 1 : "Tolong jelaskan lebih detail mengenai kejadian special dinner tersebut mbak"
Pers 2 : "Kabarnya anda belum menjawab pertanyaan Reza, apakah itu benar?"
Pers 3 : "Apa benar anda akan menolak Reza?"
Enno : Ini apaan sih? Gue mau sekolah. Ganggu aja deh, lima menit lagi bel niih!!!! "Duuuh maaf ya mbak mas, saya mau sekolah dulu" *menghindari pers* *gagal* *dikepung pers*
Tiba tiba...
Reza : *datang* *memarkirkan motornya di parkiran*
Pers 4 : *melihat Reza* "Eh itu ada mas Reza, ayo ayo!!"
All Pers : *mendatangi Reza*
Enno : *bebas* *berlari memasuki gedung SMA*
Kemudian Riris meng-upload foto majalah yang mengandung acara special dinnernya Enno.
Enno "Please ngaku, siapa yang bocorin masalah ini ke pers? :'("
Riris "mereka tau dari sini no"
Enno "ah ngebetein, gimana bisa pulang sekolah coba? aku kan gak biasa berhadapan sama pers. kalo gini besok gak usah masuk deh"
Dicky "kasian si enno gak pernah berhadapan sama pers, gue doong"
Rangga "heh dicky kasian si enno lagi begini malah lo gituin. enno udah lo pulang bareng gue nanti gue kasih tau lo harus gimana kalo berhadapan sama pers"
Enno "rangga : serius ga? makasih kebetulan supir gue lagi cuti selama beberapa hari ini thanks. dicky : gue emang engga pernah berhadapan sama pers sih ya, biasanya bodyguard gue yang berhadapan xp" #out
Riris "ga, lo gimana sih? kan ceritanya si reza yang nganter dia. kenapa lo nawarin diri?"
Dicky "iya ga, jangan jangan lo suka lagi sama si semut itu -,- (kok selera temen temen gue begituan sih?)"
Rangga "engga lah riris, dicky. kalo dia tau yang nganter pulang itu si reza pasti udah nolak duluan lah. masalah gituan mah gampang. Lagian hari ini gue mau ke salon kucing, jadinya reza yang nganterin dia pulang beres kan?"
Dicky "oh iya pinter juga lo!"
Riris "eh hari ini bagian lo kan rangga ngasih amplop?"
Rangga "iya, udah gue selipin ke bukunya kok"
Riris "siiiiiiiiiiip #out"
Sorenya Enno yang sudah tidak mengikuti pelatihan memilih untuk diam di cafe hingga selesai jam pelatihan. Sepulang "pelatihan" Reza sudah siap dengan motornya di depan pintu utama gedung SMA 5 Heroes.
Enno : "Eh, lo liat Rangga?"
Reza : "Katanya dia harus bawa kucingnya ke salon, udah ada janji sama orangnya. Jadi dia nyuruh gue"
Enno : "Bukannya kalo kamis elo engga pelatihan?"
Reza : "Iya siiih, tapi gue dapet telepon dari revan. Itu kakak lo? Dia nyuruh gue jemput lo"
Enno : kan bener dia deket sama kakak gue -__- "Jadi sekarang gue pulang sama lo?"
Reza : "Udah cepetan persnya masih ada, nih pake helm nya" *menyerahkan helm*
Enno : "Tapi kalo keliatan gimana?"
Reza : *memakaikan helm Enno* "Udah cepetan naik"
Enno : :O *menaiki motor Reza*
Reza : *menjalankan motornya dengan cepat*
Enno : "Eh, pelan pelan!! Gue takut nih!!! Gini aja permintaan gue yang kemaren kan batal. Gue ganti kalo lo mau nganterin gue bawa mobil jangan motor. Gue gak suka naik motor"
Reza : "Hah? Iyaa" berarti dia mau gue anterin pulang
to be continued :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar