Rabu, 17 April 2013

First Fanfict #26


Rafael : "Bosen gue sama kalian" *pergi*
Enno : "Kalo bosen ngapain kesini?"
Bila : "Lanjut mid, info apaan?"
Midda : "Jadi sebenernyaaa" *lirik lirik kelas*
Bl, Rr, En : "Apaaaa?"
Midda : "Sebenernya dia itu engga bisa naik sepeda"
Bl Md Rr En : "Hahahahaha" *ketawa*
Midda : "Nanti sore aku mau ngeledekin lagi"
Bila : "Ngeledekin gimana?"
Midda : "Ih ngeledekiin aku naik sepeda di depan diaaa"
Enno : "Ko bisa?"
Midda : "Bisa laaah"
Bila : "Ih kan rumah kamu di Chocolate Residence"
Midda : "Ooh ituu, dia baru pindah rumah jadi di komplek aku. Deket ko cuma beda 5 rumah doang"
Riris : "Hayooo midda seneng yaaaaa"
Rr, En : "Cieeeeeeeeh"
Bila : "Pacarku memang dekat~ Lima rumah dari rumah~ loh?" .-.
Midda : "Engga kook maksut aku kan biar bisa ngeledekin diaaa" *salting*
Bl, En, Rr : "Mmmm??"
Midda : "Iyaaa udah ah udah mau bel tuh" *mengalihkan pembicaraan*
Sepulangnya Midda dari sekolah ia kembali melakukan aktifitas rutinnya. Ketika sore tiba ia pun bergegas mandi dan bersepeda santai keliling kompleksnya.
Ketika ia melewati sebuah rumah besar yang baru saja dibeli oleh keluarga Tanubrata ia pun sadar kalau itu adalah rumah Rafael. Ternyata Rafael sedang berlatih sepeda di halaman depannya.
Midda : "Eh kamu! Masih latihan sepeda ya? Hahahaha" *berlalu*
Rafael : *menengok* *mengejar Midda* "Heh! Emang kenapa kalo gue masih belajar? Daripada gue engga bisa sama sekali!" *kembali ke rumahnya*
Hari hari pun berlalu. Hampir setiap sore Midda selalu menghampiri rumah Rafael dan menghinanya. Namun kamis ini berbeda dengan sore sore lainnya, Rafael dengan sepedanya telah siap dari pukul 15.30.
Seperti biasa Midda pun melewati rumah Rafael. Ketika hendak menghinanya Rafael menghentikan sepeda Midda dan berlutut. Ia pun melakukan permohonan kepada Midda.
Rafael : "Mid gue mohon elo kan cewe yang paling baik diantara temen temen lo. Dan elo satu-satunya cewe yang rumahnya paling deket sama gue. Jadi pliiis gue mohon elo mau kan ngajarin gue sepeda?" -,-
Midda : "Hah? Ngajarin kamu sepeda? Kenapa enggak manggil guru privat aja? Hahaha"
Rafael : "Pliiis gue serius miid"
Midda : "Aku mau ngajari kamu sepeda asal kamu janji kalo kamu akan bersikap baik sama aku dan temen temen aku"
Rafael : "Mmmm.." *berpikir*
Midda : "Aah lama! Udah ya aku mau jalan jalan dulu" *hendak pergi*
Rafael : "Eeh tungguu.. Oke oke gue janji!"
Midda : "Oke sekarang kamu udah bisa ngapain?"
Midda pun mengajari Rafael dalam pertemuan rahasianya itu. Jadi tidak ada seorang pun yang tahu menahu tentang Rafael yang diajari sepeda oleh Midda maupun Midda yang sudah berbaikan dengan Rafael.
Sabtu sore seminggu setelah kejadian pingsan kemarin Bila pun kembali berjalan jalan dengan ibunya. Ketika ibunya sedang belanja, Bila izin pergi berjalan jalan sendiri. Bila pun pergi ke restoran mewah yang berada dekat tempat ibunya berbelanja.
Di restoran Bila melihat seorang cowo X Perfecct yang tak lain...
Bila : "Dicky.." *menyapa cowo tersebut*
Dicky : "Eris? *menengok* Eh elo?"
Bila : "Lagi ngapain? Sendirian aja?"
Dicky : "Engga gue gak ngapa ngapain kok. Udah ya gue mau pergi dulu. Nih" *menyerahkan sebuket bunga ke Bila* *pergi*
Bila : "Ini buat gue?" *bingung sendiri*
Di mobil, Dicky sedang kesal dengan Eriska yang tak kunjung datang ke tempat janjian mereka.
Dicky : Ris, gue harap elo mau maafin gue. Gue udah nyiapin bunga favorit lo, gue udah nyiapin tempat makan yang favorit buat lo. Tapi kenapa elo engga dateng? Gue cape nungguin elo ris, jadi jangan marah kalo bunga favorit lo gue kasih ke Bila. Gue sendiri engga mau Ris. Tapi daripada gue nuggu kelamaan dan yang dateng cuma Bila jadi gue kasih ke Bila aja. Gue harap lo ngerti dan engga salah paham tentang ini Ris.
Di minggu yang mendung ini Midda tetap mengajari Rafael sepeda karena Rafael hanya kurang sedikit saja dalam prakteknya. Pukul setengah lima sore hujan pun mulai datang dengan munculnya gerimis. Rafael pun refleks membanting sepedanya dan berlari masuk halamannya sambil menarik midda dengan cepat. Mereka pun berteduh di bawah pohon beringin Rafael yang cukup lebat.
Midda : "Duh baju aku basah. Eh sorry aku langsung masuk rumah kamu gitu aja hehee"
Rafael : "Engga apa apa kok"
Midda : *bersin bersin*
Rafael : "Lo kedinginan? Nih" *memakaikan jaketnya kepada Midda*
Midda : "Eh eh gausah gausah buat kamu aja, aku gak apa apa hahaaaa" *salting* *mengembalikan jaket Rafael*
Rafael : "Yaudah gue anterin lo ke rumah aja ya, ayo sini" *menarik Midda ke mobil nya Rafa* *menjalankan mobilnya*
Midda : "Rumah aku deket kali pake payung juga nyampe meu *bersin* meuni pake mobil ckckck" *menggetarkan gigi* *bersin bersin*
Rafael : "Kan dibilangin juga apa! Elo itu kedinginan"
Midda : "Iya iyaaa *bersin* hehe sorry sorry"
Rafael : "..."
Mobil : *masuk garasi Midda*
Midda : "Loh kenapa sampe masuk garasi?" -.-
Rafael : "Lo udh kedinginan gitu udh buru masuk"
Midda : "Iya deeeeh, eh sepeda aku.." *terpotong*
Rafael : "Nanti gue anterin"
Midda : "Siiip makasi yak!" *masuk rumah*
Rafael : *pergi*
Beberapa hari kemudian tak tahu kenapa riris sangat tidak mood makan, padahal sang papa tercinta yang memang seorang koki bintang 5 di tingkat internasional sudah membuatkan makanan favorit Riris. Kakak dan adiknya pun sudah mengajak Riris pergi ke seluruh restoran favoritnya, namun Riris tetap tidak memakan apapun. Ia hanya meminum jus saja.
Di suatu pagi Riris tidak beranjak dari tempat tidurnya. Jam diatas mejanya pun telah menunjukkan pukul delapan pagi. Ternyata penyakit riris kambuh yaitu maag.
Mama Riris : "Makanya kamu engga nurut sih! Jadi gini kan! Udah ke rumah sakit aja!"
Riris : "Engga mau ma, di rumah aja deeh"
Mama Riris : "Ga bisa! Kalo papa tau, mama yang repot. Udah Rifky kamu gendong adekmu masukkan ke mobil"
Rifky : "Iya ma" *menggendong Riris*
Riris : *melawan* "Apaan sih! Aku bisa jalan! Lepasiiin"
Rifky pun menggendong Riris dengan susah payah. Tak lama kemudian Riris pun masuk dalam mobil. Di mobil...
Mama Riris : *masuk mobil* "Ayo pak, ke rumah sakit sekarang!"
Supir : "Iya bu" *menjalankan mobilnya*
Sepuluh menit kemudian mereka pun sampai di Rumah Sakit. Riris pun langsung masuk ruangan IGD. Ternyata Riris mengalami maag yang lumayan parah. Ia pun dipindahkan ke ruangan rawat inap. Rifky yang berniat untuk sekolah pun izin dengan alasan Riris sakit. Mama Riris pun kembali bekerja setelah mengetahui bahwa Rifky yang akan menjaga Riris hari ini.
Rifky : "De, temen temen kamu udah tau belom?"
Riris : "Belom, tolong kasih tau atuh"
Rifky : "Mana hape kamu?"
Riris : "Nih" *menyerahkan handphone-nya*
Rifky : "Telepon yak"
Riris : "Terseraaah"
Rifky : "Sms aja deh"
Riris : -,-
Rifky pun memberitahu Bila Midda dan Enno. Sepulang sekolah Bila Midda dan Enno pun pergi menjenguk Riris. Ternyata mereka datang bersama...
Rombongan : "Ririiiiiiiss" *masuk ruangan* #rusuh
Riris : "Loh kok ada Callista, Litha, Kevin, Dimaz sama Dei?"
Litha : "Kenapa gitu? Kita kan mau jenguk kamu juga ris"
Riris : "Engga apa apa siih cuma tumben aja gituu"
Rombongan : "Ooooo"
Radith : "Keluar ahh..."
Rifky : "De kita diluar dulu yak"
Riris : "Iyaa"
Callysta : "Itu siapa Ris?"
Enno : "Itu kaka sama adenya"
Riris : "Heem.."
Dei : "Lo kenapa Ris?"
Riris : "Gue maag"
Rombongan : "Oooooo"
Setelah semuanya mengobrol dan puas nengok Riris (?) mereka pun pulang kecuali B E M.
Radith : "Loh? Ko kalian belum pulang?"
Bila : "Yehh emang kenapa? Suka-suka kita dong mau disini sampe kapan" :p
Radith : "Kalo ada kalian kak Riris bukannya sembuh tapi.. *memelankan suaranya* tambah parah sakitnya.."
Bila : "Ha?! Kamu bilang apa?"
Radith : "Engga aku engga bilang apa apa" :p
Rifky : "Hei ini rumah sakit jangan berisik"
Bila Radith : *diem*
Midda : "Nanti malem siapa yang jaga Ris?"
Enno : "Hayooo siapaaa?"
Riris : "Emang kalian mau jagain aku?"
Enno Midda : "Engga"
Riris : "Lagian nanti malem aku pulang kok"
All : "Pulang?!"
Rifky : "De kamu belum sembuh total"
Riris : "Aku engga mau di RS, di rumah aja bisa kali"
Bila : "Iya Ris kamu belom sembuh baru ge masuk tadi pagi"
Riris : "Ga mau! Pokonya aku pengen pulang!"
Rifky : "Oke nanti kaka bilangin ke mama"
Rifky : "Ma? Riris minta pulang hari ini" #OnThePhone
Mama Riris : "Mau pulang? Dia kan baru masuk"
Rifky : "Iya dia gak betah di RS"

Gimana ya jadinya, kira kira Riris boleh pulang atau engga? Terus gimana kelanjutan hubungan Rafael dan Midda yang ternyata diam diam ssering bertemu? Next part yaah, see yaa ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar