Minggu, 07 April 2013

First Fanfict #25


Eriska : "Kamu jahat!"
Dicky : "Ris, kaki Bila retak setelah kecelakaan kemarin. Dia pingsan pun gara-gara aku, jadi aku harus bertanggung jawab ris. Aku harap kamu ngerti"
Eriska : *menangis* *menampar Dicky* *pergi*
Dicky : "Ris, jangan marah! Aku ngelakuin ini bukan karena aku lebih milih dia dibandingkan kamu, tapi aku ngelakuin ini karena aku penyebab dia kecelakaan kemarin"
Eriska : *diem* "Kenapa kamu baru bilang sekarang?" *menangis*
Dicky : "A akuu..."
Eriska : "Kenapa? Kamu suka sama dia? Kamu jahat yah sama aku" *pergi*
Dicky : "Bukan itu ris.." *melas*
Riris pun kembali dengan mobil Bila dan supirnya. Bila yang tidak juga sadar setelah diciprati air minum oleh Enno dan Midda pun dimasukkan ke mobil untuk dibawa pulang.
Riris : "Ky, lo mau ikut ga?"
Dicky : "Mmm ga usah ris, semoga Bila cepet sembuh deh"
Riris : "Makasi" *menutup pintu mobil Bila*
Debat pun terjadi di dalam mobil Bila.
Midda : "Bawa ke rumah sakit aja"
Enno : "Ngapain? Pulangin aja sih ke rumahnya"
Riris : "Kalo dibawa ke rumahnya, mama Bila pasti marah"
Midda : "Makanya ke rumah sakit aja"
Enno : "Siapa yang mau jaga? Lagian kalo dibawa ke rumah sakit terus ortu Bila tau tambah ribet. Bawa pulang aja sii"
Riris : "Ribet deeeh kenapa gak.." *terpotong*
Bila : *sadar* "Kok aku ada di mobil?"
Md, En, Rr : "Bila?"
Midda : "Tadi kamu mendadak pingsan bil"
Bila : "Ooh" *inget kejadian sebelom pingsan* *pundung* "Udah pak ke rumah aja"
Supir : "Iya non"
Suatu minggu sore di komplek perumahan Midda. Sore ini Midda sedang berkeliling komplek menggunakan sepedanya. Ketika ia sampai di dekat taman ia melihat seorang pemuda berbadan besar sedang belajar menggunakan sepeda, dan ketika ia mendekatinya ia pun terkejut.
Midda : "Kamu? Kamu Rafael kan? Yang gak bisa naik sepeda itu? Hahahahahahahaha"
Rafael : *menengok ke arah Midda* "Elo? K.. Kok ada elo disini?"
Midda : "Rumah aku di dekat sini. Kamu lagi belajar sepeda?"
Rafael : "E.. engga kok gue cuma lagi ngecek ngecek sepeda gue aja"
Midda : "Wah udah bisa main sepeda dong? Lomba lagi yuk!" *hendak mengendarai sepedanya dengan kencang*
Rafael : *menahan sepeda Midda* "Tapi..."
Midda : *menghentikan sepedanya* "Tapi kenapa?"
Rafael : "Lo harus diem dan jangan kasih tau siapa siapa kalo gue sebenernya.."
Midda : "Sebenernya apa?"
Rafael : "Sebenernya gue.."
Midda : "Apaa?"
Rafael : "Sebenernya gue masih belom bisa main sepeda, jadi lo jangan ajak gue tanding dulu"
Midda : "Hahahahahahaha kamu masih belom bisa naik sepeda juga? Hahahahaha"
Rafael : "Gue udah bilang diem!" *membentak Midda*
Midda : *refleks diem* "Ya udah deh aku pergi dulu" *pergi*
Rafael : "Sana sana!" #ngusir
Midda : "Ya udah sii" *pergi*
Keesokan harinya Bila Midda Enno dan Riris sedang berbicara di kelasnya.
Midda : "Eh mau info baru ga?"
Bl, En, Rr : "Info apaan?"
Midda : "Info tentang si cameuh ituu"
Tiba tiba datang beberapa orang ke dalam kelas, diantaranya adalah...
Rafael : "Heh kecil! Kalo elo nyebarin fakta gue yang kemaren, terutama ke fans fans tercinta gue. Gue hukum lo!"
Riris : "Loh? Terserah dia dong mau ngapain? Mulut mulut dia, kalo mau dia sebarin ya dia sebarin. Udah pergi sana! Ganggu!"
Rafael : "Bosen gue sama kalian" *pergi*
Enno : "Kalo bosen ngapain kesini?"
Bila : "Lanjut mid, info apaan?"
Midda : "Jadi sebenernyaaa" *lirik lirik kelas*
Bl, Rr, En : "Apaaaa?"

kira kira apa info yang dibawa midda? stay di blog ini yaah, thanks for reading :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar