Kamis, 29 Agustus 2013

First Fanfict #57

Happy Birthday Muhammad Ilham Fauzie Efendi!!! Semoga semakin amazing! :) #HBDIfauzieS18OY


Dicky : "Bil, tunggu!" *menahan Bila* "Lo yakin gamau tau siapa cewe itu?"
Bila : "Engga"
Dicky : "Yakin gapenasaran?"
Bila : "Oke! Gue penasaran! Emang siapa sih cewenya!?" *marah* *nangis*
Dicky : "Cewe itu ada di depan gue. Yaitu lo"
Bila : *refleks diem* #shock
Dicky : *berlutut* "Lo mau kan nerima gue jadi pacar lo?" *mengeluarkan mahkota mainan (?)*
Backsound : #np SM*SH - I Heart You Acoustic
Bila : *nangis* "Iyaa, gue mau"
Dicky : *memakaikan mahkota* *meluk Bila* "Gue sayang lo"
Bila : "Gue juga..."

Ternyata semenjak kamis sore tersebut Enno selalu berangkat dan pulang bersama Reza. Namun Enno tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang mengganggu, ia hanya menganggap Reza sebagai supir penggantinya. Amplop amplop darinya pun tetap diberikan kepada Enno. Diantaranya berisi sebagai berikut.
Tahukah kamu saat kita pertama jumpa
Hatiku berkata padamu ada yang berbeda
-i heart you-

Ada ada saja dengan apa yang kurasa
Bergetar di dada buatku merana
I got a feeling Cause you making me smiling
Thinking of you pusing tujuh keliling
Ku merasa oh ada cinta
-ada cinta-

Baby tataplah mataku
Coba rasakan cintaku
Kuberjanji kan slalu setia
Bersama slamanya
-missing you-
Sekarang sudah 9 hari berlalu semenjak kejadian special dinner. Enno masih tetap bingung dengan apa jawabannya terhadap pernyataan dari Reza.
27 april sore seperti biasa Reza telah menunggunya di depan pintu utama. Namun ada yang berbeda, kali ini Reza benar benar menginginkan jawaban tersebut. Kali ini ia telah membawa salad buah buatannya dan berdiri tepat di depan pintu utama.
Ketika Enno pulang dan melewati pintu utama...
Reza : *menarik tangan Enno* *berlutut* "Please. Would you be my girl?" *mengeluarkan salad tersebut*
Enno : #shock
Salad buah itu adalah salad berisikan buah buahan yang telah di desain dengan rapi. Alasnya mengandung berbagai buah berdaging putih, atasnya terdapat jagung dan anggur yang bertebaran dengan strawberry merah yang disusun berbentuk love. Telah disediakan pula mayonaise sebagai penanda jawaban. Jika diterima maka Enno harus membuang mayonaisenya, jika tidak Enno harus menggambar patahan ditengah strawberry strawberry tersebut.
Enno : duh pengen gue tolak kasian, tapi kalo gue terima gue yang menderita *mengambil bungkusan mayonaise* "Mmm..." *menggambar di atas salad*
Reza : *melihat Enno menggambar* okeh gue ditolak :(
Enno : *membuang bungkus mayonaise* "Salad itu engga enak kalo gak pake mayonaise dan dimakan sendirian, jadi gue gambar love lagi dan gue nerima elo jadi pacar gue" :)
Reza : *berdiri* *melihat saladnya* :) *menaruh saladnya* "Oh iya, gue punya kejutan buat lo"
Enno : "Kejutan apaan?"
Reza : "Tutup mata lo" *mengalungkan kalung Enno yang sempat hilang di Papua*
Enno : *membuka mata* :O "Kalung ini?!" #shock #kesal #senang "Lo nemu ini dimana? Jangan bilang lo nemu ini pas kita nyari di rumah tua itu. Gue hampir stress gara gara kalung ini ilang. Kenapa lo engga bilang kalo lo nyimpen kalung ini?" :'(
Reza : "Karena gue udah punya rencana buat ngasih kejutan buat lo" :) *memeluk Enno*
Enno : *diam* :')
Reza : "Sekarang gue anter lo pulang ya"
Enno : "Iya. Eh saladnya bisa dimakan kan?" *mengambil salad dan memakannya* *berjalan ke mobil Reza*
Reza : "Bisa.." *berlari menuju mobil*
Di dekat mobil Reza..
SM*SH BRM : #keluar "Cieeeeeeeeh..."
Reza Enno : :O
Enno : "Kalian?! Kok kalian.." x_x
Dicky : "Ahahaha kenapa lo kaget no? Ini semua udah direncanain, iya gak guys? Hahahaha"
Bisma : "Lagian lo, gak ngerasa apa. Gak mungkin kali sekolah sesepi ini" *tepuktangan*
Tiba tiba seluruh siswa SMA 5 Heroes dan beberapa pers keluar dari tempat persembunyiannya. Ada dari balik mobil, pohon bahkan dibalik pintu gedung.
Enno : :O "Kalian tuh ngapain sih, udah gue mau pulang" *berjalan pergi*
Riris : "Mau pulang naik apa no?" *melambaikan dompet enno dan handphonenya*
Enno : *melihat ke belakang* "Siniiin!!!" *berlari kearah Riris*
Riris : "Ham!!" *memberi dompet dan handphone enno*
Enno : *berusaha mengambil ke arah Ilham*
Akhirnya sore hari itu pun dipenuhi oleh kesenangan antara SM*SH dan BREM tak ada lagi rasa kesal diantara mereka.
.tamat.

lama banget yah selesainya '-' maaf kalau suka jarang ngepoost, dan apalagi kalau ceritanya gak se-kece novel novel :') semoga owner bisa bikin karya yang labih baik lagi yaa... doain cerita berikutnya cepet kelar ^^

Senin, 19 Agustus 2013

First Fanfict #56

special part bila dicky nih ^^ selamat membaca :)

Sudah 13 hari berlalu semenjak pertengkaran Bila Riris dan tentang perjodohan Riris Dicky. Sesuai dengan apa yang sudah Riris, Ilham, dan Dicky rencanakan. Tanggal 23 April adalah tanggal yang tepat untuk meminta maaf kepada Bila. Siang itu di sekolah...
Riris : *menghampiri Bila* "Heii bil, apa kabar?"
Bila : *gapeduli*
Riris : "Masih marah nih? Yaudah deh, aku minta maaf sama kamu. Aku cuma mau bilang, kalo perjodohan aku sama Dicky udah di batalin. Kemaren-kemaren aku udah ngenalin Ilham sama keluarga aku. Mereka setuju sama hubungan aku dan Ilham"
Bila : *kaget* *staycool* "Oh, penting gitu buat aku? Kamu sama Dicky jadi atau engga di jodohin!?"
Riris : "Aku tau ko kamu suka sama Dicky. Terserah kamu mau maafin aku atau engga. Tapi jangan pernah bohongin diri kamu sendiri. Nih" *menyerahkan selembar kertas*
Bila : "Apaan ini?"
Riris : "Buka dulu aja. Dari Dicky. Dia mau ngomong sesuatu sama kamu. Itu alamatnya. Ku tinggal yah bil. Inget, jangan bohongin diri kamu sendiri!" #pergi
Malamnya Bila bersiap-siap untuk pergi. Ia memakai gaun berwarna ungu selutut. Lalu ia pergi di antar supirnya.
Bila : "Ke alamat ini ya pak" *menyerahkan kertasnya ke supir*
Supir : "Baik non"
Setelah memakan waktu sekitar 20menit, akhirnya Bila sampai di tempat yang disana sudah ada seorang pria yang menunggunya...
Dicky : "Lo udah nyampe?"
Bila : "Iya, lo udah nunggu lama?"
Dicky : "Engga ko, gue juga baru datang," :)
Bila : "Kita mau ngapain disini?"
Dicky : "Gue mau minta maaf atas semua yang telah terjadi. Lo udah denger dari Riris kan?"
Bila : "Iya, terus?"
Dicky : "Yep, perjodohan itu di batalin."
Bila : "Oh..."
Dicky : "Lo enggak nanya kenapa perjodohan itu dibatalin?"
Bila : "Harus banget tau ya?"
Dicky : "Yaudah" :( #pergi
Bila : "Oke, gue tanya emang kenapa?"
Dicky : :D "Riris juga pasti udah ngasih tau lo kan. Dan satu lagi karena..."
Bila : "Karena apa?"
Dicky : "Karena udah ada seorang cewe yang bikin gue jatuh cinta"
Bila : *nahan nangis* "Oh, jadi lo mau pamer kalo lo udah punya cewe baru?"
Dicky : "Bukan gitu maksud gue"
Bila : "Terserah lo," #pergi
Dicky : "Bil, tunggu!" *menahan Bila* "Lo yakin gamau tau siapa cewe itu?"
Bila : "Engga"
Dicky : "Yakin gapenasaran?"
Bila : "Oke! Gue penasaran! Emang siapa sih cewenya!?" *marah* *nangis*
Dicky : "Cewe itu...

to be continued :p

Sabtu, 17 Agustus 2013

First Fanfict #55

Dirgahayu RI! semoga bisa benar benar merdeka ^^

Paginya ketika di sekolah Enno benar benar tidak melihat Reza. Ia pun senang namun saat istirahat makan siang ia dipanggil oleh Ms. Dennisa ke ruangannya. Di ruangan Ms. Dennisa..
Enno : "Ibu manggil saya?"
Ms. Dennisa : "Iya.."
Enno : *duduk dihadapan Ms. Dennisa*
Ms. Dennisa : "Kemarin Ms. Laili melihat daftar nilai ulangan Xperfect dan ia terkejut melihat nilaimu. Ia kecewa melihat nilaimu. Jadiii... mulai hari ini kamu tidak akan mengikuti pelatihan olimpiade lagi"
Enno : :O #shock "Serius miss?"
Ms. Dennisa : "Untuk sementara ini kamu tidak diperbolehkan mengikuti pelatihan, namun jika nilaimu sudah membaik akan miss bicarakan kembali dengan Ms. Laili"
Enno : "Kira kira saya masih bisa ikut seleksi tidak miss?"
Ms. Dennisa : "Kemungkinannya kecil, Ms. Laili sangat kecewa denganmu. Lihat saja nanti"
Setelah mendapat kabar buruk seperti itu Enno pun berjalan menuju kelas. Ketika memasuki kelas ia melihat Reza. Reza pun sempat melihatnya dan ia langsung berpaling. Enno pun sedikit senang, karena bisa jadi ia akan membenci Reza jika Reza tetap muncul dihadapan Enno. Enno pun kesal, ia dikeluarkan dari pelatihan karena Reza juga. Rezalah yang telah membuat nilai ulangan Enno buruk.
Malamnya Enno sudah mulai bisa memaafkan Reza, lagipula bukan salah Reza sepenuhnya jika Enno keluar dari pelatihan.
Keesokan harinya ada kabar yang tak kalah mengejutkan pula, memang benar Reza berusaha untuk tidak menampakkan dirinya di depan Enno. Namun pers telah mengetahui kejadian 17 April tersebut!! Ini termasuk efek dari Sweet Pink Store yang memang menyebarkan berita tersebut.
Sebenarnya Reza sudah meminta dan membayar kepada Sweet Pink Store untuk tidak mempublikasikannya. Ternyata Sweet Pink Store membatalkan janji mereka dan mempubllikasikan semua detail special dinner tersebut.
Enno, Reza, BRM dan SM*SH pun kembali dikejar kejar wartawan yang semakin mengganggu mereka. Rencana Enno yang seharusnya bisa tenang tanpa gangguan siapa pun yang mengingatkannya kepada kejadian tersebut pun gagal total.
22 april pagi di SMA 5 Heroes...
Enno : *turun dari mobil* *berjalan*
All Pers : *melihat Enno* *mengejar Enno* "Mbak mbak mbak!!"
Pers 1 : "Tolong jelaskan lebih detail mengenai kejadian special dinner tersebut mbak"
Pers 2 : "Kabarnya anda belum menjawab pertanyaan Reza, apakah itu benar?"
Pers 3 : "Apa benar anda akan menolak Reza?"
Enno : Ini apaan sih? Gue mau sekolah. Ganggu aja deh, lima menit lagi bel niih!!!! "Duuuh maaf ya mbak mas, saya mau sekolah dulu" *menghindari pers* *gagal* *dikepung pers*
Tiba tiba...
Reza : *datang* *memarkirkan motornya di parkiran*
Pers 4 : *melihat Reza* "Eh itu ada mas Reza, ayo ayo!!"
All Pers : *mendatangi Reza*
Enno : *bebas* *berlari memasuki gedung SMA*
Kemudian Riris meng-upload foto majalah yang mengandung acara special dinnernya Enno.
Enno "Please ngaku, siapa yang bocorin masalah ini ke pers? :'("
Riris "mereka tau dari sini no"
Enno "ah ngebetein, gimana bisa pulang sekolah coba? aku kan gak biasa berhadapan sama pers. kalo gini besok gak usah masuk deh"
Dicky "kasian si enno gak pernah berhadapan sama pers, gue doong"
Rangga "heh dicky kasian si enno lagi begini malah lo gituin. enno udah lo pulang bareng gue nanti gue kasih tau lo harus gimana kalo berhadapan sama pers"
Enno "rangga : serius ga? makasih kebetulan supir gue lagi cuti selama beberapa hari ini thanks. dicky : gue emang engga pernah berhadapan sama pers sih ya, biasanya bodyguard gue yang berhadapan xp" #out
Riris "ga, lo gimana sih? kan ceritanya si reza yang nganter dia. kenapa lo nawarin diri?"
Dicky "iya ga, jangan jangan lo suka lagi sama si semut itu -,- (kok selera temen temen gue begituan sih?)"
Rangga "engga lah riris, dicky. kalo dia tau yang nganter pulang itu si reza pasti udah nolak duluan lah. masalah gituan mah gampang. Lagian hari ini gue mau ke salon kucing, jadinya reza yang nganterin dia pulang beres kan?"
Dicky "oh iya pinter juga lo!"
Riris "eh hari ini bagian lo kan rangga ngasih amplop?"
Rangga "iya, udah gue selipin ke bukunya kok"
Riris "siiiiiiiiiiip #out"
Sorenya Enno yang sudah tidak mengikuti pelatihan memilih untuk diam di cafe hingga selesai jam pelatihan. Sepulang "pelatihan" Reza sudah siap dengan motornya di depan pintu utama gedung SMA 5 Heroes.
Enno : "Eh, lo liat Rangga?"
Reza : "Katanya dia harus bawa kucingnya ke salon, udah ada janji sama orangnya. Jadi dia nyuruh gue"
Enno : "Bukannya kalo kamis elo engga pelatihan?"
Reza : "Iya siiih, tapi gue dapet telepon dari revan. Itu kakak lo? Dia nyuruh gue jemput lo"
Enno : kan bener dia deket sama kakak gue -__- "Jadi sekarang gue pulang sama lo?"
Reza : "Udah cepetan persnya masih ada, nih pake helm nya" *menyerahkan helm*
Enno : "Tapi kalo keliatan gimana?"
Reza : *memakaikan helm Enno* "Udah cepetan naik"
Enno : :O *menaiki motor Reza*
Reza : *menjalankan motornya dengan cepat*
Enno : "Eh, pelan pelan!! Gue takut nih!!! Gini aja permintaan gue yang kemaren kan batal. Gue ganti kalo lo mau nganterin gue bawa mobil jangan motor. Gue gak suka naik motor"
Reza : "Hah? Iyaa" berarti dia mau gue anterin pulang


to be continued :)

Kamis, 15 Agustus 2013

First Fanfict #54

maaf jarang ngepost '-'v selamat membaca :)


Rapat kecil hari itu pun ditutup, jadwalnya hari ini amplop pertama akan diberikan oleh Riris.
Riris : "No, ada amplop nih" *menyerahkan amplop tersebut*
Enno : amplop? feeling gak enak nih "Amplop apa?"
Riris : "Buka aja"
Enno : *mengambil dan membuka amplop tersebut*
Sumpah mati padamu ku jatuh hati
Sumpah mati padamu ku jatuh cinta
Namun sayang ku tak sempat berkenalan denganmu
Dari hati ke hati, lalu bicara cinta berdua

Sampai kini daku masih trus harapkan
Agar suatu saat ku berjumpa lagi
Smoga saja daku sempat berkenalan denganmu
Dari hati ke hati, lalu bicara cinta berdua
-oh ya-
Enno : kan bener feelingnya :(
Riris : "Dari siapa no?"
Enno : "Gak usah pura pura gak tau ris, kamu disuruh sama Reza kan?"
Riris : -,- "Emm iya sih, tapi.."
Enno : "Udahlah aku udah cukup butek sama urusan ini, lagian udah jelas kan kalo aku gak suka sama dia?" #pergi
Riris : "Tapi dia masih ngarep no.." *mengejar Enno*
Enno : "Ini masalah perasaan ris, aku gak bisa nerima dia gitu aja kalau aku sendiri gak punya perasaan apapun ke dia." *berhenti*
Riris : "Please no kasih dia kesempatanlaaah kasian.."
Enno : "Ntarlah aku pikirin lagi. Aku gak bisa terus terusan mikirin urusan ini, banyak hal yang lebih penting."
Riris : "Aku tau, emang sih akhir akhir ini kamu jadi susah konsentrasi no. Itu gara gara dia juga?"
Enno : "Yaa gitu deh. Aku juga sebenernya gak enak nolak dia, cuma mau gimana lagi ris.."
Riris : "Gini no, kasih dia kesempatan dan aku yakin kamu bakal bisa konsentrasi lagi kaya dulu"
Enno : "Seminggu enggak muncul di depan aku, aku usahain terima dia"
Riris : "Seminggu?! Tapi ini kan lagi sekolah no, bukan lagi libur. Kamu mau dia bolos?"
Enno : "Yaudah kalo gitu aku yang bakal bolos selama seminggu"
Riris : "Nanti pelatihan kamu gimana? Oh iya kalian kan pelatihan juga. Jangan nyusahin dia no kasian"
Enno : "Ngapain kasian? Ini tuh resikonya, harusnya dia pikirin mateng mateng dulu kali. Apalagi kalo dia udah kerja sama sama sahabat aku, harus tau resikonya"
Riris : "Tapi ini udah ke.." *terpotong*
Enno : "Yaudah aku gak bisa jadi pacar dia"
Riris : ribet amat sih ni anak -,- "Oke oke, nanti aku bilangin ke Reza"
Enno : sebenernya aku gak tega juga sih ngomong gitu, cuma gak tau kenapa keluar gitu aja dari mulut aku. maaf ya za lo jadi korban
Malamnya Riris memberitahukan hal tersebut kepada Reza. Namun saat itu pula Enno mengirim ralatnya kepada Reza.
R : oke gue bakal ngelakuin yang elo minta
E : elo udah di kasih tau sama riris ya? sebenernya waktu itu gue lagi kesel jadi sebenernya lo gak usah ngelakuin itu, gue cuma bingung aja sih ngomongnya gimana. udahlah abaikan apa yang gue omongin tadi
R : jadi gue harus ngapain?
E : lo harus sabar aja soalnya bisa jadi lo salah sasaran
R : engga kok gue emang suka sama elo
Enno pun tidak membalas lagi.
Enno : gue harus cerita sama siapa coba? nge-blog pasti diliat si Reza, ngomong apa lagi lah. gue butuh orang buat cerita tapi seluruh orang deket gue udah terlanjur dihasut sama dia. ya pasti bakal nyuruh gue terima lah. ngeselin.
Paginya ketika di sekolah Enno benar benar tidak melihat Reza. Ia pun senang namun saat istirahat makan siang ia dipanggil oleh Ms. Dennisa ke ruangannya. Di ruangan Ms. Dennisa..
Enno : "Ibu manggil saya?"
Ms. Dennisa : "Iya.."
Enno : *duduk dihadapan Ms. Dennisa*
Ms. Dennisa : "Kemarin Ms. Laili melihat daftar nilai ulangan Xperfect dan ia terkejut melihat nilaimu. Ia kecewa melihat nilaimu. Jadiii...


to be continued.. :)

Senin, 12 Agustus 2013

First Fanfict #53

maaf lama gak ngepost, maklum lebaran wkwk... selamat membaca :)

Tiba tiba...
Reza : "Sorry ya bro gue telat"
Rafael : "Telat kenapa lo? Pelatihan beres satu jam yang lalu kan?"
Reza : "Sorry deh tadi gue nganterin orang dulu"
Rangga : "Hah? Lo nganterin siapa? Bukannya lo udah pegat sama Thella?"
Dicky : "Jangan jangan lo udah diterima? Terus lo abis nganterin dia?"
Bisma : "Diterima? Emang lo abis nganterin siapa za?'
Reza : "Ah elo sih Dick makin banyak orang tau, makin gaenak digue"
Bisma : "Bentar bentar, diterima??"
Bs Mg Rg Rf : "Elo nembak siapa za?"
Dicky : "Biarin, siapa tahu orang orang itu malah ngebantu elo buat diterima?"
Reza : "Sssstttt"
Rangga : "Za!"
Ilham : "Jadi gini, kemaren malem kakak gue nembak si semut Enno itu pas dinner"
All : "Hah?!" :O #shock
Rafael : "Lo nembak si semut? Serius lo?! Kok bisa ya cewe tengil kaya dia bikin 'si ganteng maut'nya smashblast jatuh cinta? Gak percaya gue"
Dicky : "Alaaaaah, udahlah ngaku aja raf lo udah jadian sama si Midda kan? Keliatan kok dari sikap lo akhir akhir ini" #gossip
All : "Cocoh sama Midda?!" #shock
Dicky : "Duuuh jangan bilang lo juga gak tau kalo Ilham sama Riris udah jadian juga? Paraaah. Lo pada kemana si? Sampe kabar kaya gitu aja lo gak tau" #gossip
Morgan : "Yaaah lo semua tau lah, selama ini gue mainnnya di Prancis jadi gue gak tau semua berita itu" -,-
Rangga : "Gue juga gak tau semua, soalnya gue baru pulang dari Belanda" -,-
Rafael : "Paling engga, gue tau yang gue sama Midda"
All : "Cocooooooooh!!!" -,-
Ilham : "Berarti lo emang beneran jadian sama Midda kan raf?"
Rafael : "Iya, udah satu minggu. Elo sendiri ham?"
Ilham : "Gue beda dua hari sama lo"
Bisma : "Jadi lo belom dijawab sama si semut?'
Reza : "Udah siih.. Tapi gue ditolak" :(
Rangga : "Lagian kata kakaknya dia belum pernah suka sama seseorang, dan belum pernah ditembak, apalagi pacaran sama orang"
Ilham : "Pantes dia jadi diem gitu"
Reza : "Terus gue harus ngapain dong? Masalahnya kalo dia jadi gak konsen sama pelajaran nanti gue yang disalahin sama kakaknya"
Rafael : "Lo berdua kenal darimana sama kakaknya?"
Rangga : "Gue punya saudara cewe yang jadi pacar kakaknya"
Reza : "Gue baru kenal siiih"
Bisma : "Eh udah jam segini mau latihan jam berapa? Besok siang ada jadwal di Medan lho"
Reza : "Ayo atuh!"
Malamnya ketika SM*SH dalam perjalanan menuju Medan Reza mengirim sebuah note lirik lagu kepada Enno.
Ingin aku menyapanya menyapa dirinya
Bercanda tawa dengan dirinya
Namun apa yang kurasa aku tak kuasa
Aku tak tahu harus berkata apa
-inikah cinta-
Keesokan harinya setelah mendengar SM*SH tidak hadir hari itu karena ada jadwal manggung Enno pun senang. Karena sebenarnya ia masih bingung jika dimintai jawaban olah Reza hari itu. Akhirnya hari itu Enno kembali seperti biasa tetapi pada waktu makan siang...
Riris : "No, emangnya bener ya kamu ditembak sama Reza?"
Enno : *makan* *diam* "Iya"
Riris : "Udahlah no terima aja, dia masih berharap looh.. Lagian daripada kamu jadi pendiem gini"
Enno : "Tapinya ris, aku engga suka sama dia"
Riris : "Terima dulu aja, siapa tau pas di tengah jalan kamu suka sama dia"
Enno : "Engga segampang itu aku bisa suka sama dia ris. Aku tuh susah buat suka sama orang. Buat kamu aja tuh ris"
Riris : "Heh, aku udah punya Ilham. Masa iya aku jadian juga sama dia? Gak bakal boleh laaah. Tapi dia emang ganteng sih"
Enno : "Tuh kaan... udah ambil aja ris"
Di lain tempat Bila dan Midda sedang menghabiskan makan siang mereka.
Midda : "Bil, udah buka website kelas kita belom? Ada berita baru tau"
Bila : "Berita apaan?"
Midda : "Coba aja buka"
Bila pun membuka website Xperfect disana tertulis...
HOT NEWS!!
Asal lo semua tahu, tanggal 17 Februari kemarin Muhammad Reza Anugrah telah menyatakan cintanya kepada Rena Aulia Vadha alias Enno.
Bila : "Ini beneran mid?"
Midda : "Coba aja buka detailnya"
Tanggal 17 Februari kemarin bertempat di Sweet Pink Resto tepat pukul 19.19 WIB Muhammad Reza Anugrah telah menyatakan perasaan cintanya kepada Rena Aulia Vadha. Berawal dari teka teki yang sangat panjang dan berujung pada sebuah special dinner. Dalam dinner itu Reza berhasil menyatakan cintanya lewat lisan dan benda benda lainnya. Sayangnya ketika itu Enno mengatakan bahwa ia tidak bisa menerima Reza. Namun seperti yang kalian semua ketahui, Reza tidak pernah menyerah dalam urusan ini. Ia tetap berharap kepada Enno. Tetap semangat Reza!!! ^^(DMP).
Bila : "Iiiih beneran mid, ini siapa yang nulis?"
Midda : "Si DMP kali"
Bila : "DMP?! Dicky?! Tau dari mana?"
Midda : *menunjuk akhir paragraf*
Bila : "Ih iyaa, kalo kata kamu mid Enno bakal nerima Reza atau engga?"
Midda : "Gak tau deh, kayaknya gak mungkin 22nya"
Bila : -,- "Kenapa engga dia terima aja ya?"
Midda : "Gak tau lah, Enno kan orangnya kaya gitu. Gak begitu deket sama cowo"
Bila : "Iya yah, padahal pas pertama suka SM*SH aku sukanya sama Reza tau"
Midda : "Iyah? Aku kira langsung sama Dicky" -______________-
Bila : "Engga, cuma gara gara ternyata sifat mereka begitu jadi aku sukanya sama Dicky.... Kalo kamu mid?"
Midda : "Aku? Siapa ya? Rafael kalo gak salah, atau Bisma ya? Lupa"
Bila : "Dodol, tapi Morgan juga ganteng Ilham keren Rangga juga lucu. Ah gak ada yang jelek SM*SH mah"
Midda : "Cieh antis tobat"
Bila : "Kamu juga ge"
Keesokan harinya SM*SH datang kembali ke sekolah. Ternyata mereka merencanakan akan bekerja sama dengan Riris untuk membantu Enno menyukai Reza. Di basecamp SM*SH ketika Enno pelatihan...
Reza : "Jadi gini, lo semua tau kan kejadian tanggal 17 kemaren?"
All : "Iyaaaa"
Reza : "So, gue harap lo semua bisa bantu gue soalnya katanya Enno gak ada perasaan sama gue"
Bisma : "Sorry gue motong, kalo emang dia gak ada rasa sama lo kenapa lo masih ngarepin dia? Masih banyak cewe yang lebih dari dia bro"
Reza : "Itu baru katanya bis, lagian kalau dia emang mau nolak gue kenapa engga pas malem itu juga"
Bisma : "Oke gue ngerti, lanjut bro"
Reza : "Gue udah nyiapin 9 amplop isinya cuma lirik lagu aja sii, gue harap lo semua mau ngasihin amplop ini ke dia perhari. Misalkan Rafa hari ini, besoknya Morgan, besoknya lagi Rangga gitulaah"
Riris : "Terus kalau misalkan Enno ngejawabnya pas amplop belum abis gimana? Atau engga di belum jawab jawab juga sampai amplop abis"
Ilham : "Tinggal bikin lagi sayaaaaaang"
Reza : "Cukup dari gue, ada yang mau nambahin?"
Dicky : "Rencana lo cuma gitu doang za? Ah gak asik"
Rangga : "Iya za, gak ada rencana lain?"
Reza : "Engga sih, yaa kalo mau usul silakan"
Riris : "Gini aja elo nganterin Enno pulang pergi sekolah, dia kan gak bisa pulang sendiri" -.-v
Rafael : "Elo minta tolong kakaknya aja za, lo kenal kan?"
Ilham : "Tapi kata gue biasa kalo nganterin cewe pulang pergi sekolah doang mah. Biasa"
Dicky : "Lo diem aja gan? Biasanya lo punya ide ide cemerlang"
Morgan : "Ada sih tapi gue kurang yakin"
All : "Apa?"
Morgan : "Gimana kalo elo buatin sesuatu yang dia suka dan itu spesial"
Reza : "Emangnya apa?"
Rafael : "Lo tanyalah, sama sahabatnya atau kakaknya"
Riris : "Setau gue dia itu lagi suka salad buah gitu"
Reza : "Gue gak bisa masak, emangnya gak ada benda ya?"
Dicky : "Benda lebih susah!! Udahlah cuma salad kan? Gue juga bisa kok nanti gue ajarin deh"
Ilham : "Gue gak percaya sama lo, elo kan phobia buah emangnya elo mau berdekatan dengan buah buahan? Kak lo belajar sama Riris aja dia jago masak kok"
Riris : "Kok gue? Yaudah deh"
Rapat kecil hari itu pun ditutup, jadwalnya hari ini amplop pertama aan diberikan oleh Riris.
Riris : "No, ada amplop nih" *menyerahkan amplop tersebut*
Enno : amplop? feeling gak enak nih "Amplop apa?"
Riris : "Buka aja"
Enno : *mengambil dan membuka amplop tersebut*

to be continued :)