Jumat, 04 Januari 2013

First Fanfict #10

please enjoy..


Ilham : "Maksud lo apa?!" *bersiap memukul Riris*
Bisma : *menahan Ilham* "Santai bro" *menengok ke Riris* "Kalo lo mau jaket ini minta baik baik dong"
Riris : "Ngapain gue minta secara baik baik kalo kalian semua ga akan peduli. Lagian temen temen lo tuh yang ngambil secara paksa dari gue dan temen temen gue!"
Bisma : "Oke kita salah, gue minta maaf. Nih jaketnya" *menyerahkan jaket BREM*
Riris : "Thanks" *pergi*
Rafael : "Bis, kok elo malah balikin jaket mereka?"
Bisma : "Udara dingin bro! Kalo mereka kenapa kenapa kita juga yang disalahin. Udah ah gue laper makan yuk!" *bersin*
SM*SH dan pacar-pacarnya pun pergi mengambil makan malam. Sementara itu di tenda Enno...
Riris : *masuk tenda* "Nih jaket kalian" *menyerahkan jaket jaket tersebut*
Enno : "Dapet dari mana Ris?" *memakai jaketnya*
Midda : "Engga berantem kan?"
Riris : "Tadinya mau berantem tuh sama si Ilham tapi si Bisma langsung ngasihin. Udah ah laper, makan yuk!
Bila Midda : "Yuk!"
Enno : "Tunggguin atuuh pusing niih"
Mereka pun berjalan mengambil makan malam. Saat mereka berbaris mengambil makan malam mereka berpapasan dengan SM*SH. Suasana pun kembali menegangkan. Namun Bisma yang alergi dingin bersin secara tiba tiba, refleks BREM dan SM*SH pun tertawa.
All : "Hahahahaha"
Bisma : "Kayanya engga ada yang lucu deh!" *semua berhenti tertawa* *bersin*
All : "Hahahaha"" *tertawa lagi*
Bisma : "Ayo gan kita makan" *pundung* *pergi*
Reza : "Just kidding Biiis" *mengejar Bisma*
SM*SH pun pergi ke daerah mereka untuk makan malam. Ternyata disana sudah ada tujuh orang gadis yang menunggu mereka. Masing masing gadis sudah membawa teh atau kopi untuk SM*SH. Ketujuh gadis tersebut adalah Dina, Lala, Thella, Eriska, Mytha, Tina dan Kykuu.
Dina : "Nih aku udah bikinin kopi" *menyerahkan kopinya kepada Bisma*
Bisma : "Thanks ya Din" :)
Eriska : "Chyy temenin aku ke wastafel yang deket toilet dooong" *bangun* *menarik tangan Dicky*
Dicky : "Bro gue nemenin bebong gue dulu ya" *berdiri* *berjalan*
Ilham : "Ayo makaaan" *makan*
Di tempat lain Bila Midda Enno dan Riris sedang makan.
Enno : "Eh si Bisma itu alergi dingin bukan? Bersin tiba tiba ge, asaan dia engga kaya orang pilek"
Riris : "Ngapain juga tau, penting banget"
Midda : "Pantesan dia ngasih gitu aja jaket kita"
Bila : "Hayoo Enno suka yaaaaaa??"
Enno : "Bukan, cuma lawak aja dia ujug ujug bersin"
Bila : *melihat ke arah toilet* "Eh eh bukannya itu si Dicky?" *menunjuk Dicky*
Midda : "Ah cieeeeee Bila sukanya sama yang tablo tablo wkwk"
Enno Riris : "Ahahahahahahaha"
Bila : "Eh serius, itu teh Dicky bukan?"
Riris : "Iya itu Dickyy kenapa gitu?"
Bila : "Itu cewenya dong?" *menunjuk gadis di sebelah Dicky*
Midda : "Iya kali"
Enno : "Kalo itu cewenya, berarti kemaren Bila nabrak cewenya Dicky dong?"
Bl, Md, Rr : "Hah?!" *melihat ke Enno*
Enno : "Coba aja liatin"
Bila Midda dan Riris pun memperhatikan gadis yang Enno tunjuk.
Riris : "Ih iya.."
Bila : "Demi apaaaa?"
Enno : "Cieh Bilaaaaa"
Midda : "Ahem ahem ada yang jeles nih hahahaha"
Bila : "Apaan sih?!"
Riris : "Apa aja boyeh" :p
Tak lama kemudian seluruh murid pun kumpul di lapangan di depan panggung (?) utama.
Disty : "Gue Disty, gue itu.." *terpotong*
Siswa : "Udah tauuu!!!"
Disty : "Oke, -.- karena kalian udah tau siapa gue dan gue mau ngapain langsung aja kita sambut SM*SH !!!"
SM*SH pun maju dan tampil, malam ini mereka akan menyanyikan lagu I Heart You Acoustic. Ketika intro baru saja dimulai sontak seluruh siswa berteriak histeris kecuali Bila Midda Enno dan Riris yang sibuk dengan aktifitasnya masing masing. Riris tertidur dengan ipodnya dan Bila Midda Enno sibuk mengobrol tanpa memperhatikan SM*SH sedikitpun.
Setelah selesai tampil SM*SH tidak langsung kembali ke tempat duduknya, mereka menghampiri siswa yang tidak memperhatikan mereka saat tampil yaitu BREM.
Reza : "Gue perhatiin dari tadi kalian engga ngeliat kita tampil"
Enno : "Terus? *berdiri* Gak suka? OH!"
Bila Midda : "Iya kenapa? Gak suka?" *berdiri*
Reza : "Iya kita jelas jelas gak suka!"
Enno : "Terus mau lo apa si? Siswa lain nonton kan? Ribet deh!"
Rafael : "Mau kita? Lo nanya mau kita? *senyum sinis*

to be continued..
thanks for reading, please comment :)

First Fanfict #9

please enjoy..


Keesokkan harinya di rumah Riris..
Alarm : *lagu Never Shout Never*
Riris : "Zzz..." *tidur*
Alarm : *lagu Paramore*
Riris : *masih tidur*
Alarm : *lagu Alesana*
Riris : "Hhhoooaaaammmm" *matiin alarm* *liat jam* *jam 07.30* *telat* "Ha? Udah jam segini? Mampus gue telaaat!!!" *lari ke kamar mandi*
Tiba-tibaa handphone Riris berbunyi..
Riris : "Pake ada telpon lagi" -_- *ngambil hp* "Halo!?" #OnThePhone
Bila : "Halo ris, cepetan kita udah di depan nih"
Riris : "Masuk dulu aja" *matiin telpon* *masuk kamar mandi*
Di mobil Bila..
Bila : "Kata Riris masuk dulu aja.." *membuka pintu mobil*
Midda : "Yaudah kita masuk aja.." *keluar mobil*
Enno : "Hufeeet.." *keluar mobil*
Bila Enno Midda pun menunggu Riris di dalam rumahnya. Selesainya Riris bersiap, mereka berempat sudah terlambat masuk. Sehingga mereka berempat langsung menempuh perjalanan ke tempat perkemahan.
Sesampainya di perkemahan, mereka pun langsung mendirikan tenda di tempat strategis yaitu di depan dekat tenda OSIS, dekat dapur dan dekat panggung utama. Tak lama kemudian siswa baru lainnya pun berdatangan. Ketika seluruh siswa telah menyelesaikan tendanya ternyata ada beberapa orang yang belum menyelesaikan tendanya yaitu...
Rafael : "Nyusahin banget sih! Kalo tau gini gue bawa asisten gue deh buat bikin ginian" *frustasi*
Morgan : "Bener tuh" *frustasi*
Rangga : "Tolongin gue dooong berdiriin tendanya gimana? Kalo satu gue naikin ujung lainnya turun" *kesel*
Dicky : "Diem dong! Gue lagi konsentrasi nih! Mam please help me!"
Bisma : "Kalian bisa diem gak sih? Masang tenda doang ribet banget. Usaha! Jangan ngomong terus! Gue aja udah beres"
Rafa : "Nah elo kan udah beres? Kenapa elo enggak bantuin kita aja?"
Rangga : "Iya bis, bantu gue doong tinggal di naikin koook"
Bisma : "Sorry ya bro gue sibuk, minta tolong si Reza aja" *berjalan ke arah Dina*
Dicky : "Huh temen minta bantuan enggak dibantu, pacar ga minta kok dibantu siih" *enpi*
Morgan : "Hmm za bantu gue dong"
Reza : "Wah telat gan, gue keburu nerima misscall dari Thella. Daah" *berjalan menuju tempat Thella yang baru turun dari mobilnya*
Rafael : "Haaah semua aja sibuk sama cewenya. Ham bantu gue!"
Ilham : "Sorry coo kata Lala dia minta bawain barangnya kalo udah sampe sini. Jadi gue mau bantu dia dulu"
Rafael : *memberhentikan Ilham* "Terus gue gimana dong?"
Ilham : "Udah lo minta tolong ke empat cewe tengil itu aja" *pergi*
Dicky : "Rese!!"
Ilham pun berlari menuju tempat parkir yang tidak jauh dari pintu masuk. Disana sudah ada Reza, Lala, Thella, Eriska dan 3 gadis lainnya. Ia pun membantu Lala membawa barang barangnya. Mereka pun berjalan menuju tempat perkemahan. Namun sebelum sampai di tempatnya Ilham menghampiri tempat berkemah Bila Midda Enno dan RIris terlebih dahulu.
Di tempat Bila Midda Enno dan Riris...
Ilham : "Heh cewe tengil bantuin temen temen gue sana!"
Riris : "Siapa lo?! Gue gamau!!"
Enno : "Kenapa enggak lo aja yang pasangin? Elo kan temennya!"
Ilham : "Gue sibuk! Kalo elo gak mau juga! Gua gak segan segan buat nyiksa elo semua!" *pergi*
Enno : "Huh!"
Bila Midda Enno dan Riris pun membantu Dicky Rafael Rangga dan Morgan. Namun mereka diperintahkan kembali untuk membuat empat tenda lagi untuk pacar mereka. Tak hanya itu mereka berempat pun dimanfaatkan oleh SM*SH untuk melakukan ini dan itu.
Senja hari pun datang suhunya pun makin dingin, seluruh murid pun menggunakan jaket tebalnya. Namun tidak seperti Bila Midda Riris dan Enno yang dilarang oleh SM*SH untuk menggunakan jaket.
Rafael : "Ngapain lo semua pake jaket?"
Riris : "Lo sendiri ngapain?"
Rafael : "Loh? Malah balik nanya lagi. Jawab dulu pertanyaan gue! Lagian terserah gue dong mau ngapain."
Enno : " Sorry kita sibuk!" *pergi*
Reza : *mencegat BREM* "Eh mau kemana lo! Ada peraturan khusus buat lo semua!"
Enno : "Gue tau kok. Kita engga boleh nurutin apapun yang kalian suruh! Iya kan? Hahahaha"
Reza : "Gue belum selesai ngomong! Peraturannya kalian engga boleh pake jaket atau baju hangat atau apapun yang termasuk pakaian penghangat"
Bila Midda : "Ga bisa gitu dong! Ga adil tau!"
Rafael : "Terserah kita dong mau ngapain!"
Riris : "Terserah kita juga dong mau ngapain!"
Reza : "Ahh berisik lo! Udah siniin deh jaket jaket lo!" *merampas jaket BREM* *pergi*
Enno : "Semoga engga sakit deh"
Midda : "Kenapa gitu?"
Enno : "Belom makan nasi dari pagi"
Bila : "Makan atuh"
Enno : "Kalaupun  makan tetep aja kedinginan"
Riris : "Paling engga ga sakit kan? Lagian cuma kedinginan inii"
Enno : "Badan aku emang sensian kalau kedinginan, pasti gampang flu"
Midda : "Rusuh amat no"
Enno : "Lanjut deuh"
Hari pun semakin larut. Jam di tangan Riris pun menunjukan pukul delapan malam. Udara pun semakin dingin. Enno yang alergi dingin pun mulai pusing.
Bila : "No kamu engga apa apa?"
Enno : "Engga kenapa kenapa si, tapi gitu deuh"
Midda : "Kambuh no?"
Enno : "Kayanya mah"
Riris : "Yaudah kamu tiduran aja pake sleeping bed. Oiyah kalo ga salah di tas aku ada baju tebel, cari aja di tas aku. Kayanya mah kegedean di kamu tapi siapa tau bisa bikin agak anget gitu"
Enno : "Ntar deh aku cari, makasi yak"
Riris : "Mid Bil temenin Enno yak. Aku mau ke tempat cowo cowo rese itu"
Bila : "Mau ngapain ris? Udah dong jangan berantem terus"
Midda : "Iya riis jangan berantem terus doong"
Riris : "Siapa bilang mau berantem? Cuma mau ngambil jaket doang kok selau atuuuh"
Midda : "Mau ditemenin ga?"
Bila : "Aku udah bilaang kallian temenin Enno aja"
Midda : "Yakin ris? Satu lawan tujuh looo"
Riris : "Aku engga bilang mau berantem kan? Aku cuma ngambil jaket kita doaang. Udah yak" *berjalan*
SM*SH dan ketujuh pacarnya yang sedang mengobrol pun menyadari kedatangan Riris.
Ilham : "Mau ngapain lo kesini?"
Riris : "Gue mau ngambil jaket gue dan temen temen gue!"
Reza : "Maksut lo sampah ini? *menunjuk tumpukan jaket* kalian kan kuat. Ngapain kalian pake jaket?"
Riris : "Kita manusia biasa, punya perasaan! Engga kaya kalian!"
Ilham : "Maksud lo apa?!" *bersiap memukul Riris*

to be continued
thanks for reading.. please c

First Fanfict #8

please enjoy..


Bila pun berjalan menuju tempat pemesanan. Saat memesan pesanannya ia melihat tujuh orang lelaki sedang bersama enam orang gadis perempuan.
Bila : Itu smash?
Pelayan : "Mau pesan apa ya mbak?"
Bila : "Ooh eemm cappucino satu, chococino satu vanilla latte dua"
Pelayan : "Tunggu sebentar ya mbak" *membuat pesanan*
Bila : "Cepet ya mbak" *memperhatikan SM*SH*
Di sisi lain Enno sedang berjalan menuju toilet untuk cuci tangan. Tiba tiba....
Gadis : "Aduh!" *tertabrak Enno* *terjatuh*
Enno : "Sorry sorry" *membantu gadis tersebut bangun*
Gadis : "Ga usah nolongin gue!" *bangun* *pergi*
Enno : "Biasa aja mbaaaak" *cuci tangan* kayaknya gue kenal cewe itu .-.
Tak lama kemudian Enno pun kembali ke Basecamp-nya. Disana Riris sedang memainkan PSP-nya dan Midda sedang memainkan handphone-nya.
Enno : "Fuuuh untung tuh cewek satu gak marah marah aku tabrak (?)"
Midda : "Cewek yang mana?"
Enno : "Bentar bentar cewenya itu pake baju pink kalo ga salah"
Midda : "Banyaak"
Enno : "Oooh yang itu tuuh" *menunjuk gadis yang tadi ia tertabrak olehnya*
Riris : "Hah? Yang mana?"
Midda : "Yang itu tuuh" *menunjuk gadis yang tadi Enno tunjuk*
Tiba tiba Bila datang membawa pesanannya.
Bila : "Nih minumnya" *membagikan minum minum tersebut*
Midda : "Makasih biil"
Bila : *duduk* "Lagi ngapain si?"
Riris : "Ngeliatin cewek yang tadi Enno tabrak wkwk" *memasang earphone*
Bila : "Mana mana?"
Enno : "Tuuuh" *asal menunjuk*
Bila : *memperhatikan gadis tersebut*
Enno, Midda dan Riris pun kembali dengan aktifitasnya. Tidak seperti Bila yang masih memperhatikan gadis tersebut. Gadis tersebut pun berhenti di meja spesial bernomor tujuh yang ditempati oleh....
Bila : "SM*SH?! Dia ceweknya SM*SH nooo"
Enno Midda : "Hah?! Beneran bil?"
Bila : "Beneraan, tuh liat" *menunjuk meja nomor 7*
Midda : "Ris ada SM*SH ris!"
Riris : "Hah apaan?" #GaKedengeran *teriak*
Enno : *mencabut earphone Riris* "Itu ada SM*SH"
Riris : "Oooh" *hendak memasang earphone-nya kembali* *terkaget* "Hah?! Ada mereka?!" #teriak
Rz, Il, Rf : "Hoi! Diem bisa kali!"
All : *saling melihat* *terkejut* "Hah?! Elo?!" *berjalan* *bertemu di tengah cafe*
Bisma : "Ngapain lo semua disini?"
Enno : "Ini basecamp gue dan temen temen gue, lagian semua orang punya hak buat dateng kesini!"
Bisma : "Diem deh lo! Gue dan seluruh temen temen gue merasa terganggu dengan kehadiran kalian."
Enno : "Tapi kita mau disini!"
Rafael : "Lo semua pergi deh, kita lagi ga mau ribut"
Riris : "Kenapa enggak lo yang pergi?"
Ilham : "Oh ga bisa! Kita biasa ngumpul disini!"
Midda : "Kita juga!"
Mendengar adanya keributan seorang pelayan wanita datang melerai. Namun...
Pelayan : "Maaf mbak, mas tolong jangan ribut. Pelanggan lain terganggu, lebih baik di luar saja"
Ilham Riris : "Diem lo!"
Pelayan : "Maaf" *pergi*
Enno : "Tuh denger kan? Orang lain tuh terganggu sama kalian. Berarti kalian yang harus pergi!"
Ketika SM*SH dan Bila Midda Enno Riris hendak melanjutkan perdebatan tersebut terdengar suara handphone yang berasal dari saku...
Bisma : *mengangkat telepon* "Halo!"
Penelepon : "Halo bis, besok kalian harus manggung di acara camping kata ketua osis. Lo bisa ke tempat latihan sekarang kan? Kasih tau yang lain ya" *menutup telepon*

to be continued
thanks for rading.. please comment ^^

First Fanfict #7


please enjoy..


Setelah diperbolehkan ke kelas Bila Midda Enno dan Riris pun menuju kelasnya masing masing. Sesampainya mereka di kelas seluruh murid yang berada di kelas itu pun terkejut dengan apa yang dilihatnya.
All : "Elo?!"
Enno : "Gila ya, kalian lagi kalian lagi. Sial banget gue!"
Bisma : "Kita yang sial. Lagian ngapain juga kalian kesini? Ini tuh kelas spesial! Cuma buat orang orang tertentu doang!"
Enno : "Kita mau ngambil tas! Ini tuh kelas kita! Harusnya gue yang nanya ngapain elo semua disini?"
SM*SH : "Hah?! Ini kelas kita juga!"
Rr Md En : "Hah?!"
Dicky : "Iya kelas kita emang disini emang temen lo *menunjuk Bila* belom bilang?"
Rr Md En : "Bilaaaaa"
Bila : "Maaaaaf aku lupaa"
Bisma : *berdiri* *berjalan keluar kelas* "Misi! Gue mau protes!"
Riris : "Gue juga gak sudi sekelas sama kalian!"
Morgan : "Udahlah terima aja cuma setahun kok"
Ilham : "Cuma?! Bisa bisa gue pindah sekolah gara gara mereka"
Riris : "Kenapa gak pindah dari sekarang aja? Gue seneng kok kalo elo pindah"
Midda : "Iya gak usah balik lagi sekalian!"
Rafael : "Lo berempat!" "Liat pembalasan kita nanti!" *pergi*
Enno : "Lo pikir kita gak bisa bales?" :p
Bila Midda Enno dan Riris pun pulang. Berhubung kaki Bila yang masih sakit dan mereka memang sudah janji akan bermain ke rumah Bila, jadi mereka pulang menggunakan mobil Bila dan menuju rumah Bila.
Lima belas menit kemudian sampailah mereka di rumah Bila. Mereka pun langsung naik ke kamar Bila. Di kamar Bila...
Enno : "Bil numpang tidur yak, cape"
Midda : "Ih bangeeet"
Bila : "Aku biasa aja tuh"
Rr Md En : u,u
Midda : "Yaiyalah kamu kan dapet keringanan gara gara kaki kamu kaya gitu" *menunjuk kaki Bila*
Bila : "Haha iya doong. Ris, kamu ngapain sih? Dari tadi megangin punggung terus?"
Riris : "Sakit"
Bila : "Maag kamu kambuh ris?"
Enno : "Emangnya maag itu di punggung ya?" -,-
Bila : "Oiya ya hehe. Emang kenapa ris?"
Riris : "Dibanting"
Bl, Md, En : "Hah? Dibanting?!"
Riris : "Iyaa"
Bl, En, Md : "Sama siapa?"
Riris : "Ilham"
Bila : "Ilham siapa?"
Midda : "Personil SM*SH yang tadi ngehukum Riris. Iya kan ris?"
Riris : "Iyaa"
Midda : "Tau tuh beraninya sama cewe"
Enno : "Tapi kok kamu bisa dibanting gitu ris?"
Riris : "Pertamanya dorong dorongan terus dia ngebanting aku deh"
Bila : "Kamu berantem ris?"
Riris : "Engga ko cuma berkelahi"
Enno Midda : "Samaaa"
Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu dan ketika dibuka ternyata...
Bila : "Kenapa ma?"
Mama Bila : "Eeh ada temennya Bila, makan dulu yuk"
Rr, Md, En : "Iya tante nanti nyusul"
Mama Bila : "Bil kamu kok engga bilang kalo ada temen kamu?"
Bila : "Lupa ma, Udah yuk makan laper nih"
Seluruh penghuni kamar Bila pun turun ke lantai bawah untuk makan siang bersama. Sesampainya di ruang makan mereka pun makan dengan lahapnya. Setelah selesai makan mereka pun diantar pulang oleh Bila.
Di mobil Bila...
Enno : "Nanti malem main di Basecamp yuk"
Midda : "Buat kemping besok gimana?"
Riris : "Minta tolong asisten kamu bisa kalii"
Midda : "Oiyah wkwk"
Enno : "Jadi bisa kan?"
Bila : "Kalo boleh yak"
Enno : "Jam tujuh di Basecamp"
Malam harinya di Basecamp...
Midda : *baru dateng* "Enno sama Riris mana?"
Bila : "Gatau deh aku telpon dulu yak"
Bila : "Heh dimana?" #OnThePhone
Enno : "Selau atuuh bentar lagi nyampe kok tapi kayanya agak macet" *masih di rumah*
Bila : "Cepet yak"
Enno : "Iyaaa" *menutup telepon dari Bila*
Bila : *menghubungi Riris* *tidak diangkat*
Midda : "Apa katanya?"
Bila : "Enno bentar lagi nyampe macet katanya. Riris ga diangkat"
Midda : "Riris pasti bawa motor"
Bila : "Oiyah"
Sepuluh menit kemudian...
Riris : *baru dateng* "Gak telatkan?"
Midda : "Siapa?"
Riris : "Aku"
Bila : "Enggaa"
Midda : "Engga salah wkwk"
Riris : -,- "Enno mana?"
Bila : "Katanya mah bentar lagi. Eh kok telepon aku engga diangkat?"
Riris : "Tadi telepon? Lagi bawa motor" :D
Bila : "Pantesan" -,-
Dua puluh menit kemudian ada seseorang yang mendatangi Bila Midda dan Riris.
Bl, Md, Rr : "Woooo telaaaaaaaaat"
Enno : "Sori sorii tadi maceeet"
Midda : "Macet dimana?"
Enno : "I.. itu di perempatan"
Riris : "Perempatan mana? Aku gak kena macet tuh"
Enno : "Kamu kesini naik apa?"
Riris : "Motor"
Enno : "Ih atuh motor mah bisa nyelip nyeliiip"
Riris : "Iya siiih"
Bila : "Eh kalian mau pesen apa?"
Enno : "Cappucino aja deh"
Midda : "Chococino"
Riris : "Vanilla latte yak"
Bila : "Siip tungguin yak"
Bila pun berjalan menuju tempat pemesanan. Saat memesan pesanannya ia melihat tujuh orang lelaki sedang bersama enam orang gadis perempuan.
Bila : Itu smash?

to be continued..
thanks for reading, please comment ^^

Kamis, 03 Januari 2013

First Fanfict #6

please enjoy... ^^

Di kantin, hampir seluruh murid berkumpul dan berbincang, termasuk Midda, Riris dan Bila yang dibopong oleh Riris.
Bila : "Hey Enno kemana?"
Midda : "Gatau terakhir liat di aula pas kita dipisahin"
Riris : "Mid, aku ge tau kali. Udah ah laper duduk situ yuk!" *menunjuk tempat kosong yang nyaman*
Bila : "Kita ga apa apa kalo duduk disini?"
Riris : "Lanjut kali, siapa aja boleh dong duduk disini"
Midda : "Tau sih Bila mikirin banget. Hahahaha"
Bila : "Iya sih tapi.." *terpotong*
Riris Midda : "Udah!" *duduk*
Bila : "Iya deeeh" *duduk*
Lalu datanglah SM*SH mencari tempat duduk. Hampir seluruh murid perempuan yang berada di kantin menawarkan tempat duduk untuk SM*SH, namun SM*SH tetap berjalan ke arah...
Bisma : "Misi! Kita mau duduk disini!"
Ilham : "Jadi lo bertiga harus pergi dari sini!"
Riris : "Lo lagi lo lagi, gila ya! Eh jangan mentang mentang kalian anak pendiri sekolah terus kalian bisa bersikap semena-mena sama kita. Asal kalian tau posisi orang tua kalian ga ada apa-apanya dibandingkan posisi orang tua Midda! Dia tuh..." *mulut Riris ditutup oleh Midda*
Midda : "Kalo kalian mau duduk disini minta baik-baik dong! Ga tau sopan santun banget"
Rafael : "Eh elo! Anak kecil ga usah ikut-ikutan deh! Bisa naik sepeda aja bangga"
Ilham : "Ooh jadi kalian masih mau berurusan sama kita?" *menyingsingkan lengan bajunya* "Silakan, gue dengan senang hati akan menghukum kalian kaya temen lo yang semut itu. Hahahaha"
Bila : *berdiri* *menggebrak meja* "Hah?! Lo apain temen gue?"
Rafael : "Eh daripada elo *nunjuk Midda* dan elo *nunjuk Riris* ribut sama kita, mending elo urusin temen lo yang pincang itu deeh" *nunjuk Bila*
Riris : "Eh temen gue pincang gara-gara temen lo juga!"
Midda : "Bener tuh!"
Ilham : "Udah Bis, hukum aja!"
Bisma : "Karena kalian pengen tau si semut temen kalian itu diapain, jadi gue suruh kalian buat berdiri satu kaki sambil megang ember berisi air sampai waktu istirahat habis!"
Ilham : "Udah! Misi! Kita mau makan!"
Riris : "Aargggh!!" *berdiri* *menyemprotkan saus sambal ke jas SM*SH* *membopong Bila pergi ke lapangan*
Ilham : "Sialan tu cewek!"
Setelah di semprot saus oleh Riris, Sm*sh pun berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan jas mereka. Sementara itu di lapangan...
Enno : "Rese banget sih tuh cowo! Dia pikir gak cape apa kaya gini! Liat aja pembalasan gue!"
Riris : "Udahlah, ngapain juga nurutin hukukman mereka. Siapa sih mereka!? OSIS? Bukankan? Udah no berhenti aja!"
Enno : "Lho kok kalian disini?"
Bila : "Kita dihukum juga" :(
Riris : "Udahlah gak usah diturutin mending kita makan aja, pada belum sempet makan kan?"
Enno pun menghentikan hukumannya dan pergi menuju kantin untuk membeli makanan. Bila, Midda, Riris yang juga belum sempat makan pun mengikuti Enno.
Setelah membeli makanan dan minuman mereka segera mengambil tempat kosong yang tidak jauh dari lapangan. Sekembalinya mereka ke lapangan, mereka di cegat oleh Dicky, Ilham, Rafael, dan Reza.
Rafael : "Eh, dari mana lo semua!?"
Reza : "Oh, jadi dari tadi lo semua itu makan dan bukan ngelaksanain hukuman!? Nantangin lo!?"
Ilham : "Sekarang, gue perintahin kalian semua buat ngerjain hukuman yang udah kita kasih lebih lama sampai jam 12 siang"
Riris : "Kalian siapa sih!? OSIS? Bukankan? Ngapain juga kita nurut sama kalian. Cih!"
Reza : "Udah deh nurut aja!" *menyerahkan air dan ember kepada Bila Enno Midda dan Riris*
Enno : "Kalo bukan karena elo semua cowo gue ga bakal ngelakuin ini" *melakukan hukuman*
Midda Bila : *melakukan hukuman*
Ilham : "Lo mau gue banting lagi?"
Riris : "Gak takut gue!"
Reza : "Oke, misi Ham. Biar gue yang banting dia"
Riris : :(
Tak ingin tawanan-nya kabur Ilham, Dicky, Reza dan Rafael pun mengawasi Riris, Bila, Enno dan Midda. Pada pukul 10.30 matahari pun makin menyengat. Midda yang sudah lelah pun makin melemah keseimbangannya, tak lama kemudian...
Midda : *hampir jatuh*
Rafael : "Eh awas!" *menangkap Midda*
All : "Cieeeeeh.."
Rafael : "Apaan siih?" *melepaskan Midda*
Midda : "Aww!!" *jatuh*
All : "Hahahahahahaha"
Reza : "Kenapa enggak lo dorong aja? Cuma dilepas gitu doang mah gak seru"
Riris : "Gila lo!"
Ilham : "Elo yang gila!"
Riris : "Lo tuh! Beraninya sama perempuan! Lo bertiga juga!"
Ilham : *berdiri* "Terus kenapa? Elo gasuka?"
Riris : "Iya! Gue gasuka!" *menyiram Ilham dan melempar ember tersebut*
Ember : *mengenai kepala Ilham*
Ilham : "Arrgggh! Apa apaan lo? Kalo gue amnesia gimana?"
Riris : "Itu sih derita lo! Lagian lo juga ngelempar gue pake kacamata kan? Gue juga bisa kena amnesia gara gara kacamata lo!"
Ilham : "Itu kan CUMA kacamata, sakitnya gak seberapa! Gue dilempar ember!"
Riris : "Elo kan cowo! Gue aja yang lo banting gak ngeluh! Pengecut!!"
Dicky : "Za, ada pertandingan lagi, taruhan yuk!"
Riris Ilham : "Berisik lo!"
Dicky : "Haha kompak banget jawabnya"
All : "Hahaha"
Riris Ilham : "Diem lo semua!"
All : ".........." *nahan ketawa*
Riris Ilham : "Berhenti ngikutin gue!" *saling mendorong*
Bila : "Udah dong jangan main fisik terus!"
Midda : "Iya berhenti dong!"
Rafael : *hendak berbicara* *terpotong*
Bel : *bunyi*
Disty : "Untuk seluruh murid kelas sepuluh harap berkumpul di aula secepatnya!" #OnTheMic (?)
Bila, Dicky, Enno, Ilham, Midda, Rafael, Reza dan Riris pun pergi ke aula. Mereka semua pergi tanpa berbicara, tanpa keakraban dan masih dengan kebencian satu sama lain.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di aula sekolah. Disana sudah banyak murid baru lainnya yang berkumpul. Lima menit kemudian seluruh murid baru pun berkumpul.
Disty : "Langsung saja. Karena kalian masih dalam Masa Orientasi Siswa jadi kami selaku pengurus OSIS akan mengadakan acara camping untuk menambah kerja sama dan keakraban kalian. Camping ini akan dilaksanakan dua hari satu malam. Daftar peralatan yang harus kalian bawa ada di website sekolah, tidak lupa yang mempunyai penyakit harap dibawa obatnya. Terima kasih" *pergi*
Setelah diperbolehkan ke kelas Bila Midda Enno dan Riris pun menuju kelasnya masing masing. Sesampainya mereka di kelas seluruh murid yang berada di kelas itu pun terkejut dengan apa yang dilihatnya.
All : "Elo?!"


to be continued..
thanks gor reading :)