Jumat, 04 Januari 2013

First Fanfict #7


please enjoy..


Setelah diperbolehkan ke kelas Bila Midda Enno dan Riris pun menuju kelasnya masing masing. Sesampainya mereka di kelas seluruh murid yang berada di kelas itu pun terkejut dengan apa yang dilihatnya.
All : "Elo?!"
Enno : "Gila ya, kalian lagi kalian lagi. Sial banget gue!"
Bisma : "Kita yang sial. Lagian ngapain juga kalian kesini? Ini tuh kelas spesial! Cuma buat orang orang tertentu doang!"
Enno : "Kita mau ngambil tas! Ini tuh kelas kita! Harusnya gue yang nanya ngapain elo semua disini?"
SM*SH : "Hah?! Ini kelas kita juga!"
Rr Md En : "Hah?!"
Dicky : "Iya kelas kita emang disini emang temen lo *menunjuk Bila* belom bilang?"
Rr Md En : "Bilaaaaa"
Bila : "Maaaaaf aku lupaa"
Bisma : *berdiri* *berjalan keluar kelas* "Misi! Gue mau protes!"
Riris : "Gue juga gak sudi sekelas sama kalian!"
Morgan : "Udahlah terima aja cuma setahun kok"
Ilham : "Cuma?! Bisa bisa gue pindah sekolah gara gara mereka"
Riris : "Kenapa gak pindah dari sekarang aja? Gue seneng kok kalo elo pindah"
Midda : "Iya gak usah balik lagi sekalian!"
Rafael : "Lo berempat!" "Liat pembalasan kita nanti!" *pergi*
Enno : "Lo pikir kita gak bisa bales?" :p
Bila Midda Enno dan Riris pun pulang. Berhubung kaki Bila yang masih sakit dan mereka memang sudah janji akan bermain ke rumah Bila, jadi mereka pulang menggunakan mobil Bila dan menuju rumah Bila.
Lima belas menit kemudian sampailah mereka di rumah Bila. Mereka pun langsung naik ke kamar Bila. Di kamar Bila...
Enno : "Bil numpang tidur yak, cape"
Midda : "Ih bangeeet"
Bila : "Aku biasa aja tuh"
Rr Md En : u,u
Midda : "Yaiyalah kamu kan dapet keringanan gara gara kaki kamu kaya gitu" *menunjuk kaki Bila*
Bila : "Haha iya doong. Ris, kamu ngapain sih? Dari tadi megangin punggung terus?"
Riris : "Sakit"
Bila : "Maag kamu kambuh ris?"
Enno : "Emangnya maag itu di punggung ya?" -,-
Bila : "Oiya ya hehe. Emang kenapa ris?"
Riris : "Dibanting"
Bl, Md, En : "Hah? Dibanting?!"
Riris : "Iyaa"
Bl, En, Md : "Sama siapa?"
Riris : "Ilham"
Bila : "Ilham siapa?"
Midda : "Personil SM*SH yang tadi ngehukum Riris. Iya kan ris?"
Riris : "Iyaa"
Midda : "Tau tuh beraninya sama cewe"
Enno : "Tapi kok kamu bisa dibanting gitu ris?"
Riris : "Pertamanya dorong dorongan terus dia ngebanting aku deh"
Bila : "Kamu berantem ris?"
Riris : "Engga ko cuma berkelahi"
Enno Midda : "Samaaa"
Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu dan ketika dibuka ternyata...
Bila : "Kenapa ma?"
Mama Bila : "Eeh ada temennya Bila, makan dulu yuk"
Rr, Md, En : "Iya tante nanti nyusul"
Mama Bila : "Bil kamu kok engga bilang kalo ada temen kamu?"
Bila : "Lupa ma, Udah yuk makan laper nih"
Seluruh penghuni kamar Bila pun turun ke lantai bawah untuk makan siang bersama. Sesampainya di ruang makan mereka pun makan dengan lahapnya. Setelah selesai makan mereka pun diantar pulang oleh Bila.
Di mobil Bila...
Enno : "Nanti malem main di Basecamp yuk"
Midda : "Buat kemping besok gimana?"
Riris : "Minta tolong asisten kamu bisa kalii"
Midda : "Oiyah wkwk"
Enno : "Jadi bisa kan?"
Bila : "Kalo boleh yak"
Enno : "Jam tujuh di Basecamp"
Malam harinya di Basecamp...
Midda : *baru dateng* "Enno sama Riris mana?"
Bila : "Gatau deh aku telpon dulu yak"
Bila : "Heh dimana?" #OnThePhone
Enno : "Selau atuuh bentar lagi nyampe kok tapi kayanya agak macet" *masih di rumah*
Bila : "Cepet yak"
Enno : "Iyaaa" *menutup telepon dari Bila*
Bila : *menghubungi Riris* *tidak diangkat*
Midda : "Apa katanya?"
Bila : "Enno bentar lagi nyampe macet katanya. Riris ga diangkat"
Midda : "Riris pasti bawa motor"
Bila : "Oiyah"
Sepuluh menit kemudian...
Riris : *baru dateng* "Gak telatkan?"
Midda : "Siapa?"
Riris : "Aku"
Bila : "Enggaa"
Midda : "Engga salah wkwk"
Riris : -,- "Enno mana?"
Bila : "Katanya mah bentar lagi. Eh kok telepon aku engga diangkat?"
Riris : "Tadi telepon? Lagi bawa motor" :D
Bila : "Pantesan" -,-
Dua puluh menit kemudian ada seseorang yang mendatangi Bila Midda dan Riris.
Bl, Md, Rr : "Woooo telaaaaaaaaat"
Enno : "Sori sorii tadi maceeet"
Midda : "Macet dimana?"
Enno : "I.. itu di perempatan"
Riris : "Perempatan mana? Aku gak kena macet tuh"
Enno : "Kamu kesini naik apa?"
Riris : "Motor"
Enno : "Ih atuh motor mah bisa nyelip nyeliiip"
Riris : "Iya siiih"
Bila : "Eh kalian mau pesen apa?"
Enno : "Cappucino aja deh"
Midda : "Chococino"
Riris : "Vanilla latte yak"
Bila : "Siip tungguin yak"
Bila pun berjalan menuju tempat pemesanan. Saat memesan pesanannya ia melihat tujuh orang lelaki sedang bersama enam orang gadis perempuan.
Bila : Itu smash?

to be continued..
thanks for reading, please comment ^^

Kamis, 03 Januari 2013

First Fanfict #6

please enjoy... ^^

Di kantin, hampir seluruh murid berkumpul dan berbincang, termasuk Midda, Riris dan Bila yang dibopong oleh Riris.
Bila : "Hey Enno kemana?"
Midda : "Gatau terakhir liat di aula pas kita dipisahin"
Riris : "Mid, aku ge tau kali. Udah ah laper duduk situ yuk!" *menunjuk tempat kosong yang nyaman*
Bila : "Kita ga apa apa kalo duduk disini?"
Riris : "Lanjut kali, siapa aja boleh dong duduk disini"
Midda : "Tau sih Bila mikirin banget. Hahahaha"
Bila : "Iya sih tapi.." *terpotong*
Riris Midda : "Udah!" *duduk*
Bila : "Iya deeeh" *duduk*
Lalu datanglah SM*SH mencari tempat duduk. Hampir seluruh murid perempuan yang berada di kantin menawarkan tempat duduk untuk SM*SH, namun SM*SH tetap berjalan ke arah...
Bisma : "Misi! Kita mau duduk disini!"
Ilham : "Jadi lo bertiga harus pergi dari sini!"
Riris : "Lo lagi lo lagi, gila ya! Eh jangan mentang mentang kalian anak pendiri sekolah terus kalian bisa bersikap semena-mena sama kita. Asal kalian tau posisi orang tua kalian ga ada apa-apanya dibandingkan posisi orang tua Midda! Dia tuh..." *mulut Riris ditutup oleh Midda*
Midda : "Kalo kalian mau duduk disini minta baik-baik dong! Ga tau sopan santun banget"
Rafael : "Eh elo! Anak kecil ga usah ikut-ikutan deh! Bisa naik sepeda aja bangga"
Ilham : "Ooh jadi kalian masih mau berurusan sama kita?" *menyingsingkan lengan bajunya* "Silakan, gue dengan senang hati akan menghukum kalian kaya temen lo yang semut itu. Hahahaha"
Bila : *berdiri* *menggebrak meja* "Hah?! Lo apain temen gue?"
Rafael : "Eh daripada elo *nunjuk Midda* dan elo *nunjuk Riris* ribut sama kita, mending elo urusin temen lo yang pincang itu deeh" *nunjuk Bila*
Riris : "Eh temen gue pincang gara-gara temen lo juga!"
Midda : "Bener tuh!"
Ilham : "Udah Bis, hukum aja!"
Bisma : "Karena kalian pengen tau si semut temen kalian itu diapain, jadi gue suruh kalian buat berdiri satu kaki sambil megang ember berisi air sampai waktu istirahat habis!"
Ilham : "Udah! Misi! Kita mau makan!"
Riris : "Aargggh!!" *berdiri* *menyemprotkan saus sambal ke jas SM*SH* *membopong Bila pergi ke lapangan*
Ilham : "Sialan tu cewek!"
Setelah di semprot saus oleh Riris, Sm*sh pun berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan jas mereka. Sementara itu di lapangan...
Enno : "Rese banget sih tuh cowo! Dia pikir gak cape apa kaya gini! Liat aja pembalasan gue!"
Riris : "Udahlah, ngapain juga nurutin hukukman mereka. Siapa sih mereka!? OSIS? Bukankan? Udah no berhenti aja!"
Enno : "Lho kok kalian disini?"
Bila : "Kita dihukum juga" :(
Riris : "Udahlah gak usah diturutin mending kita makan aja, pada belum sempet makan kan?"
Enno pun menghentikan hukumannya dan pergi menuju kantin untuk membeli makanan. Bila, Midda, Riris yang juga belum sempat makan pun mengikuti Enno.
Setelah membeli makanan dan minuman mereka segera mengambil tempat kosong yang tidak jauh dari lapangan. Sekembalinya mereka ke lapangan, mereka di cegat oleh Dicky, Ilham, Rafael, dan Reza.
Rafael : "Eh, dari mana lo semua!?"
Reza : "Oh, jadi dari tadi lo semua itu makan dan bukan ngelaksanain hukuman!? Nantangin lo!?"
Ilham : "Sekarang, gue perintahin kalian semua buat ngerjain hukuman yang udah kita kasih lebih lama sampai jam 12 siang"
Riris : "Kalian siapa sih!? OSIS? Bukankan? Ngapain juga kita nurut sama kalian. Cih!"
Reza : "Udah deh nurut aja!" *menyerahkan air dan ember kepada Bila Enno Midda dan Riris*
Enno : "Kalo bukan karena elo semua cowo gue ga bakal ngelakuin ini" *melakukan hukuman*
Midda Bila : *melakukan hukuman*
Ilham : "Lo mau gue banting lagi?"
Riris : "Gak takut gue!"
Reza : "Oke, misi Ham. Biar gue yang banting dia"
Riris : :(
Tak ingin tawanan-nya kabur Ilham, Dicky, Reza dan Rafael pun mengawasi Riris, Bila, Enno dan Midda. Pada pukul 10.30 matahari pun makin menyengat. Midda yang sudah lelah pun makin melemah keseimbangannya, tak lama kemudian...
Midda : *hampir jatuh*
Rafael : "Eh awas!" *menangkap Midda*
All : "Cieeeeeh.."
Rafael : "Apaan siih?" *melepaskan Midda*
Midda : "Aww!!" *jatuh*
All : "Hahahahahahaha"
Reza : "Kenapa enggak lo dorong aja? Cuma dilepas gitu doang mah gak seru"
Riris : "Gila lo!"
Ilham : "Elo yang gila!"
Riris : "Lo tuh! Beraninya sama perempuan! Lo bertiga juga!"
Ilham : *berdiri* "Terus kenapa? Elo gasuka?"
Riris : "Iya! Gue gasuka!" *menyiram Ilham dan melempar ember tersebut*
Ember : *mengenai kepala Ilham*
Ilham : "Arrgggh! Apa apaan lo? Kalo gue amnesia gimana?"
Riris : "Itu sih derita lo! Lagian lo juga ngelempar gue pake kacamata kan? Gue juga bisa kena amnesia gara gara kacamata lo!"
Ilham : "Itu kan CUMA kacamata, sakitnya gak seberapa! Gue dilempar ember!"
Riris : "Elo kan cowo! Gue aja yang lo banting gak ngeluh! Pengecut!!"
Dicky : "Za, ada pertandingan lagi, taruhan yuk!"
Riris Ilham : "Berisik lo!"
Dicky : "Haha kompak banget jawabnya"
All : "Hahaha"
Riris Ilham : "Diem lo semua!"
All : ".........." *nahan ketawa*
Riris Ilham : "Berhenti ngikutin gue!" *saling mendorong*
Bila : "Udah dong jangan main fisik terus!"
Midda : "Iya berhenti dong!"
Rafael : *hendak berbicara* *terpotong*
Bel : *bunyi*
Disty : "Untuk seluruh murid kelas sepuluh harap berkumpul di aula secepatnya!" #OnTheMic (?)
Bila, Dicky, Enno, Ilham, Midda, Rafael, Reza dan Riris pun pergi ke aula. Mereka semua pergi tanpa berbicara, tanpa keakraban dan masih dengan kebencian satu sama lain.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di aula sekolah. Disana sudah banyak murid baru lainnya yang berkumpul. Lima menit kemudian seluruh murid baru pun berkumpul.
Disty : "Langsung saja. Karena kalian masih dalam Masa Orientasi Siswa jadi kami selaku pengurus OSIS akan mengadakan acara camping untuk menambah kerja sama dan keakraban kalian. Camping ini akan dilaksanakan dua hari satu malam. Daftar peralatan yang harus kalian bawa ada di website sekolah, tidak lupa yang mempunyai penyakit harap dibawa obatnya. Terima kasih" *pergi*
Setelah diperbolehkan ke kelas Bila Midda Enno dan Riris pun menuju kelasnya masing masing. Sesampainya mereka di kelas seluruh murid yang berada di kelas itu pun terkejut dengan apa yang dilihatnya.
All : "Elo?!"


to be continued..
thanks gor reading :)

Rabu, 24 Oktober 2012

First Fanfict #5

please enjoy...




Beralih ke gedung olahraga...
Riris : "Ngapain kita kesini?"
Ilham : "Gue mau ngasih pelajaran ke elo!"
Riris : "Pelajaran apa? Pelajaran orang sombong? Hahaha.." *duduk di bangku penonton*
Ilham : "Sialan lo! Siapa yang nyuruh duduk?!"
Riris : "Gak ada yang nyuruh. Gue yang mau"
Ilham : "Berdiri! Gue gak nyuruh lo duduk!"
Riris : "Gue udah bilang gak ada yang nyuruh gue duduk. Gue duduk atas kemauan diri gue sendiri!"
Ilham : "Aarggh.. Berdiri!"
Riris : "Siapa sih lo berani nyuruh nyuruh gue?!" *bangun dorong Ilham*
Ilham : "Ooh gituu" *balas mendorong*
Riris : "Beraninya sama perempuan!" *mendorong Ilham lebih keras*
Ilham : "Kenapa? Terserah gue dong" *mendorong Riris hingga terjatuh*
Riris : "Pengecut!" *bangun dan membersihkan roknya*
Ilham : "Ayoo dorong gue kalo bisaa" *mendekat ke arah Riris*
Riris : "Argggh!!"
Riris pun menabrakkan tubuhnya ke arah Ilham, Riris pun jatuh menimpa Ilham. Ilham pun refleks menyingkirkan tubuh Riris. Mereka pun kembali berdiri. Tak butuh waktu lama Riris pun kembali menyerang Ilham dengan memelintir tangannya...
Ilham : "Arggggh!!" *membalikan tangannya dan membanting Riris*
Tiba tiba pintu gedung pun terbuka dan masuklah seseorang..
Rangga : "Stop! Stop! Apa apaan nih?" *memasuki gedung* #telat
Riris : "Aww punggung gue!" *berusaha untuk bangun*
Rangga : "Sini gue bantu" *menjulurkan tangannya*
Riris : "Gue bisa sendiri!" *menangkis tangan Rangga*
Ilham : "Udah ngga, biarin aja cewe kayak gitu mah. Gak perlu dibantu" *memegang tangannya yang tadi di pelintir oleh Riris*
Rangga : "Kasian kali elo banting kayak gitu"
Ilham : "Kasian? Ngapain kasian sama dia? Lagian dia duluan ko yang dorong gue"
Rangga : "Itu doang sampe elo banting dia?"
Ilham : "Engga juga, tadi dia sempet melintir tangan gue"
Riris : *bangun* "Itu karena elo ngeselin udah dorong gue sampe jatoh"
Ilham : "Terus? Cuma gitu doang kan?"
Rangga : "Udah dong. Ayo cepet maafan!"
Ilham : "Dia yang harus minta maaf duluan, dia yang dorong gue pertama kali!"
Riris : "Pertama? Udah jelas jelas elo yang duluan ngelempar gue pake kacamata elo, banyak kok saksinya. Rese lo!"
Ilham : "Elo yang rese!"
Rangga : "Udah!! Minta maaf doang susah banget sih! Dewasa dong! Anak kecil aja marahan dikit langsung baikan, kalah kalian sama mereka!"
Ilham : "Sampai kapan pun gue gak bakal minta maaf sama lo!"
Riris : "Emang gue mau?"
Ilham pun pergi meninggalkan Rangga dan Riris.
Riris : "Ngeselin banget tuh cowok!"
Rangga : "Udah Ilham gak sepenuhnya jahat ko, mungkin dia lagi kesel aja jadi kebawa emosi. Gue keluar dulu ya" *keluar*
Riris : "Iya"
Rangga pun keluar dari gedung olahraga, tak lama kemudian Riris pun pergi menuju kelas. Pukul sembilan bel pun berbunyi dengan "merdunya". Seluruh murid SMA 5 Heroes pun bebas beristirahat, kecuali Enno  yang masih berurusan dengan Reza. (masih) Di ruangan koreografi...
Reza : "Oiya elo kan kalah, jadi harus gue hukum"
Enno : "Hah?! Lo belom puas juga?!"
Reza : "Iya, sampe kapan pun gue ga akan pernah puas nyiksa elo. Ayo ikut gue!" *menarik rambut Enno yang kebetulan dikuncir*
Enno : "Aww!!! Rambut gue!!" *memegang rambutnya dan mengikuti Reza*



to be continued.. thanks for reading ^^

Minggu, 14 Oktober 2012

First Fanfict #4


please enjoy..



Rafael : "Halo, Bis gawat nih gawat!" #OnThePhone
Bisma : "Halo, gawat kenapa raf?"
Rafael : "Cewe yang lo suruh gue hukum, malah nyiksa gue"
Bisma : "Nyiksa gimana? Emang lo sama cewe yang nyolot?"
Rafael : "Bukaan gue sama yang kecil, tapi engga nyolot ituu"
Bisma : "Oooh emang dia nyiksa gimana?"
Rafael : "Dia nantang gue naik sepeda"
Bisma : -_______________- "Terus? Masalah? Udah ya bro gue sibuk" *menutup telepon*
Rafael : "Bismaa!!!"
Rafael pun mengambil sepeda milik orang lain yang terparkir di dekatnya dan berjalan menuju tempat balapan. Disana Midda sudah siap dengan sepedanya...
Midda : "Oke lima lap sampai pohon yang itu. 1.. 2.. 3.." *menaiki sepedanya dan mulai mengendarainya*
Rafael : "Eh tungguin dong!" *berusaha menjalankan sepedanya*
Saat Rafael berusaha menyelesaikan track-nya, Midda sudah hampir mencapai finish. Tiba tiba sebuah 'kecelakaan' kecil terjadi...
Rafael : *jatuh dari sepeda* "Eh gue lagi tanding! Lo nurut dong sama gue!" *memarahi sepeda-nya*
Midda : "Sepeda dimarahin, wah ga waras wkwk"
Rafael : "Shit! Luka lagi"
Midda : "Duuh kasian banget anak mami luka. Cup cup... Hahahaha" *ketawa*
Rafael : "Diem lo! Gue gabakal kalah dari lo!" *bangun dan menaiki sepedanya*
Midda : "Oiyah kamu kan tinggal satu puteran lagi, eh salah deng belum satu puteran wkwk"
Rafael : *terjatuh kembali* "Duh!"
Midda : "Dah kamuu selamat kalah.. Wleee" *meletin lidah*
Sementara itu di ruang koreografi...
Reza : "Sekarang lo pilih, kita battle dance atau adu kempo?"
Enno : "Engga dua duanya"
Reza : "Kenapa? Lo gabisa? Lo gak berani?"
Enno : "Hmm.."
Reza : "Apa? Kalo lo gak mau pilih, biar gue yang pilih. Ayo kita adu kempo"
Enno : "Gak adil dong. Elo cowo gue cewe, Gak Bisa!"
Reza : "Kalo lo gak mau berarti kita battle dance"
Enno : "Oh itu gak bisa juga, elo udah jelas jelas boyband dan gue bukan apa apa, Gak bisa!"
Reza : "Kalo lo gak mau battle dance yaudah kita adu kempo"
Enno : "Elo maksa banget sih!"
Reza : "Kenapa kalo gue maksa? Gue kan anak dari.." *terpotong*
Enno : "Iya elo anak dari ibu dan bapa lo. Terus?"
Reza : "Argggh.. Maksud gue bukan ituu!"
Enno : "Iya gue tau maksud lo apa"
Reza : "Hahaha.. Jadi lo pilih yang mana?"
Enno : "Daripada badan gue ancur elo gebukin, gue lebih pilih battle dance deh" *pasrah*
Reza : "Oke"
Reza pun berjalan ke sudut ruangan untuk menyalakan musik. Terdengarlah lagu "Party Rock Anthem" dari LMFAO..
Reza : "Ayo elo duluan"
Enno : "Gue? Yang nawarin battle kan elo. Jadi elo dong yang duluan"
Reza : "Oiyah gue lupa, dimana mana si ganteng maut duluan"
Enno : "Hah?! Ganteng maut?! Hueks"
Reza pun memulai gerakan dance-nya dengan baik. Tak lama kemudian Reza pun memerintahkan Enno untuk memulai dance-nya..
Reza : "Ayo sekarang elo!"
Enno : "Gue?" *memulai gerakan dance-nya*
Reza : "Dance apaan tuh? Gak bisa gak ada gerakan dance kaya gitu! Maksa lo!"
Enno : *menghentikan dance-nya* "Gue udah bilang gue gak bisa dance. Elo yang maksa gue buat nge-dance!"
Reza : "Karena gerakan dance elo gak jelas jadi yang menangin battle dance ini gue!"
Enno : "Kok elo yang nentuin? Elo peserta bukan juri! Sekarang dari gue!"
Reza : "Oh sori gue gak bisa gue sibuk"
Enno : "Eh gak bisa gitu dong. Lo gak bisa pergi gitu aja!"
Reza : "Terus mau lo apa?"
Enno : "Mau gue? Kita lanjutin main tapi sekarang dari gue"
Reza : "Gak bisa. Judulnya tuh gue yang ngehukum elo bukan elo yang ngehukum gue!"
Enno : "Ganti judul dong!"
Reza : "Ah ribet lo! Udah sekarang elo gue hukum!"
Rafael : "Halo, Bis gawat nih gawat!" #OnThePhone
Bisma : "Halo, gawat kenapa raf?"
Rafael : "Cewe yang lo suruh gue hukum, malah nyiksa gue"
Bisma : "Nyiksa gimana? Emang lo sama cewe yang nyolot?"
Rafael : "Bukaan gue sama yang kecil, tapi engga nyolot ituu"
Bisma : "Oooh emang dia nyiksa gimana?"
Rafael : "Dia nantang gue naik sepeda"
Bisma : -_______________- "Terus? Masalah? Udah ya bro gue sibuk" *menutup telepon*
Rafael : "Bismaa!!!"
Rafael pun mengambil sepeda milik orang lain yang terparkir di dekatnya dan berjalan menuju tempat balapan. Disana Midda sudah siap dengan sepedanya...
Midda : "Oke lima lap sampai pohon yang itu. 1.. 2.. 3.." *menaiki sepedanya dan mulai mengendarainya*
Rafael : "Eh tungguin dong!" *berusaha menjalankan sepedanya*
Saat Rafael berusaha menyelesaikan track-nya, Midda sudah hampir mencapai finish. Tiba tiba sebuah 'kecelakaan' kecil terjadi...
Rafael : *jatuh dari sepeda* "Eh gue lagi tanding! Lo nurut dong sama gue!" *memarahi sepeda-nya*
Midda : "Sepeda dimarahin, wah ga waras wkwk"
Rafael : "Shit! Luka lagi"
Midda : "Duuh kasian banget anak mami luka. Cup cup... Hahahaha" *ketawa*
Rafael : "Diem lo! Gue gabakal kalah dari lo!" *bangun dan menaiki sepedanya*
Midda : "Oiyah kamu kan tinggal satu puteran lagi, eh salah deng belum satu puteran wkwk"
Rafael : *terjatuh kembali* "Duh!"
Midda : "Dah kamuu selamat kalah.. Wleee" *meletin lidah*
Sementara itu di ruang koreografi...
Reza : "Sekarang lo pilih, kita battle dance atau adu kempo?"
Enno : "Engga dua duanya"
Reza : "Kenapa? Lo gabisa? Lo gak berani?"
Enno : "Hmm.."
Reza : "Apa? Kalo lo gak mau pilih, biar gue yang pilih. Ayo kita adu kempo"
Enno : "Gak adil dong. Elo cowo gue cewe, Gak Bisa!"
Reza : "Kalo lo gak mau berarti kita battle dance"
Enno : "Oh itu gak bisa juga, elo udah jelas jelas boyband dan gue bukan apa apa, Gak bisa!"
Reza : "Kalo lo gak mau battle dance yaudah kita adu kempo"
Enno : "Elo maksa banget sih!"
Reza : "Kenapa kalo gue maksa? Gue kan anak dari.." *terpotong*
Enno : "Iya elo anak dari ibu dan bapa lo. Terus?"
Reza : "Argggh.. Maksud gue bukan ituu!"
Enno : "Iya gue tau maksud lo apa"
Reza : "Hahaha.. Jadi lo pilih yang mana?"
Enno : "Daripada badan gue ancur elo gebukin, gue lebih pilih battle dance deh" *pasrah*
Reza : "Oke"
Reza pun berjalan ke sudut ruangan untuk menyalakan musik. Terdengarlah lagu "Party Rock Anthem" dari LMFAO..
Reza : "Ayo elo duluan"
Enno : "Gue? Yang nawarin battle kan elo. Jadi elo dong yang duluan"
Reza : "Oiyah gue lupa, dimana mana si ganteng maut duluan"
Enno : "Hah?! Ganteng maut?! Hueks"
Reza pun memulai gerakan dance-nya dengan baik. Tak lama kemudian Reza pun memerintahkan Enno untuk memulai dance-nya..
Reza : "Ayo sekarang elo!"
Enno : "Gue?" *memulai gerakan dance-nya*
Reza : "Dance apaan tuh? Gak bisa gak ada gerakan dance kaya gitu! Maksa lo!"
Enno : *menghentikan dance-nya* "Gue udah bilang gue gak bisa dance. Elo yang maksa gue buat nge-dance!"
Reza : "Karena gerakan dance elo gak jelas jadi yang menangin battle dance ini gue!"
Enno : "Kok elo yang nentuin? Elo peserta bukan juri! Sekarang dari gue!"
Reza : "Oh sori gue gak bisa gue sibuk"
Enno : "Eh gak bisa gitu dong. Lo gak bisa pergi gitu aja!"
Reza : "Terus mau lo apa?"
Enno : "Mau gue? Kita lanjutin main tapi sekarang dari gue"
Reza : "Gak bisa. Judulnya tuh gue yang ngehukum elo bukan elo yang ngehukum gue!"
Enno : "Ganti judul dong!"
Reza : "Ah ribet lo! Udah sekarang elo gue hukum!"



to be continued... thanks for reading ^^

Jumat, 12 Oktober 2012

First fanfict #3




Dicky, Reza, Ilham dan Rafael pun menggiring Bila, Enno, Riris dan Midda ke tempat masing masing dengan cara yang kasar. Bila digiring ke arah kelas. Enno digiring ke tempat latihan koreografi. Midda digiring ke tempat parkir sekolah. Dan Riris digiring ke gedung olahraga.
Sementara itu di tangga...
Dicky : "Eh cepetan dong! Lama banget sih jalannya"
Bila : "Iya iyaa sabar atuh"
Saat Bila menyusul Dicky ia tersandung tangga dan terjatuh..
Bila : "Au au sakit euy" *memegang kakinya*
Dicky : *menoleh ke arah Bila*
Bila : "Sakit banget. Mungkin keseleo"
DIcky : "Sini gue bantu" *membopong BIla* "Mau gue anter ke UKS?"
Bila : "Engga, enggak usah. Gue cuma keseleo kok" *salting*
Dicky : "Yakin?"
Bila : "Iya, gue mau ke kelas aja" *melepaskan Dicky*
Dicky : "Mau gue anter?"
Bila : "Hmm... Gak usah gue bisa sendiri kok"
Dicky : "Oh yaudah gue kesana dulu ya" *berbalik*
Bila : "Oke"
Bila pun mencoba berjalan sendiri. Namun karena kakinya yang keseleo ia terjatuh.
Bila : "Aww!" *Dicky kembali*
DIcky : "Gue bilang juga apa. Sini gue bantu."
Mau tak mau Bila pun diantar oleh Dicky ke kelasnya. Sesampainya mereka ke kelas Dicky terkejut dengan apa yang dilihatnya...
Bila : "Makasih udah nganter gue ke kelas"
Dicky : "I.. ini kelas lo?"
Bila : "Iya ini kelas gue dan temen temen gue yang tiga tadi, kenapa?"
Dicky : "Kelas gue juga disini, Ini Xperfect kan?"
Bila : "Iya ini Xperfect. Elo disini? Berarti ada kemungkinan kalo temen temen lo yang nyebelin itu disini"
Dicky : "Iya ada kemungkinan kayak gitu. Dan sayangnya kemungkinan itu bener"
Bila : "Berarti kita bersebelas harus belajar bareng selama satu tahun?"
Dicky : "Iya. Kenapa?"
Bila : "Gue gak yakin kelas ini bakal damai"
Dicky : "Mungkin kok. Udah ya gue keluar dulu"
Sementara itu di tempat parkir sepeda...
Midda : "Kita mau ngapain disini?"
Rafael : "Kita? Lo aja kali gue enggak"
Midda : "Ko aku? Yang nyolot kan temen temen aku, aku mah cuma ikut ikutan aja"
Rafael : "Apa bedanya? Lagian lo temenan sama mereka kan?! Yaudah sekalian aja!!"
Midda : "Engga adil banget kali"
Rafael : "Udahlah, gausah banyak ngomong. Kalo lo banyak ngomong gue bakal tambah hukuman lo!"
Midda : *cemberut* *kicep* "Gimana kalo kita balap sepeda aja?"
Rafael : "Hah?! Balap sepeda?"
Midda : "Iya. Kenapa? Kamu gabisa?"
Rafael : "Ha?! Eh itu.. eemm.. gue bisa kok"
Midda : "Yaudah kalo bisa. Ambil sepeda kamu sana. Aku mau ambil sepeda aku dulu"
Rafael : "Iya baweel.."
Sementara Midda mengambil sepedanya, Rafael pergi ke arah parkiran mobil untuk menelepon seseorang yang ternyata...
Rafael : "Halo, Bis gawat nih gawat!" #OnThePhone
Bisma : "Halo, gawat kenapa raf?"



to be continued...